APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinikahi Om Bujang

Dinikahi Om Bujang

Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini membuktikan bahwa usia dan status sosial bukanlah kunci kebahagiaan pernikahan, melainkan kejujuran serta sikap saling melengkapi. Kisahnya menyoroti kesabaran seorang suami yang membimbing istrinya kembali mendekatkan diri kepada Islam. Meski masa lalu sang istri kerap menuai cemoohan dari pihak keluarga, sang suami tetap setia mendampingi dan merawatnya saat sakit. Inilah bukti cinta tulus yang mengutamakan kesabaran serta perjuangan spiritual.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dia sudah membawa kabur Putri saya," ucap Arman kepada Abang Fian.

"Apa Maksud anda, jangan memfitnah adik saya, " jawab Andri sambil berdiri dari tempat duduknya. 

"Selama ini Putri saya tidak pernah pergi dari rumah.  Namun, setelah dia bertemu dengan Adik anda dia jadi anak yang melawan bahkan sekarang dia nekat pergi dari rumah," ucap Arman sambil bertolak pinggang.

"Cepat hubungi Fian dan suruh dia pulang secepatnya!" teriak Andri kepada seorang perempuan. 

Setelah menunggu hampir lima menit perempuan yang sama keluar dari dalam rumah. Sambil membawa ponselnya dia pun mulai menghubungi Fian yang saat ini sedang berbulan madu dengan Laras. Setelah berbicara dengan Fian sang perempuan yang juga kakak dari Fian pun menutup ponselnya. 

"Bagaimana, kapan dia pulang," tanya andri kepada sang perempuan yang bernama siska. 

"Fian saat ini ada di pulau Bali bersama Laras, kemungkinan mereka akan tiba di jakarta besok pagi," ucap Siska sambil terlihat ragu. 

"Benarkan apa yang saya bilang, Fian telah membawa kabur Putri saya!" bentak Arman sambil bertolak pinggang.

Andri dan Siska hanya terdiam mendengar ucapan Arman terhadap adik mereka. Mereka tidak menyangka jika Fian bisa senekat itu. Andri yang sempat terdiam meminta Arman kembali lagi besok pagi setelah Fian dan Laras pulang dari pulau Bali. 

"Lebih baik begini saja Pak, besok anda datang kemari dan kita selesaikan semua persoalan ini di depan Fian dan Laras," ucap Andri kepada Arman yang sudah dalam kondisi marah.

Arman yang mendengar ucapan Andri langsung berjalan meninggalkan rumah tersebut. Andri dan Siska masih belum percaya jika sang adik mampu melakukan hal itu. Keesokan harinya saat Fian dan Laras tiba di bengkel mereka dikejutkan dengan suara seseorang yang memanggil nama Fian. 

"Fian!" teriak seorang laki-laki dari belakang Fian. 

"Abang, kita ke rumah keluargaku dulu ya," ucap Fian sambil menggandeng tangan Laras. 

Laras yang tiba di rumah sang kakak terkejut saat melihat Arman dan Sophia sudah ada di ruang tamu. Arman yang sudah memendam amarahnya kepada Fian langsung memukul muka Fian hingga membuat Fian tersungkur ke lantai. Andri yang tidak terima dengan perlakuan Arman langsung membalasnya. 

"Dasar laki-laki tua tidak tahu diri, berani-beraninya kamu membawa kabur Putriku!" bentak Arman sambil menarik kerah baju Fian.

"Papa! Ini bukan kesalahan Mas Fian, tapi semua ini atas permintaan Laras," ucap Laras sambil menangis dan berusaha melepaskan pegangan Arman. 

"Anda dengar sendiri kan jika semua ini karena ulah anak anda bukan karena kesalahan Adik kami," ucap andri sambil mendorong tubuh Arman. 

"Bilang sama adikmu, harusnya dia berkaca sebelum mencintai seseorang, Laras itu terlalu muda untuknya, apa dia tidak bisa mencari perempuan yang seumuran dengannya," jawab Arman sambil mendekati Andri. 

"Jaga mulut Anda, jangan sampai saya merobek mulut busuk anda Tuan, " ucap Andri sambil menunjuk ke wajah Arman. 

