APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Di Jual Suamiku

Di Jual Suamiku

Bagaimana jadinya jika pernikahan impian yang Anda dambakan justru berubah menjadi realitas yang penuh kerumitan? Novel ini menyoroti perjuangan emosional seorang istri yang harus mengarungi pasang surut kehidupan rumah tangga yang tak terduga. Bukannya meraih kebahagiaan yang dinanti, ia malah terperangkap dalam kondisi sulit yang menguji batas kesabaran serta kesetiaannya di tengah gempuran berbagai konflik yang datang melanda.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah nyeletuk dengan kata perintah, Bang Awan tiba-tiba melemparkan selembar uang 50 ribu dihadapku. Tentu saja rasanya Aku tak terima, tadi dia bilang bahwa Aku disuruh ngutang dulu di warung bu siti. Ini kok tiba-tiba melempar uang untuk beli rokok. Aku ingin marah tapi sekali lagi kutahan amarah itu. Dengan perasaan yang menggebu-gebu akhirnya kupungut juga uang itu. Akupun berbalik pergi hanya sekedar membelikannya rokok. 

Di perjalanan pikiranku kemana-mana, Aku masih bingung akan perlakuan bang Awan terhadapku sehingga tak kusadari ada mobil yang hampir saja menyerempet. Tak hanya itu genangan air yang sengaja kuhindari ternyata memercikkan air keseluruh bajuku. 

Wuih, Aku kesal! Bayangkan saja air kotor dijalanan itu meninggalkan pulau-pulau indah yang menjijikkan. Aku ingin marah tapi pengendara mobil Avanza itu tiba-tiba berhenti. Aku masih terus berjalan. 

"Mbak!"

Teriak seseorang dari dalam mobil, suara itu, ya suaranya sangat familiar di telingaku. Aku menoleh. 

"Bajunya kotor ya?" Tanyanya lagi. 

Aku yang tadinya kesal dan ingin sekali marah, seakan tak tega untuk melontarkan kata-kata makianku. Alhasil Aku cuma tersenyum. 

"Bisa dicuci." Jawabku seadanya. 

Dia masih melirikku, memperhatikan dari ujung kaki hingga kepalaku, lalu pria yang tak kutahu wajahnya karena dia menggunakan masker mengeluarkan uang 200 ribu. 

"Ambil uang ini, anggap saja sebagai ganti rugi! Karena saya tidak punya waktu buat belikan mbak baju."

"Apa!" Aku mengkerutkan kening. Yang benar saja memangnya tampangku sama percis kayak pengemis ya? Pria itu seakan menghinaku. 

"Kenapa? Apa masih kurang? Biar saya tambah lagi," lanjutnya dingin. 

Dia mengeluarkan uang lagi dan menyodorkannya kepadaku. 

"Ambil saja! Saya sedang terburu-buru dan kalau masih kurang uangnya, mbak bisa menghubungi saya di nomor kontak itu." Dia memberikan uang dan menyisipkan sebuah kartu nama. 

Tapi karena rasa kesal ku yang dia anggap seperti pengimis seakan membuatku jijik untuk menerima uang serta kartu itu. Tak kusangka dia nekat juga dan segera melemparkan uang serta kartunya. Lalu tanpa persetujuanku diapun menjalankan kembali mobilnya. 

Aku terheran sambil memperhatikan keadaan di jalan. Sepi belum ada kendaraan yang lewat dan karena Akupun butuh uang untuk berbelanja akhirnya uang itu kupungut juga. Kubaca kertas putih yang dia lemparkan tadi. 

"Dion Pratama."

---

Malam itu hujan turun rintik-rintik, membasahi bumi yang kupijak. Hawa dingin seakan menusuk hingga ketulang, tapi tidak menyiratkan nyaliku untuk mandi. Aku keluar dari kamar mandi dan melihat bang Awan sedang terbaring di ranjang. Dia menoleh ku sejenak lalu perlahan bangkit dari ranjang itu. 

