APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Derita Istri Penurut

Derita Istri Penurut

Arini selalu patuh pada Bagas, suaminya, walau kerap mendapat perlakuan kasar. Demi melindungi orang tua, ia memendam penderitaan itu rapat-rapat. Namun, batas kesabaran Arini akhirnya habis, mendorongnya melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama. Di tengah kemarahan Bagas yang meluap, mampukah ia meluluhkan hati sang istri? Ataukah kepedihan batin yang terlanjur mengendap lama membuat tekad Arini untuk berpisah tidak bisa digoyahkan lagi?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi sekali Bagas tengah bersiap untuk pergi meninggalkan rumah. Dia akan pergi keluar kota untuk urusan kerja. Terlihat Arini sangat sibuk mempersiapkan sarapan untuk sang suami.

Bagas kalau makan lauknya tidak cukup satu menu. Tapi harus ada beberapa menu yang harus tersedia di meja makan.

Rengekan anak pun yang sedang menangis seakan tidak dihiraukan oleh Arini karena dia pikir waktu begitu mepet dan jika dia mengambil anaknya untuk mencoba menenangkan pasti akan memakan waktu lama.

Bagas nampak tidak begitu sayang terhadap sang anak. Tatkala melihat sang anak menangis pun hanya tatapan sinis yang dia berikan kepada sang anak.

Sontak sang anak merasa takut dengan tatapan tajam sang Papa dengan mata yang melotot.

Hening seketika tangisan sang anak dan Arini pun terlihat lega karena dia merasa tidak terburu-buru untuk memasak karena rengekan tangis sang anak.

____

"Aura, sudah bangun?" Arini memeluk tubuh sang anak dan tersenyum lebar. Tatkala datang dari arah dapur.

Nampak sang anak memeluk sang Mama begitu erat dan terlihat ketika sang anak melirik ke arah sang Papa, seperti dihinggapi rasa takut dan seperti bukan sosok Papa yang kini tengah berada di hadapannya itu.

"Kenapa Aura, kok memandang Papa seperti itu," sindir Bagas yang terlihat menampakkan rasa sayang dan peduli terhadap sang anak di depan istrinya.

Aura pun berpikir dalam hatinya, mengapa tadi Papanya seakan mau menerkam dirinya. Tapi setelah ada kedatangan sang Mama, Papanya berpura-pura baik.

____

"Sini Papa cium dulu, kan Papa mau pergi lama," ucap Bagas sambil berjalan ke arah sang anak yang nampak tambah merekatkan pelukannya ke tubuh sang Mama.

Arini pun berpikir dalam hatinya. Mengapa sang anak seperti sedang dihinggapi rasa takut oleh sang Papa. Tapi Arini mencoba menepis semuanya dan dia berpikir mungkin sang anak baru bangun tidur dan masih lelap terbawa suasana mimpi buruk.

Arini berlalu ke meja makan dengan menggendong sang anak dengan di ikuti dari arah belakang oleh Bagas.

Arini selalu jadi istri patuh dan diam jika Bagas berbicara dengannya. Karena kalau dia menyela omongan sang suami, pasti sang suami matanya langsung melotot dan tidak mau kalah.

____

"Aku mau pinjam uang sama kamu Ma," ucap Bagas di sela-sela sedang makan. Dan pandangan Bagas melirik ke arah kalung yang tengah di pakai oleh sang istri.

Arini seakan tahu maksud dari sang suami bahwa dia akan meminjam uang dari hasil menjual kalung yang tengah Arini pakai. Karena sebelumnya Bagas sudah membicarakan hal itu seminggu yang lalu kepada Arini, bahwa dia ingin meminjam kalung Arini untuk keperluan proyeknya dan Bagas berdalih akan membayarnya bulan depan.

"Baru saja aku memakai kalung ini dari hasil uang arisan," batin Arini seakan tidak rela jika kalung tersebut di jual oleh Bagas, meskipun bulan depan akan digantikan oleh sang suami.

Bagas pandai merayu sang istri dan dia memaksa secara halus agar kalung itu dijual Arini, dan setelah itu uangnya nanti di transfer ke rekening Bagas.

Perdebatan kecil terlihat di antara sepasang suami istri itu. Bagas yang dengan bersikukuh untuk menjual kalung Arini, sedangkan Arini seakan tidak rela jika kalungnya akan dia jual untuk kepentingan pekerjaan Bagas.

