APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dibuang Suami Diratukan Boss

Dibuang Suami Diratukan Boss

Setelah delapan tahun membina rumah tangga, Alya dikhianati dan dibuang oleh suaminya dengan tuduhan mandul. Ia bahkan dijual kepada seorang penguasa kota yang sangat berpengaruh. Tak disangka, malam itu justru membuatnya hamil. Kini, Alya harus memilih antara bayang-bayang masa lalunya yang kelam atau melangkah maju bersama pria asing yang merupakan ayah dari anak di kandungannya. Sanggupkah Alya bangkit dan memperjuangkan keadilan atas segala rasa sakit yang telah ia lalui?
Bab
Bagikan

Bab 3

Beberapa bulan berlalu, dan Alya terus berjuang menjalani hari-harinya. Kehamilannya semakin besar, dan setiap gerakan kecil di dalam perutnya seolah menjadi pengingat bahwa ia tak sendiri lagi. Anak ini adalah harapan barunya, satu-satunya hal yang memberinya kekuatan untuk bertahan meski telah dihancurkan oleh orang-orang yang ia percayai.

Namun, ada hari-hari di mana rasa sakit itu kembali menghantuinya. Kenangan akan pengkhianatan Raka dan ejekan sinis Nadya sering kali datang tak diundang, membawa perasaan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Alya berusaha untuk tetap tegar, namun terkadang, ia tak bisa menahan rasa perih yang mendera. Terutama saat malam tiba, ketika ia terbaring sendirian, ditemani oleh keheningan yang menyakitkan.

Di saat-saat seperti itu, tanpa ia sadari, Adrian kerap hadir di sisinya. Meski pria itu masih menjadi sosok asing baginya, Alya perlahan-lahan mulai melihat sisi lain dari dirinya. Adrian adalah seseorang yang, di balik sikap dinginnya, ternyata memiliki perhatian yang tulus dan keteguhan hati. Ia sering kali mengunjungi Alya, memastikan bahwa semua kebutuhannya tercukupi, bahkan memeriksakan kondisi kehamilannya secara rutin.

Suatu malam, ketika Alya tengah menatap langit malam dari jendela kamarnya, ia mendengar ketukan di pintu. Saat ia membuka pintu, Adrian berdiri di sana, membawa seikat bunga mawar putih dan senyuman lembut yang jarang ia perlihatkan.

"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja," ucap Adrian, meletakkan bunga itu di meja kecil di samping tempat tidur Alya.

Alya tersenyum tipis, merasa terharu namun juga sedikit bingung dengan sikap Adrian yang begitu peduli. "Terima kasih, Adrian. Aku... aku tak tahu harus berkata apa."

Adrian menatapnya dengan lembut. "Kau tak perlu berkata apa-apa, Alya. Aku hanya ingin kau tahu, aku ada di sini. Aku tahu semua ini berat bagimu, tapi kau tak perlu menanggungnya sendirian."

Kata-kata itu begitu menenangkan hati Alya. Ia merasa seolah ada seseorang yang benar-benar memahami beban yang ia rasakan. Di tengah kebingungannya, Alya mendapati dirinya mulai mempercayai Adrian, meski hatinya masih dipenuhi dengan luka dari masa lalunya.

"Adrian..." Alya berbisik, suara bergetar. "Aku takut... Aku takut kalau suatu hari nanti, kau akan meninggalkanku seperti yang dilakukan Raka."

Adrian mendekatinya, meraih tangan Alya dengan lembut. "Percayalah, aku bukan Raka. Aku takkan melakukan hal yang sama padamu. Aku mengerti rasa takut dan sakit yang kau alami, tapi aku berjanji, aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak ini, dan jika kau mengizinkanku, aku juga ingin menjadi seseorang yang selalu ada untukmu."

Alya terdiam, tak sanggup berkata-kata. Kata-kata Adrian menyentuh hatinya yang rapuh, memberikan sedikit harapan di tengah kegelapan yang ia rasakan. Namun, meski begitu, luka yang ia alami terlalu dalam, dan ia tak bisa begitu saja melupakan rasa sakitnya.

"Adrian," Alya berkata pelan, suaranya bergetar. "Aku butuh waktu... Aku butuh waktu untuk menyembuhkan diriku sendiri."

Adrian mengangguk penuh pengertian. "Aku akan menunggumu, Alya. Berapa lama pun yang kau butuhkan, aku akan tetap ada di sini."

Waktu berlalu, dan hubungan mereka perlahan-lahan berubah. Adrian menjadi tempat Alya bersandar, seseorang yang selalu hadir di saat ia membutuhkan. Ketulusan Adrian sedikit demi sedikit membuka hatinya yang terluka, meskipun Alya tahu, ia tak bisa sepenuhnya melupakan rasa sakit yang ia alami.

Suatu hari, ketika Alya sedang berjalan di taman bersama Adrian, ia melihat sosok yang tak asing baginya dari kejauhan. Jantungnya berdetak kencang saat melihat Raka dan Nadya, berpegangan tangan dan terlihat mesra, berjalan mendekati mereka.

Mata Raka membelalak saat melihat Alya bersama Adrian, dan terutama saat melihat perut Alya yang sudah semakin besar. Wajahnya berubah, campuran antara kaget dan marah. Nadya, yang menyadari perubahan ekspresi Raka, menatap Alya dengan tatapan penuh cemburu dan kemarahan.

"Jadi ini yang kau lakukan setelah aku meninggalkanmu, Alya?" tanya Raka dengan nada mengejek. "Hamil dari pria lain secepat ini?"

