APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dijodohkan Hantu

Dijodohkan Hantu

Erina, gadis yatim piatu penyintas kebakaran yang bisa melihat makhluk halus, terus diikuti hantu wanita selama sepekan. Arwah itu memohon agar Erina menghibur suaminya yang tengah berduka. Walau awalnya enggan, Erina akhirnya bersedia menemui Eldrick Damiano. Tak disangka, pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta di diri Erina. Sayangnya, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah setia selamanya kepada sang mendiang istri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Erina bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket, jaraknya sekitar dua kilo meter dari rumahnya. Dia baru saja pulang kerja setelah lembur selama dua jam di tempat kerjanya. Saat ini dia sedang berdiri di depan rumahnya dengan pandangan lurus. Sudah lima tahun sejak seluruh keluarganya pergi meninggalkannya seorang diri. Erina yang memiliki kemampuan istimewa tidak sekali pun pernah melihat keberadaan orang tuanya ataupun adik kesayangannya itu. Mereka sepertinya tidak ingin melihat Erina lagi bahkan tidak sekali pun mereka datang ke mimpi Erina. Erina menghela napasnya berat lalu membuka pintu rumahnya. Seperti biasa, dia disambut keheningan dan ruangan gelap. Hal yang tidak asing lagi baginya. Erina meraba dinding untuk menemukan saklar. Dia kemudian menutup matanya ketika cahaya penerangan ruangan itu menyala. Ada harapan agar dia melihat keluarganya walaupun hanya sedetik. Erina mendesah kecewa ketika dia membuka matanya. Hal yang dia harapkan tidak pernah terwujud.

Erina melirik wanita dengan wajah pucat berpakaian putih melalui sudut matanya. Ini pertama kalinya dia melihat wanita itu di rumahnya. Sebenarnya dia bukanlah satu-satunya yang menumpang di rumahnya. Ada dua lagi orang lagi yang menjadi penghuni rumahnya hanya saja mereka tidak pernah menampakkan diri secara sengaja cenderung menghiraukan keberadaan Erina. Ah ... bukan orang, sih. Mereka adalah makhluk yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Dan wanita yang satu ini adalah penghuni baru. Ini pertama kali Erina melihatnya.

Erina mengabaikan keberadaan penghuni baru di rumahnya lalu masuk ke dalam kamarnya. Dia bersikap seolah-olah dia tidak melihat wanita itu. Erina langsung masuk ke dalam kamar mandinya dan membersihkan tubuhnya. Tidak butuh waktu lama untuk berada di dalam kamar mandi, Erina keluar dari sana dengan piyama andalannya yang berbahan katun lembut. Erina menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu menarik selimut menutupi tubuhnya hingga sebatas dada.

"Selamat malam," ucap Erina pada dirinya sendiri. Dia lalu menutup matanya bersiap menuju alam mimpi yang bisa membuatnya lupa dengan kesepian yang dia alami selama lima tahun terakhir. Sejak kepergian keluarganya dia tidak lagi memiliki teman. Hanya ada dirinya sendiri yang terkurung dalam rindu untuk keluarganya.

***

Pagi menyapa Erina dengan langit yang menurunkan hujan gerimis. Berhubung hari ini dia libur, jadilah Erina menarik selimutnya kembali dan menutupi tubuhnya dari angin hujan yang berhembus melalui celah jendela kamarnya. Ketika Erina berbalik badan dia menemukan lagi wanita itu yang sedang duduk manis di meja riasnya. Erina menutup matanya mencoba tidur kembali.

Setelah bermalas-malasan selama satu jam, Erina turun dari ranjangnya. Masuk ke dalam kamar mandi lalu membasuh wajahnya. Erina keluar dari rumahnya untuk mencari sarapan. Kalau lagi libur atau dia kebagian shift Erina biasanya masak agak siang. Satu kali memasak dan itu sudah cukup sampai makan malam.

Erina kembali setelah mendapatkan sarapan yang dia inginkan. Erina menyalakan televisi lalu membuka bungkusan makanannya. Dia mulai makan dan mengabaikan makhluk yang duduk tidak jauh dari tempatnya duduk.

