APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Do You Love Me

Do You Love Me

Allia terperanjat ketika Azzel secara mengejutkan memintanya menjadi ibu bagi Lia. Menyadari pria itu telah berkeluarga, Allia pun memutuskan berpisah demi kebaikan mereka. Namun, langkah tersebut justru memicu kemarahan besar dari sosok Azzel yang dikenal arogan serta temperamental. Kini, gadis lembut itu terjebak dalam dilema batin antara cinta dan perlakuan kasar sang kekasih. Sanggupkah Allia bertahan menghadapi tekanan dari pria yang enggan melepaskannya dalam situasi rumit ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah membereskan semua alat tulisnya, Allia segera keluar dari kelas dan pergi ke parkiran menemui Azzel.

Ia berniat ingin meminta maaf kepada pria itu, sesampai di sana terlihat Azzel yang sedang berbincang dengan temannya.

Allia berjalan mendekati pacarnya dan berdiri di samping pria itu.

"Azzel," bisik Allia memanggil.

Azzel menoleh, lalu menatap Allia dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Lo pulang sendiri hari ini, jalan kaki! Nggak usah manja. Itu hukuman buat lo," ucap Azzel memberikan hukuman.

Mendengar itu Allia menghela nafasnya, dari dulu memang ia sudah sering jalan kaki dari sekolah sampai di rumah. Sebelum mengenal Azzel memang Allia lebih suka berjalan kaki.

Karena dirinya tidak suka memakai helm jika naik ojek , supir pribadi? Allia lebih suka naik sepeda dan berjalan kaki ke sekolah.

"oh gitu, oke aku duluan yaa," pamit Allia sambil tersenyum manis, kemudian meninggalkan area parkir.

Azzel menatap punggung Allia dengan tatapan yang sulit diartikan. Tanpa sepengetahuan Allia ternyata Azzel mengikutinya dari belakang menggunakan motor. Jaraknya cukup jauh sehingga Allia tidak mengetahui jika ada yang mengikutinya.

Sesampai di rumah, pak satpam langsung membukakannya pintu lalu ia segera masuk. Melihat Allia sudah masuk ke dalam rumahnya Azzel langsung pergi dari area rumah elite yang ada di situ.

Sesampai di dalam kamar Allia segera mengganti pakaiannya, ia pergi ke meja makan dan melihat makan siang yang sudah disajikan oleh pelayan rumahnya.

"Makan sendiri lagi?" gumam Allia merasa sedih.

Tapi ia kembali bersyukur karena mungkin diluar sana banyak yang membutuhkan makanan, sedangkan dirinya bahkan bisa menikmati makanan lezat dari beberapa negara.

✏️✏️✏️

Azzel mengirimkan Allia pesan bahwa dirinya akan ke rumah gadis itu.

Membuat Allia segera menggantikan pakaiannya dari yang tadinya hanya menggunakan baju tipis, mengganti dengan Hoodie putih miliknya.

Azzel tiba di rumah Allia dan langsung masuk ke dalam kamar gadis itu, karena sudah sering pria itu memasuki kamarnya membuatnya tidak lagi kaget.

"Hai Azzel," sapa Allia.

Azzel hanya menatapnya tanpa berniat membalas.

"Kamu mau aku buatin apa? Kamu udah makan belum?" tanya Allia saat pria itu duduk di sampingnya sambil menatap lurus ke depan.

"Diem, gue punya orang tua yang bisa bikinin gue makanan setiap gue pengen makan. gak kaya lo," ucap Azzel, benar-benar membuat hati Allia seperti tertusuk benda yang begitu tajam.

Allia mengangguk mengerti sambil tersenyum masam.

Azzel sedari tadi hanya bermain ponselnya bermain game online, sedangkan Allia sesekali melihat pacarnya bermain sesekali bengong sambil menatap ke luar jendela.

Tiba-tiba Allia mengingat sesuatu jika ia sudah berjanjian dengan Diandra untuk pergi ke toko buku malam ini.