Alya terdiam, berusaha menahan amarahnya. Namun, Adrian segera melangkah maju, berdiri di depan Alya seolah menjadi tameng pelindungnya.

"Raka, kau tak punya hak untuk menilai Alya," kata Adrian tegas. "Kau yang meninggalkannya, dan kau yang memilih untuk mengkhianatinya. Sekarang, dia tak lagi ada hubungannya denganmu."

Raka tertawa sinis. "Aku hanya terkejut melihatnya bersama pria lain. Apakah ini balasan atas apa yang terjadi selama ini? Menyembunyikan diri hanya untuk muncul bersama pria lain?"

Alya merasakan amarah yang terpendam dalam hatinya mendidih, namun ia mencoba untuk tetap tenang. Dengan suara gemetar namun penuh ketegasan, ia menjawab, "Aku mungkin tidak bisa memberikanmu keturunan, tapi setidaknya aku masih punya harga diri. Dan untuk pertama kalinya, aku merasa dihargai, meski bukan olehmu."

Nadya, yang merasa tersinggung dengan pernyataan Alya, berbisik kasar pada Raka, "Ayo pergi dari sini. Dia tidak layak untuk perhatian kita."

Raka menatap Alya dengan penuh kebencian, namun tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia menggenggam tangan Nadya erat, lalu pergi, meninggalkan Alya dan Adrian yang tetap berdiri dengan tegar.

Setelah mereka pergi, Alya merasa lemas. Semua emosi yang ia tahan akhirnya pecah, dan ia tak bisa menahan tangisnya lagi. Adrian dengan lembut meraih bahunya, menenangkannya tanpa berkata apa-apa. Ia membiarkan Alya menangis, memberi Alya ruang untuk meluapkan semua perasaan yang selama ini ia pendam.

Di saat itu, Alya menyadari bahwa ia tak lagi sendirian. Adrian, meski awalnya hanyalah sosok asing, kini telah menjadi tempatnya bersandar, seseorang yang tulus menerima dirinya apa adanya. Dan untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa mungkin, hanya mungkin, ia akan mampu menjalani hidup barunya bersama pria ini dan anak yang tumbuh di dalam rahimnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA)
8.3
Dua tahun Cempaka mengasingkan diri ke Amerika demi menghindari perlakuan buruk Abimanyu. Saat pulang ke Indonesia demi orang tuanya, sebuah rahasia besar justru memaksanya kembali berurusan dengan pria itu. Kekecewaan yang terus berulang membuat Cempaka melarikan diri lagi. Namun, Abimanyu menyusulnya ke Amerika untuk menjelaskan segalanya. Di sana, misteri masa lalu dan alasan di balik sikap dingin Abimanyu selama ini akhirnya terbongkar.
Sampul Novel Belaian Cinta
9.6
Demi masa depan Chika, sang putri, Prima rela bekerja di Kalimantan dan terpaksa menjalani hubungan jarak jauh dengan Ratih. Sayangnya, perpisahan ini memicu masalah pelik. Tanpa kehadiran suaminya, daya pikat Ratih justru mengundang perhatian Wira si duda, Heru tetangga depannya, serta Derry yang masih sekolah. Ratih pun terbuai godaan mereka hingga akhirnya hamil. Kini, rumah tangganya di ambang kehancuran, menyisakan misteri besar tentang siapa sebenarnya ayah dari janin tersebut.
Sampul Novel Gairah Nikmat Kopi Susu
9.3
Kehangatan menyelimuti Fany dan Alvin di dalam kamar yang terkunci dengan AC menyala. Alvin tak lagi mampu membendung gairahnya saat menatap keindahan tubuh sang istri. Ia pun mulai menyentuh dan menjelajahi lekuk tubuh Fany yang begitu menggoda. Walau Fany sempat merasa belum sepenuhnya siap, belaian lembut serta rangsangan dari suaminya berhasil membangkitkan hasrat terdalamnya. Keduanya pun larut dalam pergulatan asmara yang kian membara.
Sampul Novel Hasrat liar ayah tiri
8.1
Seorang gadis remaja mengira ayah tirinya adalah pelindung. Namun, sebuah tragedi berdarah memaksa mereka tinggal berdua. Di balik topeng kebaikannya, pria itu perlahan memikat sang putri tiri yang masih polos dengan rayuan dan sentuhan. Masa SMA gadis itu pun terenggut demi memuaskan obsesi sang ayah. Hubungan keluarga yang semula normal kini berubah menjadi skandal terlarang yang disimpan rapat-rapat dari dunia luar.
Sampul Novel I Love You
8.7
Dua puluh tahun lamanya seorang CEO tampan mencari cinta sejatinya. Penantian panjang sang miliarder akhirnya berujung manis saat takdir mempertemukannya dengan sosok yang dicari lewat sebuah kejadian tidak terduga. Di balik kehidupan mewahnya yang bergelimang harta, momen tak disangka-sangka ini hadir dan siap mengubah seluruh jalan cerita asmara serta masa depan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel LOVE FROM LA
9.7
Hubungan unik terjalin antara Kim dan Diki lewat media sosial. Kim, seorang sersan satu militer Amerika Serikat berdarah Indo-Cina, terbiasa hidup mandiri sejak yatim piatu di usia delapan tahun. Walau terhalang jarak jauh dan perbedaan bahasa, rasa nyaman mendorong Diki memberanikan diri menembak Kim. Tak diduga, cintanya bersambut. Akankah hubungan asmara virtual lintas negara ini sanggup bertahan hingga mereka akhirnya saling bertemu langsung?