Hari-hari berikutnya hantu wanita itu selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Bahkan ke tempat kerja sekalipun. Erina mulai kesal namun, dia menahan diri. Dia tetap bersikap seolah dia tidak melihat wanita itu.

"Selamat datang, selamat berbelanja di Nine Market," sapa Erina pada calon pembeli yang baru saja masuk ke dalam minimarket. Pria itu hanya mengangguk tanpa melihat Erina. Dia lalu berjalan menuju rak minuman dingin. Tidak lama kemudian pria itu berdiri di depan meja kasir. Meletakkan dua minuman dingin beserta sebungkus roti tawar.

"Ini aja, Mas?" Erina bertanya seraya men-scan minuman yang pria itu beli.

"Iya," jawab pria itu pendek.

"Rokoknya, Mas? Lagi promo beli dua gratis satu." Erina menawarkan. Pria itu menatap Erina datar.

"Saya tidak merokok." Erina tersenyum masam.

"Totalnya dua puluh dua ribu, Mas." Pria itu mengeluarkan uang lima puluh ribu lalu memberikannya pada Erina.

"Kembaliannya, terima kasih telah berbelanja, se-" Erina belum selesai pria itu sudah meninggalkannya dengan wajah datarnya. Erina menggeleng pelan, ini bukan pertama kalinya dia mendapat pembeli seperti itu. Erina sudah menemui banyak orang dengan sifat yang berbeda-beda.

Erina melirik kecil pada hantu wanita yang terlihat gelisah. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu tapi urung karena Erina terlihat tidak peduli. Erina memang hanya melirik kecil setelah itu dia kembali bekerja melayani pembeli.

Erina meregangkan otot-ototnya setelah lelah berdiri seharian. Dia bersiap untuk pulang ke rumah setelah selesai hitung-hitungan dengan rekan kerjanya. Hari ini kasir yang Erina pegang minus lima ribu rupiah. Dia sudah menghitungnya secara teliti dan berkali-kali namun, hasilnya tetap sama. Mau tidak mau dia harus mengganti uang itu. Meski hanya lima ribu namun dia tidak ikhlas. Lima ribu sudah bisa membeli dua bungkus kopi instan.

Erina sadar hantu wanita itu sudah semakin menempel dengannya. Jika sebelumnya dia menjaga jarak namun, sekarang jarak mereka sangat dekat. Erina tidak takut akan tetapi dia merasa risih. Kembali ke rumah dengan mengendarai motornya dan Erina tidak kaget ketika melihat wanita itu sudah berada di depan pintu rumahnya. Entah bagaimana caranya, mungkin dia terbang, pikir Erina. Dia belum pernah berkomunikasi dengan hantu, jadi dia tidak tahu bagaimana cara mereka berpindah tempat.

Erina kali ini langsung masuk ke kamarnya kemudian dia menuju kamar mandi. Membersihkan tubuhnya lalu keluar lagi untuk makan malam. Erina akhirnya jengah dia menatap hantu wanita itu dengan kesal. Bahkan tadi hantu wanita itu mengikutinya hingga ke kamar mandi.

"Apa mau mu?" tanya Erina pada akhirnya. Dia sudah tidak nyaman dengan hantu wanita yang walaupun pucat tapi masih tetap cantik. Hantu wanita itu tersenyum tipis.

"Tolong temui suamiku dan katakan padanya untuk melepaskan kepergianku. Tolong hibur dia agar dia tidak bersedih lagi," pinta wanita itu dengan nada memohon. Erina terkejut ketika mendengar hantu itu berbicara. Nada suaranya terdengar pelan nyaris seperti berbisik namun, angin yang dihasilkan cukup membuat Erina merinding. Dilihat dari tampilannya Sepertinya dia belum lama berpindah alam.

"Kenapa aku harus melakukannya?" Erina tentu tidak mau menemui laki-laki itu. Bisa-bisa dia dikatakan orang gila. Zaman sekarang sudah canggih, sangat jarang ada orang yang percaya tentang hal-hal gaib atau sejenisnya.

"Dia sangat bersedih karena kepergian ku yang tiba-tiba. Tolong bantu dia untuk mengikhlaskan aku, agar aku bisa pergi ke tempat yang seharusnya."

