APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Setelah merelakan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit. Kehadiran kembali cinta lama suaminya yang baru bercerai mengubah segalanya. Diperlakukan layaknya pelayan oleh anak kandungnya sendiri dan diabaikan oleh sang suami, ia akhirnya memilih mundur. Dengan menandatangani berkas perceraian tanpa menuntut hak apa pun, ia pergi menjauh. Namun kini, setelah ia melangkah pergi, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Eva mengenakan jaket tipis, lalu membaringkan diri di bangku panjang di halaman rumah.

Musim gugur telah memasuki puncaknya, udara malam semakin dingin dan suhu turun drastis. Angin malam berembus, membuat tubuhnya menggigil. Eva memeluk erat tubuhnya sendiri, mencoba menghangatkan diri dengan jaket yang melekat di tubuhnya.

Setiap kali mereka bertengkar, Ricardo selalu menggunakan cara ini untuk "menghukum" Eva. Katanya agar dia bisa belajar dari kesalahan. Namun Eva tahu, semua itu hanyalah bentuk lain dari penghinaan.

Akan tetapi, malam ini hatinya benar-benar tenang. Tidak ada lagi gejolak ataupun amarah. Dia hanya bertanya dalam hati, untuk apa semua pengorbanan dan keteguhannya selama ini? Apakah itu semua layak diperjuangkan?

Saat rasa kantuk mulai menyerang dan matanya hampir terpejam, tiba-tiba sepasang tangan menyusup ke dalam pakaiannya.

Eva langsung tersentak bangun dan mendapati Ricardo menatapnya dengan mata penuh hasrat. Napas panasnya terasa di wajah Eva, tetapi hati wanita itu tetap tenang.

Kalau ini terjadi dulu, Eva pasti akan menyambutnya dengan hangat, berusaha menyenangkan suaminya dan memenuhi keinginannya tanpa ragu. Namun malam ini, rasa jijik justru menyeruak dalam dirinya. Dia menolak dan tubuhnya menegang.

Ricardo pun menyadari perubahan sikapnya dan mengernyitkan alis. "Kamu kenapa?"

Eva menepis tangannya dan menjawab seadanya, "Lagi nggak enak badan."

Sikapnya yang dingin dan enggan membuat Ricardo murka. "Kamu masih ngambek soal Fiona? Sudah aku bilang berkali-kali, sekarang aku dan dia cuma teman. Bisa nggak pikiranmu jangan sesempit ini?"

Eva tidak tertarik untuk meladeni omelannya. Dia memejamkan mata, tidak berniat membalas sepatah kata pun. Melihat Eva berani diam dan mengabaikannya, amarah Ricardo langsung menyala.

"Dasar nggak tahu diri! Fiona memang benar, aku terlalu baik sama kamu. Sekarang malah berani melawan, ya? Lihat saja nanti, aku masih mau sentuh kamu lagi nggak!"

Dengan suara pintu dibanting keras, Ricardo menghilang ke dalam rumah.

Eva perlahan membuka mata.

Dulu, setiap kali menyadari Ricardo sedang marah, dia akan langsung merendahkan diri dan memohon maaf meski bukan salahnya, asalkan rumah tangga mereka tetap utuh. Namun sekarang, dia sudah memutuskan untuk melepaskan semuanya. Karena itulah, dia tidak perlu lagi peduli.

Keesokan paginya.

Saat Eva membuka mata, dia tidak lagi bergegas seperti biasanya untuk menyiapkan sarapan bergizi bagi suami dan putrinya. Tidak ada lagi roti panggang hangat, telur rebus setengah matang, atau jus buah segar yang ditata rapi di atas meja makan.

Kali ini, dia hanya membuka kulkas dan mengambil sebungkus susu, lalu duduk dengan santai sambil menikmatinya perlahan.

Surat cerai sudah dia tandatangani. Sekarang, yang perlu dia lakukan hanyalah menunggu semuanya sah. Setelah itu ... kebebasan sepenuhnya akan menjadi miliknya.

Memikirkan hal itu, sudut bibir Eva terangkat. Tanpa sadar, sebuah senyuman muncul di wajahnya. Dia tidak menyangka, melepaskan semuanya ternyata terasa begitu ringan dan menyenangkan. Justru kini dia sadar, betapa bodohnya dirinya dulu telah memaksakan diri mempertahankan sesuatu yang jelas-jelas tak lagi layak diperjuangkan.

