APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Setelah merelakan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit. Kehadiran kembali cinta lama suaminya yang baru bercerai mengubah segalanya. Diperlakukan layaknya pelayan oleh anak kandungnya sendiri dan diabaikan oleh sang suami, ia akhirnya memilih mundur. Dengan menandatangani berkas perceraian tanpa menuntut hak apa pun, ia pergi menjauh. Namun kini, setelah ia melangkah pergi, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Bab
Bagikan

Bab 8

Eva tahu benar, setiap kata yang diucapkan Fiona itu dimaksudkan untuk memancing emosinya. Akan tetapi, wajahnya tetap tenang dan tidak menunjukkan reaksi apa pun.

"Aku sudah memutuskan untuk melepaskan semuanya. Aku nggak akan rebut apa pun darimu," ucap Eva dengan datar.

Fiona tertawa sinis. "Sudahlah, kalau memang mau pergi, kamu pasti sudah pergi dari dulu. Tapi kamu masih saja ngotot bertahan sampai sekarang, 'kan? Bukankah itu semua cuma karena uang? Oh ya, bagaimana kelopak mawar yang aku minta Ricardo kirimkan padamu kemarin? Wanginya enak, 'kan?"

Ucapan itu langsung membuat raut wajah Eva menjadi rumit.

Bahkan Fiona saja tahu soal alergi serbuk bunga yang dia derita, malah suaminya sendiri tidak tahu apa-apa. Masih bisa-bisanya mengantarkan bunga pemberian wanita lain tanpa menyadari bahwa itu justru menyakitinya. Ricardo bahkan ikut membantu mempermalukan dirinya sendiri.

Saat itu juga, Eva benar-benar yakin. Dalam hati pria itu, tak pernah ada tempat untuknya.

Tak lama kemudian, Ricardo keluar bersama Ivany. Dia melirik ke arah Eva dan berkata datar, "Anak itu masih kecil dan belum tahu apa-apa. Sudah aku tegur. Nanti kita bertiga naik kapal pesiar ya."

Mendengar itu, Fiona buru-buru mengeluarkan dua lembar tiket konser dari tasnya. "Kak Ricardo, ini konser terakhir dari band yang kita sukai sejak kuliah. Hari ini penampilan mereka yang terakhir."

Ricardo terdiam sejenak, tampak ragu.

Kalau ini dulu, dia pasti akan langsung memilih Fiona, menyetujui permintaannya dan menyingkirkan Eva begitu saja.

Namun sekarang, ada kegelisahan yang tak bisa dia abaikan. Dia sadar ada sesuatu yang berbeda dari Eva. Perubahan sikap Eva membuatnya resah, membuatnya merasa kehilangan kendali atas wanita yang dulu begitu tunduk.

Justru karena itulah, dia berusaha mengimbanginya. Dia ingin memperbaiki sesuatu atau setidaknya mempertahankannya. Jika dia kembali memilih Fiona, dia khawatir Eva akan benar-benar pergi.

Meskipun dia selalu yakin Eva mencintainya dan tidak akan mungkin meninggalkannya, rasa khawatir itu tetap menghantuinya.

"Maaf," katanya pada Fiona. "Aku sudah nggak tertarik lagi sama band itu. Lagi pula, aku sudah janji sama Eva untuk naik kapal pesiar."

Tanpa menunggu balasan, Ricardo berbalik masuk ke dalam untuk berganti pakaian.

Fiona tidak pernah menyangka situasinya akan berubah menjadi seperti ini. Biasanya Ricardo selalu menyetujui permintaannya. Namun hari ini, Ricardo malah menolaknya demi wanita jelek ini.

Ekspresinya tampak beringas saat menatap ke arah Eva. "Wanita jalang! Apa yang telah kamu lakukan?!"

Eva malas membuang waktu untuk menjawab, dia tidak ingin menghabiskan tenaga bicara dengan wanita itu. Namun, sikap diam Eva justru membuat Fiona merasa dirinya sengaja diprovokasi.