____

Entah mengapa terasa janggal jika Bagas meminta kalungnya untung dijual. Bukannya bulan lalu dia bilang minggu ini Bagas akan mendapatkan uang bonus dari kantor.

Arini pun memberanikan diri untuk bicara kepada Bagas perihal uang bonus tersebut dengan berhati-hati karena takut tersinggung.

"Pah, bukannya kamu akan mendapatkan uang bonus dari kantor," lirih Arini dengan tatapan redup mencoba menetralkan hati sang suami.

"Bonus apa? Tidak jadi dapat bonus," jawabnya enteng.

Arini pun seakan tidak percaya dengan pengakuan sang suami karena Indra teman dari Bagas yang suka ke rumah, dia waktu itu bilang juga akan mendapatkan bonus dari kantor. Begitupun dengan Bagas.

"Tapi kata indra---!" Arini nampak tidak melanjutkan ucapannya karena terpotong oleh Bagas.

"Kamu jangan percaya Indra!" bentak Bagas.

Indra salah satu teman Bagas di kantor dan dia selalu datang ke rumah Bagas. Dia usianya masih muda sekitar 27 tahun dan belum menikah. Kedekatan anaknya Bagas dengan Indra cukup erat.

Mungkin boleh di bilang dari pada dengan Bagas, Aura sang anak lebih dekat dengan Indra karena Indra pribadi penyayang.

____

"Pokoknya nanti siang kalung itu sudah kamu jual dan uangnya segera transfer ke rekening aku. Jangan takut gak akan di ganti pasti aku ganti," sindir Bagas dengan tegas sambil melengos keluar.

Arini pun nampak mengekor dari arah belakang Bagas. Dia hanya bisa menatap punggung Bagas dan menghela napas panjang.

Bagas kemudian memasuki mobil dengan muka cemberut, mungkin takut jika sang istri benar-benar tidak menjual kalung tersebut.

Sebelum Bagas mengeluarkan mobilnya, nampak dia berucap lagi kepada sang istri untuk menjual kalungnya itu. Arini pun mengangguk dengan terpaksa.

"Hati-hati Mas!" Arini nampak melambaikan tangannya dan tersenyum tipis saat mobil Bagas keluar dari halaman.

____

"Arini!"

Teriak seorang wanita dari arah halaman rumah. Tatkala Arini membalikkan tubuhnya untuk masuk kembali kedalam rumah, setelah kepergian sang suami.

"Novi!"

Arini tersenyum dan terlihat kaget karena kedatangan sahabatnya itu tidak memberikan kabar terlebih dahulu.

"Suami kamu pergi ya, barusan aku lihat mobilnya keluar," Novi nampak memeluk Arini tatkala sudah turun di motornya.

Arini hanya menganggukkan kepalanya dan mereka pun duduk di depan teras rumah. Novi terlihat menyapa Aura kemudian Aura di gendong oleh Novi.

Aura nampak terlihat senang tatkala di gendong oleh sahabat Mamanya itu. Beda dengan perlakuan Bagas Kepada anaknya. Aura tidak dekat dengan sang Papa.

____

"Arini, aku cuma mau bilang kemarin itu loh. Aku---!" nampak Novi menatap lekat kedua bola maya Arini dan nampak ragu untuk memulai pembicaraan.

Terlihat Arini seakan memahami isi pembicaraan dari Novi yang hendak di sampaikan. Bahwa Bagas kemarin bersama wanita lain di sebuah kafe.

Nampak Arini membuang napas kasar, dia seakan tidak ingin mendengarnya dari mulut Novi karena itu akan menyakitkan.

"Nov, mau minum apa? Bentar ya, aku ambilkan minum." Arini pun dengan cepat melengos dari hadapan Novi.

Dada Arini tersentak seketika karena dia rasanya belum siap untuk mendengar pengakuan dari mulut Novi, bahwa Bagas bermain serong di belakangnya.

_____

Crack!!!!

Terdengar nyaring suara gelas terjatuh di dalam dapur. Novi nampak terperangah dengan bunyi suara tersebut. Dia pun nampak dengan cepat berlalu ke arah dapur untuk memastikan keadaan.

"Arini, kenapa gelasnya pecah ya!?" Novi berjalan ke arah dapur. Sementara Aura dia dudukkan di atas kursi teras.