Di media sosial, Fiona mengunggah sebuah video berdurasi lima menit disertai dengan kalimat manis.

[ Di saat aku paling membutuhkannya, dia selalu hadir di sisiku. Ditemani oleh orang yang kita cintai itu memang hal terindah. ]

Dalam video tersebut, terlihat Ricardo sedang mengenakan celemek dan sibuk memasak di dapur dengan senyum cerah menghiasi wajahnya. Dia terlihat seperti seorang suami idaman yang penuh kasih.

Eva merasa tertegun.

Ricardo biasanya selalu mengeluh soal bau minyak di dapur. Pria yang selama bertahun-tahun tidak pernah mau memasak untuk dirinya sekali pun, kini malah muncul di dapur rumah Fiona dan memasakkan sesuatu untuk wanita itu dengan bahagia.

Eva hanya melirik sekilas, lalu melempar ponselnya ke sofa. Dia bahkan tidak peduli bagaimana video itu berakhir.

Entah Ricardo sengaja ingin menyakiti hatinya karena penolakan semalam atau dia memang sudah tidak sabar ingin menyingkirkan Eva demi bisa bersama kekasih lamanya ... semua itu tidak penting lagi.

Jika Ricardo tiba-tiba datang dan meminta cerai, Eva akan menyetujuinya tanpa berpikir panjang.

Tak lama kemudian, Ivany turun dari lantai atas. Tanpa menyapa ibunya sedikit pun, dia langsung menuju meja makan. Namun ketika tidak mendapati sarapan seperti biasanya, dia melotot ke arah Eva. "Kamu berani-beraninya malas hari ini? Cepat masak! Aku lapar!"

Eva menatapnya tanpa ekspresi. Dia tahu, dirinya tidak punya posisi sama sekali dalam hati putrinya. Bahkan, kedudukannya mungkin lebih rendah dari seorang pembantu.

Memikirkan semua itu, Eva hanya bisa tersenyum sinis. Tatapannya terlihat asing saat menatap Ivany. "Lapar? Di dapur masih ada apel dan roti. Makan saja itu."

Ivany tertegun sejenak. Dia belum pernah melihat ibunya bersikap begitu dingin dan tak acuh. Sekilas, muncuk perasaan tidak nyaman menyelinap dalam hatinya. Namun, dia buru-buru menepisnya.

Ivany kembali menunjukkan senyum congkak, lalu berkata dengan penuh ejekan. Dalam hatinya telah memikirkan cara untuk menghukum ibunya.

"Masak itu memang tugasmu. Kamu tahunya cuma ongkang-ongkang kaki setiap hari dan hidup enak dari uang Papa. Kalau bukan karena Papa, kamu pasti sudah jadi gelandangan di jalan! Cepat masak! Kalau nggak, aku bakal ngaduin kamu ke Papa!"

Eva menatapnya beberapa saat, lalu menjawab dengan datar, "Cari Fiona saja sana. Bukannya kamu ingin dia jadi ibumu?"

Tanpa menunggu reaksi Ivany, Eva melangkah masuk ke kamar. Dia membuka lemari dan menatap pakaian-pakaian yang tersusun rapi. Semuanya adalah hadiah dari Ricardo, tetapi itu pun hanya dari tahun-tahun awal pernikahan mereka.

Sudah bertahun-tahun belakangan ini Ricardo tidak pernah lagi membelikan apa pun untuknya.

Uang hasil kerjanya pun sepenuhnya dipegang sendiri oleh Ricardo. Untuk kebutuhan rumah tangga, Eva hanya diberi uang belanja secukupnya. Bila membutuhkan sesuatu, Eva harus meminta dan setiap permintaannya selalu dianggap boros, tidak tahu diri, dan tidak pandai mengatur keuangan.

Memikirkan hal ini, Eva merasa sangat konyol. Hadiah yang diberikannya pada Fiona mencapai puluhan juta, sedangkan saat Eva meminta beberapa ratus ribu untuk mengganti oven saja dianggap boros oleh Ricardo.

Eva memasukkan pakaian-pakaian itu ke dalam kantong tanpa ekspresi sedikit pun, lalu membawanya turun untuk dibuang. Begitu keluar dari pintu, dia berpapasan dengan Ricardo yang baru pulang. Di tangannya masih tergenggam seikat bunga mawar.

