APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Jodoh

Dikejar Jodoh

Elena menghadapi tekanan berat untuk segera menikah, tetapi ia justru dikhianati oleh kekasihnya. Di tengah rasa trauma yang mendalam, Rasky—pria yang paling ia benci—malah datang dan terus-menerus mengejarnya. Walau ketulusan Rasky mulai meruntuhkan ego Elena, bayang-bayang masa lalu tetap menjadi penghalang. Tiba-tiba, Elena meminta berpisah demi menyembunyikan sebuah rahasia kelam. Akankah Rasky tetap bertahan, atau rahasia itu akan menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Suasana terasa panas di ruang kerja Elena. Malam itu ia kembali harus bertengkar dengan Damar, sang kekasih. Lagi-lagi masalah tentang Elena yang ketahuan bekerja hingga larut malam. Namun, dibandingkan pertengkaran sebelumnya, pertengkaran kali ini jauh lebih panas dibanding sebelumnya.

"Apa sih yang kamu kejar dengan kerja sampai larut malam gini? Kasih tau aku supaya aku paham apa yang kamu mau. Berapa kali aku bilang untuk kamu gak terlalu hectic ke kerjaan?" ucap Damar dengan wajah memerah.

"Dam, kita udah sepakat. Kita bahkan sudah sering bahas hal ini. Kamu tau sendiri kalau apa yang aku lakukan ini semua karena memang tanggung jawab aku," balas Elena yang mencoba menekan amarahnya agar tidak meledak. Melawan Damar yang sedang marah dengan kemarahan tidak alam berujung baik.

"Sepakat apa? Aku setuju kamu kerja asal kenal waktu. Kamu sadar gak sih kesibukan kamu itu membuat kita makin berjarak? Sebenarnya apa yang kamu cari, Len? Uang? Aku bisa kasih."

Elena menggeleng pelan. Bukan. Bukan itu alasan Elena bekerja saat ini. Ia hanya ingin hidup mandiri tanpa bergantung pada siapapun.

"Kalau kita nikah kamu gak perlu sibuk kayak gini. Apa pun yang kamu minta akan aku kasih. Aku punya banyak uang kalau kamu lupa. Kamu tinggal bilang dan aku akan kasih dengan sukarela. Kamu pernah pikirin itu gak, sih?" tanya Damar dengan emosi yang sudah meluap.

"Dam. Jangan kayak gini. Aku tau kamu kesal. Aku minta maaf. Tapi jangan merembet kemana-mana gini."

"Ini bukan masalah maaf, Len. Aku sedang bertanya apa yang kamu kejar sampai kerja kayak gini. Kamu tinggal bilang kamu mau apa. Kamu tinggal jadi istriku dan duduk dengan manis, semua yang kamu inginkan bisa aku kasih," lanjut Damar kembali meluapkan kekesalannya.

"Kamu hanya cukup jawab iya. Sekarang aku tanya. Semua akan mudah kalau kamu gak mempersulitnya dengan menggantungkan hubungan kita. Bahkan sampai saat ini lamarku pun belum kamu jawab, Len. Aku butuh kepastian, Len. Bunda bahkan sudah gak sabar supaya kita cepat menikah. Tetapi apa? Kamu sampai saat ini bahkan belum memperkenalkan aku pada keluargamu. Kamu anggap aku apa? Kamu anggap hubungan kita apa?"

Elena menelan salivanya susah payah. Damar lagi-lagi membahas masalah itu. Masalahnya sampai saat ini Elena belum bisa menjawab lamaran Damar.

"Kenapa kamu diam? Jangan bilang memang kamu gak mau jawab? Atau... ada pria lain yang kamu sukai?" tuduh Damar karena sedari tadi Elena memilih bungkam.

"Gak seperti itu. Aku hanya... belum siap," balas Elena dengan nada pelan di akhir kalimat. Sejujurnya ia bukan tidak mau. Hanya saja ia merasa belum begitu yakin untuk menikah. Ia belum begitu yakin bisa menjalani pernikahan saat ini.

Kekehan mengejek terdengar di telinga Elena. Pasti Damar saat ini tengah mencemooh jawabannya. "Belum siap? Butuh berapa tahun lagi hubungan kita supaya kamu siap?" tanya pria itu dengan nada dingin.

"Jujur sama aku. Apa yang buat kamu gak siap menikah denganku?" tanya Damar dengan nada mengintinidasi. Membuat Elena takut karena masalahnya ada di dalam dirinya sendiri. Maaf, Dam. Aku gak bisa bilang. Aku malu. Aku juga takut kalau kamu tahu hal ini akan buat kamu pergi tinggalkan aku.

