APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar

Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar

Pasca kecelakaan maut merenggut Elzien Kagendra, Shifra yang sebatang kara malah diperlakukan layaknya pembantu oleh mertuanya. Nasib membawanya pada peristiwa satu malam yang berujung pernikahan dengan adik iparnya sendiri. Namun, saat Shifra telah melahirkan anak mereka, Elzien yang dikira sudah tewas mendadak kembali. Shifra kini didera dilema hebat antara cinta pertamanya atau suami kedua sekaligus ayah dari bayinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Pak Elzien!!!" teriak Baron menepuk pundak polisi yang memboncengnya.

Dia langsung turun dengan panik, berlari kembali ke tempat ATV terperosok. Melongok ke dasar jurang yang tertutup semak belukar.

"Ya Tuhan!!! Bagaimana ini? Pak El!!!" teriaknya mondar-mandir dalam ketakutan.

Polisi dan pilot memberi laporan pada rekan lain di kantor pusat daerah terdekat menggunakan alat komunikasi khusus. Tak lama beberapa helikopter melintas di atas mereka. Pilot telah memberi sinyal bahaya dari tempat itu. Tak ada tempat pendaratan, terpaksa tim penyelamat yang terbentuk beberapa regu turun dari heli dengan tali yang diikat di tubuh mereka.

Tiga pengusaha yang selamat dievakuasi kembali ke pemukiman penduduk terdekat. Tak ada yang terluka, tapi sepertinya Baron sangat terpukul atas kejadian yang menimpa atasannya. Bagaimana dia akan menceritakan kejadian ini pada keluarga sang CEO itu.

Ponsel Elzien yang tadi dititipkan pada asistennya itu benar-benar berbunyi. Terpampang jelas nama istri boss-nya di layar ber-back ground foto mesra pasangan itu. Dengan tangan bergetar Baron mencoba mentralkan napasnya terlebih dahulu kemudian menggeser tombol hijau.

"Assalamualaikum ... sudah sampai mana, Mas?" Sapaan lembut nan manja terdengar bahagia di telinga Baron yang semakin gugup.

"Wa'alaikumsalam! Maaf, Bu Shifra. Ini Baron." balasnya dengan memejamkan mata.

"Eh? Mas Baron, ya? Apa Mas El-nya belum bisa dihubungi? Nanti kalo sudah selesai tolong ingatkan nelpon saya ya, Mas?" Suara Shifra masih terdengar ceria meski sedikit kecewa di awal kalimat.

Baron hanya terdiam dan menjawab pertanyaan Shifra. Istri sang boss mengerti kesibukan suaminya dan langsung memutus panggilan. Tak begitu khawatir karena Baron sudah menjawab panggilan darinya.

"Maafkan saya, Bu Shifra ... semoga Pak El segera ditemukan dan bisa menghubungi Anda ...," gumamnya setelah mematikan ponsel Elzien dan memasukkan ke dalam tas lagi.

Sudah lebih dari satu jam tim SAR melakukan pencarian pada satu korban jatuh ke jurang. Banyak kendala yang harus dihadapi, mulai dari kontur tanah yang sangat berlumpur dan berbatu hingga cuaca yang tiba-tiba saja berkabut tebal. Tim pertama turun ke jurang menggunakan tali yang diikat pada salah satu pohon. Beberapa orang menuruni tebing jurang secara manual dengan sepatu anti selip khusus. Sebagian lainnya menyisir sungai yang lebih landai. Mengantisipasi kemungkinan korban telah terseret arus air.

Pencarian harus dihentikan karena hujan turun dengan derasnya. Akan dilanjutkan setelah hujan reda, kemungkinan keesokan harinya.

Sementara itu, setelah tadi gagal menghubungi suaminya berkali-kali. Shifra mulai merasakan ada yang tidak beres. Hatinya tak tenang dan dilanda kecemasan tak biasa.

"Ra, coba kamu hubungi Mas El? Apa mungkin jaringan ponselku yang buruk, ya?" Shifra mencoba meminta bantuan adik iparnya.

"Belum nelpon balik juga, ya?"

Wajah murung itu menunduk tajam menatap layar ponsel di genggamannya tanpa menjawab pertanyaan Zora.

Adik kandung Javaz itu meraih telepon pintarnya. Belum sempat memanggil Kakak pertamanya, sebuah panggilan dari Sang Kakak kedua lebih dulu masuk.

"Ya, Kak?" ucapnya dengan decakan malas. Tak biasa kakak laki-laki yang bernama Javaz itu menghubungi dirinya.

"Hah???" Zora terpekik kaget setelah beberapa detik terdiam menyimak ucapan dari seberang telepon.

Dia menoleh pada kakak iparnya yang sama terkejutnya dengan sikap Zora tiba-tiba berteriak.

"Apa yang terjadi?" Paniknya mendekat pada adik suaminya itu.

