APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam seorang Janda

Dendam seorang Janda

Kehidupan Mutia hancur setelah suaminya tewas dalam kecelakaan. Alih-alih mendapat simpati, ia malah difitnah menggoda pria beristri oleh keluarga mendiang suaminya, lalu diusir hingga mengalami insiden tragis yang merusak wajahnya. Lewat operasi rekonstruksi wajah, Mutia terlahir kembali dengan identitas baru. Kini, ia siap menuntut keadilan dan membalaskan dendamnya kepada setiap orang yang telah merusak hidupnya. Simak aksi berani Mutia dalam membalas rasa sakitnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mutia dan Bu Salma sudah menyiapkan segala keperluan untuk pulang ke Indonesia. Sehari sebelum pulang Mutia dan Bu Salma jalan-jalan terlebih dahulu, membeli oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia.

“Mutia beli baju ini, biar penampilan mu semakin kece.” kata Bu Salma menunjukkan sebuah baju mini dress berwarna merah muda.

“Mahal Bu, nanti Mutia merepotkan Bu Salma.” jawab Mutia.

“Sudah jangan fikirkan masalah uang Mutia, kamu sudah Ibu anggap sebagai anak kandung Ibu. Panggil saja saya dengan sebutan Mama.” kata Bu Salma meyakinkan Mutia.

“Baiklah Bu, Mutia akan beli baju yang Ibu tunjukkan pada Mutia.” jawab Mutia mengambil baju yang Bu Salma tunjuk tadi.

    Setelah mereka puas dengan belanja mereka kembali ke apartemen yang selama ini mereka tinggali selama di Singapura. Bu Salma dan Mutia mulai mengemasi pakaian mereka karena besok dia kan pulang ke Indonesia. Dan Mutia kan memulai kehidupan yang baru dengan wajah yang baru.

  Esok pun tiba, Mutia sudah siap dibandara untuk segera terbang ke Indonesia.

“Pa, Jangan lupa jemput kita ya!” pinta Bu Salma pada Pak Samsul saat ditelfon.

“Iya Ma, Papa akan Jemput Mama dan Mutia.” jawab Pak Samsul.

  Bu Salma menghampiri Mutia yang sedang menunggu. Tidak berapa lama akhirnya pesawat yang dia tumpangi pun berangkat.

    Tepat Pukul 2 siang Bu Salma dan Mutia sudah sampai dibandara. Pak Samsul sudah menunggu mereka dipintu keluar.

“Beneran ini Mutia? Berbeda sekali dengan yang dulu.” kata Pak Samsul kaget melihat penampilan Mutia yang sekarang.

“Udah, Ayo kita pulang dulu!” ajak Bu Salma sambil menggandeng Pak Samsul.

    Mutia berjalan di belakang mereka dengan tersenyum bahagia melihat dua orang yang kini menjadi keluarga dia.

    Dalam perjalanan Bu Salma tidak berhenti bercerita tentang pengobatan Mutia selama di Singapura pada Pak Samsul.

“Saya kira pulang dari Singapura cerewetnya berkurang, ini malah nambah banyak sekali.” kata Pak Samsul sambil menyetir.

“Ah Papa, kalau itu ya tidak bisa berubah Pa sampai kapan pun itu.” jawab Bu Salma tersenyum kearah Pak Samsul. “Pa, nanti ajak Mutia biar belajar kerja kantoran.” kata Bu Salma.

“Saya tinggal terserah Mutia Ma, kalau Mutia mau ya akan Papa ajarkan.” kata Pak Samsul melirik ke arah Mutia yang duduk di jok belakang.

“Kapan kamu akan kembali ke desa tempat tinggalmu itu, Tia?” tanya Bu Salma.

“Setelah saya benar-benar siap ma. Oh ya ma lebih baik panggilan ku diganti Tia saja ya?” tanya Mutia pada Bu Salma.

“Iya tidak apa-apa, kenalkan dirimu sebagai keluarga kami nanti disana. Biar tidak ada yang mencurigai bahwa kamu adalah Mutia.” kata Bu Salma.

