APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa

Derita Seorang Gadis Desa

Demi membiayai neneknya yang sakit, Alya, seorang yatim piatu tamatan SMP, mengadu nasib di kota. Keberuntungan sempat berpihak saat ia bekerja pada Ibu Ratna yang berhati mulia. Namun, kembalinya putra majikannya bernama Arka menjadi mimpi buruk. Kehormatan Alya direnggut paksa oleh pria itu. Alih-alih bertanggung jawab, Arka justru mencaci dan mengusirnya dengan kejam. Kini, dengan batin yang terluka parah, Alya harus berjuang keras demi bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam itu hujan turun deras. Rintik air menghantam jendela kamar Alya, menciptakan suara berulang yang seharusnya menenangkan. Namun, bagi Alya, malam itu bukan malam yang tenang. Ia duduk di tepi ranjang, tangannya meremas kain selimut sambil menatap kosong ke arah lantai.

Sejak Arka kembali ke rumah ini, Alya tidak pernah merasa benar-benar aman. Tatapan lelaki itu, kata-kata samar yang dilontarkan, bahkan langkah kakinya yang berat di lorong-semuanya membuat jantung Alya berdegup kencang. Ia sudah berusaha menghindar, tapi semakin hari semakin sulit.

Alya menutup mata, menarik napas panjang. Mungkin aku terlalu takut. Mungkin dia hanya iseng. Aku tidak boleh berpikir buruk terus... gumamnya dalam hati.

Namun pikirannya terhenti ketika suara ketukan keras terdengar di pintu kamarnya.

Tok! Tok! Tok!

Alya tersentak, tubuhnya kaku. Siapa yang mengetuk malam-malam begini?

"Siapa?" tanyanya lirih dengan suara gemetar.

Tidak ada jawaban. Hanya suara hujan yang makin deras di luar sana.

Tok! Tok! Tok!

Ketukan itu terdengar lagi, lebih keras kali ini. Alya merasakan bulu kuduknya berdiri. Dengan hati-hati, ia bangkit dari ranjang dan berjalan mendekati pintu. Tangannya gemetar saat menyentuh gagang pintu.

"Alya," suara berat itu akhirnya terdengar.

Alya membeku. Itu suara Arka.

Ia mundur beberapa langkah, menjauh dari pintu. "Ada apa, Mas?" tanyanya dengan suara nyaris tak terdengar.

"Aku ingin bicara."

"Bicara saja besok, Mas. Sekarang sudah malam."

Hening sejenak. Lalu suara tawa pendek terdengar dari balik pintu. "Kau pikir aku tidak tahu kau masih terjaga? Buka pintunya."

Alya menggeleng panik meski Arka tidak bisa melihat. "Maaf, Mas. Saya capek. Saya ingin tidur."

Ketegangan makin terasa. Lalu, tiba-tiba, gagang pintu itu digoyang keras. Alya menjerit pelan, mundur lagi hingga menempel ke dinding.

"Alya! Buka pintu!" suara Arka meninggi, kali ini penuh perintah.

Alya memejamkan mata, tubuhnya gemetar hebat. Ia tidak berani menjawab.

Beberapa detik kemudian, suara itu mereda. Tidak ada lagi teriakan, tidak ada ketukan. Alya terdiam, mencoba mendengar dengan seksama. Apakah Arka sudah pergi?

Namun, sebelum ia sempat lega, pintu itu tiba-tiba terbuka dengan keras. Arka berdiri di ambang, wajahnya basah oleh sisa hujan ketika tadi keluar sebentar, matanya merah, entah karena marah atau alkohol.

Alya menjerit kaget, tubuhnya mundur ke ranjang. "Mas! Tolong jangan masuk!"

Arka melangkah masuk dengan tatapan dingin. "Kau pikir kau bisa menolak aku, Alya?"

"Saya mohon, Mas. Jangan seperti ini..." Alya merintih, suaranya pecah.

Arka menutup pintu di belakangnya, lalu melangkah cepat menghampiri Alya. Gadis itu berusaha kabur ke sisi lain ranjang, namun Arka lebih cepat. Tangannya menarik pergelangan Alya dengan kasar hingga gadis itu terjatuh di atas kasur.

"Mas! Lepaskan saya! Tolong!" teriak Alya, air matanya mulai jatuh.

Namun Arka seolah tuli. Tatapannya penuh nafsu dan arogansi. "Diam! Jangan berteriak, atau aku akan membuatmu menyesal."