Dua wanita itu saling berpelukan dan menangis bersama. Seolah mengerti apa yang ada dalam pikiran masing-masing. Zora pikir Shifra harus ditenangkan dulu dan tak boleh tahu tentang keadaan Elzien. Tidak dengan Shifra yang mengira bahwa perlakuan Zora memeluknya adalah bentuk rasa peduli dan menenangkan bahwa tak terjadi apa-apa pada suaminya.

"Mas El ... hilang, Shif. Tapi kamu tenang dulu, ya? Tim SAR sudah mencarinya. Papa sama Kak Javaz sudah terbang nyusul ke sana. Kita berdoa agar Mas El kembali dengan selamat, hem?"

Mendengar pernyataan Zora, wanita itu terduduk lemas di lantai dan menatap kosong. Mata yang sedari tadi telah basah, kini semakin menganak sungai tak bisa berhenti. Bahkan tak ada isakan yang keluar dari bibirnya yang terkatup rapat. Dia seperti kosong dan syok berat. Meski dituntun berbaring diranjang Zora pun dia tak merespon.

'Ayolaaah Sayaaang! Sekali aja, aku janji nggak akan sakit, hm? Coba dulu, oke? Kalo misalnya kamu kesakitan, aku akan berhenti. Aku janji?'

Suara berbisik Elzien saat sedang membujuknya melakukan malam pertama lusa kemarin terngiang di kepala. Tubuh yang sudah lemah itu berguncang hebat. Kali ini isakannya keluar tertahan menimbulkan sesenggukan menyesakkan dada. Zora mengelus lengan Shifra dan ikut terisak melihat kakak yang seusia dengannya itu menangis.

'Udah nggak sakit lagi, kan? Boleh sekali lagi? Semoga dengan ini, akan terlahir anak hebat dari kamu. Yang bisa jagain kamu, bisa gantiin aku jika tak di sisimu nanti. Sebagai bukti cinta kita. Bukti ketulusan dan kesetiaan yang nggak akan pernah hilang.' Lagi dan lagi suara Elzien yang khas berputar bagai rekaman dalam ingatan Shifra.

Dia menahan teriakannya dengan hanya membuka mulut lebar lalu terkatup lagi. Menutup kedua telinga dan meringkuk menekuk lututnya menempel di dada. Kalimat-kalimat Elzien bagai sebuah pertanda yang tak disadarinya.

"Kembali Maaas! Shifra nggak mau semua ini! Shifra hanya mau kamu, Mas! Shifra hanya punya kamu, Mas ... kembalilah! Ya Allah ... kembalikan suamiku dengan selamat. Selamatkanlah dia ... selamatkanlah Mas Elzien, Allah ... aku akan menunggu sampai kapan pun, yang terpenting Mas El kembali padaku lagi, Ya Allah ...," racaunya berulang kali.

Detik terus berganti menit. Menit menjadi jam dan sudah dua hari pencarian dilakukan, tak menemukan hasil sama sekali. Tanda-tanda keberadaan Elzien tak ada di lokasi. Bahkan jika terlempar dengan benturan keras setidaknya ada benda atau sesuatu yang terjatuh dari tubuhnya. Tapi tidak ada sama sekali bekas terjatuh yang ditinggalkan. Seperti menghilang di telan bumi tak berbekas.

"Setelah tiga hari kita hentikan pencarian korban!" titah seorang pimpinan petugas lapangan.

"Maaf Pak! Kita harus menjalakannya sesuai prosedur dan SOP Badan Penanggulangan Bencana semaksimal mungkin, yaitu pencarian dilakukan selama tujuh hari. Jika ternyata tak ditemukan maka baru akan diputuskan menghilang atau korban meninggal!" sahut salah seorang anggota yang pangkatnya lebih rendah dibanding yang pertama berbicara.

"Lakukan sesuai perintah! Kalian sudah menghabiskan banyak biaya untuk ini!" tegas pria berperut buncit itu dengan marah.

"Maaf! Saya akan melakukannya sendiri dengan tiga orang lainnya yang bersedia membantu tanpa pamrih! Saya sadar uang telah membutakan sisi empati dan kemanusiaan di lingkungan ini! Permisi!" ucapnya keluar dari kantor pusat BASARNAS di kota itu.

Ketua yayasan sosial yang dikhususkan untuk penyelamatan suatu bencana atau kecelakaan itu tak menggubris apa yang dikatakan bawahannya. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di kelompok itu, dia yang akan memutuskan apakah akan dilanjutkan atau tidak.

Pada akhirnya dia yang telah diberi sejumlah uang tutup mulut dan tidak melanjutkan pencarian itu membuka konferensi pers. Mengundang seluruh media baik cetak maupun online, televisi atau pun radio dari berbagai daerah. Salah satu pusat penyiaran di ibu kota menjadi titik akan diumumkannya hasil pencarian. Mengingat yang menjadi korban adalah salah satu pebisnis yang dikenal di seluruh penjuru negeri. Maka akan disiarkan secara langsung di semua saluran berita.

