APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Di Nikahi Majikan

Di Nikahi Majikan

Kehidupan Ana mendadak berubah setelah sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria kaya itu merasa hanya Ana yang selalu setia mendampinginya, bahkan hanya masakan buatannya yang cocok di lidahnya. Di tengah kesibukan Bella, pria itu justru memilih melamar asisten rumah tangganya sendiri. Namun, Ana didera kebimbangan besar karena statusnya yang masih seorang siswi sekolah. Akankah ia menerima pinangan tersebut demi masa depan yang penuh ketidakpastian?
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi-pagi buta sekitar jam 05:00 Wib.

Ana sudah beranjak dari tempat tidurnya, sebab dia tak bisa tidur semalaman karena ulah kedua Majikannya itu.

"Tuhan lihatlah *ulah mereka!

mereka bisa tidur dengan begitu nyenyaknya, sementara aku tak bisa tidur semalaman gara-gara mereka*,"

Batin Ana menggerutu. Saat melihat keduanya masih tertidur pulas, saling berpelukan di ruang tamu rumahnya itu.

Setibanya di dapur.

"Hah aku lupa, kalau semua sayuran sudah habis" Gumam Ana saat melihat isi kulkas yang hanya meninggalkan beberapa butir telur.

Setelah itu dia pun bermaksud hanya akan memasakan nasi goreng untuk sarapan pagi majikannya itu.

"Selesai, tinggal menatanya di meja makan"

Gumamnya, lalu menata nasi goreng telor ceploknya tersebut.

"*Hoaammmm, Ah sebaiknya aku harus menyelesaikan semua tugasku, mataku benar-benar sudah merasa kantuk sekarang*."

Setelah itu Ana pun langsung meraih sapu, untuk membersihkan rumah majikannya itu, lagi pulakan ini hari libur, jadi dia bisa sepuasnya tidur.

"'Shitt, *apa-apa an ini? heii kalian sadarlah! di rumah bukan hanya ada kalian berdua,

di sini masih ada orang lain, kalian menodai mata anak polos sepertiku*!"

Ana kembali merutuki keduanya saat melihat keduanya sudah melakukan morning kiss di shofa ruang tamu tersebut.

"Ana!"

Bela langsung terkejut, saat menyadari di sana sudah tak hanya ada mereka berdua.

Wajahnya sudah merona merah, karena malu kepergok oleh pembantunya itu.

"lya buk' Sahut Ana pelan seraya memaksakan bibirnya untuk mencoba tersenyum ke arah majikannya itu.

Pedahal, di dalam hatinya dia habis-habisan menggerutu karena merasa jengkel dengan ulah keduanya itu, yang tak mengenal tempat dan juga waktu, selalu saja berbuat hal Mesum sesuka hati mereka di manapun mereka mau.

Seakan-akan di dunia ini hanya ada mereka berdua saja, sementara yang lainnya hanya mengontrak.

"Setelah kau selesai menyapu, kau langsung ke kamar lbuk ya! masukan semua pakaian ibuk yang ada di atas ranjang ke dalam koper, karena pagi-pagi sekali saya harus sudah berangkat ke

Bandara" Ujar Bela memberitahu.

"lya buk' Sahut Ana sopan.

Setelah mengatakan itu, Bela pun langsung bergegas masuk menuju kamarnya dengan hanya menutupi tubuh seksinya itu dengan selimut yang Ana lihat di gunakan oleh suaminya itu tadi malam.

Tak lama setelah itu, Aris pun juga terlihat sudah beranjak dari duduknya untuk menyusul istrinya itu hanya dengan memasang expresi tanpa dosa.

Seakan-akan tak terjadi apa-apa antara dia dan istrinya tadi.

Ana benar-benar tak habis pikir dengan pria itu, ingin rasanya dia melemparkan

Sapu yang ada di tangannya kepada pria itu karena kesal dengan ulahnya yang bermuka tembok dan tak tahu malu itu.

Namun dia hanya bisa menahan kejengkelannya, saat ingat akan statusnya yang hanya menumpang di rumah itu.

Karena rumah mereka adalah satu-satunya tempat untuk dia berlindung dari teriknya panas Matahari dan juga guyuran hujan.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia pun langsung bergegas ke kamar majikannya.

Tok..tok…

"Masuk!" Perintah Bella.

Ana pun langsung masuk ke dalam kamar majikannya setelah di persilahkan oleh perempuan itu, lalu melakukan tugasnya.

"Kamu masak sarapan apa Na tadi?"

"Nasi goreng buk, soalnya semua sayuran di dalam Kulkas udah pada habis, jadi Ana terpaksa hanya memasak Nasi goreng untuk sarapan ibu pagi ini,"' Ujar Ana memberitahu.