"Sekarang kamu ikut kami pulang," ucap Arman sambil menarik tangan Laras. 

"Tidak Pa, Laras mau disini bersama Mas Fian Pa," ucap Laras sambil memohon dan menangis. 

Fian yang saat itu melihat Laras ditarik oleh Arman langsung berusaha untuk menolongnya. Sambil berusaha berjalan dengan sempoyongan Fian mulai mendekati Arman dan Laras di depan pintu. Sambil menahan sakit Fian pun menarik tangan Laras dari cengkraman Arman.

"Lepaskan tangan Istri saya," ucap Fian sambil menarik paksa tangan Laras. 

"Istri, apa maksudmu, aku tidak sudi punya menantu tua sepertimu," tanya Arman sambil menatap Fian. 

"Asal kalian semua tahu, kami berdua sudah resmi menjadi suami istri," jawab Fian sambil menatap ke semua orang yang ada di situ. 

"Laras! Apa benar yang dikatakan laki-laki tua ini," bentak sophia kepada Laras yang sedang menangis. 

Laras tidak menjawab pertanyaan sang ibu, dia hanya menganggukkan kepala sambil menangis. Setelah mengetahui jawaban dari sang putri Arman yang saat itu dalam kondisi marah langsung menampar Laras. Fian yang melihat perilaku Arman terhadap sang istri langsung mendorong tubuh ayah mertuanya ke tembok. 

"plak, dasar anak tidak tahu diri bisa-bisanya kamu menikah diam-diam dengan laki-laki tua ini!" bentak Arman setelah menampar Laras. 

"Jaga sikap anda terhadap Laras, saya memang laki-laki tua yang tidak laku. Namun, saya jauh lebih bisa menghargai perempuan dibandingkan anda Tuan Arman," ucap Fian sambil mendorong tubuh Arman. 

"Mas aku mohon lepaskan Papa," ucap Laras sambil memegang tangan Fian. 

"Apa kamu lupa kalau Laras itu Putriku!" bentak Arman kepada Fian.

"Tidak saya tidak akan pernah lupa, tapi anda juga harus ingat Laras adalah istri saya, jadi wajar jika saya menjaganya dari tangan kasar anda," jawab Fian sambil melepaskan tangannya dari leher Arman. 

"Ayo kita pergi dari sini," ucap Fian sambil menggandeng tangan Laras.

Arman yang merasa dipermalukan oleh Fian langsung berjalan keluar dari rumah itu diikuti oleh sophia. Sejak saat itu Andri dan Siska mulai membenci Laras. Mereka menganggap bahwa Laras hanyalah sumber masalah yang ada di dalam hidup Fian. 

"Sebenarnya apa sih kelebihan perempuan itu sampai-sampai Fian begitu membelanya," gumam Andri sambil duduk di sebuah sofa. 

"Apa jangan-jangan Fian sudah kena pelet Bang," tebak Siska sambil menoleh ke arah sang Abang tertua.

"Pelet, Apa zaman sekarang masih ada hal yang seperti itu, aku rasa tidak mungkin," ucap Andri sambil bersandar di sofa. 

"Untuk perempuan kelas bawah seperti dia apapun akan dilakukan, apalagi Fian itu Laki-laki baik dan juga kaya, perempuan mana yang tidak jatuh cinta kepadanya," jelas Siska kepada Andri.

"Ucapanmu memang ada benarnya juga, tapi apa mungkin dia bisa melakukan itu kepada Fian," tanpa Andri yang masih penasaran dengan Laras. 

"Bisa saja, apapun akan dilakukan demi uang, zaman sekarang mana ada perempuan yang tidak mau dengan yang namanya uang," jawab Siska sambil tersenyum sinis. 

Andri yang mendengar penjelasan Siska langsung terdiam. Dia tidak menyangka jika Laras tega melakukan pelet terhadap Fian. Sambil sedikit menenangkan diri Andri pun meminum seteguk teh hangat yang ada di hadapannya. 

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, " tanya Andri sambil meletakkan gelas di meja yang ada di depannya. 

"Bagaimana kalau kita pisahkan mereka," jawab Siska sambil menoleh ke arah Andri. 

"Bagaimana caranya," tanya Andri penasaran.

