APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikhianati Sejak Hari Pertama

Dikhianati Sejak Hari Pertama

Demi sang ayah yang sedang sakit, Katrina terpaksa menyetujui pernikahan kilat dengan Gavin Ardian. Namun, di hari pertamanya sebagai istri, ia langsung menghadapi kenyataan pahit bahwa Gavin masih menjalin kasih dengan mantan pacarnya. Di tengah pengkhianatan ini, sang ayah mertua justru menugaskan Katrina untuk memenangkan hati putranya. Kini, Katrina terjebak dalam pilihan sulit: berjuang merebut cinta Gavin atau menyerah pada rumitnya biduk rumah tangga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan harinya, Katrina terbangun lebih awal dari biasanya. Ketika matahari baru saja menyinari kamar tidur mereka yang luas, ia merasa cemas tanpa alasan yang jelas. Di luar sana, dunia tampak berjalan seperti biasa-namun bagi Katrina, dunia yang baru ini terasa sepenuhnya asing. Setelah pernikahannya yang dipaksakan dengan Gavin, ia merasa seperti berada di antara dua dunia yang berbeda: dunia lama yang ia tinggalkan di balik keluarga dan rumahnya yang sederhana, serta dunia baru yang dipenuhi kemewahan dan keterasingan.

Dengan enggan, ia keluar dari tempat tidur, mengenakan gaun tidur tipis yang masih terasa asing di tubuhnya, lalu berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke taman belakang. Dari sana, ia bisa melihat kebun luas yang terawat dengan baik, bunga-bunga indah yang bermekaran di tengah pagi yang cerah. Namun, semua itu terasa seperti gambaran hidup yang terlalu jauh dari kenyataannya. Bagaimana ia bisa merasa nyaman di sini jika setiap langkahnya dipenuhi dengan kebingungannya sendiri?

Hatinya kembali dipenuhi pertanyaan yang tidak terjawab. Siapa sebenarnya Gavin? Kenapa ayahnya begitu yakin bahwa pernikahan ini adalah jalan yang terbaik untuk mereka berdua? Apa yang sebenarnya terjadi di balik pernikahan ini, selain hanya sekedar memenuhi kewajiban? Katrina tahu ada sesuatu yang lebih besar, lebih gelap, yang bersembunyi di balik keanggunan dan kemewahan yang tampak begitu sempurna. Sesuatu yang tidak bisa ia abaikan begitu saja.

Setelah beberapa saat merenung, Katrina akhirnya keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan. Pagi itu, hanya ada pelayan yang menyiapkan sarapan. Gavin belum terlihat. Mungkin pria itu masih tidur, atau lebih tepatnya, dia mungkin sudah pergi untuk menjalani rutinitasnya yang penuh misteri-sesuatu yang tampaknya sudah menjadi bagian dari kehidupan Gavin yang tak terjangkau oleh Katrina.

Pelayan itu menatapnya dengan senyum sopan. "Selamat pagi, Nyonya," katanya dengan suara lembut.

"Selamat pagi," Katrina menjawab dengan ragu, sedikit merasa canggung. Sejak kemarin, perasaan asing di rumah ini terus mengganggunya. Dia merasa seperti seorang tamu yang tidak seharusnya ada di tempat ini.

Ia duduk di meja makan, memandangi sarapan yang telah disiapkan dengan rapi. Sarapan mewah-roti panggang dengan telur rebus, jus jeruk segar, dan kue-kue kecil yang terlihat enak, namun tidak ada yang bisa menghangatkan perasaan dingin yang ia rasakan. Makanannya sangat lezat, tetapi apa gunanya jika hatinya terasa kosong?

Ketika ia sedang menyesap jus jeruk, pintu utama rumah terbuka, dan Gavin masuk dengan ekspresi yang sedikit lebih serius dari biasanya. "Pagi," katanya singkat, sebelum melangkah ke meja dan duduk di hadapan Katrina tanpa banyak bicara.

Katrina menatapnya, mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dalam pikiran pria ini. "Apa yang harus kita lakukan hari ini?" tanyanya, mencoba membuka percakapan.

