APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat

Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat

Ziva mengakhiri hubungan lima tahunnya setelah Luis Loren memberikan hadiah murah sementara membelikan kapal pesiar mewah untuk cinta pertamanya, Paula. Lima tahun kemudian, mereka bertemu kembali di sebuah konferensi bisnis. Luis yang kini sukses menggandeng Paula, mengejek Ziva yang berpenampilan berantakan di dekat air mancur hotel mewah. Luis mengira Ziva hidup menderita dan mengemis belas kasihan. Padahal, Ziva hanya sedang mencari berlian biru milik putranya yang tidak sengaja terjatuh ke air.
Bab
Bagikan

Bab 4

Melihat ekspresi Luis, suatu kenangan pun melintas di benakku.

Lima tahun yang lalu, malam itu turun hujan.

Luis baru mengambil alih perusahaan. Karena kemampuannya kurang memadai, dia diragukan oleh dewan direksi.

Dia duduk di kantor dengan kelelahan.

Ketika aku menemukannya, dia sedang menatap sebuah cincin berlian dengan linglung.

Itu adalah hadiah pertama yang kubelikan untuknya dengan tabunganku.

Aku bertanya dengan pelan, "Ada apa?"

Luis menatapku, tatapannya sangat lembut dan dibaluti dengan rasa bersalah. "Aku sedang memikirkan apakah aku pantas menerima hadiah semahal ini. Ziva, aku mungkin nggak bisa mengambil alih perusahaan ini."

Aku berdiri di belakangnya sambil memijat bahunya dengan lembut.

"Kesuksesan bukan sesuatu yang instan, kamu sudah bekerja keras."

"Ziva." Dia menoleh ke arahku, tatapannya sangat lesu. "Kalau suatu hari aku makin sukses atau mungkin menghadapi badai yang lebih besar dari sekarang, apa kamu akan tetap menemaniku?"

"Pasti." Tanpa ragu-ragu, aku langsung menjawab, "Ke mana pun kamu pergi, aku akan selalu menemanimu."

Saat itu, dia menggenggam erat tanganku, seolah-olah aku adalah berlian paling berharga yang dia miliki.

Namun sekarang, melihat berlian biru yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal, Luis menyebutnya hadiah murahan.

"Ziva?" Melihatku melamun, Paula pun kesal. "Kenapa melamun? Cepat serahkan berlian biru itu!"

Aku segera tersadar, semua orang menatap berlian biru di tanganku.

"Serahkan? Kenapa?"

Kapten satpam melangkah maju sambil berkata dengan tegas, "Berlian biru sangat mahal. Meskipun ini bukan apa-apa bagi orang kaya di sini, orang sepertimu nggak akan sanggup membelinya. Dari mana kamu mencurinya?"

"Aku nggak mencuri." Aku mengerutkan kening. "Ini hadiah ulang tahun putraku."

"Hadiah?" Paula mendengus dingin. "Ziva, kalau kamu mau berbohong, setidaknya cari alasan yang meyakinkan. Dilihat dari penampilanmu yang miskin ini, kamu pasti menikah dengan orang miskin sepertimu dan anakmu pun pasti miskin. Siapa yang akan memberikan berlian biru berkualitas langka seperti ini untuk anakmu?"

Satpam itu segera menimpali, "Benar! Pasti curian! Mana mungkin orang miskin sepertimu bisa membeli berlian biru seperti ini?"

Ekspresi kapten satpam menjadi makin serius. "Mencuri barang berharga adalah kejahatan berat! Berdasarkan hukum, kamu akan dijatuhkan hukuman berat."

"Sudah kubilang ini bukan curian!" Aku hampir kehilangan kesabaranku.

"Kalau begitu, buktikan." Akhirnya, Luis berbicara. "Kalau nggak, sebagai wakil Konferensi Bisnis, aku berhak menyerahkanmu pada polisi."

Di tengah momen yang menegangkan ini, tiba-tiba terdengar bunyi "ting" dan pintu lift terbuka.