Terlihat Arini sedang memungut serpihan gelas yang sudah pecah dan disana yang sudah terisi kopi panas. Novi pun dengan cepat menghampiri dan membantunya.

"Konon katanya kalau tiba-tiba gelas terjatuh dan pecah itu ada pertanda-!" ucap Novi

"Akh, kamu jangan mikir macam-macam," Arini pun kembali mengambil gelas untuk membuatkan kopi kembali.

"Stop! Jangan kamu bicara tentang suamiku Nov," batin Arini terasa was-was jika Novi spontan bercerita masalah Bagas bermain serong dengan wanita lain.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel HIGH SCHOOL LOVE ON
8.7
Devano, murid pintar yang terkekang ambisi orang tuanya, menemukan warna baru saat bertetangga dengan Bea Miller, siswi pindahan yang pemberontak. Di balik perbedaan mereka, keduanya kerap menghabiskan malam bersama untuk saling mencurahkan isi hati. Sayangnya, sebuah liburan pantai membuat orang tua Devano murka dan memisahkan mereka. Waktu berlalu, kenangan akan Bea menuntun Devano menjadi fotografer sukses, sementara Bea berhasil meraih impiannya sebagai menteri luar negeri.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan usai belasan tahun memicu obsesi kelam dalam diri Caleb. Ketika Eddith tak lagi mengingat masa lalu mereka, sukacita Caleb berubah menjadi kekejaman tanpa ampun. Kini, pria kejam itu mengendalikan seluruh hidup Eddith. Walau Eddith terus meronta dan menolak, gairah Caleb justru kian tersulut. Dibayangi ancaman penderitaan yang jauh lebih besar, Eddith kini terperangkap dalam cengkeraman takdir sosok pria yang ia cap sebagai bajingan.
Sampul Novel Pembantu Kaya Tuan Tampan
8.1
Glenn sangat marah saat Lala tidak menyajikan kopi, melainkan memaksanya minum susu hangat. Walau sempat menolak karena merasa bukan bayi, sang tuan tampan yang sombong tak berkutik menghadapi ketegasan pembantunya yang patuh pada perintah Bi Narti. Momen menggelikan ini mulai mengubah sikap angkuh Glenn. Sanggupkah keteguhan Lala melunakkan hati sang majikan? Simak kelanjutan hubungan unik mereka dalam kisah romantis yang penuh warna ini.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia
8.6
Pernikahan lima tahun Hosana dan Jack diuji saat Jack meminta pindah ke luar negeri bersama Luna untuk ketiga kalinya. Jack mengaku bahwa Luna, tetangga sebelah mereka, telah menemaninya selama sembilan tahun. Tanpa air mata, Hosana justru membantu membelikan tiket pesawat untuk Luna. Mengira istrinya pasrah, Jack pergi bersama Luna. Namun di bandara, setelah mengantar mereka, Hosana memilih menaiki pesawat berbeda untuk pulang selamanya ke rumah orang tuanya.
Sampul Novel Rahasia Suami yang Tidak Berharga
9.3
Selama dua tahun, ketulusan Ashton hanya dibalas sikap dingin oleh Emalee, yang akhirnya menuntut cerai karena Ashton dianggap miskin dan tak punya aset minimal dua miliar rupiah. Begitu resmi berpisah, Ashton berhenti menyembunyikan jati dirinya. Siapa sangka, ia adalah maestro musik, pakar medis, sekaligus master bela diri yang sangat dihormati di dunia. Emalee pun jatuh dalam penyesalan terdalam setelah menyadari betapa luar biasanya mantan suami yang telah ia buang.
Sampul Novel YOUNG MASTER'S FAVORITE HIGH SCHOOL GIRL
8.2
Hidup gadis SMA itu hancur ketika ayahnya sendiri tega menjualnya demi uang. Ia diserahkan ke seorang pria muda—tuan muda yang dingin, berkuasa, dan menyimpan rahasia gelap. Di bawah bayang-bayang paksaan, benih hasrat terlarang mulai tumbuh di antara mereka. Setiap sentuhan menyengat, setiap tatapan menggoda, dan setiap malam bersama semakin mengaburkan batas antara benci dan cinta. Namun, bisakah ia bertahan ketika obsesi tuan muda itu mulai menguasai seluruh hidupnya? Atau akankah ia justru tenggelam dalam kegelapan yang menawarkan kenikmatan itu?