APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DI ANTARA DUA HATI

DI ANTARA DUA HATI

Kehidupan mapan seorang wanita karier mendadak terguncang oleh dilema asmara yang rumit. Kembalinya sang mantan kekasih membangkitkan lagi kenangan lama yang belum usai. Di waktu yang sama, ia memiliki suami setia yang selalu ada untuknya. Kini, ia terjebak di antara nostalgia masa lalu dan komitmen masa depan yang telah dibangun bersama pasangannya. Keputusan sulit harus segera diambil demi menentukan arah hidup dan takdir cintanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Alya memandangi layar ponselnya untuk kesekian kalinya pagi itu. Pesan dari Adrian terlihat sederhana: _"Alya, bagaimana kalau kita makan siang lagi minggu ini? Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan."_ Namun, meski undangan itu tampak biasa, Alya merasakan kegelisahan merayapi hatinya. Pertemuan makan siang kemarin sudah cukup membuat pikirannya kacau, dan sekarang Adrian ingin bertemu lagi?

Bayu sudah berangkat ke kantor lebih dulu pagi ini, seperti biasa mencium keningnya sebelum pergi. Alya merasa beruntung memiliki suami seperti Bayu-selalu penuh perhatian dan mendukung, tanpa pernah menuntut lebih dari apa yang bisa Alya berikan. Tapi justru perhatian Bayu yang begitu tulus itulah yang membuat Alya merasa semakin bersalah setiap kali memikirkan Adrian.

Meskipun tahu ada risiko besar di balik pertemuan itu, Alya akhirnya membalas pesan Adrian. _"Baiklah, kita bisa makan siang lagi. Kapan dan di mana?"_

Tak lama kemudian, Adrian menjawab. _"Bagaimana besok, di tempat yang sama? Jam 12.00?"_

Alya menggigit bibirnya, merasa ragu. Tapi entah kenapa, ia tetap mengetik balasan: _"Oke, sampai besok."_ Dan dengan itu, keputusan sudah dibuat.

Keesokan harinya, saat jam makan siang tiba, Alya meninggalkan kantornya dengan perasaan yang bercampur aduk. Di satu sisi, ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini hanya makan siang biasa-tidak ada yang salah dengan bertemu Adrian untuk berbicara, untuk mengenang masa lalu yang kini hanya tinggal cerita. Namun, di sisi lain, ia tahu bahwa nostalgia itu berbahaya, terutama ketika ia sudah mulai merasakan adanya jarak yang semakin melebar antara dirinya dan Bayu.

Saat Alya memasuki restoran, Adrian sudah ada di sana, duduk di sudut ruangan yang sama seperti pertemuan sebelumnya. Begitu mata mereka bertemu, senyum hangat Adrian membuat Alya merasakan kehangatan aneh di dalam dadanya. Sebagian dari dirinya merasa senang melihat Adrian lagi, meski ia tahu seharusnya tidak begitu.

"Terima kasih sudah datang lagi," ucap Adrian saat Alya duduk di hadapannya. Suaranya terdengar santai, tapi ada sesuatu di balik tatapannya yang membuat Alya merasa gugup.

"Tak masalah," jawab Alya sambil tersenyum kecil, berusaha menjaga sikapnya tetap tenang. "Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?"

Mereka mulai memesan makanan, dan percakapan pun mengalir. Awalnya, mereka berbicara tentang pekerjaan, tentang perkembangan bisnis Adrian, dan karier Alya yang semakin sukses. Namun, seperti pertemuan sebelumnya, percakapan itu perlahan-lahan beralih ke topik yang lebih personal.

"Aku selalu kagum dengan apa yang kamu capai, Alya," kata Adrian sambil menatapnya. "Tapi aku selalu bertanya-tanya, apakah kamu bahagia?"

Pertanyaan itu menusuk Alya lebih dalam daripada yang ia kira. Ia menatap Adrian, sedikit terkejut dengan ketulusannya. "Tentu saja aku bahagia," jawabnya cepat. "Aku punya suami yang luar biasa, karier yang baik, dan hidup yang stabil. Apa lagi yang bisa aku minta?"