"Oh ya sudah gak apa-apa kok, kalau begitu nanti kamu ikut kita aja sekalian, setelah pulang dari Bandara nanti kamu bisa langsung mampir buat nyari keperluan dapur"

Ujar Bella menyarankan.

"lya buk."

Setelah mengatakan itu Bella pun langsung keluar dari kamarnya.

Tak lama setelah itu, Aris sudah menyelesaikan mandinya, dengan penampilan yang hanya membalut tubuhnya dengan Handuk Kecil berwarna putih yang hanya menutupi bagian-bagian tubuhnya yang tertentu.

"Ana sadarlah! ada apa denganmu, jangan sampai terpesona oleh penampilannya!"

Gumam Ana seraya menepuk-nepuk pipinya karena terpesona dengan penampilan sexi majikannya itu.

Sementara Aris hanya menatap ke arahnya dengan expresi datarnya sebentar, lalu kembali melanjutkan aktivitasnya untuk mengenakan pakaiannya.

***

Bandara.

"Ya udah Mas, Bella berangkat dulu ya?" ujar Bela saat melihat para krunya sudah menunggunya di luar Mobil, lalu bergegas ingin membuka pintu Mobilnya untuk keluar.

Belum sempat Bella keluar, suaminya seketika langsung menarik pinggangnya dan membawa tubuh seksinya itu ke hadapannya. Aris benar-benar tak tahan saat melihat penampilan seksi istrinya itu, lalu langsung memajukan wajahnya dan mencium bibir merah istrinya yang sudah ter oles dengan lipstik berwarna

Sampai-sampai langsung membuat lipstik istrinya menjadi luntur akibat aksi nakalnya

Merah terang tersebut saat itu

Sementara itu, Ana yang tengah duduk persis di kursi belakang mereka pun, langsung memelototkan matanya karena kaget, saat melihat aksi Aris yang benar-benar bermuka tembok dan tak punya malu itu, malah dengan santainya bercumbu di hadapannya, seolah-olah dia memang sengaja memperlihatkan aksi liarnya itu kepadanya. Walaupun dia tahu betul kalau saat ini di dalam mobil tak hanya ada mereka berdua.

Setelah itu Ana pun langsung membuang pandangannya ke arah lain karena kesal.

"Dasar cowok Mesum, otaknya ngeres melulu gak ada yang lain apa di otaknya selain bercinta, bercinta dan bercinta, nyesel gue jadi pembantunya dia,

Andaikan aja gue bisa punya majikan baru, dah angkat kaki gue dari rumahnya" Bisik hati kecil Ana, karena kesal dengan tingkah Aris yang menurutnya keterlaluan itu.

"Ya udah Mas, mas kebiasaan mesum di sembarangan tempat, Bela kan malu mas di lihatin sama orang lain," Ujar Bela dengan wajah semerah Tomat karena benar-benar merasa malu kepada pembantunya yang tengah duduk di kursi belakang mobilnya itu.

Aris hanya tersenyum nakal ke arah istrinya lalu ingin melanjutkan aksinya kembali.

Namun Bella keburu menahan wajah suaminya agar tidak melanjutkan kegiatan liarnya itu kembali. "Udah Mas, Bella mau berangkat dulu, udah di tungguin tu dari tadi sama rekan-rekannya Bella, nanti

Bella bisa-bisa ketinggalan pesawat lagi, gara-gara ulah

Mas' Ujar Bela seraya memperbaiki baju dan penampilannya yang terlihat berantakan karena ulah suaminya itu.

"Ya udah, cium aja lagi sebentar?" Rengek

Aris seraya memajukan bibirnya ke arah istrinya itu.

Tapi Bella langsung cepat-cepat menahan bibir suaminya dengan satu jari.

Lalu membuka pintu Mobilnya untuk menghampiri rekan-rekannya yang sudah terlihat menekuk kan wajahnya karena kesal terus menunggunya.

"Gila Bel, laki Iho mesum amat, sampe lipstik Iho aja luntur tu gegara di ***** ama dia!" Ujar rekan perempuannya yang langsung peka saat melihat lipstik Bella yang keluar dari area Bibirnya itu.

"Biasa, gegara bininya jarang pulang ke rumah, Jadi gatelnya udah makin nambah tingkat langit!" Ujar teman lelakinya menyindir.

Sementara Bella, hanya bisa terkekeh saat mendengar ucapan rekan-rekannya itu.

"Kamu!"

panggil Aris seraya menoleh kebelakang.

"Ke depan duduk di sebelahku!" Titah Aris pada pembantunya itu.

"Duduk di depan, siapa yang mau berdekatan dengan pria seperti anda' Bisik hati Ana.

