APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan

Dijual Suami Demi Pekerjaan

Dikhianati oleh suaminya sendiri yang kejam, seorang wanita dijadikan barang barter dan dikirim ke kediaman asing untuk menjadi ibu susu. Namun, situasi berubah drastis saat ia justru memikat perhatian sang tuan rumah—seorang pria berkuasa dengan fisik atletis dan aura maskulin yang kuat. Di balik kemewahan dan ketertarikan intens pria tersebut, tersimpan sebuah misteri besar yang siap mengguncang dunia. Akankah ia menemukan pelarian atau justru terjerat lebih dalam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Dengan temperamennya yang kasar, Orlan menendang kursi hingga terbalik. Wajahnya penuh amarah dan alisnya berkerut tajam.

"Lidya, coba kamu ulangi lagi apa yang barusan kamu bilang! Aku cuma minta kamu melakukan hal kecil, tapi kamu selalu menolak dan bikin alasan. Kamu cari mati, ya? Aku nanti mau ikut kerja sama Kak Deswan untuk cari uang, jangan sampai kamu jadi penghalangku!"

Apa yang terjadi sebelumnya terlalu sulit untuk diungkapkan. Aku tidak mau lagi melangkahkan kaki ke sarang harimau itu.

"Aku nggak mau pergi! Aku nggak nyaman. Bahkan anakku sendiri hampir nggak dapat ASI karena semuanya diberikan untuk orang lain .... Aku nggak mau ...."

Belum selesai aku berbicara, Orlan sudah melayangkan tamparan keras di wajahku, lalu mendorongku hingga aku terhuyung dan kepalaku membentur dinding. Seketika, aku pingsan.

Ketika aku sadar, hari sudah pagi.

Aku duduk di tempat tidur sambil memegangi kepala yang sakit. Rasa sakit di kepala itu tidak sebanding dengan rasa sakit di hati.

Aku sebenarnya pernah memiliki seorang anak perempuan. Namun, sayangnya, dia meninggal tak lama setelah lahir. Keluarga Orlan yang sangat menginginkan anak laki-laki sama sekali tidak peduli pada bayi perempuan itu, seolah-olah dia tidak pernah ada. Hanya aku yang masih mengingatnya.

"Sayang, Mama rindu sekali sama kamu ...."

Orlan membuka pintu dan melihatku duduk termenung. Dengan nada penuh ketidaksabaran, dia berkata, "Hei, kalau kamu sudah nggak apa-apa, cepat pergi dan susui anak itu!"

Karena takut dipukul lagi, aku tidak mengatakan apa pun. Aku hanya menatapnya dalam-dalam, lalu bangkit dan pergi mencuci wajah.

Sesampainya di rumah Deswan, dia melihat luka di sudut keningku dan hanya mengangkat alisnya tanpa melakukan hal yang lebih buruk. Aku segera masuk ke kamar, mengunci pintu, dan mulai menyusui bayi itu sambil duduk terpaku.

Saat aku mulai kehilangan fokus, pikiran-pikiran aneh mulai muncul di benakku. Setelah aku pingsan kemarin, beberapa potongan ingatan yang kabur muncul seperti kenangan yang hilang.

Apakah ini ingatanku yang telah hilang?

Aku tidak bisa mengingat apa pun tentang masa laluku. Orlan pernah berkata bahwa aku mengalami kecelakaan karena jatuh dari gunung dan akhirnya hilang ingatan.

Aku berasal dari desa kecil di pegunungan yang jauh dari sini. Kedua orang tuaku sudah meninggal dan aku tidak punya keluarga lagi di sana. Setelah pulih dari cedera, aku hamil dan tidak bisa bergerak dengan bebas, sehingga aku tidak pernah kembali ke desa.

Hidup tanpa kenangan adalah hidup yang tidak utuh. Aku ingin menemukan kembali siapa diriku yang sebenarnya.

Dua hari terakhir berlalu tanpa kejadian apa pun. Deswan sering keluar pagi-pagi dan pulang larut malam, sehingga tidak lagi menggangguku. Aku akhirnya bisa menghela napas lega.

Orlan mengatakan bahwa minggu depan Deswan akan kembali ke kota. Aku hanya perlu bertahan selama dua atau tiga hari lagi, lalu semuanya akan berakhir.

Saat malam mulai menyelimuti dan langit semakin gelap, bayi itu telah selesai menyusui dan tertidur lelap. Aku berniat kembali untuk mencuci muka dan bersiap-siap untuk tidur. Namun, baru saja keluar dari kamar, aku bertemu dengan Deswan yang baru pulang dalam keadaan mabuk.

Sambil berusaha tetap tenang, aku berjalan menuju pintu sambil berpura-pura tak peduli. Namun, ketika kami berpapasan, dia tiba-tiba meraih lenganku. Dengan satu dorongan, aku terjatuh ke sofa.

Kemudian, dia mulai menindih tubuhku dan menahan kedua kakiku di bawah tubuhnya.

"Hei, Deswan, jangan gila!"

Deswan tidak menggubrisku. Dengan posisi menunduk, napasnya yang hangat berembus di leherku. Kedua tangannya bergerak menggerayangi sekujur tubuhku sehingga membuat aku bergidik pelan.

"Aku ini istri Orlan! Sadarlah! Lepaskan aku!" Aku menggertakkan gigi sambil meronta. Salah satu tangannya mencengkeram pergelangan tanganku dan mengangkatnya ke atas kepalaku. Sementara itu, tangannya yang lain mulai membuka kancing kemejaku.

