APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Desire of Love CEO

Desire of Love CEO

Kehidupan Alana Handoko berubah menjadi mimpi buruk setelah ia dinyatakan bersalah atas kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang anak perempuan. Insiden tragis tersebut menyulut murka Reynar Adiwangsa, seorang CEO tampan yang kehilangan figur tercinta. Terbakar oleh hasrat membalas dendam, Reynar bersumpah membuat hidup Alana menderita. Ia merancang berbagai rencana kejam untuk menyiksa Alana dan mengubah dunianya bagai neraka demi menuntaskan rasa sakit hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mentari terbit laksana memberikan senyuman yang menarik diri untuk bangun dari keletihan yang memaksa diri untuk bergerak. Alana terbangun dari tidurnya yang nyaman saat merasakan sinar mentari menerpa wajah dan menyilaukan matanya menembus balik tirai. Membuatnya jadi kesal sendiri tak dapat lagi memejamkan matanya.

Saat Alana bangun dari tempat tidurnya, ia memegang kepalanya yang terasa sakit. "Aduuh, kepalaku nyeri deh."

Alana turun dari tempat tidurnya merasakan pusing dibagian belakang kepalanya semakin menjadi-jadi. Ia menyesal tadi malam minum-minuman beralkohol terlalu banyak membuat ketidakseimbangan elektrolit dan dehidrasi menyebabkannya sakit kepala.

Dengan memegang tengkuknya, Alana berjalan menuju ruang tamu sambil mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling ruangan di rumah kontrakannya. Ia melirik kamar Sinta penasaran apakah sahabatnya sudah bangun atau belum.

"Sin... Sinta." Alana mengetuk pintu sambil memanggil nama sahabatnya.

Tapi tidak ada jawaban dari Sinta. Ia mengernyitkan dahi nya tak seperti biasa sahabatnya tidak merespon panggilannya. Ia kembali memanggil Sinta.

"Sinta... kamu udah bangun belum? Udah sarapan belum?" tanya Alana.

Namun, tak kunjung ada jawaban dari Sinta, ia pun memilih untuk menuju dapur. Tapi tiba-tiba ia merasa mual dan ingin muntah dengan cepat menuju kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi yang ada di dalam perutnya.

"Tau begini aku ga minum banyak deh. Penyesalan selalu datang terlambat," keluh Alana sambil memegang perutnya.

Wajah Alana jadi pucat, tapi nyeri kepalanya tak kunjung juga membaik. Ia membuat segelas teh hangat untuk meredakan sedikit nyeri yang menderanya sekalian juga membuatkan teh untuk Sinta.

"Sin... Sinta... kamu baik-baik aja? Aku buatin kamu teh nih." Alana memanggil Sinta agar keluar kamarnya.

Namun, seperti sebelumnya tak ada jawaban dari Sinta. Alana hanya menarik napas mencoba mengerti mungkin Sinta sedang tidak ingin diganggu. Ia berjalan menuju sofa dan mengambil remote televisi, mencari berita gosip agar lebih tahu tentang perkembangan artis-artis terbaru.

Terdengar suara pintu kamar Sinta terbuka membuat Alana menoleh ke belakang. Sinta keluar kamar sambil membawa handuk yang diletakan di pundaknya.

"Sin dari tadi aku panggil-panggil kamu kok ga keluar kamar? Apa kamu sakit?" tanya Alana khawatir pada Sinta.

"Aku ga apa-apa kok." Jawab Sinta.

"Sini minum dulu. Nih, aku udah buat teh."

"Iya nanti aku minum. Aku mau mandi dulu."

Sinta segera berlalu dari hadapan Alana dan Alana juga tidak mempermasalahkannya. Cuman ia merasa Sinta pagi ini agak aneh, tidak seperti biasanya.

"Mungkin Sinta pusing kali ya," ucapnya kembali fokus melihat berita artis-artis Indonesia.

Sinta di dalam kamar mandi hanya diam mematung. Masih terekam jelas dalam ingatannya tentang bagaimana gadis kecil yang bersimbah darah tergeletak di jalan. Ia tak dapat melihat dengan jelas wajah gadis kecil itu, rambut panjang gadis itu menutupi wajahnya.

Bulir-bulir air mata terjatuh di pipi Sinta. Ia sangat ketakutan dan merasa sangat berdosa akibat menyetir secara ugal-ugalan menyebabkan nyawa orang lain melayang. Ia menatap tangannya dengan menangis terisak-isak. Kenapa ia bisa begitu bodoh melakukan perbuatan yang tidak manusiawi seperti itu?