Lantaran terlalu marah sampai kehilangan akal, Fiona meraih seikat besar bunga mawar di atas meja, lalu menghantamkannya ke kepala Eva berkali-kali dengan penuh tenaga.

Eva menghirup terlalu banyak serbuk sari bunga sehingga menimbulkan reaksi alergi parah. Wajahnya memerah dan napasnya mulai tersengal-sengal.

Fiona tampak puas dan tersenyum sinis. "Kita lihat sekarang, siapa yang akan dipilih oleh Ricardo!"

Usai bicara, dia tiba-tiba terjatuh ke lantai sambil memegangi perut dan mengerang kesakitan.

Tak lama kemudian, Ricardo keluar dari kamar dan mendapati dua wanita yang tergeletak di lantai. Satu adalah istrinya dengan wajah yang merah padam dan kesulitan bernapas. Satunya lagi, Fiona, menjerit kesakitan sambil memegangi perutnya.

Ricardo panik menatap keduanya bergantian, tidak tahu harus memilih siapa. Eva tahu betul, jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, nyawanya mungkin tidak akan tertolong.

Dia tidak peduli lagi dengan harga diri atau gengsi, yang penting sekarang adalah menyelamatkan diri. "Ricardo, cepat antar aku ke rumah sakit, aku sudah nggak kuat!"

Ricardo tersentak sadar. Dia segera mengangguk dan hendak membantunya bangkit, tapi Fiona tiba-tiba menarik kakinya sambil menjerit, "Ricardo, perutku sakit sekali! Rasanya seperti ditusuk-tusuk pisau! Aku juga nggak kuat!"

Ivany berlari ke sisi Fiona dan berjongkok, lalu menunjuk Eva sambil berteriak, "Ini semua salah perempuan jelek itu! Dia sengaja memancing emosi Tante Fiona sampai jatuh sakit! Dia cuma mau lihat siapa yang lebih kamu pedulikan! Dia cuma pura-pura! Cepat kita bawa Tante Fiona ke rumah sakit!"

Wajah Ricardo perlahan menggelap, matanya dipenuhi kemarahan saat menatap Eva. "Kamu benar-benar nggak tahu malu sampai segininya .... Eva, kamu ini bukan manusia!"

Ricardo tidak peduli sedikit pun pada nasib Eva, dia hanya menggendong Fiona dan pergi begitu saja.

Di dalam hati Eva hanya tersisa keputusasaan. Betapa konyolnya dirinya yang masih berharap dan memohon belas kasihan dari Ricardo. Dengan susah payah, dia meraih telepon di atas sofa, lalu menekan nomor Martha. Setelah itu, dia pun jatuh pingsan.

Saat tersadar kembali, dirinya sudah terbaring di ranjang rumah sakit.

Martha berdiri di sisi tempat tidur, menatapnya dengan kesal dan penuh kekecewaan. "Kamu ini sudah nggak sayang nyawa ya? Kalau aku datang lebih telat sedikit saja, kamu sudah mati sekarang!"

Eva terdiam, tidak mengatakan apa pun.

Kali ini, dia tidak tinggal lama di rumah sakit. Tepat di hari ketika surat cerai resmi berlaku, dia langsung mengurus proses keluar dari rumah sakit. Seperti sebelumnya, Ricardo sama sekali tidak peduli dengan keadaannya.

Saat pulang ke rumah, Eva melihat kelopak bunga yang sudah mengering berserakan di lantai, persis seperti pernikahannya yang sudah usai dan tak tersisa apa-apa.

Dia membereskan barang-barangnya, lalu meletakkan surat cerai di tempat yang paling mencolok di atas meja. Dengan koper kecil yang tak seberapa, Eva melangkah pergi tanpa menoleh ke belakang.

Tempat yang sudah dia tinggali selama bertahun-tahun ini, tidak bisa disebut rumah. Tempat ini lebih mirip sebuah kurungan.