Gavin mengangkat alisnya, seolah terkejut oleh pertanyaannya. "Kau ingin tahu?"

"Ya, tentu saja," jawab Katrina. "Aku tinggal di sini sekarang. Aku rasa aku perlu tahu apa yang akan terjadi, apa yang diharapkan dariku."

Gavin memiringkan kepalanya, tampak berpikir sejenak. "Ini bukan hanya tentang apa yang diharapkan darimu, Katrina. Ini tentang bagaimana kita bisa bertahan di dunia ini. Dunia yang penuh dengan intrik dan permainan."

Katrina menatapnya dengan cemas. "Intrik? Permainan?" suara Katrina sedikit naik, tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya.

Gavin hanya mengangguk pelan. "Ya. Ini lebih dari sekadar pernikahan biasa. Ini adalah pernikahan yang dibuat karena alasan-alasan tertentu. Bukan hanya untuk kebahagiaan pribadi kita. Dan kau harus mengerti itu."

Katrina merasa sedikit terpojok. "Apa yang sebenarnya terjadi, Gavin? Kenapa semua ini terjadi?"

Gavin tidak menjawab langsung. Sebaliknya, ia hanya menatap Katrina dengan tatapan kosong yang sulit diartikan. "Aku rasa," katanya perlahan, "kau mulai tahu sedikit demi sedikit apa yang ada di balik semua ini."

Katrina menggigit bibirnya, menahan rasa frustasi. "Apa yang harus aku lakukan?" ia bertanya lagi, kali ini dengan suara yang lebih lembut, hampir seperti seorang anak yang mencari petunjuk. Ia ingin tahu apakah Gavin benar-benar akan memberinya jawaban yang jelas, ataukah dia hanya akan terus menghindar.

Gavin menghela napas panjang. "Kau harus mulai memahami bahwa pernikahan ini bukan hanya untuk kita berdua. Ada lebih banyak pihak yang terlibat, dan aku tidak bisa memberitahumu semuanya sekaligus."

Katrina merasa jantungnya berdebar. "Apa maksudmu?"

"Jika kau benar-benar ingin tahu, Katrina," jawab Gavin, "kau harus menggali lebih dalam. Ada banyak yang harus kau pelajari tentang dirimu sendiri, dan tentang apa yang sebenarnya terjadi di sekitar kita."

Katrina terdiam, matanya memandang Gavin, mencoba mencerna kata-kata tersebut. Apa yang sedang dia coba katakan? Apa yang sebenarnya tersembunyi di balik kata-kata ini? Perasaan tidak nyaman semakin menyelimuti dirinya. Mungkin Gavin berbicara tentang sesuatu yang lebih besar dari pernikahan mereka, sesuatu yang jauh lebih berbahaya dan rumit daripada yang bisa ia bayangkan.

Hari itu, Katrina memutuskan untuk menjelajahi rumah lebih lanjut. Ia merasa seperti seorang detektif yang harus mencari petunjuk-petunjuk tersembunyi untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik kehidupan barunya ini. Setiap sudut rumah ini menyimpan kesan misterius. Ruang kerja Gavin terlihat rapi, tetapi ada sesuatu yang aneh dengan rak-rak buku yang tidak pernah disentuh. Beberapa buku tampak baru, sementara yang lainnya sudah usang, seperti tersembunyi di sana untuk alasan tertentu.

Ketika ia mulai membuka beberapa buku di rak, sebuah lembaran kertas jatuh dari dalam salah satu buku. Katrina langsung mengambilnya, merasa gugup karena sepertinya ini adalah salah satu petunjuk yang dia cari-cari. Tertulis di sana dengan tulisan tangan yang terburu-buru:

"Kau harus menyelesaikan ini. Jangan biarkan dia tahu siapa yang sebenarnya mengendalikan pernikahan ini."

Pesan itu begitu singkat, tetapi jelas. Katrina merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. Siapa yang menulis ini? Dan siapa yang dimaksud dengan "dia"? Siapa yang mengendalikan pernikahan ini? Ada lebih banyak rahasia di balik kata-kata ini daripada yang bisa ia pahami saat ini. Tapi satu hal yang jelas: pernikahannya dengan Gavin jauh lebih rumit dari yang ia kira.