Adrian tersenyum tipis, seolah sudah memperkirakan jawabannya. "Ya, kamu memang punya semua itu. Tapi kebahagiaan bukan hanya soal memiliki hal-hal itu, kan? Aku hanya ingin tahu... apakah kamu benar-benar bahagia, atau apakah ada sesuatu yang hilang?"

Alya terdiam. Pertanyaan Adrian membuatnya meragukan dirinya sendiri. Ia memang bahagia, atau setidaknya itulah yang selalu ia yakini. Tapi kenapa setelah bertemu Adrian, ia mulai merasakan ada bagian dalam dirinya yang kosong? Bagian yang dulu diisi oleh cinta yang penuh gairah, sesuatu yang tidak lagi ia rasakan dalam hubungan dengan Bayu.

"Aku tidak tahu, Adrian," kata Alya akhirnya, suaranya terdengar lebih lemah dari yang ia harapkan. "Terkadang aku merasa ada yang hilang. Tapi aku juga tidak ingin mengorbankan semua yang sudah aku bangun bersama Bayu hanya karena perasaan sesaat."

Adrian menatapnya dengan tatapan penuh empati. "Aku mengerti. Aku tahu kamu mencintai Bayu, dan aku tidak di sini untuk merusak itu. Tapi aku juga tahu kalau kamu dan aku pernah memiliki sesuatu yang... berbeda. Sesuatu yang mungkin belum pernah benar-benar hilang."

Kata-kata Adrian membuat Alya terjebak dalam nostalgia. Mereka memang pernah memiliki hubungan yang penuh gairah, penuh emosi. Cinta mereka dulu begitu intens, begitu hidup, hingga sulit bagi Alya untuk tidak merasa tertarik kembali pada perasaan itu. Namun, ia juga sadar bahwa cinta seperti itu bisa berbahaya-seperti api yang cepat berkobar tapi bisa dengan cepat padam.

Makanan mereka tiba, tapi Alya hampir tidak menyentuhnya. Pikiran dan perasaannya begitu kacau. Adrian masih menatapnya, seolah menunggu jawaban atau reaksi darinya, tapi Alya sendiri tidak tahu apa yang harus ia katakan.

"Adrian, aku..." Alya berusaha mencari kata-kata, tapi yang keluar hanyalah kejujuran yang selama ini ia pendam. "Aku memang masih punya perasaan untukmu. Tapi aku juga mencintai Bayu. Aku tidak bisa mengkhianatinya."

Adrian menatapnya dengan penuh pengertian. "Aku tidak memintamu untuk memilih, Alya. Aku hanya ingin kamu jujur pada dirimu sendiri. Jangan berpura-pura kalau semuanya baik-baik saja jika kamu merasa ada yang kurang."

Alya terdiam lagi, merasakan pertarungan dalam dirinya semakin kuat. Di satu sisi, Adrian membangkitkan perasaan-perasaan yang dulu ia pikir sudah lama hilang. Tapi di sisi lain, ada Bayu-pria yang telah membangun hidup bersamanya dengan penuh kasih dan pengertian. Bagaimana mungkin ia bisa memilih?

Akhirnya, Alya menarik napas panjang. "Adrian, aku butuh waktu. Aku tidak bisa membuat keputusan sekarang."

Adrian mengangguk, seolah memahami kekacauan batin Alya. "Aku tidak akan memaksa. Ambil waktu yang kamu butuhkan. Tapi ingat, Alya, aku selalu ada di sini."

Setelah makan siang selesai, Alya meninggalkan restoran dengan perasaan yang lebih kacau daripada saat ia datang. Nostalgia masa lalu telah membayangi pikirannya, membuatnya semakin ragu tentang apa yang sebenarnya ia inginkan dalam hidupnya. Di satu sisi, ada cinta lama yang membangkitkan gairah yang sudah lama hilang. Di sisi lain, ada cinta yang stabil dan penuh kedamaian bersama Bayu.