"Maaf, aku tidak bisa membantumu. Menghibur suamimu bukan tugasku. Aku yakin masih banyak orang di sampingnya yang mampu melakukan itu," tolak Erina. Hantu wanita itu menggeleng.

"Dia tidak mau mendengarkan siapa pun. Aku yakin kamu adalah orang tepat yang bisa membuatnya bangkit kembali."

"Aku tidak bisa melakukannya. Silahkan cari orang lain untuk melakukan itu." Erina tetap kukuh untuk menolak. Orang terdekatnya saja tidak pria itu dengarkan apalagi orang asing sepertinya? Erina tidak mau mengambil resiko, dia juga tidak tahu bagaimana sifat pria itu. Bagaimana kalau dia adalah seorang psikopat? Atau mungkin pembunuh bayaran. Erina menggeleng ngeri.

"Aku akan terus mengikuti kamu sampai kamu setuju untuk bertemu dengan suamiku," ucapnya kukuh. Erina mengangkat bahunya cuek, dia sudah terbiasa bersama dengan makhluk sejenisnya. Jadi Erina yakin dia bisa bertahan dan membuat hantu itu pergi sendiri.

__________________

Bersambung...

Salam sayang, Emhy

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, eks-militer yang kabur dari penjara akibat fitnah keji, kini menjadi buronan Interpol demi melacak adik angkatnya. Di tengah pelarian, ia terpaksa bertahan hidup sebagai pembunuh bayaran berdarah dingin. Kehidupannya mulai berubah saat ia jatuh hati pada Rheyna. Namun, dilema besar menghantam Sammy ketika ia mendapati bahwa target eliminasi berikutnya merupakan sosok penting yang sangat dekat dengan wanita yang dicintainya tersebut.
Sampul Novel CAUGHT IN A BAD CHARACTER
9.1
Tewas secara tragis membawa Juwita Chou bereinkarnasi menjadi Sallyana Fedelian. Karakter barunya ini adalah putri bangsawan kejam yang ditakdirkan mati di usia muda. Demi bertahan hidup, Juwita harus mengubah nasib buruk tersebut. Ia pun berusaha mengacaukan alur cerita asli sambil menghadapi kecurigaan dari lima tokoh utama pria. Namun perlahan, sebuah rahasia takdir yang kelam mulai terkuak, mengungkap hubungan misterius antara dirinya dan sosok asli Sallyana.
Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins
9.7
Dua saudara kembar terpisah sejak bayi tanpa sebab yang pasti, menjalani takdir berbeda di dunia manusia dan dunia kristal. Walau terhalang dimensi, ikatan batin mereka tetap terhubung erat. Didorong hasrat mengungkap asal-usul diri, keduanya berjuang memecahkan misteri di balik perpisahan mereka. Mampukah kekuatan hubungan batin ini menyatukan mereka kembali sekaligus menyingkap segala rahasia yang selama ini terselimuti?
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia kini dicekam teror Eaters, predator mirip manusia yang berubah jadi monster pemangsa daging saat malam tiba. Di tengah situasi mengerikan ini, Rio Rosswel harus menyaksikan ibunya tewas mengenaskan oleh makhluk bercakar tajam tersebut. Sambil bersembunyi di dalam lemari, ia terpaksa menahan tangis serta amarahnya. Kejadian traumatis itu memicu dendam mendalam, hingga Rio bersumpah akan membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
9.7
Tiga tahun aku tulus menyembuhkan kutukan Alpha Kaelan, tetapi ia mengkhianatiku demi Lila saat hari ulang tahunku. Terhasut kelicikan Lila, Kaelan menyiksa keluargaku atas fitnah keji. Ketika ia memaksaku kembali, aku memilih memutuskan ikatan kami. Kini, aku berpaling ke kawanan musuh demi bersatu dengan pasangan takdir sejatiku yang baru saja terbangun dari koma panjangnya.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun berlalu sejak kematian tragis Jernih Suminar. Sang putri, Lintang Prameswari, bertekad membalas dendam dengan mencari dalang ruwat sakti. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra, pria awet muda itu, adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra tega menumbalkan jiwanya demi kekuasaan dan menelantarkan Lintang. Kini, di tengah intrik klenik dan mitos, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya dengan bantuan sosok misterius bernama Wage.