APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif

Dikejar Mantan Posesif

Tujuh tahun lalu, Farel Zay Amanta menghilang tiba-tiba dari kehidupan Refa Aletta Zafana tanpa penjelasan, meninggalkan kepedihan yang mendalam. Kini, Farel mendadak muncul kembali dengan sikap protektif yang sangat posesif. Mengabaikan misteri masa lalu mereka yang belum terselesaikan, sejak pertemuan pertama setelah sekian lama berpisah, Farel langsung menuntut dengan tegas agar Refa bersedia menikahinya saat itu juga.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bukk...

Refa didorong ke dinding oleh sebuah tangan yang besar.

"Ahhhh"

Bibir sedingin es itu tiba-tiba mendekatinya, dan kehadiran asing namun familiar menyebabkan otak Refa langsung mengalami korsleting.

Sebelum Refa sempat mendorongnya menjauh, pria itu sudah melepaskan tangannya. Senyuman jahat yang memikat muncul di wajahnya saat pria itu mengelus pipi Reva.

Dengan suara magnetis, dia berkata, "Ref, aku telah kembali."

Refa sedikit gemetar ketika dia mendengar suara yang familiar ini, dan saat dia menatap matanya Refa tercengang saat melihat sosok di depannya. Orang itu terlihat lebih menonjol sekarang daripada beberapa tahun lalu. Kedewasaan yang memancar dari dirinya membuatnya sulit diabaikan. Tingginya 185 sentimeter, mengenakan kemeja hitam dan celana hitam. Penampilannya yang sederhana dan rambut pendeknya yang rapi terlihat menawan. Rahang tegas, hidung mancung, bibir tipis, dan mata tajamnya sudah sering muncul dalam mimpi Refa..

Pria itu adalah seseorang yang menghilang tujuh tahun yang lalu, seseorang yang pernah menjadi orang yang paling penting dalam hidup Refa. Rasanya seperti mimpi baginya untuk melihatnya di hadapannya seperti ini, tanpa ada waktu untuk mempersiapkan diri.

Refa merasa mati rasa, dan pikirannya pun langsung kosong.

Namun dengan cepat dia bisa melarikan diri dari pria itu, walaupun pria itu memanggilnya beberapa kali. Air mata Reva seperti ingin keluar, namun ia tahan karena ingatan akan masa lalu muncul kembali.

Dan Refa benar benar mengabaikan pria itu!

"Refa, ada apa? Kenapa… wajahmu pucat sekali?" Maya segera berdiri dia merasa sangat khawatir kepada Refa.

Maya adalah sahabat Refa sejak mereka pertama kali masuk SMA. Saat ini, Maya bekerja sebagai pramugari di maskapai terbesar di Indonesia (Soekarno-Hatta). Dia adalah seorang gadis cantik dan baik hati.

"Tidak apa-apa, May, tenang aja."

Setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk pulang saja. Refa dengan hati-hati mencondongkan tubuh ke arah Bu Ani, dan berbicara di telinganya, "Bu, aku minta maaf, sekarang aku harus pergi soalnya ada pekerjaan yang mendadak, lain kali pasti aku akan mengunjungi rumah ibu, sendiri." Refa mencoba berbohong kepada Bu Ani.

Ibu Ani menatap Refa dalam-dalam dan mengangguk, "Yah, padahal kita belum mengobrol, loh Ref, tapi ya sudahlah, pekerjaan memang lebih penting dari apapun. Kamu boleh pergi, hati-hati di jalannya ya, Ref."

'Untunglah, Bu Ani memberikan persetujuan,' ucap Refa dalam hati.

"Baik Bu, terima kasih,,,," jawab Refa.

Refa tidak peduli dengan pandangan orang lain saat dia mengambil tasnya dan pergi. Dia keluar begitu saja sehingga dia bahkan membuat Maya bingung.

"Dasar! Refa itu sombong banget ya, dia itu sama sekali tidak pernah datang ke reuni, sekalinya reuni malah begini, pulang di tengah acara, emang gak jelas! Aku juga kaya ngga nyangka bahwa dia akan datang hari ini, apakah dia udah tau sebelumnya kalau Farel akan datang?" tanya Mira kepada temannya dengan nada yang tak suka.

Mira adalah teman sekelas Refa, dia sangat tergila-gila dengan Farrel saat di SMA maka dari itu Mira tak pernah berbicara sekalipun dengan Refa. Mira bahkan menganggap Refa itu sebagai musuhnya dan hubungan mereka masih begitu tegang.

"Ya, pasti lah, Mira. Dia pasti sudah tahu kalau Farel akan datang, makanya dia ke sini dan mau cari perhatian sama si Farel," jawab temannya itu.

"Dasar wanita jalang!" mereka berdua pun tertawa.

