APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilahirkan Sebagai Ancaman

Dilahirkan Sebagai Ancaman

Zaira Callista Ramadhani, atau Zee, dibesarkan dalam kebencian sang ibu tanpa alasan jelas. Walau kakeknya memberi nama 'Kliwon' demi melindunginya, ia tetap disiksa, berbanding terbalik dengan kakaknya, Ayla, yang selalu dimanja. Zee dicap sebagai aib masa lalu hingga batinnya lelah dan ia tumbuh menjadi sosok dingin yang pemberontak. Begitu rahasia besar tentang kelahirannya tersingkap, Zee akhirnya berani bangkit melawan takdir kejam yang selama ini menindas hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di sebuah rumah tua yang terletak di pinggiran kota, Zaira Callista Ramadhani melangkah perlahan menyusuri koridor yang remang. Suara langkahnya nyaris tenggelam oleh riuh rendah suara televisi yang menyala di ruang tengah. Matanya menatap kosong ke arah langit-langit, menyembunyikan rasa sakit yang sudah menjadi teman akrab sejak lama.

Panggilan dari ibunya datang lagi, terdengar kasar dan penuh kemarahan.

"Zaira! Jangan cuma diem di situ! Bantuin Ayla di dapur!"

Zaira menghela napas dalam-dalam. Bukan kali pertama dia dipanggil seperti itu dengan nada yang membuatnya merasa seperti beban. Tapi kali ini, dia tidak menjawab. Perlahan, ia mengalihkan pandangannya ke jendela, melihat hujan yang mulai turun tipis di luar.

Dia tahu, menolak mematuhi perintah ibunya adalah hal berbahaya. Tapi hatinya sudah terlalu lelah untuk terus menangis dalam diam.

Kakaknya, Ayla, sudah berada di dapur sejak tadi, terlihat ceria dan tanpa beban. Sementara Zaira? Dia hanyalah bayang-bayang yang tak pernah dianggap ada.

Sejak kecil, Zaira sudah terbiasa dengan perbedaan perlakuan ini. Ketika Ayla mendapat pelukan hangat dan pujian dari kedua orang tuanya, Zaira hanya menerima bisikan dingin dan tatapan penuh kecewa. Kadang, ia bertanya-tanya apa kesalahannya sampai harus hidup seperti ini.

"Zaira, jangan buat aku marah!" suara ibu memecah lamunannya.

Dengan langkah berat, Zaira melangkah ke dapur. Aroma masakan yang harum tidak mampu mengubah suasana hatinya. Ayla tersenyum padanya, tapi senyum itu terasa jauh dan tak tulus, seolah ia tahu sesuatu yang tidak boleh Zaira ketahui.

"Bantuin aku angkat piring, ya?" pinta Ayla.

Zaira mengangguk pelan. Tangan-tangannya bergerak tanpa semangat, membayangkan jika saja dia bisa hilang dari rumah itu. Tapi ia tak punya keberanian untuk pergi, apalagi menghadapi dunia luar yang tak ramah.

Di ruang tamu, sang ayah duduk dengan wajah serius, sibuk menatap layar ponselnya. Ia jarang berkata banyak, tapi kehadirannya seperti menambah tekanan di udara. Ibunya? Ia lebih sering menatap Zaira dengan tatapan dingin penuh penyesalan, seolah melihat sebuah kegagalan yang hidup.

Zaira tahu, bukan tanpa alasan nama "Kliwon" dan "Zaira" diberikan oleh kakeknya dengan penuh harapan. Tapi, sayangnya, harapan itu terasa tenggelam oleh dinginnya keluarga inti yang seharusnya menjadi pelindungnya.

Setelah makan malam yang sunyi, Zaira berlari keluar rumah menuju taman kecil di belakang. Hujan yang mulai turun membuatnya basah, tapi dia tak peduli. Di sana, di bawah pohon rindang, kakeknya sudah menunggu dengan jaket tebal yang membungkus tubuhnya.

"Zee, kamu datang juga," ucap kakeknya dengan suara lembut.

Zaira tersenyum tipis, sebuah senyum yang hanya untuk kakeknya.

"Kenapa kamu selalu di sini, Kakek?" tanya Zaira.

"Karena aku tahu kamu butuh tempat untuk bernapas, tempat yang bisa menerima kamu apa adanya," jawab kakeknya.

Kakek Sedano, seorang pria paruh baya dengan mata penuh kasih, adalah satu-satunya orang yang memahami Zaira tanpa syarat. Dia mengulurkan tangan dan menggenggam tangan kecil Zaira erat-erat.

"Aku tahu hidupmu sulit, tapi ingatlah, Zee. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira. Kakek percaya kamu akan jadi wanita hebat, seperti karakter yang dikatakan oleh hari kelahiranmu."

Zaira menatap kakeknya, merasakan hangat yang jarang ia dapatkan dari orang lain. Namun, hatinya tetap terasa berat. Ada rahasia yang belum pernah terungkap, sesuatu yang membuatnya merasa terasing bahkan dari keluarganya sendiri.

Keesokan harinya, sekolah menjadi pelarian lain untuk Zaira. Ia berjalan di koridor yang penuh dengan suara tawa dan canda teman-temannya. Tapi baginya, dunia itu terasa asing. Teman yang benar-benar mengerti dirinya sangat jarang.

Guru-gurunya menganggapnya pintar tapi pendiam. Mereka tidak tahu, di balik sikap dinginnya ada luka yang mendalam. Setiap kali pulang, ia harus menghadapi wajah dingin ibu dan tatapan penuh kebanggaan kakaknya.