Baginya, pergi dari tempat ini bagaikan seekor burung yang akhirnya terbang keluar dari sangkar. Mulai saat ini, dia bisa terbang bebas.

Eva sudah memesan tiket pesawat jauh-jauh hari, sehingga dia langsung menuju bandara. Saat menunggu di ruang keberangkatan, ponselnya tiba-tiba berdering menunjukkan panggilan dari Ricardo.

Eva tidak mengangkatnya, malah langsung menekan tombol "tolak" lalu mematikan ponselnya. Mulai sekarang, sejauh langit dan laut memisahkan mereka, dia dan Ricardo tak akan pernah ada hubungan lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu
8.9
Hidupku berakhir tragis saat Arifin, suamiku, membiarkanku tewas dalam mobil yang terbakar demi menyelamatkan selingkuhannya. Tragisnya, itu adalah pembunuhan berencana demi menguasai warisanku. Namun, takdir berkata lain. Aku terbangun di masa kuliah dengan ingatan masa depan yang utuh. Menatap Arifin yang tampak tak berdosa, aku kini tahu kelicikan di balik wajah itu. Kesempatan kedua ini akan kugunakan untuk membalas dendam dan menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Gadis Tanpa Ayah
8.8
Suci mengalami trauma mendalam setelah mengetahui kenyataan pahit bahwa dirinya lahir dari korban pemerkosaan. Kebenaran kelam ini menghancurkan jiwanya hingga ia kehilangan pegangan hidup. Saat ia berjuang menghadapi krisis batin tersebut, kekasihnya yang merupakan seorang polisi datang untuk melamarnya. Sayangnya, bayang-bayang masa lalu yang kelam itu justru melahirkan keraguan besar di hati Suci untuk menerima pinangan dan melangkah ke jenjang pernikahan.
Sampul Novel Give Me Your Heart
9.1
Demi memperjuangkan cinta, Andrea Keyne Halim nekat merebut paksa pria impian dari sahabatnya sendiri. Namun setelah berhasil menikah, ia justru harus menelan pil pahit. Sang suami memperlakukannya dengan sangat dingin, mengabaikan kehadirannya, dan enggan menyentuhnya. Di tengah kesedihan yang mendalam, Andrea menyadari bahwa ia menginginkan hati suaminya, bukan sekadar status pernikahan. Sanggupkah Andrea bertahan menghadapi sikap membeku ini, ataukah ia akan memilih menyerah dan pergi?
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
8.1
Di hari pernikahan mereka, Bradley tega mengurung Beatrice di ruang bawah tanah yang gelap selama sepuluh hari hingga tewas membusuk. Tragisnya, Bradley justru menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh, memicu serangan jantung fatal yang merenggut nyawa ibu Beatrice. Pria itu mengabaikan semua permohonan Beatrice demi membela sahabat masa kecilnya. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang mengenaskan, penyesalan mendalam perlahan menyeretnya ke dalam kegilaan.
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Bahar Asian menjalani hidup penuh tekanan di Midyat akibat kebencian kakeknya, Nasuh, yang memandang rendah statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Emir Demir, pria yang bertekad membalas dendam atas kematian orang tuanya kepada keluarga Asian. Hubungan mereka rumit karena terjebak intrik perjodohan dan manipulasi, namun cinta perlahan tumbuh. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara loyalitas keluarga atau perasaan cinta.
Sampul Novel Lolos Dari Neraka
9.6
Sebagai guru Bahasa Inggris, hidupku awalnya biasa saja. Namun, malam bimbingan belajar tambahan di rumah muridku mengubah segalanya. Aku terkejut menemukan putri kandungku sendiri sedang tidur bersama kakak dari muridku tersebut. Di malam yang sama, situasi tak terduga justru membawaku merasakan kebahagiaan bersama empat orang sekaligus. Kisah dalam novel modern Lolos Dari Neraka ini membawa pembaca masuk ke dalam pusaran takdir yang rumit dan penuh rahasia tak terduga.