"... Kami memutuskan untuk menghentikan pencarian korban. Alasannya adalah cuaca yang sangat tidak menentu di TKP dan juga telah ditemukan bukti helm beserta rompi korban yang terkoyak berlumuran darah. Identifikasi menyebutkan bahwa tubuhnya telah habis dimakan binatang buas. Untuk mengurangi resiko yang lebih besar pada anggota kami menjadi korban berikutnya oleh binatang liar di TKP. Maka hari ini kami menyatakan korban bernama Elzien Kagendra telah hilang dan meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal pada hari ...,"

Suara dari televisi LCD di dinding kamar Shifra menghentikan lantunan bacaan Alquran dari seorang wanita berpakaian serba hitam. Dia mendongak dan menatap sendu. Air matanya kembali basah. Tangannya gemetar menutup mushaf perlahan kemudian bersujud di atas sajadahnya.

'Allah ... kembalikan Mas Elzien padaku .... Apa yang sekarang harus Hamba lakukan tanpa suami, Ya Allaaaah?' tangisnya pecah di dalam sujud.

'Bagus! dengan begini semua kekayaan Kagendra akan terakumulasi bersama milik Haribawa!'

Di tempat berbeda seorang pria paruh baya tengah menyaksikan tayangan yang sama. Dia bergumam dengan seringai licik di wajah kemudian tertawa puas.

***

Bersambung ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Daddy
8.2
CEO kuliner berusia 30 tahun, Bastian Cokro, kerap diterpa rumor mandul karena masih saja melajang. Di sisi lain, ada Eva Sania, penyiar berita sukses yang sangat menikmati kebebasan hidup bersama pasangan FWB-nya. Namun, takdirnya berubah drastis setelah sang ibu memberikan titah tak biasa. Bukannya menyuruh menikah, ibunya justru menuntut Eva untuk segera hamil tanpa harus bersuami. Misi mencari pria sehat yang bisa membuahinya pun kini resmi dimulai.
Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Sejak kecil, Iris diadopsi oleh keluarga Stewart dan tumbuh menjadi kekasih rahasia dari pamannya, Vincent. Di balik reputasi playboy-nya, CEO itu bersikap sangat dingin pada Iris. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak Vincent demi pernikahan bisnis. Ingin lepas dari penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun di hari pernikahan, Vincent justru datang bersimpuh dan memohon agar Iris tidak pergi.
Sampul Novel Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
7.9
Selama lima tahun, seorang mahasiswi menjalani pernikahan rahasia dengan miliarder Tritan Wirajaya. Namun, kembalinya cinta pertama Tritan menyadarkannya bahwa hubungan mereka hampa. Ia pun menjebak Tritan untuk menandatangani surat cerai berkedok berkas kuliah. Setelah resmi berpisah dalam keadaan hamil, ia pergi sejauh mungkin demi membangun karier dan kemandiriannya sendiri. Saat Tritan akhirnya menyadari kehilangan besar ini dan memohonnya kembali, ia telah bertransformasi menjadi wanita dewasa yang tangguh.
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dinikahi Brondong Tajir
9.3
Kehidupan Keyla Valerie hancur lebur setelah menyaksikan suaminya berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah rasa sakit hati dan keputusasaan yang mendalam, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda tampan bergaya badboy. Tak disangka, pemuda kaya raya tersebut langsung mengklaim Keyla sebagai calon istrinya. Bagaimana kelanjutan nasib Keyla dalam menghadapi babak baru kehidupannya yang tak terduga ini? Simak kisah lengkapnya.
Sampul Novel Lelaki Kedua
9.5
Tepat sebelum pernikahan, Arimbi Maulida mendapati tunangannya, Seno, berselingkuh hingga sepupunya, Nina, hamil. Demi menjaga nama baik keluarga dari skandal ini, ayah Arimbi memaksa Ganesha, kakak Seno yang kaku dan gila kerja, untuk menjadi suami pengganti. Meski dilingkupi rasa benci dan takut pada Ganesha, Arimbi tak punya pilihan selain menerima pernikahan dingin ini. Keadaan kian rumit saat Seno yang menyesal mulai mengejar Arimbi kembali.
Sampul Novel Nikah Kontrak Dengan CEO Dingin
9.6
Nadine Arwen menghadapi kemalangan besar setelah ayah tirinya menjualnya ke muncikari. Namun, takdir mempertemukannya dengan Leonardo Ethan, miliarder dingin yang membelinya demi memenuhi tuntutan pernikahan sang kakek. Leonardo mencari istri yang suci, tetapi ia menyimpan niat terselubung. Di balik gelimang harta, Nadine justru tersiksa oleh sikap dingin dan obsesi misterius sang suami. Mampukah Nadine bertahan dalam belenggu pernikahan kontrak tanpa cinta ini?