Saat menyetir pulang, Alya merasakan hatinya semakin berat. Ia tahu, di antara dua hati ini, tidak ada pilihan yang mudah.

Sepanjang perjalanan kembali ke kantor, Alya merasa jantungnya berdetak tak karuan. Udara di dalam mobil terasa sesak, dan setiap tarikan napas seakan memperberat beban yang ia rasakan. Pertemuan dengan Adrian baru saja mengguncang dunianya. Ia ingin berpikir rasional, tapi hatinya seolah memberontak, menciptakan kekacauan di dalam dirinya.

Nostalgia adalah musuh terbesarnya saat ini. Kenangan indah masa lalu bersama Adrian kembali hadir dalam pikirannya, seolah mencoba membujuknya untuk mempertanyakan hidupnya sekarang. Bagaimana bisa satu makan siang memunculkan kembali perasaan yang begitu kuat?

Alya tiba di kantornya dan mencoba fokus pada pekerjaan, tetapi bayangan Adrian terus menghantui. Senyumnya, tatapan matanya, serta kehangatan yang selalu ada di antara mereka dulu seolah memenuhi pikirannya tanpa henti. Ia merasa terperangkap di antara dua dunia-masa lalu yang menggoda dan masa kini yang telah ia bangun dengan penuh perjuangan.

Saat malam tiba, Alya pulang dengan pikiran masih bercampur aduk. Ketika ia sampai di apartemen, Bayu sudah di rumah, seperti biasa menyambutnya dengan senyum hangat dan pelukan. Kali ini, pelukan itu terasa sedikit berbeda bagi Alya, bukan karena Bayu berubah, melainkan karena hatinya yang mulai goyah.

"Bagaimana harimu?" tanya Bayu sambil menyodorkan secangkir teh hangat, seperti kebiasaannya setiap kali Alya pulang terlambat.

"Baik, cukup sibuk seperti biasa," jawab Alya, berusaha terdengar biasa saja. Namun, dalam hati, ia bertanya-tanya apakah Bayu bisa merasakan perubahan di dalam dirinya, apakah ia tahu bahwa Alya sedang menghadapi kebimbangan besar.

Mereka berbicara seperti biasa, tentang pekerjaan dan rencana akhir pekan. Tapi malam itu, ada jarak tak terlihat antara mereka. Alya merasakannya, tapi tidak tahu harus berbuat apa. Bayu begitu baik, begitu penuh kasih, dan itu membuat Alya merasa semakin bersalah.

Ketika mereka akhirnya berbaring di tempat tidur, Alya memandangi langit-langit dengan pikiran yang melayang. Di sebelahnya, Bayu sudah tertidur, napasnya teratur dan damai. Alya menatap wajah suaminya dalam kegelapan, dan tiba-tiba ia merasa takut-takut kehilangan kedamaian yang telah mereka bangun bersama, takut membuat keputusan yang salah.

Namun, di dalam hati kecilnya, ada keraguan yang terus tumbuh. Bagaimana jika perasaan terhadap Adrian tidak pernah benar-benar hilang? Bagaimana jika cinta yang pernah mereka miliki masih ada, menunggu untuk ditemukan kembali?

Malam itu, Alya tertidur dengan pikiran yang tak kunjung tenang. Ia tahu, Adrian telah mengusik bagian dari dirinya yang sudah lama ia kubur. Tapi ia juga tahu, mempertaruhkan pernikahannya dengan Bayu untuk kenangan masa lalu bukanlah keputusan yang bisa ia ambil dengan mudah.

Saat fajar menyingsing, Alya terbangun dengan perasaan campur aduk. Ia tidak bisa menghindari kenyataan bahwa dua hati sedang beradu dalam hidupnya-Bayu, suami yang setia dan penuh cinta, serta Adrian, cinta lama yang kembali hadir dengan kekuatan yang tak terduga.