Hati Katrina berdebar kencang. Ia tahu bahwa ini baru permulaan dari perjalanan panjang untuk menemukan kebenaran yang tersembunyi. Tidak ada jalan kembali sekarang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buku Harian Rahasia Fiona
8.5
Terjebak dalam pelukan erat seorang pria bertubuh tinggi di dalam mobil, Fiona hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil memegang erat sandaran kursi penumpang. Sentuhan intim di pinggangnya membuat napasnya kian sesak dan tak berdaya. Di tengah kepasrahan itu, ia memohon agar mereka tidak melakukannya di sana. Namun, saat pria itu membisikkan tawaran untuk pindah ke rumahnya, Fiona yang sudah melemas akhirnya menyerah dan menyetujui ajakan tersebut tanpa berani menatap matanya.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Masa magang Citta Buwana berjalan penuh tekanan sebagai sekretaris William Rustenburg, atasan tempramental yang selalu menganggapnya tidak kompeten. Situasi kian rumit ketika rencana perjodohan mereka yang dirancang oleh Johan, ayah William, terungkap. Meski William menolak keras dan kerap mempermalukan Citta, Johan tidak goyah dengan keputusannya. Di tengah kebencian dan pernikahan paksa ini, akankah ketulusan serta pengorbanan Citta mampu melunakkan hati William?
Sampul Novel Perjalanan Cinta Si Cupu Yang Menjadi CEO
9.0
Demi meraih impian, Keyla justru harus bekerja sebagai sekretaris Dion Prakasa. Pria itu adalah CEO dingin yang dulu pernah ia tolak karena berpenampilan cupu. Setelah lima tahun berlalu, Dion telah berubah menjadi pewaris sukses yang membenci wanita akibat patah hati di masa lalu. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali, menyalakan lagi obsesi sekaligus dendam lama. Walau banyak wanita memujanya, fokus Dion hanya tertuju untuk menguji Keyla, cinta pertamanya yang kini terjebak dalam arogansinya.
Sampul Novel PUISI CINTA DARI TIMUR
8.3
Reinkarnasi maha dewa, Lu Sicheng dan Yang Zhu, harus terpisah akibat kelicikan Raja Iblis Xin Yi yang menghancurkan semesta lewat perang dahsyat. Kini, mereka terlahir kembali di kubu yang saling bermusuhan, yaitu suku dewa dan suku iblis. Dengan ingatan Yang Zhu yang telah dihapus sepenuhnya oleh Xin Yi, Lu Sicheng harus berjuang keras demi menyatukan kembali cinta mereka. Mampukah ia melawan takdir dan muslihat kejam ini dalam Puisi Cinta Dari Timur?
Sampul Novel Rindu Yang Terlarang
9.1
Bagi Alessandra Vega, berjumpa lagi dengan sang mantan jauh lebih menakutkan daripada melihat hantu. Naasnya, takdir justru menyeretnya kembali ke hadapan Fabian Reva, perwira militer yang dulu pernah bertakhta di hatinya. Urusan pekerjaan kini memaksa mereka untuk terus berinteraksi dengan intens. Alessandra pun terjebak dalam dilema besar antara kenangan indah masa lalu dan kenyataan pahit. Akankah asmara lama mereka kembali tumbuh, ataukah luka lama justru memicu perselisihan baru?
Sampul Novel You And Me
9.7
Noah, pemuda angkuh yang terluka oleh keluarganya, dipertemukan takdir dengan Lana, siswi SMA pendiam yang terkekang. Kehadiran Noah membawa keceriaan baru bagi Lana, hingga ia mulai berani memberontak. Ketegangan memuncak saat Lana menuntut Noah berubah untuk mendapat restu keluarganya. Namun, di tengah perjuangannya, trauma masa lalu kembali mengusik Noah. Mampukah hubungan mereka bertahan, ataukah Noah harus merelakan Lana pergi?