APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Doa Istri Pertama

Doa Istri Pertama

Sejak Hamza berpoligami dengan Aina, hidup Annisa berubah total. Namun, alih-alih mendendam pada madunya, Annisa memilih jalur tak biasa melalui doanya sendiri. Ia memohon agar setiap rasa sakit dan air mata akibat pengkhianatan sang suami diubah menjadi tumpukan dosa bagi Hamza. Kisah ini menyoroti perjuangan batin seorang istri pertama yang melawan ketidakadilan suaminya lewat kekuatan doa yang sunyi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tapi, Mas.

Aku sudah tidak mencintaimu.

Dan kuharap pesona Aina berhasil membuatmu lupa padaku. Saat wajah tampannya mendekat dan memiring, aku refleks mendorong bahunya menjauh.

"Maaf, Mas ...." tolakku, halus. Aku meringis.

Tak disangka, tubuhnya memaksa untuk merapatkan diri. Mengungkung tubuhku yang dibalut mukenah.

Sontak, kutampar wajahnya setelah dia berhasil mengincar satu sentuhan di bibirku. "Maaf Mas ...." ulangku lirih.

Tanganku memerah, berikut pipinya yang kutampar. Mas Hamza hanya menoleh.

"Tunggu tiga hari, setelah aku bermalam dengan Aina. Kamu jangan menolak."

Tungkai kakinya berdiri tegak, lalu keluar dari kamarku. "Tapi perlu kuulangi, Annisa. Aku masih sangat mencintaimu, bahkan satu persen 'pun perasaan ini tidak menyamai bahkan tidak ada untuk Aina. Tapi demi kebaikanku di akherat nanti, aku akan bersikap seadil mungkin," ujarnya di ambang pintu lalu pergi.

Aku Annisa, dari namaku artinya wanita. Identik dengan sosok yang rapuh, mudah tersakiti, perasa--layaknya seorang wanita. Sekalipun kamu mencintaiku, kamu mengembel-embeliku dengan keadilan yang kamu janjikan.

Sebagai wanita yang terluka, doaku tetap sama, Mas.

Semoga kamu menjadi suami yang dzalim.

.

.

Aku usap kepala anak kecil manis itu. Di sebuah panti asuhan yang sering kukunjungi di kota seberang, aku memang memiliki rutinitas untuk berkunjung dan memberikan sumbangan.

Kadang mengundur waktu untuk berceloteh dengan mereka dan bermain bersama-sama. Biasanya, aku pergi bersama Mas Hamza, sumbangan juga menggunakan uang suamiku.

Tapi kali ini aku datang sendiri dan menggunakan uang hasil jerih-payahku sendiri. Biarkan dia sibuk pada istri barunya, tak apa jika dia lupa dan mengabaikanku. Karena memang itu yang kuharapkan.

Jika dia tidak datang menyusulku, sebuah langkah awal menjadi suami yang dzalim, bukan?

"Ah, ada anak baru," sambutku saat melihat seorang bocah lelaki yang malu-malu. Kusodorkan sebuah batang cokelat yang diterimanya dengan senyum malu-malu yang manis.

"Terima kasih, Tante," kuacak lembut rambut cokelatnya. Perpaduan di pahatan wajahnya begitu beragam, seperti ada darah orang western yang mengalir di tubuhnya. Aku kagum pada hidung lurusnya yang begitu mancung dan mata cokelatnya yang berbinar.

"Namanya William," seorang pengurus panti berjalan mendekati kami. Aku mendongak, melirik lelaki itu dan tersenyum, membalas senyumnya yang manis.

"Hai Willy," sapaku dan membuka telapak tangan. Mengajak bertos ria. William menepuk telapak tanganku dengan tangan mungilnya. Aku yang gemas, mencium pipinya yang berisi.

"Mbak, datang sendiri?"

Pengurus panti bertanya, dahinya mengerut. Tumben, pasti itu yang dia pikirkan. Biasanya aku datang bersama suamiku.

hanya mengangguk dengan ulasan senyum. Menggendong Willy dan membawanya ke pangkuanku, bocah itu lahap memakan cokelat pemberianku.

"Suami Mbak di mana, tumben banget, ya?"

Yoga bertanya, pengurus panti yang barusan. Hasil dari ceritanya, dia tinggal di panti ini sedari bayi. Umurnya lebih muda tiga tahu dariku, 28 tahun.

Awalnya dia mendapatkan pekerjaan bagus di luar negeri, tapi memilih kembali ke sini setelah pengurus panti sebelumnya yang mengurusnya sedari kecil meninggal dunia, Yoga hadir untuk menggantikan peran beliau, mengurus adik-adik mereka.

Aku hanya tersenyum, tidak menjawab.

"Yog," panggilku. Yoga yang dipanggil menyahut dengan gumaman.

Kuserahkan seamplop uang sumbangan, Yoga dengan canggung menerimanya.

Lirihan ungkapan terima kasihnya, kuberi anggukan.

Sebuah mobil mewah berhenti di depan halaman panti. Mas Hamza turun dengan wajah pias.