Di antara dua hati ini, Alya tahu, ia harus membuat keputusan. Tapi bagaimana jika ia salah memilih?

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Billionare and His Secret Wife
8.8
Demi bertahan hidup, Michelle terbiasa memanfaatkan pesona fisiknya. Namun, malam itu ia terperangkap dalam bahaya setelah tidak sengaja mendengar niat jahat para kliennya. Di bawah pengaruh obat, Michelle melarikan diri dan menyusup ke kamar pria asing untuk memuaskan gairah yang membakar dirinya. Pertemuan tidak terduga tersebut menjadi awal baru yang mengubah seluruh hidup Michelle. Saksikan bagaimana takdir membawa mereka ke dalam hubungan penuh intrik dan romansa panas.
Sampul Novel Istri Muda
8.7
Elang dihadapkan pada pilihan sulit saat terpaksa menikahi Huri demi melunasi utang sang ibu kepada orang tua gadis tersebut. Padahal, ia telah memiliki istri sah bernama Kiya. Kehidupan Elang pun berubah total demi membagi keadilan bagi kedua istrinya. Mampukah ia menjaga keutuhan rumah tangga barunya dan menjadi suami yang bertanggung jawab bagi Kiya dan Huri sekaligus tanpa memicu kehancuran dalam pernikahan mereka?
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Niat Vivian menemui Darren di kantor untuk urusan tanda tangan kontrak penting berujung pilu. Meski terbiasa santai, ia sempat bimbang mengetuk pintu ruang kerja kekasihnya itu. Begitu masuk, hatinya hancur seketika saat menyaksikan keintiman Darren dan Khloe. Di bawah kehangatan sinar matahari, Khloe tampak mesra merapikan dasi pria itu. Kehadiran Vivian yang tiba-tiba membuat suasana langsung membeku, meninggalkan dirinya terpaku tanpa mampu berucap sepatah kata pun.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun menikah, Lena gagal meluluhkan hati Theo. Kecewa karena diabaikan saat terluka demi wanita lain, Lena memilih bercerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia lalu bangkit sebagai desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, sang mantan suami justru menyudutkannya di sebuah peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat diragukan Lena di depan publik.
Sampul Novel Pacar baru untuk jutawan
9.1
David, dikonsumsi oleh rasa sakit yang disebabkan oleh pengkhianatan istrinya dengan pria yang lebih muda, memutuskan untuk mempekerjakan Hanna, yang juga di bawah umur, untuk menjadi bayi suggar-nya, sebuah kontrak di mana hanya dia yang harus bertindak seolah-olah dia adalah pacarnya untuk membuat mantan istrinya cemburu dan dengan demikian membuatnya kembali ke pelukannya bertobat. Hanna 14 tahun lebih muda dari David, itulah sebabnya mereka berpikir bahwa hubungan antara keduanya benar-benar dilarang, dan mereka hanya memiliki kontrak, tetapi seiring waktu, dia jatuh cinta dengan Hanna dan dia membalas, membuat cerita berubah menjadi romansa yang lazim, tetapi dia harus menghadapi kesenjangan perbedaan usia, kecemburuan, kebohongan, pengkhianatan dan di atas semua kemarahan mantan yang berduka yang ingin kembali untuk memulihkan semua yang pernah hilang.
Sampul Novel Pesona Pelayanku
9.4
Kehidupan Mayumi berbalik 180 derajat sejak menginjakkan kaki di negara asal sang ayah. Akibat dikhianati oleh ayahnya sendiri, ia dan ibunya harus berjuang mati-matian demi bertahan hidup di negeri asing. Keadaan yang mendesak memaksa Mayumi menerima pekerjaan sebagai pelayan seorang pria sombong yang egois. Namun, di balik kemegahan rumah sang majikan, ia justru perlahan mengungkap tumpukan dusta besar yang selama ini tersimpan rapi di dalam kediaman penuh misteri tersebut.