“Untuk apa kamu kembali kesana? Bukankah kamu telah diusir?” tanya Pak Samsul heran.

“Dia kesana sebagai Tia, anak kita Pa. Bukan sebagai Mutia janda yang terusir

beberapa bulan yang lalu.” jawab Bu Salma.

“Apa kamu berniat balas dendam?” tanya Pak Samsul pada Mutia.

“Iya Pak, akan saya buat mereka menyesal telah mengusir aku.” kata Mutia menghadap kearah luar mobil.

“Saya rasa jangan balas dendam Mutia, sesuatu yang diawali dengan niat tidak baik hasilnya juga tidak baik.” kata Pak Samsul menasehati Mutia.

“Kalau menurut Mama terserah kamu Mutia, apapun yang kamu lakukan akan Mama dukung.” kata Bu Salma.

    Mendengar nasehat Pak Samsul membuat Mutia dilema antara balas dendam atau menjalani hidup yang baru.

“Jangan banyak melamun Mutia, lakukan apa yang kamu mau.” kata Bu Salma menyadari jika Mutia dilema.

    Mutia hanya terdiam mendengar ucapan Bu Salma. Mendadak Mutia teringat Ibunya yang sudah tua dikampung. Setelah ini dia berniat pulang kampung sebentar melihat Ibunya yang tinggal dengan Kakaknya dikampung.

“Ma, saya ingin pulang kampung sebentar setelah nanti istirahat.” kata Mutia.

“Kamu pasti merindukan Ibumu, tapi maaf Mutia Mama tidak bisa menemani kamu.” Jawab Bu Salma.

“Tidak apa-apa Ma, Mutia bisa pulang kampung sendiri kok. Lagian Mama sudah banyak membantu Mutia selama di Singapura.” kata Mutia tersenyum.

    Terbayang wajah Ibunya yang sudah menua dan keriput, berjalan tertatih-tatih dengan tongkatnya. Kabar terakhir sebelum Mutia diusir dari Desa suaminya, Ibu Mutia mengahrapkan kepulangan Mutia. Kini Mutia akan melihat dan memeluk sosok Ibu yang telah melahirkan dan membesarkan dia. Teringat ketika Mutia diboyong ke desa sang suami, Ibunya menangis berharap Mutia tinggal bersama dia. Namun , sebagai seorang istri Mutia harus mengikuti kemana sang suami pergi. Tidak terasa sudah sampai dirumah Pak Samsul yang begitu besar dan mewah.

“Mutia, Ayo kita turun lalu istirahat.” ajak Bu Salma.

    Mutia turun dari mobil dan memandangi rumah yang kini ada dihadapannya. Mutia masuk bersama Bu Salma dan Pak Samsul.

“Asep, Tolong ambil koper ibu dan Non Mutia dibagasi mobil.” kata Pak Samsul pada Asep tukang kebun dirumahnya sambil memberikan kunci mobil.

“Baik, tua,” jawab Asep mengambil kunci mobil dari tangan Pak Samsul.

“Bik Inah, Tolong antar non Mutia ke kamarnya.” kata Bu Salma kepada Asisten rumah tangganya.

“Mari non,” ajak Bik Inah.

   Mutia mengikuti Bik Inah menuju kamarnya, sebuah kamar yang luas dan dilengkapi kamar mandi dalam sudah disiapkan untuk Mutia.

“Silahkan istirahat Non,” kata Bik Inah.

“Terimakasih, Bikin,” jawab Mutia.

  Setelah Bik Inah keluar, datang Asep membawa koper Mutia dan menaruhnya didalam kamar.

    Mutia menaruh baju-bajunya kedalam almari pakaian yang sudah disediakan. Setelah membersihkan diri, Mutia istirahat. 

    Sebelum magrib tiba, Mutia sudah bangun. Dia mengecek ponselnya yang selama beberapa bulan ini dia matikan. Mutia melihat beberapa story WA teman-temannya, ada status mantan Iparnya yang ternyata sudah menempati rumah milik suami Mutia. Tidak lupa dia melihat story WA kakaknya, Mutia tercengang membaca status kakaknya dikampung. Status itu bertuliskan, semoga Khusnul khatimah. Mutia penasaran Siapa yang meninggal, lalu ada status lain. Orang miskin bukan berarti tidak punya harga diri.