"Kasih aku waktu," pinta Elena akhirnya.

"Waktu? Berapa lama lagi? Berapa tahun lagi? Kadang aku penasaran, sebenarnya kamu cinta gak sih sama aku?" tanya Damar dengan tatapan menyelidik yang membuat bibir Elena kembali mengatup.

Sebelah bibir Damar tampak naik. Pria itu tampaknya tidak suka dengan pembicaraan mereka kali ini. "Aku kasih kamu waktu untuk merenungkan hubungan kita. Coba kamu pikirkan mau dibawa kemana hubungan ini. Apa kurangnya aku sampai kamu gak yakin untuk jalani hubungan ke jenjang selanjutnya sama aku." Kalimat terakhir yang diucapkan Damar seakan menjadi penutup pertengkaran mereka malam itu. Karena sesudahnya, pria itu menutup panggilannya.

"Berengsek!" umpat Damar sambil melempar ponselnya untuk melampiaskan kekesalannya kepada Elena. Di saat yang bersamaan, seorang wanita masuk ke dalam kamar yang Damar tempati. Mata mereka bertemu dan wanita itu melemparkan senyuman kepadanya.

“Kenapa? Udah gak tahan, yah?” tanyanya dengan nada menggoda.

“Sabar, yah. Aku mandi dulu. Biar nanti enak mainnya,” lanjut wanita itu sambil melenggang genit melewati Damar.

Merasa tengah membutuhkan pelampiasan akan kekesalannya, Damar pun langsung mencekal pergelangan tangan Janeta. Tanpa banyak kata pria itu langsung menyerang sang wanita dan menjatuhkannya di atas ranjang. “Gak perlu. Toh, nanti juga lo keringetan lagi,” ucapnya sebelum melumat habis bibir Janeta dan menghabiskan malam bersama dengan wanita itu seperti malam-malam sebelumnya.

Entah sudah berapa lama waktu yang mereka habiskan untuk saling memuaskan. Hingga akhirnya tubuh keduanya terlepas dengan peluh yang sudah membanjiri tubuh.

Tuhuh Damar berguling ke samping Janeta. Pria itu menutup mata menggunakan lengannya. Mencoba mengatur napasnya yang masih terengah.

Tidak jauh berbeda dengannya, Janeta yang berbaring di samping Damar tampak kelelahan dengan napas yang memburu. Wanita itu menatap Damar dalam. "Ada masalah lagi? Lo gak capek berantem terus?" tanya wanita itu. Sebenarnya Janeta sempat mendengar yang marah kepada kekasihnya sebelum Janeta masuk ke dalam kamar dan benar saja, begitu masuk ke dalam kamar Janeta menemukan Damar yang tampak emosi.

"Kalau udah gak bahagia ngapain masih lo lanjutin sih hubungan kalian? Mending putusin aja," lanjut Janeta karena Damar tidak merespon ocehannya.

Damar yang menatap Janeta sinis. Pria itu tidak suka mendengar ocehan dari Janeta. "Lo kalau gak tau apa-apa mending diem. Gue cinta sama pacar gue. Gue juga gak akan putusin dia."

Janeta berdecak. Wanita itu memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Damar. "Percuma cinta kalau lo gak bahagia. Buktinya, lo jadi lebih sering hubungi gue buat bikin lo seneng, kan?"

Damar menatap Janeta tajam, ia tersenyum sinis ke arah wanita itu. "Jangan pernah sekalipun lo bandingin diri lo sama pacar gue. Dia wanita baik-baik yang bakalan gue nikahin. Sementara lo, lo itu cuma cewek yang gue temui kalau gue butuh," ucap Damar membuat Janeta kesal.

"Oh, yah? Lo yakin dia masih mau nikah sama lo kalau tau kelakuan lo di belakang dia kayak gini?" tanya Janeta sambil menaikkan ujung bibirnya mengejek Damar.

"Gue peringati lo. Supaya jangan melewati batas. Hubungan lo sama gue cuma sebatas senang-senang aja sesuai omongan lo di awal. Dan hubungan kita ini gak akan diketahui sama pacar gue. Dia gak boleh tau," ucap Damar penuh penekanan kepada Janeta sebelum akhirnya pria itu meninggalkan Janeta.

***

Jantung Elena berdegup kencang kala mendapati ruang tamu rumahnya tampak terang. Kaki wanita itu mendadak kau begitu memasuki pekarangan rumahnya. Seingatnya malam ini ia seharusnya sendirian. Elang, adiknya mengatakan akan menginap dan juga... tidak biasanya pria itu menyalakan lampu ruang tamu seperti ini.