___

Di taksi Reva melamun ke arah jendela, Refa sangat tidak menyangka bahwa Farel akan melakukan hal itu dengan tiba-tiba. Reva pikir Farel akan berubah dan dia melupakan semua hal yang telah terjadi di SMA, yaitu berpacaran dengannya.

Banyak hal terjadi pada malam kelulusan mereka tujuh tahun yang lalu, dan dia pernah percaya bahwa dia tidak akan pernah melihat Farel lagi. Namun siapa sangka saat dia tiba-tiba kembali, kenapa perasaan suka muncul kembali?

Namun Reva tidak akan pernah peduli, Refa tidak akan berani berinteraksi dengan Farel lagi. Sama seperti tujuh tahun yang lalu, betapapun mereka saling mencintai, mereka tidak akan pernah bisa bersama karena mereka berasal dari dunia yang sangat berbeda. Ditambah lagi, dia tidak menyangka kalau mereka akan bertemu lagi setelah kejadian itu. Setelah semua yang dia lalui, satu-satunya impiannya sekarang adalah menikah dengan pria yang stabil dan menjalani kehidupan yang nyaman dan damai selama sisa hidupnya.

Saat Reva melamun begitu dalam dia mengabaikan telefon yang terus menerus berdering, panggilan itu berasal dari Maya, dia mengabaikannya karena dia tidak tahu harus berkata apa kepadanya.

Saat itu hampir pukul sebelas malam ketika dia kembali ke tempat tinggalnya. Refa membuka pintu dan di dalamnya gelap gulita.

Setelah menyalakan lampu, dia memperhatikan tidak ada orang di dalam atau di luar kamar. Sepertinya Bima belum selesai dari shift malamnya.

Bima adalah pacarnya Refa dia menyewa apartemen dua kamar tidur ini setelah mereka berdua lulus dari universitas. Dia tinggal di sini juga karena lebih mudah merawat dan selalu di samping Bima, dan juga karena dekat dengan rumah sakit tempat dia bekerja. Tidak perlu naik bus dan mereka bisa tidur lebih lama. Lingkungannya sangat menyenangkan, dan harga sewanya juga sesuai anggaran mereka. Refa selalu berpikir akan menyenangkan tinggal di sini sampai mereka membeli apartemen sendiri. Ditambah lagi, dengan adanya Bima, Refa sudah merasakan sedikit kehangatan sebuah rumah.

Mereka sudah bersama cukup lama, tapi sejujurnya, Refa sadar bahwa sebagian besar perasaan mereka lebih bersifat saling bergantung daripada cinta.

Refa segera mandi air panas, mengganti piyamanya, dan kembali ke kamar tidurnya untuk beristirahat.

Saat itu, teleponnya tiba-tiba berdering, dan dia menoleh untuk melihat nomor yang tidak dikenalnya.

"Halo?"

"..."

"Halo? Siapa ini? Aku akan menutup telepon jika kamu tidak mau mengatakan apa pun." Refa merasa sedikit kesal.

'Mungkin dia salah sambung kali ya?' pikir Refa.

Saat dia hendak menutup telepon, dia mendengar suara yang dikenalnya.

"Kenapa kamu menghindari ku?" suara itu berbicara melalui telepon.

“Farell?” Jawab Refa, suaranya bergetar.

"Kenapa kamu menghindari ku?" Farel mengulangi pertanyaannya.

"Farel, bisakah kamu menghentikan omong kosong ini? Kita kan sudah putus dari tujuh tahun yang lalu—"

"Keluar sekarang, aku menunggumu di bawah!" Farel menyela dan memutuskan telepon itu, padahal Refa belum sempat menjawab.

Bagaimana bisa dia tahu alamatku? Apakah si mulut besar Mira yang memberitahunya? pikir Refa. Mengingat kembali kejadian di kamar mandi, Refa benar-benar tidak ingin turun ke bawah. Dia tidak berniat untuk menemuinya.

Tapi jika aku tidak turun, apakah dia akan tetap menunggu? Apakah nanti dia akan bertemu Bima jika dia sudah pulang?

Dengan penuh keyakinan, Refa akhirnya memutuskan untuk pergi ke bawah menggunakan jaket, dia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan!

Dan benar saja, Farel ada di bawah dengan punggung bersandar pada pagar, memegang rokok yang menyala di antara jari-jarinya.

“Farel, apa yang sebenarnya kau inginkan?” Refa mendekati pria itu, dan menatapnya tajam.

Mengangkat kepalanya, Farel menatap tajam ke arah Refa. Itu adalah mata yang familiar, jenis yang membuatnya merasa seolah-olah dialah satu-satunya gadis yang bisa dilihatnya, seolah-olah dia masih menyayanginya seperti dulu.