Dengan langkah gontai Sinta keluar dari kamar mandi dan melihat berita tentang tabrak lari yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Matanya terbelalak saat tahu kalau gadis kecil itu lah yang telah ditabraknya.

"Kasian banget kamu gadis kecil." Terdengar suara Alana yang juga menonton berita di televisi.

Sinta menjadi semakin ketakutan. Ia bergegas masuk ke dalam kamarnya membereskan semua bajunya di dalam koper. Ia harus segera pergi meninggalkan rumah kontrakan, jangan sampai ketahuan kalau ia lah pelaku yang sebenarnya. Namun, ia bimbang jika pergi nanti malah Alana yang akan dituduh melakukan tabrak lari.

"Aku harus bagaimana? Kasian Alana," ucapnya ragu.

Air mata Sinta kembali menetes di pipinya. Ada perasaan yang tidak enak hinggap di hatinya, tapi ia juga takut.

"Aku pergi ajalah daripada nanti aku yang masuk penjara. Alana kan punya orang tua pasti nanti dibantu orang tuanya kalau aku hanya akan menderita sendiri di penjara. Lebih baik aku kabur aja."

Sinta mengambil ponselnya untuk menghubungi taksi online. Setelah memastikan taksi online sudah berada di depan rumah ia segera keluar kamar membawa koper besar. Alana mengernyitkan dahinya saat melihat Sinta keluar kamar dengan koper besar seperti orang yang mau pindahan.

"Sin, mau ke mana?" tegur Alana.

Sinta menatap Alana dengan sedih lalu berkata, "maaf Lan, aku baru mau memberitahukan kalau aku harus segera pulang ke Klaten."

"Kenapa? Kok tiba-tiba banget kamu mau pulang ke Klaten?" Alana menatap Sinta heran.

"Lan, sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu," ucap Sinta tanpa menjawab pertanyaan Alana.

"Minta maaf? Kenapa kamu minta maaf?"

"Pokoknya aku minta maaf sama kamu. Kamu harus kuat dan aku percaya kalau pasti bisa melewati semua masalah yang ada."

"Kamu kenapa sih, Sin? Sumpah deh kamu aneh banget."

"Aku ga apa kok, Lan." Sinta langsung memeluk Alana dengan erat. Ia merasa bersalah.

Setelah itu Sinta melepaskan pelukannya dari Alana. Menatap wajah Alana yang terlihat bingung.

"Terus sekarang, kenapa kamu mau pulang ke Klaten? Kita masih ada kuliah loh," ujar Alana.

"Ayah dan Ibu ku sakit, jadi aku harus segera pulang ke Klaten. Kamu jaga diri baik-baik yaa, Lan. Aku memohon maaf sebesar-besarnya sama kamu." Sinta berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Alana yang tampak kebingungan.

Brak!!

Terdengar suara bantingan pintu yang membuat Alana terhenyak sambil mengelus dadanya sendiri. Ia menggelengkan kepalanya agar tetap kembali pada kewarasannya.

"Kenapa Sinta bilang Ayah dan Ibunya sakit? 'Kan Sinta anak yatim piatu?" Alana jadi kebingungan sendiri.

"Apa Pakde sama Bude nya kali yak yang dimaksud sama Sinta? Memang sih Sinta dibesarkan sama mereka, mungkin aja kali udah dianggap kayak ayah dan ibunya sendiri." Alana mencoba untuk mempercayai keyakinannya sendiri.

"Ah, sudahlah. Kalau Sinta bohong, apa ya alasannya bohong," ujar Alana jadi penasaran sendiri.

Terdengar suara bunyi keroncongan dari perutnya. Dari tadi ia belum makan apapun hanya segelas teh hangat.

"Sudahlah aku ga usah memikirkannya lagi. Mending makan aja dulu, aku susah berpikir kalau kelaparan abis makan baru deh molor lagi."

Dengan semangat Alana menuju dapur membuat sebungkus mie instan dimasak bersama telur dan potongan cabai agar lebih terasa pedas membangkitkan selera makannya.

"Paling enak kalau makan sambil nonton tv nih," ucapnya sambil membawa mangkuk mie instan.

Alana sambil meniup mie melihat lagi berita kecelakaan yang tadi sudah dilihatnya. Ia mengganti berkali-kali chanel televisi, tapi lagi-lagi mengenai kabar meninggalnya gadis kecil di jalan Simatupang, Jakarta. Ia terkejut saat mengetahui kalau korban tabrak lari tersebut merupakan cucu dari Adiwangsa Group. Salah satu perusahaan properti, mall di Indonesia.