Suatu siang, saat Zaira sedang duduk di perpustakaan sekolah, seorang teman baru mendekatinya. Namanya Arga, anak baru yang tenang dan ramah.

"Kamu sendiri saja, Zee?" tanya Arga dengan senyum ramah.

Zaira mengangguk pelan.

"Aku juga nggak banyak teman. Mau duduk bareng aku?" ajak Arga.

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Zaira merasa ada seseorang yang tidak menghakiminya. Mereka berbicara tentang buku, musik, dan mimpi-mimpi kecil yang tak pernah ia bagi dengan orang lain.

Namun, bahagia itu tak berlangsung lama. Saat pulang sekolah, Zaira melihat ibu dan Ayla berbicara dengan nada serius. Tatapan ibu berubah menjadi dingin saat melihat Zaira.

"Ayo pulang, Zee. Jangan bikin masalah," kata ibu dengan suara rendah tapi mengancam.

Zaira mengerti. Ia bukan bagian dari keluarga yang sebenarnya. Ia hanyalah beban yang harus disembunyikan.

Malam itu, Zaira kembali ke taman, menemui kakeknya. Ia menangis dalam pelukan pria tua itu, membiarkan semua luka yang tertahan keluar.

"Aku ingin hidup lain, Kakek. Aku lelah," bisiknya.

Kakek Sedano mengusap rambut cucunya dengan lembut.

"Kesulitan ini hanya sementara, Zee. Kamu punya kekuatan yang lebih besar dari yang kamu tahu. Jangan pernah menyerah."

Zaira mengangguk, mencoba menyerap kata-kata itu sebagai obat untuk hatinya yang terluka.

Namun, di balik ketenangan kakek Sedano, tersimpan rahasia besar yang belum pernah diungkap. Rahasia yang jika terbongkar, bisa mengubah seluruh hidup Zaira selamanya.

Dan babak baru dalam kehidupan Zaira-yang penuh dengan misteri, pengkhianatan, dan perjuangan-baru saja dimulai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun lalu, Lorna, seorang ahli waris kaya raya, menyelamatkan bisnis Rhett dari kebangkrutan total. Berkat bantuan penuh dari Lorna, Rhett mampu bangkit hingga keduanya berujung di pelaminan. Namun, kebahagiaan malam pernikahan mereka hancur seketika. Di momen romantis tersebut, Rhett secara mengejutkan menunjukkan sebuah kontrak misterius yang membongkar niat terselubung di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Find Me In Your Memory
8.6
Sessil pernah melewati kisah cinta singkat yang membara bersama Andrew di resort, hingga pria itu pergi tanpa kabar. Setahun berlalu, Andrew tiba-tiba kembali sebagai tunangan sepupu Sessil dan berpura-pura asing dengannya. Namun, sebuah insiden kematian mendadak mengubah segalanya saat Andrew justru memilih menikahi Sessil. Sanggupkah Sessil bertahan dalam ikatan pernikahan paksa dengan pria yang dahulu mencampakkannya?
Sampul Novel I`m Holding You
8.0
Masa lalu Bima menyimpan rahasia kelam. Hubungan satu malam yang tak disengaja membuat Levina hamil tanpa tahu siapa pelakunya. Bertahun-tahun berlalu, Levina mendatangi klinik Bima demi mengobati putri kecil mereka, Anetta, yang mengidap penyakit langka. Bima sangat terkejut mengetahui anak itu adalah darah dagingnya, padahal ia sendiri sudah menikah empat tahun tanpa keturunan. Kini, ia bimbang untuk mengakui dosanya demi kesembuhan Anetta dan nasib pernikahannya.
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku
9.5
Sepuluh tahun berpacaran, Kennedy akhirnya setuju menikah. Namun, ia menolak berciuman saat foto prewedding dengan alasan misofobia dan pergi begitu saja. Setibanya di rumah baru, sang wanita justru mendapati Kennedy bermesraan dengan cinta sejatinya, Winona, bahkan berjanji membatalkan pernikahan. Sadar pengabdiannya sia-sia, ia memilih kabur lebih dulu. Kini, putra bungsu Keluarga Harath itu justru keliling dunia demi memohon agar mantan tunangannya bersedia kembali.
Sampul Novel MURIDKU KENIKMATAN KU
8.2
Pak Bowo, seorang duda yang juga seorang guru, menyembunyikan hasrat gelap di balik seragam dan wibawanya. Sesuatu dalam diri setiap murid cantik yang duduk di depan kelas selalu berhasil menggoda pikirannya. Perlahan, ia merancang rayuan berbahaya untuk menundukkan mereka. Setiap kata yang diucapkannya bukan lagi sekadar pelajaran, melainkan ajakan memasuki dunianya yang penuh kepatuhan. Di ruang tertutup, otoritasnya berubah menjadi alat untuk menyalurkan nafsu yang selama ini terpendam. Bagaimana seorang pendidik bisa menjelma menjadi penguasa atas kepolosan yang ia inginkan?
Sampul Novel Tentang Kita.
8.1
Keharmonisan rumah tangga Adrian Admajaya hancur akibat ketiadaan buah hati dan hadirnya orang ketiga. Meski sangat mencintai pasangannya, Adrian terjebak dilema besar saat terpaksa memulai hubungan baru demi tanggung jawab tak terduga. Kini, ia harus berjuang membagi hati antara Naura Lideoni dan Asti Wulandari. Sanggupkah Adrian bertahan di tengah berbagai asumsi yang menguji komitmen pernikahan mereka?