APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dicampakkan Suami dalam Kebakaran Rumah

Dicampakkan Suami dalam Kebakaran Rumah

Dua saudara perempuan menikah di hari yang sama dengan sepasang sahabat: kapten pemadam kebakaran dan polisi. Mereka hidup bertetangga di lantai apartemen yang sama hingga bencana kebakaran melanda. Di tengah kepungan api, panggilan darurat mereka diabaikan oleh para suami. Tragedi ini menyebabkan satu bayi lahir mati dan yang lain keguguran. Menghadapi kenyataan pahit dan pengkhianatan ini, kedua saudara tersebut sepakat mengambil langkah tegas untuk menceraikan suami mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku dulu berkhayal bahwa aku pasti akan bahagia setiap hari setelah menikah.

Tapi dia ingat Monika takut ketinggian. Padahal dia tidak peduli sama sekali dengan asma yang aku derita sejak hamil.

Aku terengah-engah dalam asap yang menyesakkan. Tanganku terlalu lemah untuk memegang ponsel dan sampai ponselku terjatuh beberapa kali. Rasa sakit yang luar biasa akibat kontraksi mewarnai gaun kuning mudaku menjadi warna merah darah.

Tapi dia?

Teleponku ditolak berulang kali. Baru saat aku hampir kehilangan kesadaran, dia akhirnya mengangkat panggilan.

"Sayang ... perutku ... sakit ... tolong ... cepat ke sini ...."

Suaraku jelas sangat lemah dan pendek, tidak bisa mengucapkan satu kalimat dengan lengkap.

Tapi yang kudengar pertama kali dari sana adalah tangisan Monika. "Terlalu berbahaya, Kak Yudha, jangan naik! Tinggalkan aku!"

Hatiku pun membeku seutuhnya.

Api membumbung semakin besar.

Dan Yudha memarahiku tanpa pikir panjang. "Lagi-lagi sakit lagi. Mengeluh sakit terus setiap saat. Ibu hamil lain nggak ada yang seperti kamu!"

"Kamu bukan tuan putri, nggak usah pura-pura manja!"

"Aku sedang bertugas, jangan telepon lagi!"

Tapi dia bahkan tidak tahu bahwa kesadaranku kabur beberapa kali hanya dalam beberapa kalimat itu.

"Jangan!"

Suaraku parau, berteriak sekuat tenaga, "A-aku ... pendarahan ...."

"Ah! Kak Yudha, aku takut!"

Jeritan Monika tiba-tiba terdengar dari telepon.

Yudha seketika kehilangan kesabarannya. "Pendarahan bukan berarti melahirkan. Yang seperti ini saja masih harus kuberi tahu?"

"Kenapa kamu harus telepon sekarang? Aku sedang bertugas menyelamatkan orang! Kamu tahu nggak, Monika sedang disandera pembunuh di atap gedung. Nyawanya sedang dipertaruhkan!"

"Kamu bawel terus setiap hari!"

"Nggak bisa panggil dokter sendiri? Aku bukan bidan!"

Saat ucapannya selesai, aku sudah kehabisan tenaga.

Ponselku terjatuh ke lantai. Aku memejamkan mata dan membiarkan air mataku meluncur, sementara Tiara mungkin sedang menunggu ajal menjemputnya.

Tapi kemudian, adikku itu muncul.

Tanpa peduli bahwa dia juga hamil lima bulan, Tiara menutupi kepalaku dengan handuk basah dan berlari menuruni lantai 13 sambil menggendongku di punggungnya.

Tapi begitu menurunkanku di bawah, dia memegangi perutnya kesakitan.

Jadi, tidak seperti aku.

Adikku terpaksa melakukan aborsi darurat.

"Kak, sakit ...."

Di rumah sakit, ranjangnya tepat di sebelah ranjangku. Air mata mengucur di wajahnya yang pucat. Tatapannya hampa. "Perutku sakit. Hatiku juga sakit ...."

Aku jadi semakin sedih dan kehilangan kata-kata.

Karena saat menelepon tadi, aku juga sayup-sayup mendengar suara Dimas, suaminya.

Dia terdengar seperti sedang menghibur Monika dengan sangat lembut.

Sungguh konyol.

Kami kira, kami menikah di hari yang sama karena cinta. Mana tahu, hanya satu tahun kemudian kami berdua akan berakhir seperti badut.

Ponsel adikku tiba-tiba berdering.