"Pantesan diberitakan di mana-mana, lah cucu orang kaya raya begitu," gumam Alana.

"Tapi kenapa tuh cucu orang kaya raya bisa jalan tengah malam sih? Masa berusia 6 tahun bisa berkeliaran sendirian begitu tanpa pengawasan. Beneran aneh deh."

Alana kembali melihat berita di televisi yang menampilkan wajah cantik gadis kecil dengan rambut panjang tampak menggemaskan. Ia menjadi ikutan sedih dengan kejadian tragis yang menimpa anak berusia 5 tahun tersebut.

"Sialan bener nih yang nabrak! Ku sumpahin yang nabrak hidupnya membusuk di penjara biar mati disiksa para tahanan. Untung aja ada cctv di sana biar cepetan ditangkap tuh orang laknat," ucap Alana puas.

Setelah menghabiskan semangkuk mie instan dan perutnya jadi kenyang. Alana berencana untuk melanjutkan tidurnya, lagi pula ia sedang tidak memiliki jadwal kuliah hari ini jadi bisa tidur seharian penuh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Demi Edgar Emiliano, si playboy sekolah, Vania Clarista rela melepaskan kemewahan hidupnya. Namun, cinta buta itu berujung luka saat ia hamil dan ditinggalkan berjuang sendiri. Vania pun memilih pergi menjauh demi kehormatan keluarganya, lalu membangun hidup baru secara mandiri. Enam tahun berselang, anaknya kini tumbuh besar. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali, ataukah Vania bakal tetap bertahan sendirian tanpa Edgar?
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara bertekad kuat mempertahankan status pernikahan demi menjaga kemewahan hidupnya. Namun, Vesper diam-diam merancang taktik licik agar sang istri bersedia menuntut cerai, demi memuluskan jalannya menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan bersama, konflik besar akhirnya meledak di antara mereka. Elara kini harus berjuang bertahan di tengah tekanan berat sang suami, terjebak dalam pusaran ambisi, pengkhianatan, serta intrik cinta yang rumit.
Sampul Novel Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta
8.6
Dalam novel modern Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta, sebuah gladi resik pernikahan mewah berubah menjadi kekacauan total saat Quincy, rekan kerja tunangan sang protagonis, datang merusak dekorasi dan mengklaim Jared sebagai miliknya. Dengan penuh percaya diri, wanita itu bahkan merobek gaun pengantin bernilai puluhan miliar karena memaksakan tubuhnya yang tidak muat. Quincy merasa di atas angin, yakin bahwa Jared sangat mencintainya dan akan mengganti gaun tersebut. Namun, saat hari pernikahan tiba, kebenaran mengejutkan terungkap. Pengantin pria yang datang bukanlah Jared, melainkan bos besar mereka. Sejak awal, pernikahan ini ternyata bukanlah milik orang yang Quincy duga.
Sampul Novel Cinta Lokasi Pembantu Dan Majikan
8.9
Untuk menyambung hidup, tokoh utama memutuskan bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman sebuah keluarga kaya. Kinerjanya yang baik membuat sang majikan merasa sangat puas. Namun, situasi berubah menegangkan sekaligus tak terduga. Sesaat setelah ia berhasil menidurkan anak majikannya, sepasang tangan besar misterius tiba-tiba meraba pinggangnya dari belakang, memicu konflik baru dalam hidupnya.
Sampul Novel DI ANTARA DUA LELAKI
8.1
Pernikahan Lina dan Ardi yang sudah berjalan sepuluh tahun kini terancam kandas setelah sang suami berubah menjadi dingin dan menjauh. Di tengah kesunyian hidupnya, Ivan hadir kembali. Sosok teman lama ini membawa kehangatan masa lalu yang memicu getaran cinta lama bersemi kembali. Kini, Lina berada di persimpangan jalan yang sulit, bimbang antara menjaga kesetiaan rumah tangganya atau memilih babak baru bersama Ivan.
Sampul Novel Menikahi Gadis Bar-Bar
8.4
Malaika Arabella, siswi kelas XI penerima beasiswa, terkenal tangguh dan kerap membolos walau tetap berprestasi di tengah rundungan. Konflik bermula ketika orang tuanya harus bertugas ke luar negeri untuk waktu lama. Enggan ikut dan tanpa kerabat dekat, Mala terpaksa menyetujui pernikahan dini rahasia dengan anak dari sahabat ayahnya. Sanggupkah Mala mengarungi bahtera rumah tangga barunya ini, sementara ia juga harus menghadapi dinamika dunia sekolah yang penuh gejolak?