Ana sengaja pura-pura tak mendengar ucapan majikannya itu, matanya tengah sibuk melihat keluar kaca Mobil demi memperhatikan Mobil orang-orang yang terus berdatangan, mulai memenuhi tempat parkir Halaman Bandara tersebut.

Karena Ana tak juga menggubris ucapannya. Aris pun langsung bertindak sendiri, lalu membopong tubuh Ana dan mendudukannya di Kursi depan, persis di sebelahannya.

"Bapak apa-apa an sih! boleh gak, gak langsung gendong orang gitu aja, saya kan punya kaki sendiri buat jalan, dan lagi pula kenapa saya harus duduk di depan bersebelahan sama bapak, saya kan bukan lstrinya bapak!"

Ana benar-benar tak habis pikir, mengapa bisa pria itu seenaknya bertindak tanpa persetujuannya.

"Ingat! aku di sini sebagai majikan! kalau kau duduk di belakang, seolah-olah aku yang begitu tampan dan Mapan ini, bak seorang supir Taxi!" Sahut Aris datar lalu melajukan Mobilnya meninggalkan halaman Bandara.

"Cih alesan!" Ujar Ana kesal karena kelakuan Majikannya yang begitu di luar akal pikirannya itu, seakan-akan urat malunya itu sudah terputus, dia benar benar kesal karena Aris memperlakukan dirinya seenak jidatnya.

Sementara itu, Aris hanya acuh mendengar gerutuan yang keluar dari mulut gadis itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar
8.2
Pernikahan Velia dan Chris Dirja yang baru berjalan dua tahun diuji oleh sikap kejam sang suami. Chris sengaja membawa perempuan lain ke rumah mereka demi menyiksa perasaan Velia. Dia bahkan menantang istrinya untuk mencoba menjalin hubungan dengan pemuda lain yang lebih berenergi. Namun, permainan mental ini menjadi bumerang ketika Velia benar-benar membuka hatinya untuk pria lain. Saat Chris menyadari luka cakaran baru di pinggang pemuda selingkuhan Velia, kemarahan dan kecemburuannya pun meledak.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra didera pergolakan batin yang hebat. Di satu sisi, ia membenci kekejaman Azhar, namun di sisi lain, ketakutan kehilangan pria itu merayap saat rasa cinta mulai bersemi. Azhar sendiri awalnya hanya berniat memperbudak Citra demi memuaskan hasratnya. Namun lambat laun, naluri untuk melindungi wanita itu justru menguasai dirinya. Hubungan yang sarat akan luka ini pun berkembang menjadi ikatan rumit, membuktikan hadirnya rasa yang tepat di waktu yang salah.
Sampul Novel DERITA PERNIKAHAN PAKSA
9.3
Kehidupan Vivian berubah menjadi mimpi buruk sejak dipaksa menikah dengan Maximilian Windsor. Hari-harinya dipenuhi kekerasan fisik dan mental yang menyisakan trauma berat. Di tengah keputusasaan, hadirlah River, sosok penyayang yang selalu melindungi dan menguatkannya. Namun, obsesi gila Max memicu tragedi hingga Vivian hamil anak sang suami yang sangat ia benci. Kini, ia didera dilema besar antara ketulusan River atau Max yang merupakan ayah kandung dari janinnya.
Sampul Novel Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
8.9
Demi menyelamatkan adik ipar yang kritis, aku bergegas ke rumah sakit hingga mengalami kecelakaan dengan mobil sport mewah. Pengemudinya yang sombong meminta ganti rugi fantastis dan sesumbar bahwa dia adalah istri penerus keluarga konglomerat Blakely. Seketika aku tersadar, wanita angkuh tersebut adalah selingkuhan suamiku, Nixon. Kini aku berada di persimpangan jalan yang sulit: tetap menolong adik Nixon atau membalaskan sakit hati atas pengkhianatan mereka.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Presdir Tampan
8.4
Niana Fradella memilih kabur demi menghindari pernikahan paksa yang diatur keluarganya. Siapa sangka, keputusan itu membawanya bertemu lelaki sempurna yang menjadi cinta sejatinya. Namun, di saat kebahagiaan baru saja ia rasakan bersama sang kekasih, takdir kejam justru menghampiri. Kondisi kesehatannya terus memburuk akibat penyakit parah yang kian menggerogoti tubuhnya, memicu keraguan besar apakah ia masih memiliki waktu untuk bertahan hidup.
Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
9.6
Nayara, staf administrasi rupawan yang bersahaja di perusahaan besar Jakarta, terlibat hubungan rumit dengan Leonardo Arvandre. Pria itu merupakan miliarder muda blasteran Prancis-Indonesia sekaligus ahli waris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun silam, benih asmara mulai tumbuh. Namun kini, keduanya justru terjebak di antara gejolak cinta, harga diri, serta sebuah rahasia besar yang belum terungkap.