APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan

Dijebak Dipelaminan

Niat hati hanya menjadi tamu undangan, Adeline Vyantara justru berakhir di altar. Ia terpaksa menggantikan posisi mempelai wanita untuk Alaric Mahendra, sang pewaris kaya yang merasa dijebak oleh keluarganya sendiri. Alaric awalnya berniat membatalkan pernikahan ini, namun keberanian Adeline dalam melindungi kehormatan keluarga membuatnya urung. Kini, keduanya harus menjalani pernikahan dingin yang dipenuhi aturan ketat. Di balik benci dan misteri masa lalu, perasaan cinta perlahan tumbuh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Adeline tak tahu bagaimana dia bisa berdiri di sini. Semua terasa seperti mimpi buruk yang belum berakhir.

Begitu pesta pernikahan selesai, tanpa banyak basa-basi, Alaric menyeretnya keluar dari aula pernikahan dengan genggaman dingin di pergelangan tangannya. Tak ada bulan madu, tak ada pelukan hangat atau kecupan mesra di dahi seperti yang didapat pengantin lain. Yang ada hanya sunyi yang menegangkan, udara yang dipenuhi ketegangan, dan seorang pria yang jelas-jelas membenci keberadaannya.

Dia duduk diam di kursi belakang Rolls-Royce hitam yang membawa mereka ke rumah baru mereka-bukan, bukan rumah mereka, tapi rumah Alaric. Tempat di mana dia sekarang terjebak dalam pernikahan yang bahkan tak pernah dia bayangkan.

"Jangan salah paham, Adeline," suara Alaric terdengar tajam, memecah keheningan di dalam mobil. "Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai istriku."

Adeline memalingkan wajahnya ke arah pria itu. Mata tajam Alaric menatap lurus ke depan, wajahnya datar, tetapi amarahnya begitu kentara.

"Aku juga tidak pernah meminta pernikahan ini," balasnya dingin.

Alaric menoleh, matanya menyipit seolah menilai setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Bagus. Maka kita sudah sepakat."

Sepakat? Sepakat bahwa pernikahan ini adalah penjara bagi mereka berdua? Adeline mengepalkan tangannya di atas pangkuannya. Itu bukan kesepakatan-itu adalah hukuman.

Begitu mereka tiba di rumah Alaric-sebuah penthouse mewah di jantung kota-Adeline tak punya waktu untuk mengagumi keindahan interior modern yang mahal itu. Dia terlalu sibuk menahan detak jantungnya yang berdebar keras saat Alaric membuka pintu dengan kasar dan berjalan masuk, tanpa sedikit pun menoleh ke arahnya.

"Kamar utama adalah milikku," ucap Alaric tanpa menoleh. "Kau bisa memilih salah satu kamar tamu di lantai atas."

Adeline mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. "Aku tidak butuh belas kasihanmu."

Alaric berhenti melangkah, lalu berbalik, menatapnya dengan sorot mata penuh sindiran. "Belas kasihan?" Dia tertawa rendah. "Jangan salah paham. Aku hanya tidak ingin berbagi tempat tidur dengan wanita yang bukan pilihanku."

Kata-kata itu menusuk lebih tajam daripada yang seharusnya. Adeline mendongak, menolak untuk menunjukkan bahwa ucapannya berpengaruh padanya.

"Aku juga tidak ingin berbagi tempat tidur dengan pria yang menganggap dirinya terlalu berharga," balasnya, mencoba menahan emosinya.

Tatapan Alaric menjadi lebih gelap. Mereka saling menatap dalam diam, seakan saling mengukur seberapa dalam kebencian yang bisa mereka arahkan satu sama lain.

Akhirnya, Alaric tersenyum sinis. "Bagus. Kalau begitu, mari kita buat aturan."

Adeline melipat tangannya di dada. "Aturan?"

Alaric melangkah lebih dekat, membuat jarak di antara mereka hampir tidak ada. "Ya. Kau tidak menyentuh hidupku, dan aku tidak akan menyentuh hidupmu. Kau bisa tinggal di sini sebagai 'istriku' di depan publik, tapi di dalam rumah ini, kita adalah orang asing."

Adeline menatapnya tajam. "Sempurna."

"Dan satu hal lagi." Alaric mendekatkan wajahnya, suaranya semakin rendah. "Jangan pernah berpikir kau punya hak atas apa pun dariku. Bukan perhatianku, bukan waktuku, dan yang paling penting, bukan hatiku."

Jantung Adeline berdegup keras, tapi dia menolak mundur. Dia mengangkat dagunya, menatap pria itu tepat di matanya. "Percayalah, Alaric. Aku bahkan tidak ingin tahu apakah kau punya hati atau tidak."

Alaric tertawa kecil, suara yang penuh ejekan. "Selamat datang di rumahmu, Nyonya Mahendra. Semoga kau menikmati neraka kecil ini."

Lalu dia berbalik dan pergi, meninggalkan Adeline berdiri di tengah ruangan, sendirian, dengan beban yang kini terasa semakin menghancurkannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara bertekad kuat mempertahankan status pernikahan demi menjaga kemewahan hidupnya. Namun, Vesper diam-diam merancang taktik licik agar sang istri bersedia menuntut cerai, demi memuluskan jalannya menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan bersama, konflik besar akhirnya meledak di antara mereka. Elara kini harus berjuang bertahan di tengah tekanan berat sang suami, terjebak dalam pusaran ambisi, pengkhianatan, serta intrik cinta yang rumit.
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. Keadaan kian berat ketika Fanny, sahabat karibnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup di tengah keterpurukan, Amanda memutuskan bekerja menjadi pelayan di rumah seorang miliarder bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex yang berhati dingin terus mempersulit pekerjaannya agar ia tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak
7.9
Arga Satria Wicaksana terpaksa mencari istri sewaan demi menutupi kelemahan rahasianya. Namun, pernikahan kontrak ini justru membawa keajaiban yang tak terduga. Kehadiran wanita sewaan tersebut perlahan menyembuhkan penyakit kronis yang diderita Arga selama bertahun-tahun. Hubungan formal yang awalnya murni demi bisnis ini kini menjadi satu-satunya kunci kesembuhan Arga, sesuatu yang mustahil ia dapatkan dari pengobatan medis mana pun.
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan
8.6
Embun terjebak dalam dilema besar ketika harus segera angkat kaki dari rumah kakak iparnya. Syaratnya berat: ia wajib menikah agar sang kakak tidak cemas, padahal ia sendiri tidak punya pasangan. Di tengah keputusasaan, seorang kakek yang merupakan pelanggan setia kafenya datang membawa solusi tak terduga. Sang kakek meminta Embun untuk menikahi putra bungsunya, Kaisar Rahardja, seorang presdir kaya. Meski pernikahan impian ini akhirnya terwujud, Embun dilingkupi tanda tanya besar mengenai alasan sebenarnya di balik kesediaan Kaisar menikahinya begitu saja.
Sampul Novel Michael Obsession
9.7
Michael Yates Hutomo sekian lama mengobsesi Casandra dan menunggu momen pas untuk merebutnya. Peluang itu hadir saat usaha Casandra di ambang kehancuran. Michael bersedia menolong, tetapi ia menuntut pernikahan sebagai imbalan. Demi melindungi aset keluarganya, Casandra terpaksa melepaskan sang kekasih. Walau fisiknya kini dalam cengkeraman miliarder itu, Casandra bertekad kuat bahwa hati dan cintanya tidak akan pernah bisa Michael miliki.