"Soal itu gampang Bang, biar nanti aku yang mengatur semuanya," jawab Siska sambil tersenyum sinis. 

Siska yang merasa sudah berhasil membuat Andri membenci Laras langsung tersenyum. Siska adalah kakak kedua andri, dia mempunyai sifat iri, serakah, dan dia tidak ingin harta yang dimiliki oleh orang tuanya jatuh ke tangan saudaranya yang lain. Maka dari itu Siska berusaha membuat Abang pertamanya yang bernama Andri membenci Fian dan Laras, dengan harapan pertengkaran mereka bisa membuat Laras dan Fian pergi dari tanah yang dijadikan tempat usahanya saat ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dibalik Dusta
7.8
Nia sangat terpukul saat menyadari pernikahan yang ia jalani selama delapan tahun dengan Arvan dipenuhi kebohongan. Statusnya ternyata hanyalah istri kedua. Di tengah niatnya untuk menuntut cerai, sebuah rahasia besar terungkap. Ayu, istri pertama Arvan, rupanya telah mengkhianati pernikahan mereka terlebih dahulu dan melahirkan anak dari lelaki lain. Kenyataan ini membuat Nia bimbang. Ia kini dihadapkan pada pilihan sulit antara tetap pergi atau bertahan demi Arvan.
Sampul Novel Damn! Dia Bosku
8.1
Alexandre Geraldo pulang dari Amerika demi mendapatkan kembali cinta Dara. Namun, sikap sang kekasih masa lalu kini berubah drastis menjadi sangat dingin. Di tengah penolakan tersebut, Alex juga harus menghadapi desakan orang tuanya untuk menikahi perempuan pilihan mereka. Terhimpit keadaan sulit ini, Alex pun mengambil langkah nekat. Mampukah ia membongkar rahasia besar yang disimpan Dara sekaligus merebut kembali hatinya di tengah segala konflik yang melanda?
Sampul Novel Di Jodohkan Dengan Om Galak
8.2
Nessa, mahasiswi berjiwa bebas, terpaksa menikah dengan Arga, CEO dingin yang sempat ia temui dalam situasi buruk. Demi menuruti perjodohan tanpa membongkar rahasia dari orang tua, mereka sepakat menjalani pernikahan kontrak selama satu tahun. Di tengah bayang-bayang masa lalu Arga, hubungan keduanya perlahan mulai berubah. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka, atau justru kembalinya masa lalu Arga yang akan menghancurkan pernikahan ini?
Sampul Novel Istri Kontrak Kembali Bersinar
9.3
Pasca kecelakaan tragis, Amalia sadar cintanya pada Rayan telah sirna karena pria itu lebih memilih menyelamatkan Eliza. Selama delapan tahun, ia bertahan dalam pernikahan kontrak demi biaya medis ibunya walau kerap dihina. Begitu masa kontrak berakhir, Amalia langsung bercerai dan merintis karier baru sebagai peneliti bioteknologi di Norwegia. Saat Rayan menyusulnya ke tengah badai salju untuk meminta maaf, Amalia mengabaikan mantan suaminya yang tidak setia itu dengan dingin.
Sampul Novel PULANG KAMPUNG
9.4
Demi merawat sang ibu yang lanjut usia, Ningrum dan Huda memilih kembali ke desa. Sayangnya, niat mulia ini disambut cibiran warga setempat yang meremehkan mereka karena hanya menaiki motor tua. Padahal, pasangan ini merupakan pemilik showroom mobil sukses di Jakarta. Di tengah terjangan fitnah dan sikap skeptis orang-orang, sanggupkah mereka bertahan dengan kesabaran sekaligus membuktikan kenyataan yang sebenarnya?
Sampul Novel SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA
8.5
Dio harus menelan pil pahit setiap hari akibat perlakuan buruk mertuanya. Meski dicap miskin karena hanya berprofesi sebagai pedagang cendol, Marisa sang istri tetap setia mendampinginya dengan tulus. Namun, di balik penderitaan tersebut, Dio sebenarnya adalah pewaris tunggal dari dinasti keluarga paling kaya raya. Akankah ia terus bersabar menghadapi hinaan mertuanya, ataukah rahasia besar mengenai identitas aslinya akan segera terungkap dan membalikkan keadaan?