"Kamu ngapain dingin-dingin begini mandi?" Tanyanya pelan. 

"Gerah."

"Sini, duduk disamping abang." Dia menepuk kasur di sampingnya memerintahkan Aku untuk duduk. 

"Aku mau ganti baju dulu."

"Ngak usah."

"Aku udah kedinginan dan pengen cepet ganti baju."

"Biar abang hangatin." Ujarnya. 

Aku terdiam, tak bergeming memandangi wajah pria yang telah menikahiku ini. Hatiku seakan perih menghadapi sikap bang awan yang seringkali berubah-rubah dan membuatku tak mengerti. Tapi akhirnya ku dekati juga dia, aku duduk disampingnya dengan handuk yang masih melilit, membungkus tubuhku. 

Dia perlahan mengangkat tangan kanannya serta membelai pundakku. Serasa merinding akan elusan lembut itu, wajar saja, Aku hanya manusia biasa yang tak bisa menghindar dari nafsu berat suamiku. 

Kalau sudah merayu begini pasti dia ada maunya.

"Ada yang ingin Abang omongin ke kamu." Ucapnya datar. Masih terus mengelus pundakku. 

"Apa?" Tanyaku pelan sambil menyingkirkan tangannya. Rasanya seperti tidak sudi jika disentuh olehnya.

"Kenapa tangan Abang disingkirkan? Kamu ngak sudi ya jika Abang sentuh?"

Aku tersenyum tipis menanggapi pertanyaan nya. Ku akui saja pertanyaannya memang betul tapi lagi-lagi Aku harus berbohong. 

"Ngak kok bang, kamukan suamiku jadi apa alasanku berpikiran seperti itu."

Bang Awan tak menjawab dan hanya mengangkat alis sedikit. Lalu tangan itu melorotkan handuk yang ku kenakan, aku tak menolak. Sekarang dihadapkannya aku benar-benar berpenampilan polos. Diapun langsung mendorongku kebelakang. Adegan suami isteri itu terjadi lagi. 

"Abang pengen ngomong apa tadi?" Tanyaku setelah rutinitas kami selesai. 

Tubuhku tidak lagi sepolos tadi, karena selimut sudah menutupi hampir seluruh tubuhku, begitu juga dengannya. 

"Kamukan tahu zaman sekarang ngak ada kerjaan yang enak, semuanya butuh otak dan tenagakan? Jadi Abang pengen Kamu saja yang kerja."

"Maksud abang?"

"Abang pengen kamu menghasilkan uang dengan menjual tubuh kamu."

"Ya ampun bang! Abang apa-apaan sih, tega banget ya Abang bilang begitu ke Aku. Apa Abang udah bosan sama Aku! " Kejutku yang sangat syok mendengarnya. 

Kenapa bang Awan sangat tega ingin menjual tubuhku? Ya, kuakui Aku memang bukan wanita tipe dia dan dia juga mengatakan bahwa dia tidak bisa mencintaiku. Di mana akal pikirannya? Seharusnya dia melindungi isterinya bukan malah menjadikan isterinya sebagai mata pencaharian baginya. Tuhan ujian apalagi ini? 

"Aku tidak butuh uang bang! Aku lebih sudi menjadi babu ketimbang harus menjual diri!" Marahku lagi. 

"Jika kamu ngak butuh uang, kamu mau beli makanan pakai apa? Lagian kerjaan begituan enak! Udah di puasin dapet uang lagi!"

"Aku ngak mau!" Tolak ku keras. 

"Ya udah kalau kamu ngak mau!" Jawab bang Awan ketus kemudian dia berbaring membelakangiku. 

Mendengar apa yang ditawarkan bang Awan padaku tadi. Rasanya seperti tersambar petir di siang hari, bayangkan saja di saat kondisi ku sedang hamil tiba-tiba dia menyuruhku untuk bekerja dan pekerjaan itu bukannya menyelamatkan sang isteri tapi malah menghancurkan isterinya sendiri. 