Eva sama sekali tidak menggubris kehadirannya. Dia berjalan lurus menuju tong sampah dan membuang seluruh isi kantong berisi pakaian ke dalamnya.

Karena kantongnya transparan, isi di dalamnya terlihat jelas. Ricardo langsung mengenali pakaian-pakaian itu sebagai hadiah darinya untuk Eva.

Begitu mendekat, ekspresinya berubah kesal dan dia berseru, "Apa maksudmu ini? Itu semua pakaian yang aku belikan untukmu! Kenapa kamu buang begitu saja? Fiona tadi malam telepon aku mendadak karena demam, makanya aku pergi menemuinya. Kamu jangan ...."

Eva memotong ucapannya karena malas mendengarkan lebih lanjut. "Pakaiannya sudah kekecilan. Aku bahkan sudah lama nggak bisa pakai!"

Ekspresinya tetap datar, tatapannya dingin dan tampak asing. Di hati Ricardo timbul perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan dan samar-samar merasa tidak tenang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu
8.9
Hidupku berakhir tragis saat Arifin, suamiku, membiarkanku tewas dalam mobil yang terbakar demi menyelamatkan selingkuhannya. Tragisnya, itu adalah pembunuhan berencana demi menguasai warisanku. Namun, takdir berkata lain. Aku terbangun di masa kuliah dengan ingatan masa depan yang utuh. Menatap Arifin yang tampak tak berdosa, aku kini tahu kelicikan di balik wajah itu. Kesempatan kedua ini akan kugunakan untuk membalas dendam dan menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Gadis Tanpa Ayah
8.8
Suci mengalami trauma mendalam setelah mengetahui kenyataan pahit bahwa dirinya lahir dari korban pemerkosaan. Kebenaran kelam ini menghancurkan jiwanya hingga ia kehilangan pegangan hidup. Saat ia berjuang menghadapi krisis batin tersebut, kekasihnya yang merupakan seorang polisi datang untuk melamarnya. Sayangnya, bayang-bayang masa lalu yang kelam itu justru melahirkan keraguan besar di hati Suci untuk menerima pinangan dan melangkah ke jenjang pernikahan.
Sampul Novel Give Me Your Heart
9.1
Demi memperjuangkan cinta, Andrea Keyne Halim nekat merebut paksa pria impian dari sahabatnya sendiri. Namun setelah berhasil menikah, ia justru harus menelan pil pahit. Sang suami memperlakukannya dengan sangat dingin, mengabaikan kehadirannya, dan enggan menyentuhnya. Di tengah kesedihan yang mendalam, Andrea menyadari bahwa ia menginginkan hati suaminya, bukan sekadar status pernikahan. Sanggupkah Andrea bertahan menghadapi sikap membeku ini, ataukah ia akan memilih menyerah dan pergi?
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
8.1
Di hari pernikahan mereka, Bradley tega mengurung Beatrice di ruang bawah tanah yang gelap selama sepuluh hari hingga tewas membusuk. Tragisnya, Bradley justru menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh, memicu serangan jantung fatal yang merenggut nyawa ibu Beatrice. Pria itu mengabaikan semua permohonan Beatrice demi membela sahabat masa kecilnya. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang mengenaskan, penyesalan mendalam perlahan menyeretnya ke dalam kegilaan.
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Bahar Asian menjalani hidup penuh tekanan di Midyat akibat kebencian kakeknya, Nasuh, yang memandang rendah statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Emir Demir, pria yang bertekad membalas dendam atas kematian orang tuanya kepada keluarga Asian. Hubungan mereka rumit karena terjebak intrik perjodohan dan manipulasi, namun cinta perlahan tumbuh. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara loyalitas keluarga atau perasaan cinta.
Sampul Novel Lolos Dari Neraka
9.6
Sebagai guru Bahasa Inggris, hidupku awalnya biasa saja. Namun, malam bimbingan belajar tambahan di rumah muridku mengubah segalanya. Aku terkejut menemukan putri kandungku sendiri sedang tidur bersama kakak dari muridku tersebut. Di malam yang sama, situasi tak terduga justru membawaku merasakan kebahagiaan bersama empat orang sekaligus. Kisah dalam novel modern Lolos Dari Neraka ini membawa pembaca masuk ke dalam pusaran takdir yang rumit dan penuh rahasia tak terduga.