Dimas menelepon. Dia langsung marah-marah begitu panggilan terhubung. "Otakmu mengerut ya sejak hamil?! Sudah berapa kali kubilang, jangan berhubungan lagi dengan kakakmu yang suka drama itu!"

"Semua omonganku cuma lewat saja di telingamu, ya 'kan?"

"Penculikan Monika sangat berbahaya. Kalau Yudha salah sedikit saja dan gagal menyelamatkannya, dia bisa jatuh dari ketinggian!"

"Kakakmu pintar sekali memilih waktu. Apa dia ingin Monika mati?!"

"Jangan ikut-ikutan kakakmu. Kalau suatu hari benar-benar ada yang mati karena dia, aku sumpah akan menangkap kalian berdua dan menghukum mati kalian!"

Tanpa menunggu jawaban, telepon langsung ditutup.

Adikku hanya sempat menggerakkan bibirnya dan nomornya sudah diblokir.

"Kak ... kenapa? Kenapa bisa seperti ini?"

"Kalaupun dia salah paham, kenapa dia nggak tanya keadaan anaknya sama sekali?"

"Dia sudah satu bulan nggak pulang ...."

Adikku terisak-isak dan menutupi perutnya dengan lembut.

Masker oksigennya segera dipenuhi kabut. Suara napasnya yang sesak seperti pisau tumpul menusuk-nusuk jantungku.

"Tiara, maafkan aku. Ini semua salahku ...."

Aku menutupi wajahku penuh sesal, tersedu-sedu tak terkendali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel Dikhianati Saudara Tiri
9.5
Hidup Kiana Putri hancur akibat pengkhianatan keji dari saudara tirinya, Salsabila, dan sahabatnya, Dara. Diusir dari rumahnya, ia berjuang selama lima tahun hingga sukses menjadi desainer perhiasan. Sebagai ibu tunggal, ia fokus membesarkan putranya, Haidar, sambil menutup rapat hatinya yang terluka. Namun, ketenangannya terusik saat Alif tiba-tiba datang menawarkan pernikahan serta perlindungan bagi Haidar. Kiana pun bimbang menghadapi pria misterius ini.
Sampul Novel Misi 27 Hari Yura
9.8
Demi menghindari perjodohan dari orang tuanya, Yura Anindita nekat menjalankan sebuah misi mendesak. Ia harus menemukan calon suami pilihannya sendiri dalam waktu 27 hari sebelum usianya menginjak 27 tahun. Di tengah kejaran waktu, Yura dihadapkan pada dua pilihan sulit: sosok yang datang dari masa lalunya atau seorang pria baru yang sangat memikat. Akankah misi ini berhasil menyelamatkannya, atau justru ia harus menerima perjodohan tersebut?
Sampul Novel PESONA IBLIS MAFIA KEJAM
9.6
Kendati telah kabur dari ayahnya demi menghindari dunia hitam, warisan darah mafia tetap mengalir kuat di tubuh pria ini. Di balik sosoknya yang sangat dingin, kejam, dan mematikan, ia memiliki ketampanan memikat layaknya iblis Lucifer. Kebrutalan serta bahaya yang menyelimuti dirinya justru menjadi magnet kuat yang tak bisa ditolak oleh para wanita dan orang-orang di sekitarnya, memancarkan pesona gelap yang begitu menawan.
Sampul Novel Selamat Tinggal, Cintaku yang Ceroboh
8.5
Pasca pertemuan tidak terduga, Verena terjebak hubungan tanpa status bersama Jeffrey, saudara mantan pacarnya. Kesepakatan awal mereka yang tanpa komitmen goyah saat Jeffrey menjadi sangat posesif. Keadaan memburuk hingga hubungan mereka kandas ketika cinta pertama Jeffrey kembali hadir. Saat Verena mencoba menata hidup dan bersiap tunangan dengan lelaki lain, Jeffrey muncul lagi untuk mengklaim dirinya. Verena tegas menolak, tetapi Jeffrey bersikeras enggan melepasnya.
Sampul Novel Shadow Under The Light
8.3
Bagi diriku, kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Takdir ironis dimulai saat aku berjumpa Axel, pembunuh berwajah tampan yang mengancam nyawaku. Alih-alih takut, aku malah terpikat olehnya. Axel menyukai mataku yang tenang menghadapi ajal, lalu memberiku kasih sayang tulus di balik kekejamannya. Namun kini, kecemasan mulai membayangi. Aku terus bertanya-tanya, kapankah ajalku akan tiba jika suatu saat nanti mataku ini tidak lagi terlihat memikat di hadapannya?