Tapi bagaimana cara agar malam ini ia akan diizinkan pergi oleh Azzel.

"Azzel-"

"Gua mau pergi ke apartemen, lo ikut," ujar Azzel tidak mau dibantah.

Allia menghela nafasnya, lalu mengirimkan pesan untuk Diandra sepertinya mereka akan pergi ke toko buku lain kali saja.

To Dian💖

Maaf kita pergi ke toko buku nanti aja yah

From Dian 💖

yah:( oke deh

Melihat Diandra telah membalas pesannya, Allia langsung menutup ponselnya dan mengikuti Azzel keluar.

✏️✏️✏️

Ternyata Azzel membawanya ke apartemen, yang di sana terdapat sekitar 10 teman laki-laki pria itu. Allia sangat malu karena hanya dirinya yang perempuan disini.

Ia merasa tidak nyaman, tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Azzel pasti akan memarahinya. Sepertinya Kerja pria itu hanya memarahinya setiap waktu.

"Eh ada Lia, bikinin gue kopi dong mumpung lo ada di sini," ucap salah satu teman Azzel yang bernama Nathan.

"Eh gue juga dong, tapi gue gulanya gak usah banyak," Rofli salah satu temannya pun ikut menyuruh Allia seakan gadis itu adalah pembantu.

Allia menatap Azzel, seolah meminta izin dan Azzel hanya mengangguk singkat.

Allia segera pergi ke dapur, dengan perasaan campur aduk. Sedih, disaat semua orang melindungi pacarnya dan tidak mau diperbudak teman-temannya Azzel malah sebaliknya. Pikir Allia.

Selesai membuatkan kopi yang diminta oleh teman-teman Azzel, Allia segera mengantarkan pesanan mereka ke depan.

"Eh, gue juga dong buatin es teh."

"Gue juga, es teh jangan terlalu manis."

"Gue air putih aja."

"gue juga air putih dong haus banget nih."

Teman-teman Azzel yang melihat Allia datang membawa dua kopi, langsung ikut meminta dibikinkan. Allia sendiri hanya menggaruk belakang kepalanya, bingung.

"Kalian bisa buat sendiri kan? Allia itu pacar Azzel bukan budak kalian," ujar Khanza salah satu teman Azzel yang memiliki sifat pendiam

Azzel mengepalkan tangannya, mendengar perkataan Khanza. Ia tidak suka ada yang membela gadisnya itu, eh gadisnya?

"Azzel aja fine-fine aja tuh," ucap Rofli.

"Gakpapa, biar gue yang bantuin dia." Azzel berdiri dari duduknya lalu menarik Allia membawanya ke dapur.

Sesampai di dapur Azzel segera menghempaskan tubuh Allia dengan kasar, ia mendorong gadis itu ke tembok lalu mencengkeram kuat kedua bahu Allia.

"Azz-zel sa-sak-kit." Allia berkata dengan suara terbata-bata, menahan rasa saktinya.

"Lo udah mau jadi wanita penggoda hah?!" marah Azzel.

"Eng-nggak aauwh," ringis Allia karena Azzel beralih mencengkeram kedua pipinya dengan satu tangan kekarnya itu.

"Dasar gak guna."

Setelah mengatakan itu Azzel mencium bibir Allia, ia mulai melumatnya dengan kasar sesekali menggigit bibir gadis itu.

Allia berusaha mati-matian menahan rasa sakitnya, sebelumnya Azzel belum pernah menciumnya seperti ini tapi jujur gadis itu juga menikmati ciuman yang Azzel berikan.

Karena meresa sudah kehabisan nafas Azzel melepaskan ciuman mereka dengan rasa tidak ikhlas. Sedangkan Allia cepat-cepat menghirup udara untuk menetralkan nafasnya.

"Pulang," ucap Azzel dengan suara dingin.

"T-tapi minumannya?" tanya Allia sambil menunduk takut menatap wajah Azzel yang sangat dekat dengan wajahnya.