Dengan memberanikan diri, Elena mencoba menghubungi Elang, tetapi panggilannya tidak juga dijawab oleh pria itu. Dengan perasaan tidak tenang, Elena mencoba berpikir dan menimbang-nimbang akan masuk ke dalam rumah atau tidak mengingat malam sudah sangat larut.

Merasa tidak ada pilihan lain, dengan keberanian yang tersisa, Elena memaksa kakinya untuk berjalan menuju pintu. Sambil menguatkan hati ia membuka pintu rumahnya, berharap jika mungkin saja Elang ada di rumah dan menunggunya di sana.

Perasaan Elena makin tidak karuan ketika mendapati seseorang tengah berada di dalam rumahnya itu menatapnya tajam. Membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya malam itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buku Harian Rahasia Fiona
8.5
Terjebak dalam pelukan erat seorang pria bertubuh tinggi di dalam mobil, Fiona hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil memegang erat sandaran kursi penumpang. Sentuhan intim di pinggangnya membuat napasnya kian sesak dan tak berdaya. Di tengah kepasrahan itu, ia memohon agar mereka tidak melakukannya di sana. Namun, saat pria itu membisikkan tawaran untuk pindah ke rumahnya, Fiona yang sudah melemas akhirnya menyerah dan menyetujui ajakan tersebut tanpa berani menatap matanya.
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati terpaksa menerima keputusan pahit saat Dedy, suaminya, dilamar oleh bos kantornya sendiri. Demi impian akan kehidupan yang lebih baik, ia pun merelakan sang suami untuk berpoligami. Namun, petaka dimulai ketika Wati diboyong ke kediaman istri kedua. Di sana, rahasia gelap sang suami perlahan terkuak. Dedy ternyata menyimpan niat licik yang tak terduga. Wati pun harus berjuang keras setelah sadar bahwa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam rencana besar suaminya.
Sampul Novel Menikah dengan Cinta Pertama
8.0
Saat menghadiri reuni bersama James, pertanyaan tentang pernikahan mengungkap keretakan hubungan delapan tahun kami. Di hadapan teman-teman, James mengaku belum memikirkannya, sementara aku dengan tegas menyebutkan tanggal sebelas sebagai hari pernikahanku. Sikapku membuat James marah karena selama ini dia selalu menunda komitmen demi menyembunyikan perselingkuhannya dengan wanita yang lebih muda. Namun, kemarahannya sia-sia karena pria yang akan kunikahi nanti bukanlah dirinya.
Sampul Novel Pengantin Boneka Demi Utang Keluarga
8.8
Demi menyelamatkan Pramudita Global dari kebangkrutan, Anya Pramudita bersedia menikahi pewaris Wijaya Corp, Reza Wijaya. Di balik perjodohan ini, orang tua Reza memanfaatkan masalah keuangan tersebut demi kepentingan mereka. Sementara itu, Reza sebenarnya masih mencintai Kirana secara rahasia. Tanpa adanya rasa cinta, Anya yang bersikap dingin harus bertahan dalam pernikahan sandiwara ini. Akankah tumbuh cinta sejati di antara mereka, atau justru pengkhianatan yang akan mengakhirinya?
Sampul Novel Takdir Cinta Aylona
9.6
Kehilangan Arsen membuat kondisi mental Aylona terguncang hingga ia berhalusinasi bahwa suaminya masih hidup. Di masa sulit ini, Elga datang menolongnya untuk pulih. Namun, pernikahan kilat mereka justru menimbulkan kecurigaan. Sebagai adik ipar Aylona, Elga tampaknya menyembunyikan sebuah rahasia besar. Apakah pernikahan tersebut murni karena cinta, ataukah ada niat terselubung yang mengancam di balik hubungan mereka?
Sampul Novel Wanita Pemuas Nafsu di Ranjang
8.9
Pascapernikahan dengan Alfons, hidup Ayu kini bergelimang kemewahan dan kebahagiaan. Sifatnya yang melanjutkan kisah Budak Nafsu ini sayangnya harus terusik oleh bayang masa lalu. Maharatih dan Ghofar tiada hentinya mengirimkan teror demi merusak ketenteraman mereka. Keadaan kian mencekam saat Ghofar beralih membidik Alya, anak sulung Ayu. Di tengah misteri yang menyelimuti, Ayu pun harus berjuang keras melindungi keluarganya dari ancaman dendam yang tiada akhir.