"Refa, kamu masih sama seperti dulu. Kamu tidak berubah sedikit pun." Farel menatapnya tanpa berkedip, matanya penuh dengan emosi yang sulit dijelaskan.

Dengan senyum pahit, Refa menjawab, "kamu salah! Aku sudah berubah! Farel, sudahlah lupakan masa lalu, aku sudah lelah dengan dramamu! Aku tidak ingin menambah masalah baru, apalagi sekarang kita sudah memiliki kehidupan masing-masing! Jadi untuk apa kamu masih mengejar ku seperti ini? Tolonglah, Farel. Sudahlah, jangan bersikap gila seperti ini!"

"Aku tidak gila. Aku masih waras Refa" kata Farel menegaskan.

"Lalu kenapa kamu melakukan ini? Hanya untuk bernostalgia dengan ku begitu?" Refa mendengus.

Mata Farel berbinar saat dia menatap tajam ke dalam matanya. Dia kemudian berkata dengan serius dan lembut, "Refa, menikahlah denganku."

Refa hampir kehilangan akal sehatnya setelah mendengar kata-kata itu. Kamu menghilang selama tujuh tahun, dan hal pertama yang kamu lakukan saat kembali adalah melamar ku?!

Ini gila Farel ini gila!

_____

Hallo, readers 👋 kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa kasih rating bintang limanya ya! 🌟

Jangan lupa juga di-follow dan tambahin ke rak buku kalian! 💅📚

Terima kasih! 😊

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AYO, Kawin Kontrak!
8.2
Chilla sukses dalam karier namun skeptis terhadap cinta akibat trauma kegagalan pernikahan kakaknya. Meski pesimis, ia sangat mendambakan anak. Demi mewujudkan impian tersebut, ia pun mencari pria berkualitas untuk menjalani pernikahan kontrak. Namun, rencana yang awalnya murni demi keturunan ini menjadi rumit saat hasrat dan perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, menyeret Chilla ke dalam pusaran emosi tak terduga yang menguji hidupnya.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat puluh tahun menikah, aku baru tahu suamiku berselingkuh dengan sahabatku, Wulandari. Lewat tablet cucu, terungkap ribuan foto mesra mereka saat dinas palsu. Tragisnya, Rizal, anak kandungku, justru berpihak pada wanita itu. Aku sadar hanya dijadikan mesin pencetak anak karena Wulandari mandul. Enggan terus diperalat, aku menggugat cerai dan mengambil seluruh aset mereka. Kini aku hidup sukses di Bali, membiarkan mereka jatuh miskin dan memohon maaf tanpa kuberi ampun.
Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun pernikahan kami hancur saat Baskara tahu aku hanyalah pengganti Clara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku disiksa dan dikurung. Kekejamannya memuncak saat dia membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang berpura-pura terancam. Kini, dukaku telah berubah menjadi dendam yang dingin. Tanpa sadar, keangkuhan Baskara membuatnya menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Aku akan menghancurkannya lewat hak yang dia sepelekan.
Sampul Novel En-PD163
8.4
Janna, seorang ilmuwan berbakat, jatuh cinta pada Kingsley di tempat riset mereka. Namun, pernikahan yang diraih dengan perjuangan ini hancur karena Kingsley terobsesi pada wanita lain hingga tega menyakiti Janna. Kecewa atas pengkhianatan tersebut, Janna memutuskan bercerai dan pergi. Saat Kingsley akhirnya sadar telah dimanfaatkan dan ingin kembali, Janna telah membuka lembaran baru bersama kekasih baru yang tulus mencintainya.
Sampul Novel Kontrak Rahasia Sang Pewaris
9.0
Elysia terdesak oleh biaya pengobatan ibunya yang sedang kritis. Di tengah keputusasaan, Damian Lancaster hadir menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak senilai lima miliar rupiah. Syaratnya, sang pewaris tunggal menghendaki Elysia melahirkan anak untuknya. Walau batinnya tersiksa karena merasa memperdagangkan darah daging sendiri, ia tak punya opsi lain. Namun, di balik kemegahan itu, Damian menyimpan misteri besar yang mengunci Elysia dalam kontrak tanpa jalan keluar.
Sampul Novel Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong
7.9
Demi mendampingi Yuki, cinta masa kecilnya yang divonis sisa hidup satu bulan, seorang ilmuwan otak bernama Oscar tega mencekoki tunangannya dengan obat penghapus ingatan eksperimental. Selama sebulan masa amnesia itu, Oscar menikahi Yuki dan merajut kenangan indah bersamanya. Namun, saat waktu kesepakatan usai dan Yuki telah tiada, efek obat tersebut ternyata menjadi permanen. Sang tunangan melupakan Oscar untuk selamanya, meninggalkan sang ilmuwan dalam penyesalan yang mendalam.