"Biarin aja." Setelah mengatakan itu Azzel mengambil nampan yang sedari tadi Allia pegang dan menaruhnya di wastafel yang ada di dapurnya itu.

Azzel menarik tangan Allia lalu berpamitan kepada teman-temannya untuk pergi mengantarkan Allia.

"Yah padahal gue haus banget pengen es teh."

"Hahaha palpale," ucap Rofli menertawakan temannya itu sambil memamerkan kopinya.

Azzel segera mengambil kunci mobilnya, ia akan menggunakan mobil malam ini. selama perjalanan pulang Allia mengusap kedua bahunya pelan sambil sesekali meringis.

"Maaf." Suara Azzel sangat kecil sehingga Allia tidak terlalu mendengar apa yang pria itu katakan.

"A-apa? kamu ngomong sama aku?" tanya Allia hati-hati.

"Enggak! Lupain."

"Sialan, gue hampir aja minta maaf sama dia!"

Tbc

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat Sang Guru
9.7
Dosen Sansekerta sekaligus praktisi yoga, Vidwan Surya, sangat dikagumi para mahasiswanya. Namun, pertemuannya dengan mahasiswi pendiam pencinta bahasa kuno, Grisse Anggara, memicu sebuah obsesi rahasia. Grisse yang lugu merasa tenang dengan kepedulian Vidwan, tanpa tahu ada hasrat besar sang guru untuk memilikinya. Begitu asmara mulai hadir, keraguan menyelimuti Grisse. Ia pun bimbang, apakah ini cinta sejati atau hanya nafsu belaka?
Sampul Novel Kembang Desa
8.4
Kecantikan justru membawa petaka bagi Lasmini di masa mudanya. Akibat pengkhianatan sang kekasih yang lari dari tanggung jawab, ia terpaksa menghadapi kerasnya hidup seorang diri. Sebagai ibu tunggal di usia belia, Lasmini kini harus berjuang keras demi membesarkan anaknya di tengah berbagai kesulitan. Sanggupkah ia melepaskan bayang-bayang masa lalu yang kelam, menemukan cinta sejati yang tulus, dan akhirnya meraih kebahagiaan yang didambakannya?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Sampul Novel Mimpi Kelam Lilian
9.0
Lilian Audrey Grey memendam rahasia kelam serta kekuatan unik yang mengubah takdirnya. Hidupnya kian rumit saat terjebak perseteruan dengan Jaden, pria kasar yang mendendam padanya akibat perebutan warisan sang nenek. Menuduh Lilian sebagai penipu licik, Jaden memaksanya tunduk dalam kontrak mesum sepihak yang penuh intimidasi. Akankah Lilian menyerah pada paksaan berbahaya ini? Mampukah Jaden menyadari kebenaran saat rahasia Lilian terungkap, atau ia justru akan terus menyiksanya?
Sampul Novel Pernikahan Paksa Dosen Killer
8.2
Demi sebuah tantangan, Aurelia Safira yang polos soal cinta nekat mendatangi tempat misterius. Namun, keputusan itu membawanya pada insiden tak terduga dengan pria asing. Kekacauan hidup gadis 19 tahun ini memuncak saat ia dipaksa menikahi Darius Aksara, dosen killer yang paling ia takuti. Setelah menikah, Lia baru menyadari bahwa suaminya menyimpan rahasia kelam dan profesi yang mengancam nyawa. Kini, ia terjebak dalam pernikahan penuh bahaya.
Sampul Novel Terjerat Pesona Vampir Tampan
8.2
Setiap malam, Shada didatangi sesosok vampir tampan bermata merah yang memberi sentuhan sensual dan kasih sayang mendalam di alam mimpi. Meski statusnya sudah bertunangan, pesona makhluk abadi itu terus mengusik kesetiaannya. Dilema batin pun mulai menyiksa Shada akibat gairah terlarang yang begitu nyata tersebut. Kini, ia berada di persimpangan jalan dan harus segera memilih antara komitmen di dunia nyata atau godaan fantasi sang vampir.