APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai

Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai

Selama lima tahun, seorang mahasiswi menjalani pernikahan rahasia dengan miliarder Tritan Wirajaya. Namun, kembalinya cinta pertama Tritan menyadarkannya bahwa hubungan mereka hampa. Ia pun menjebak Tritan untuk menandatangani surat cerai berkedok berkas kuliah. Setelah resmi berpisah dalam keadaan hamil, ia pergi sejauh mungkin demi membangun karier dan kemandiriannya sendiri. Saat Tritan akhirnya menyadari kehilangan besar ini dan memohonnya kembali, ia telah bertransformasi menjadi wanita dewasa yang tangguh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Renata bilang apartemennya sedang direnovasi, jadi untuk sementara dia akan menumpang di kamar tamu Keluarga Wirajaya.

Tritan mengiyakan dengan alasan yang terdengar dibuat-buat.

“Keluarga Kusuma sudah lama jadi mitra bisnis kita, nggak bisa diabaikan.”

Aku cuma bisa menghela napas. Alasan muluk seperti itu keluar dari mulutnya tanpa menanyakan pendapatku seolah aku memang tak pernah ada.

Begitulah akhirnya Renata masuk ke kediaman kami secara terang-terangan. Dia bebas berjalan di vila, bertingkah layaknya nyonya rumah. Sering kulihat dia lalu-lalang di ruang tamu hanya memakai piyama seksi, tanpa sungkan menyela percakapan antara aku dan Tritan. Dan Tritan? Dia tampak tak keberatan. Malah menikmati kedekatannya.

Suatu hari, saat lewat depan pintu ruang kerja, kudengar tawa Renata. Dari celah pintu kulihat dia duduk di samping Tritan. Mereka menunduk membahas dokumen, sangat dekat. Bibir merahnya nyaris menyentuh daun telinga Tritan.

“Tritan, kamu masih ingat, ‘kan? Dulu kamu pernah bantu aku ngerjain tugas matematika,” ucap Renata dengan tawa manja.

Tritan ikut tertawa.

“Gimana bisa lupa! Waktu itu nilai matematikamu parah banget, terpaksa deh aku bantu.”

Suaranya begitu lembut, sesuatu yang tak pernah kudengar darinya sebelumnya. Hatiku tiba-tiba terasa berat, membuatku enggan masuk.

Aku berbalik hendak pergi, tapi sudah terlambat. Tritan melihatku.

“Isabel, kamu datang tepat waktu. Renata usulkan mau pasang ayunan di taman,” katanya sambil melambaikan tangan.

“Ayo, kita diskusikan model ayunannya. Kamu suka yang seperti apa?”

Aku masuk dengan langkah berat.

“Oh, terserah saja… Aku masih harus menyelesaikan skripsi. Kalian bahas sendiri saja,” jawabku sambil menggaruk kepala. Aku akan segera pergi dari sini, lagi pula model ayunan itu bukan untukku, jadi itu tidak penting bagiku.

Renata menyungging senyum manja.

“Skripsi? Apa itu? Oh, aku ingat… dulu aku juga pernah nulis, tapi waktu itu Tritan yang buatkan. Minta tolong saja sama Tritan, dia hebat, lho!”

Tritan menatapku sesaat, seolah menunggu aku minta tolong. Namun aku tak butuh bantuannya. Aku bisa menyelesaikannya sendiri.

“Nggak perlu. Aku bisa sendiri,” jawabku lalu segera pergi, dada sesak seperti ada batu besar menekan hingga aku sesak napas.

Malam itu Tritan kembali ke kamar cukup larut. Ada aroma parfum samar di tubuhnya, persis yang biasa dipakai Renata. Aku pura-pura tertidur saat dia berbaring di samping, tangannya menyentuh pinggangku, bibirnya menyentuh leher. Tubuhku tegang, perasaan campur aduk.

Aku ingin menolak, tapi tubuhku seolah tak mau menurut. Tiga tahun bersama, aku terbiasa dengan sentuhannya, terbiasa dengan kehadirannya di dekatku. Namun malam itu… perutku mual, hampir membuatku muntah.

“Ada apa?” Tritan menyadari ada yang berbeda pada diriku, lalu bertanya lembut.

“Nggak apa-apa… mungkin cuma salah makan,” jawabku pelan, menyingkirkan tubuhnya.

Tritan tak berkata apa-apa lagi, hanya menepuk punggungku dengan lembut.

Napasnya dekat, membuat hatiku campur aduk.

Lalu tiba-tiba terdengar keributan dari bawah, teriakan Renata.

“Tritan! Lampu tiba-tiba mati, sepertinya ada orang masuk ke kamar!”

Tritan langsung turun, buru-buru mengenakan pakaian, berlari ke lantai bawah. Setengah jam kemudian dia kembali. Ternyata hanya bohlam korsleting dan seekor kucing liar. Tapi reaksinya begitu panik, seolah Renata yang paling penting baginya.

...

Keesokan paginya, aku bangun lebih awal, bersiap ke laboratorium. Tritan masih tertidur, Renata pun belum muncul. Aku sedikit lega. Namun saat aku melangkah ke ruang tamu, kusadari tasku tertinggal. Di dalamnya berkas surat cerai yang sudah ditandatangani dan formulir permohonan penelitian ke Norevia.