Seorang anak kecil berlari keluar sambil menangis.

"Ibu! Ibu! Di mana berlianku? Ayah bilang Ibu akan membantuku menemukannya!"

Dia adalah putraku yang berusia tiga tahun, Kris Devon.

Melihatnya datang, aku pun luluh.

"Kris!" Aku berlutut sambil membuka kedua tanganku. "Ibu sudah menemukannya! Di sini."

Orang-orang di sekitar tercengang.

Anak laki-laki ini baru berusia tiga tahun, tetapi dia mengenakan setelan jas yang dirancang oleh desainer genius, Voni. Selain itu, Voni adalah desainer yang terkenal di kalangan atas.

Awal tahun, setelan jas itu dilelang dengan harga puluhan miliar dan dibeli oleh seorang taipan misterius. Semua orang di sini mengenal setelan itu.

"Ini ... anak ini ...." Kapten satpam terbata-bata.

Paula tiba-tiba melangkah maju dan merebut Kris dari pelukanku.

"Dia pasti adalah pewaris dari keluarga kaya, mana mungkin dia adalah putranya Ziva?"

Kris meronta dan berteriak dalam pelukan Paula, "Ibu! Ibu! Aku mau ibuku!"

"Anak ini pasti diculik!" Paula mengumumkan dengan lantang, "Ziva bukan hanya mencuri, dia juga memperdagangkan anak-anak, khususnya pewaris dari keluarga kaya!"

Suasana di lobi menjadi ricuh.

"Menculik pewaris dari keluarga kaya?"

"Astaga, orang yang lahir dari keluarga miskin memang nggak bisa dipercaya. Bisa-bisanya menculik anak orang kaya untuk meningkatkan statusnya!"

"Pantas dia punya berlian biru, pasti dicuri dari anak ini!"

Kapten satpam segera memerintahkan anak buahnya, "Tangkap dia! Ini kejahatan berat!"

Beberapa satpam melangkah maju, mereka menahan lenganku ke belakang.

Aku mencoba untuk melepaskan diri, tetapi mereka terlalu kuat dan ramai.

"Lepaskan aku!" Aku berteriak dengan marah, "Kris itu putraku!"

"Putramu?" Paula mendengus dingin sambil menatap Kris yang berada di dalam pelukannya. "Keluarga mana yang akan menerima wanita dari keluarga miskin sepertimu? Apalagi mengizinkanmu melahirkan pewaris untuk keluarga mereka? Ziva, kebohonganmu makin konyol."

Kris menangis tersedu-sedu dalam pelukannya. "Ibu! Aku mau ibuku! Kamu wanita jahat! Dasar wanita jahat!"

Melihat anakku begitu menderita, hatiku seolah-olah disayat dengan pisau.

Aku berusaha kuat untuk melawan, tetapi para satpam malah memperkuat genggaman mereka.

"Ziva." Luis menghampiriku, lalu menatapku dengan kecewa. "Aku tahu kamu serakah, tapi aku nggak menyangka kamu akan bertindak sejauh ini."

"Mencuri, menculik, berbohong ... apa lagi yang nggak berani kamu lakukan?"

"Dulu, aku nggak memilihmu adalah pilihan yang tepat. Kamu nggak pantas menjadi nyonya Keluarga Loren."

Dia berkata pada kapten satpam, "Bawa dia pergi dan serahkan pada polisi. Sedangkan anak ini, hubungi semua anggota konferensi ternama, tanyakan siapa yang kehilangan anak mereka."

"Nggak!" Aku menggelengkan kepala berulang kali. "Kris adalah putraku! Kalian nggak boleh bawa dia pergi."

Tepat pada saat ini, pintu lift terbuka.

Seorang pria keluar dengan memancarkan aura yang mencekam.

Tingginya 1,88 meter, dia mengenakan setelan hitam dengan potongan sempurna. Setiap gerak-geriknya memancarkan wibawa yang tidak terkalahkan.