Alya mencoba meronta, menendang, bahkan memukul dada Arka. Namun tenaganya tak sebanding dengan lelaki dewasa itu. Arka menahan kedua tangannya, mendesaknya ke bawah.

"Saya mohon, Mas! Jangan lakukan ini! Saya hanya ingin bekerja di sini, saya tidak pernah berniat macam-macam! Saya mohon, Mas Arka!" tangis Alya pecah, suaranya parau.

Arka tidak peduli. Ia justru menunduk, membisikkan kata-kata dingin di telinga Alya. "Kau terlalu cantik untuk jadi pembantu. Kau harus tahu tempatmu."

Tangisan Alya semakin keras, tubuhnya bergetar hebat. Ia berusaha meraih apa pun di sekitarnya untuk melawan, tetapi Arka jauh lebih kuat.

Malam itu, hujan deras seakan ikut menangis menyaksikan kehormatan Alya direnggut secara paksa. Dunia Alya runtuh dalam sekejap.

Keesokan paginya, Alya duduk di sudut kamarnya, tubuhnya lunglai, matanya bengkak karena semalaman menangis. Seluruh tubuhnya terasa sakit, tetapi hatinya jauh lebih hancur. Ia merasa kotor, hina, dan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Ia memeluk lututnya erat, mencoba menenangkan diri, namun air mata terus mengalir. Kenapa ini terjadi padaku? Apa salahku?

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Arka masuk dengan wajah dingin. Alya spontan menoleh, tubuhnya gemetar ketakutan.

"Pergi!" teriaknya dengan suara serak. "Jangan dekat-dekat lagi sama saya!"

Arka hanya menatapnya, lalu tersenyum tipis. "Kau masih di sini? Kupikir kau akan kabur."

Alya menatapnya dengan benci. "Mas sudah menghancurkan hidup saya! Kenapa Mas tidak punya rasa bersalah sama sekali?"

Arka tertawa pendek. "Rasa bersalah? Untuk apa? Kau hanya seorang pembantu, Alya. Jangan merasa terlalu berharga."

Air mata Alya semakin deras. "Saya manusia, Mas. Saya punya harga diri!"

Arka mendekat, membuat Alya semakin mundur ke dinding. Namun kali ini, Arka hanya berhenti beberapa langkah di depannya.

"Dengar baik-baik. Kau tidak boleh cerita pada Ibu tentang apa yang terjadi. Kalau sampai kau buka mulut, aku akan pastikan kau menyesal seumur hidup," ancamnya dengan suara rendah namun tegas.

Alya terisak, tubuhnya bergetar hebat. Ia ingin melawan, ingin berteriak, tapi ketakutan membungkam suaranya.

Arka melangkah pergi, meninggalkan Alya sendirian lagi di kamar itu-dengan hati yang hancur berkeping-keping.

Hari-hari berikutnya menjadi neraka bagi Alya. Ia masih bekerja seperti biasa, mencoba menutupi luka batinnya di depan Ibu Ratna. Wanita baik itu tidak tahu apa yang terjadi, karena Alya terlalu takut untuk bercerita.

Setiap kali berpapasan dengan Arka, Alya merasa sesak. Lelaki itu bertingkah seolah tidak pernah terjadi apa-apa, bahkan sering memandangnya dengan tatapan meremehkan.

Alya hanya bisa menahan tangis di kamar setiap malam. Ia merasa sendirian, tak ada tempat untuk mengadu. Satu-satunya orang yang ia pikirkan hanyalah neneknya di desa. Kalau aku pulang, bagaimana dengan nenek? Kalau aku bertahan, aku harus menanggung rasa sakit ini...

Ia terjebak di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan.

Suatu sore, ketika Alya sedang menyiram tanaman di halaman, Ibu Ratna menghampirinya.

"Alya, kau kelihatan pucat. Apa kau sakit?" tanyanya khawatir.

Alya buru-buru menggeleng. "Tidak, Bu. Saya hanya kurang tidur."

Ibu Ratna menatapnya lekat-lekat. "Kalau ada apa-apa, jangan sungkan cerita ke Ibu, ya. Kau sudah seperti anak sendiri bagi Ibu."

Alya hampir menangis mendengar itu. Ingin sekali ia jujur, mengatakan apa yang sudah Arka lakukan. Tapi ketakutan akan ancaman Arka membuatnya hanya bisa tersenyum kaku.