Karena perbedaan tenaga antara pria dan wanita, aku jadi tidak bisa bergerak sedikit pun. Aku panik hingga air mataku mulai menggenang di pelupuk mata.

"Kalau kamu terus begini, aku akan teriak! Orlan bakal mukul kamu sampai mati!"

Deswan terkekeh. "Kamu bodoh ya? Pria paling paham sama sesama pria. Kamu kira Orlan nggak tahu aku mau ngapain? Suamimu malah mohon kerjaan sama aku. Kamu ini hadiah darinya untukku."

Aku tertegun sejenak sebelum akhirnya tersadar.

Deswan telah merobek kerah bajuku. Telapak tangannya sangat besar. Dia mulai bergerak terus meraba seluruh tubuhku. Warna kulit kami yang berbeda jauh tampak sangat kontras saat berdampingan.

Dia berdecak sambil memuji, "Lembut, putih, dan wangi."

Air mataku akhirnya berderai.

"Deswan, aku bisa ... kasih kamu, juga bisa bantu kamu jaga anak. Tapi, kamu harus bawa aku pergi. Aku mau meninggalkan Orlan. Dia itu kasar dan sering mukul aku! Selain itu, jangan setujui apa pun permohonannya. Kamu nggak boleh biarkan dia sukses."

Sejak jatuh dari gunung, ponselku menghilang dan Orlan tidak pernah membelikan ponsel baru untukku. Setelah aku hamil, dia mulai membatasi aktivitasku dan hampir tidak pernah membiarkanku keluar rumah.

Aku tidak punya uang ataupun teman, sehingga sulit bagiku untuk bertindak.

Deswan tertawa santai, "Boleh saja."

Setelah itu, dia menarik celanaku dengan cepat dan melepas sabuk pinggangnya ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B88391" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B88391
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Putri Konglomerat
8.2
Kehidupan Aluna hancur saat memergoki suaminya, Dian, mendampingi Ratnasari di rumah sakit ketika ia tengah berjuang menjalani program bayi tabung. Penderitaan Aluna memuncak saat ia dikurung dan dipaksa menggugurkan kandungannya lewat sabotase obat. Usai kehilangan bayinya dan diusir, identitas asli Aluna sebagai putri konglomerat media yang hilang akhirnya terungkap. Sang pewaris kini kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Benci dan Cinta Tak Bisa Dipisahkan
9.3
Demi misi rahasia, Komandan Rayan Elvard yang dingin memilih menikahi Liora Avanira, anak angkat yang menggantikan posisi kakaknya dalam perjodohan. Meski pernikahan ini berawal dari perintah atasan tanpa rasa cinta, sikap dingin Liora justru memicu obsesi berbahaya dalam diri Rayan. Di tengah ancaman musuh masa lalu yang mengincar nyawanya, Liora kini terjebak dalam dilema karena harus bergantung pada sosok suami yang menjadi sumber penderitaannya.
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Setelah masa kontrak kerjanya usai, Mayumi memilih menjadi relawan dalam acara Jepang agar bisa berjumpa dengan idolanya, Mamoru V. Tak disangka, ia beruntung terpilih menjadi LO bagi cosplayer tersebut. Namun, situasi mendadak menegangkan saat sekelompok orang bersenjata menyerang mereka di tengah jalan menuju studio foto. Terjebak dalam aksi kejar-kejaran maut di gedung tua, Mayumi syok melihat Mamoru memegang pistol sungguhan. Sang idola ternyata menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Merebutmu Kembali
9.3
Sebagian orang berusaha pulih dari trauma, sedangkan yang lain memilih menghindar. Chandani kini berada di persimpangan jalan ketika kenangan masa lalu yang menyakitkan mendadak kembali membayanginya. Ironisnya, pria yang menjadi penyebab luka batinnya justru datang membawa lamaran pernikahan. Haruskah ia menerima pinangan tersebut atau kabur demi kedamaiannya? Di tengah situasi pelik ini, kegelapan justru tampak menjadi satu-satunya penentu arah takdirnya.
Sampul Novel Satu-PD184
8.9
Niat baikku mengantar Lee ke Thailand demi cinta pertamanya justru dibalas dengan pengkhianatan kejam. Malam itu juga, ia menculik kedua orang tuaku sebagai sandera untuk memeras informasi tentang keberadaan wanita tersebut. Lewat layar monitor, aku dipaksa menyaksikan ayah dan ibuku tergantung terbalik dari sebuah pesawat. Saat perintah diberikan, sebutir peluru ditembakkan ke tali pengikat yang mulai rapuh. Kini, nyawa mereka benar-benar berada di ambang kematian.
Sampul Novel VELIN SEAN
8.4
Kehidupan Velin, seorang penjual bunga, berubah drastis menjadi mimpi buruk setelah bertemu kembali dengan Sean di acara reuni SMA. Sean yang sempat menghilang selama lima tahun kini kembali dengan obsesi gelap yang sangat berbahaya. Ia mengklaim Velin secara sepihak, memicu ancaman nyata bagi keselamatan wanita itu. Bagi Sean, obsesi ekstrem ini adalah cinta, tetapi bagi Velin, pria itu merupakan petaka yang siap menghancurkan hidup dan nyawanya jika ia menolak untuk dimiliki.