'Bang Awan apa yang ada dipikiranmu? Kenapa hati nuranimu sangat busuk, Aku memang isterimu tapi setidaknya kamu menjagaku bukannya menyengsarakan Aku bang!' Batinku sedih.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Rose yang materialistis. Di sisi lain, Emily Alexandra harus bekerja keras secara rahasia demi uang, kontras dengan sifat manja sang kakak. Suatu malam, rahasia pekerjaan yang Emily sembunyikan selama dua tahun akhirnya diketahui oleh Liam. Demi menjaga reputasi dari Rose dan keluarganya yang penuh tuntutan, Emily terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan kakak iparnya itu.
Sampul Novel Dibuang Suami Diperistri Tuan Presdir
8.1
Lima tahun pernikahan Zara dan Harry yang semula tenang hancur seketika. Demi melunasi utang raksasanya, Harry tega menjual Zara kepada seorang pria kejam sebagai jaminan. Di tengah penderitaan akibat dijadikan pemuas nafsu, Zara tidak tinggal diam. Ia mulai menyelidiki alasan di balik utang besar suaminya hingga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Kisah rumah tangga yang penuh pengkhianatan dan konspirasi ini mengandung konten dewasa khusus pembaca cukup umur.
Sampul Novel Mendarat di Hatimu yang Retak
8.4
Pertemuan kembali setelah sepuluh tahun membawa perubahan besar bagi Liora Anindya dan Arlo Dirgantara. Liora sangat mencintai dunia penerbangan, sementara Arlo justru membenci langit akibat pengkhianatan mantan tunangannya yang merupakan seorang pramugari. Luka lama tersebut membuat Arlo yang dulu hangat kini menjadi sosok yang dingin. Profesi Liora sebagai pramugari pun membangkitkan trauma mendalam pada diri Arlo. Di tengah kebencian dan kenangan masa kecil, mampukah cinta mereka menyembuhkan luka Arlo?
Sampul Novel Permaisuri Baru Milik Kaisar
9.1
Kaisar Lu Yin bertekad mencari selir baru demi mendapatkan penerus takhta. Kehamilan Selir Ban dan kehadiran putri dari Permaisuri Xin Shi rupanya belum cukup memuaskan sang penguasa. Pilihan akhirnya jatuh pada Xi Yi, putri tabib istana yang jelita dan berbakat dalam pengobatan. Terpaksa masuk ke istana, gadis lembut ini harus menghadapi aturan ketat dan kerasnya persaingan di antara para wanita Kaisar. Mampukah Xi Yi bertahan?
Sampul Novel Rahim Yang Mengkhianati
8.4
Dunia Rafif runtuh seketika saat divonis mandul dan mustahil memiliki keturunan. Namun, sebuah keajaiban janggal terjadi ketika Lina, sang istri, mendadak mengaku sedang hamil. Keraguan Rafif kian memuncak setelah ibunya datang menyodorkan foto mesra Lina dengan pria asing. Kini, Rafif dilingkupi teka-teki besar. Apakah sang istri telah mengkhianati pernikahan mereka, atau ada konspirasi terselubung di balik kehamilan misterius ini?
Sampul Novel SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati
9.1
Dunia Gema Dirgantara runtuh seketika saat mendapati Anita, perempuan yang teramat dicintainya, justru dinikahi oleh ayahnya sendiri, Angga Wijaya. Kenyataan pahit ini memaksa Gema memanggil kekasih hatinya itu sebagai ibu tiri. Di sisi lain, Anita pun harus berjuang keras memerankan sosok ibu bagi pria yang sebenarnya ia cintai. Terjebak dalam takdir rumit, mampukah keduanya bertahan di bawah satu atap dengan perasaan terlarang yang terus membara?