"Iya, Bu. Terima kasih."

Malamnya, Alya duduk di ranjang sambil menatap jendela. Hatinya penuh dengan luka, marah, takut, dan putus asa. Ia berdoa dalam hati, berharap Tuhan memberikan kekuatan.

"Alya harus kuat," gumamnya pada diri sendiri. "Kalau tidak untuk diriku, setidaknya untuk nenek. Aku tidak boleh hancur."

Namun, jauh di lubuk hatinya, ia tahu luka ini tidak akan mudah sembuh. Kehormatannya telah direnggut, masa depannya terasa suram, dan lelaki bernama Arka itu masih berada di bawah atap yang sama dengannya.

Dan Alya tahu, penderitaan ini baru saja dimulai.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dewi Mayapada
8.0
Fina tumbuh dalam limpahan kasih sayang sang ibu yang selalu melindunginya. Namun, fase kedewasaan membawa tantangan berat saat ia harus memilih pendamping hidup. Di tengah badai keraguan dan kekecewaan yang kerap datang, ibunya tetap berdiri sebagai pelindung utama. Lewat berbagai wejangan berharga dan keteguhan menghadapi cemoohan orang sekitar, sang ibu menuntun Fina hingga akhirnya ia berhasil menemukan keyakinan penuh untuk melangkah ke masa depan.
Sampul Novel Fallin Love With Jerk Billionaire
7.8
Kehidupan Thania Moran, gadis kaya yang polos dan periang, berubah drastis setelah mengenal Zachary Devon. Zach merupakan pebisnis muda sukses di Amerika yang berwatak dingin dan kerap meremehkan perempuan. Walau sempat saling membenci, Thania justru terpikat pada pria berbahaya tersebut. Konflik meruncing saat orang tua Thania menjodohkannya dengan cinta pertamanya. Namun, ketulusan Thania perlahan meluluhkan hati Zach yang selama ini dikenal sebagai playboy sombong.
Sampul Novel Obsesi Pacar Sahabatku
7.9
Sila menghadapi situasi rumit saat Agra, kekasih dari sahabatnya sendiri, mendadak terobsesi dan mengklaim dirinya sebagai pacar. Walau Sila menolak keras serta merasa risih atas tindakan menyimpang tersebut, Agra tetap bebal dan mulai mengontrol kehidupan Sila layaknya kekasih resmi. Kewarasan Sila diuji oleh sikap posesif Agra yang tidak masuk akal, membuatnya sangat frustrasi dan bertekad kuat untuk menghentikan obsesi gila pria nekat itu.
Sampul Novel Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua
9.2
Pasca kehilangan suami dan calon bayinya, Nadira Arsyad terpaksa menjadi ibu pengganti bagi anak bos mafia kejam, Rafhael Satrio. Di tengah rasa takut, benih cinta tumbuh meski terhalang dendam masa lalu. Terungkap bahwa mendiang suami Nadira terlibat kematian istri Rafhael, sementara Rafhael gagal menolong pria itu saat kritis akibat persaingan bisnis. Kini, Nadira terjebak di antara pengkhianatan masa lalu dan perasaan rumit. Akankah cinta menyatukan mereka atau justru memicu permusuhan abadi?
Sampul Novel PETUALANGAN KE KOTA PARIS
8.8
Pasca-bercerai, seorang wanita muda memilih pergi ke Paris untuk memulihkan jati dirinya. Di sana, ia bertemu dengan pelukis menawan yang mengubah cara pandangnya tentang kehidupan secara mendalam. Kisah mereka tumbuh menjadi jalinan cinta yang membara, diwarnai penjelajahan dunia seni yang memikat. Petualangan ini menjadi momen krusial baginya untuk membangkitkan kembali gairah dan semangat hidup yang dahulu sempat padam.
Sampul Novel Terjebak Pernikahan dengan CEO
8.2
Menolak dijodohkan sang kakek, Elyana Louis memilih menyamar sebagai pelayan culun. Nasib membawanya ke situasi rumit ketika majikannya memohon agar ia menggantikan putri mereka yang melarikan diri di hari pernikahan. Tergiur imbalan satu juta dolar dan kesepakatan cerai dalam setahun, Elyana setuju. Namun, ia terkejut saat mengetahui pengantin prianya adalah sosok dari masa lalunya. Sang CEO pun bersumpah tidak akan pernah melepaskannya dan menolak bercerai.