Saat hendak mengambilnya, terdengar suara Tritan dari belakang.

“Isabel, apa yang tertinggal?”

Aku berbalik, melihatnya memegang berkas. Wajahku memucat.

“Itu punyaku…”

Aku terbata-bata, berusaha menjelaskan.

“Ini apa? Formulir permohonan penelitian ke Norevia?” Tritan menatap berkas itu sebentar, lalu wajahnya berubah drastis.

“Kamu mau ke Norevia? Kapan? Aku nggak izinkan!”

“Oh, itu cuma formulir yang kubawa untuk temanku.” Aku berdalih canggung.

“Noveria, ya… kamu ‘kan nggak suka iklim di sana,” katanya datar, seolah tak peduli sama sekali.

Namun kata-katanya menusuk hatiku seperti pisau tajam.

Dulu kami pernah pergi berbulan madu ke Norevia, dan saat itu aku bahkan sempat memberitahunya bahwa aku menyukai suasana di sana.

Tapi sekarang… dia sudah tak mengingatnya, atau mungkin dari awal, dia memang tak pernah benar-benar peduli.

Tiba-tiba Tritan mengalihkan pembicaraan.

“Ngomong-ngomong, kalau kamu masih mau lanjut penelitian… Wirajaya Medical Center akan buka posisi kepala peneliti. Aku mau kamu mengisinya. Begitu lulus, kamu bisa langsung mulai.”

Aku terkejut, lalu menggeleng.

“Nggak perlu. Aku punya rencanaku sendiri.”

Kenyataannya, kemampuan risetku diakui semua dosen. Aku tak butuh hidup di bawah bayang-bayang ‘kebaikan’ atau ‘tawaran’-nya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati di Ranjang Pengantin
8.2
Pasca dijebak Sabrina, saudara tirinya, hingga hamil anak asing, hidup Aurora Valencia hancur. Demi kehormatan, Jenderal Wirya Atmaja tega mengusir putri kandungnya itu. Enam tahun berlalu, Aurora kembali ke Jakarta dengan kekuatan baru untuk membalas dendam. Ia bertekad mengoyak topeng busuk ibu serta saudari tirinya, sekaligus mengungkap identitas pria misterius yang merupakan ayah dari anak kembar jeniusnya.
Sampul Novel Istri Mudaku Meresahkan!
8.6
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang diambang kehancuran, Yasmin, gadis berusia 20 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan duda kaya bernama Galih. Situasi memanas ketika Galih memberikan pilihan sulit antara Anggara atau anak sambungnya, Vira. Keraguan Yasmin yang sangat menyayangi Vira memicu kemarahan Galih. Akhirnya, Galih menjatuhkan talak dan melarang Yasmin menemui Vira selamanya, menghancurkan seluruh harapan pernikahan mereka.
Sampul Novel Merebut Suami Sahabatku
9.3
Roy terjebak dalam rayuan Miranda, yang merupakan sahabat dari istrinya, Lisa. Meski sempat bermain api di belakang sang istri, Roy akhirnya sadar bahwa hubungan gelap tersebut hanyalah pelampiasan nafsu tanpa cinta. Keadaan menjadi kacau saat pengkhianatan ini mulai terbongkar. Di tengah hancurnya kepercayaan Lisa, situasi semakin rumit ketika Miranda mendapati dirinya hamil anak Roy. Akankah ada maaf dari Lisa untuk suami dan sahabatnya?
Sampul Novel PETAKA STATUS WHATSAPP
9.1
Kehidupan damai Hilda hancur seketika saat rahasia besar Rian terkuak. Tanpa disengaja, sebuah unggahan status WhatsApp menjadi awal mula terbongkarnya segala kebohongan dan pengkhianatan yang selama ini disembunyikan oleh pasangannya tersebut. Kini, Hilda terpaksa menghadapi kenyataan pahit tentang sosok pria yang sangat ia percayai selama ini. Sebuah kecerobohan fatal yang akhirnya membuka lebar kedok penipuan Rian.
Sampul Novel Terjebak Dalam Ikatan Penuh Kebencian
8.1
Alana Evander, seorang pewaris yang berani, terpaksa harus bersanding di pelaminan bersama Michael Jackson. Sosok CEO kejam sekaligus pemimpin mafia tersebut sangat dibenci oleh Alana. Kendati telah berupaya melarikan diri, penjagaan ketat membuatnya tak berkutik hingga pernikahan digelar. Di altar, Michael mengikatnya tanpa rasa iba. Malam pertama mereka pun menjadi awal dari mimpi buruk saat Michael mengklaim Alana sepenuhnya. Kini, ia terperangkap dalam pernikahan bagai neraka.
Sampul Novel Thief Girl
9.7
Pelarian Arabella usai mencopet di angkot terhenti karena terjatuh saat dikejar warga. Di situasi kritis itu, seorang pemuda asing datang menawarkan tumpangan motor. Demi selamat dari amukan massa, Abel terpaksa ikut bersamanya. Tumbuh di lingkungan kriminal membuat gadis ini harus mencuri demi bertahan hidup. Kisah ini menyoroti perjuangan keras Abel yang dipaksa dewasa sebelum waktunya demi menghadapi kejamnya dunia.