"Annisa," panggilnya dengan kerongkongan kering. "Kenapa kamu pergi tidak mengajakku?" Aku hanya mendongak dan melirik Yoga. Kudekati suamiku, "untuk apa menghiraukanku? Masih ada hari ini dan besok jatahmu bersama Aina 'kan?"

Matanya berembun, aku segera mengemasi barang-barangku. Hendak pulang, setelah berpamitan dengan Yoga dan anak-anak. Mas Hamza menarik lenganku, membawa tubuhku bertubrukan di dadanya. "Kuantar, pakai mobil."

"Aku bawa motor," kilahku, lalu menaiki motorku.

Kusalami punggung tangannya, lalu melaju pergi meninggalkannya. Diiringi dengungan motorku, di atas jalan raya gigiku saling menggertak.

Kuharap Mas Hamza terbuai oleh kecantikan istri keduanya. Tidak memerdulikanku. Tapi melihatnya begitu mencemaskanku, masih perduli padaku dan sepertinya benar-benar memegang janjinya ... kuharap Tuhan mendengarkan doaku.

Tidak, Annisa.

Ini baru di awal.

Pada dasarnya, semua lelaki itu sama saja.

Sesampainya aku di rumah, kuperhatikan wajah memesona Aina saat kami berpapasan. Umurnya masih 24 tahun, semampai dan sangat cantik. Bagaikan bidadari.

Aku tersenyum sinis. Mas Hamza tidak memberitahuku kenapa dia meminta izin untuk menikahi Aina?

Adakah dorongan lain selain hasrat kelakian? Tapi kutebak, pasti kecantikan yang begitu menggugah tersebut. Kuusap wajahku sendiri, memerhatikannya di cermin saat berada di dalam kamar.

Aku masih cantik ... di usiaku yang menginjak 31 tahun. Tapi jika dibandingkan dengan Aina, aku kalah jauh. Dia daun muda, tubuhnya masih begitu terawat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Nayla rela menikahi Deddy yang koma demi balas budi masa lalu. Setelah sembuh, Deddy justru menceraikannya demi cinta pertamanya. Meski kerap dihina, Nayla sebenarnya sosok luar biasa: peretas jenius, pembalap tangguh, dan dokter ahli. Saat penyesalan datang dan Deddy memohonnya kembali, seorang CEO tampan tiba-tiba muncul dan mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut di tengah perjuangan membuktikan jati dirinya.
Sampul Novel Going Crazy
9.6
Mikaela diceraikan Marcel setelah tes membuktikan anak kembar mereka bukan darah dagingnya. Demi menyelamatkan pernikahan, ia membebaskan Ares dari penjara demi hak asuh anak-anak. Namun, duka menerpa saat ayah Mikaela mendadak wafat. Kini, ia berjuang keras agar sang suami mau menerimanya lagi, meski Marcel terus membandingkannya dengan Michelle, mantan istri yang juga iparnya. Akankah perjuangan Mikaela ini berhasil atau justru berujung kehancuran?
Sampul Novel Janda Laila
9.4
Pernikahan Laila selama lima tahun terancam hancur karena belum juga dikaruniai anak. Kini, suami dan ibu mertuanya memberikan tuntutan yang sangat berat. Laila dipaksa memilih antara mengizinkan suaminya berpoligami atau menyetujui perceraian. Menghadapi dilema yang menguras emosi ini, ia harus segera mengambil keputusan besar bagi hidupnya. Apakah Laila akan menerima kehadiran istri kedua, atau memilih pergi dan memulai hidup baru sebagai seorang janda?
Sampul Novel My Bule Husband
8.1
Demi membalas budi, Naina yang sederhana terpaksa menikahi seorang miliarder asal Jerman. Ekspetasi pernikahan yang tenang sirna saat ia mendapati kenyataan pahit tanpa cinta. Suami bulenya yang dingin menganggap Naina tak lebih dari pengasuh bagi anaknya yang berumur tujuh tahun. Tak hanya itu, Steven, sang putra sambung, juga bersikap acuh dan menolak kehadirannya. Kini, Naina harus berjuang bertahan menghadapi perlakuan kasar dari dua sosok kaku tersebut.
Sampul Novel Pendekar Petualang Cinta
8.9
Anjasmara, putra selir dari Kerajaan Galuh yang rupawan, memulai pengembaraan sebagai pendekar untuk memenuhi perintah ibunya: mencari seorang wanita tangguh yang sulit ditaklukkan sebagai cinta sejati. Alih-alih demikian, ketampanannya malah memikat banyak gadis. Perjalanan asmaranya kian rumit saat ia terseret ke dalam pusaran konflik dunia persilatan yang mematikan sekaligus menguji kekuatannya. Akankah ia berhasil menemukan belahan jiwanya di tengah ancaman bahaya?
Sampul Novel Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
9.0
Pernikahan Satya dan Tamara berakhir dengan perceraian setelah Satya terus memandang rendah istrinya. Begitu berpisah, penyesalan mendalam menghampiri Satya yang baru menyadari betapa berharganya Tamara. Ia pun memohon kesempatan kedua. Namun, Tamara yang terlanjur terluka akibat perlakuan buruk sang mantan suami kini telah bangkit menjadi sosok yang tangguh. Meski Satya berjanji terus berjuang, Tamara menutup rapat pintu hatinya dan tegas menolak.