Setiap presdir yang hadir, termasuk Luis, semuanya menundukkan kepala untuk memberi hormat.

Lobi yang sebelumnya berisik pun menjadi sunyi, aku mendengar seseorang berkata dengan pelan, "Konglomerat sudah datang, kita harus tampil baik biar bisa mendapatkan investasinya ...."

Sepasang mata gelap pria itu menyapu sekeliling, pada akhirnya berhenti padaku.

Saat kami bertatapan, air mata pun menggenang di mataku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Dari Anakku
8.0
Hidup Anastasia Tillman hancur dalam semalam akibat dikhianati orang terdekat hingga ia terusir. Lima tahun kemudian, ia berhasil bangkit sebagai desainer perhiasan sukses yang membesarkan putra kecilnya sendirian. Namun, kedamaiannya goyah saat seorang miliarder datang menawarkan pernikahan demi sang anak. Walau Anastasia merasa sanggup mandiri, kemiripan wajah putranya dengan pria kaya itu sangat sulit dibantah. Akankah ia menerima pinangan tersebut?
Sampul Novel Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
9.5
Demi bisnis sang ayah, Zara Liana Anastasya terjebak pernikahan paksa dengan Rafiq Arkan Devantara. Di balik pernikahan ini, Rafiq menyimpan ambisi gelap dan awalnya memperlakukan Zara dengan sangat kejam. Namun secara tak terduga, sikap dinginnya berubah menjadi penuh perhatian. Saat misteri dan dendam masa lalu mulai terkuak, akankah ikatan pernikahan mereka mampu bertahan, atau justru hancur akibat rahasia besar yang selama ini tersembunyi?
Sampul Novel Is This Love?
8.7
Farrel Aditama Effendi, pria kaya berjiwa bebas, sangat berbeda dari Fachmi, saudara kembarnya yang kaku. Didorong obsesi untuk memiliki sang kakak, Farrel berniat merusak rencana pertunangan Fachmi dengan seorang wanita lembut. Namun, taktik sabotase lewat penyamaran sebagai kembarannya justru menjadi bumerang. Farrel malah jatuh hati pada calon tunangan kakaknya itu. Kini, ia didera kecemasan besar jika kedoknya terungkap.
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Empat tahun membina rumah tangga dengan CEO sukses bernama Dimas Satria, Putri Wijaya merasa hidupnya sangat bahagia. Namun, dunianya yang tenang mendadak hancur setelah sebuah rekaman video mengungkap perselingkuhan sang suami. Dimas rupanya telah berpoligami secara rahasia dengan Rina, sahabat dekat yang selama ini sudah dianggap Putri sebagai adiknya sendiri. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa orang kepercayaannya justru menjadi perusak pernikahannya.
Sampul Novel Kehormatan Yang ternoda
9.0
Nasib malang menimpa Salmah, gadis desa miskin yang harus merawat Ayuna sendirian akibat diperkosa. Tiga tahun kemudian, Jhondra Mahardika sang pelaku datang lagi demi merebut anak itu. Langkah ini ia ambil lantaran istrinya, Dinda Kirana, mandul setelah rahimnya diangkat. Agar hak asuh sang putri tidak hilang, Salmah terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Jhondra. Sayangnya, keputusan tersebut justru menyeretnya ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh siksaan batin.
Sampul Novel Keturunan Rahasia
8.5
Akibat intrik licik sang paman, Rajendra Antariksa melakukan kesalahan fatal pada Amara Lucia Haidar. Sepuluh tahun berlalu dalam penyesalan, pewaris Antariksa Group ini terkejut saat tahu Amara mengalami trauma berat dan telah melahirkan putra mereka secara rahasia. Berniat menebus dosanya di masa lalu, langkah Rajendra justru menemui jalan buntu. Ia harus menghadapi penolakan luar biasa dari Amara, orang tuanya, hingga darah dagingnya sendiri.