“Siapa yang meninggal?” tanya Mutia pada dirinya sendiri.

    Mutia melihat kakaknya kemarin menelfonnya berkali-kali lewat Wa. Dan ada sebuah pesan, jika kamu baca pesan ini segeralah pulang dek, isi pesan dari kakaknya. Mutia lalu mengemasi beberapa bajunya dan pamit pada Bu Salma dan Pak Samsul untuk pulang malam ini juga.

“Biar diantar supir, Papa.” kata Pak Samsul.

“Iya Pa, soalnya kalau naik Bus pasti lama sampainya.” jawab Mutia.

  Setelah magrib usai Mutia langsung berangkat ke kampung halamannya diantar supir Pak Samsul menggunakan mobil Pak Samsul. Perjalanan menuju kampung Mutia membutuhkan waktu 5 jam. Sepanjang perjalanan Mutia merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada Ibunya.Tepat 23:15 Mutia sampai didepan rumah Ibunya. Mutia kaget tatkala melihat bendera kuning berkibar didepan rumah Ibunya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Nyawa penyanyi pop terkenal, Venus Harristian, terancam setelah ia melihat sebuah kejahatan besar. Polisi bernama Dion Elang Juliandra pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya demi menjaga keselamatan Venus hingga persidangan tiba. Namun, interaksi yang intens justru memicu getaran asmara di antara keduanya. Situasi menjadi rumit karena Venus dan Dion sama-sama telah bertunangan. Di bawah bayang-bayang teror, mereka kini terjebak dilema antara komitmen dan gairah yang membara.
Sampul Novel INNOMINATUS : THE LOST CHILD
8.8
Seorang ilmuwan ambisius menjatuhkan kutukan kejam pada bocah tanpa nama. Ia memprediksi anak itu akan selamanya terisolasi, tanpa hubungan apa pun, dan dikhianati dunia hingga kehilangan segalanya. Namun, sang bocah justru tersenyum misterius tanpa rasa takut. Ia berani menantang balik ucapan sang profesor, menegaskan bahwa akhir dari takdir ini masih menjadi teka-teki yang belum terjawab oleh siapa pun.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Sampul Novel Pembalasan Istri Yang Teraniaya
8.8
Intan kehilangan kabar dari suaminya, Franz, yang sedang bertugas di luar kota. Begitu pulang, Franz berubah menjadi sosok kejam dan dingin, bahkan nekat memadu Intan dengan membawa istri baru berdalih hilang ingatan. Usai mahligai rumah tangga mereka hancur, Franz tak pernah menduga bahwa Intan sebenarnya adalah wanita berpengaruh dengan kekayaan melimpah yang sengaja disembunyikan. Kini, saatnya bagi Intan untuk bangkit dan membalas seluruh rasa sakit yang telah mereka perbuat.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Mafia Berdarah Dingin
8.7
Demi harta, Dominic Toretto tega menjanjikan pernikahan kepada keluarga De Luca yang kejam. Demi melindungi adiknya, Alessia Toretto mengambil keputusan nekat untuk maju sebagai pengantin pengganti bagi bos mafia pembunuh berdarah dingin itu. Langkah berani ini justru menyeret Alessia ke dalam pusaran konflik hidup dan mati yang berbahaya. Kini, ia harus berjuang mengumpulkan keberanian untuk melawan takdir kelam yang dipaksakan padanya.
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Tumbuh di lingkungan kejam paman mafianya setelah keluarganya hancur, Sean Anderson menjelma jadi pria berdarah dingin. Namun, dinding pertahanannya goyah seketika sejak kehadiran seorang gadis misterius. Walau cintanya terus-menerus ditolak, Sean tidak tinggal diam. Ia menghalalkan segala cara untuk mengurung dan mengendalikan gadis tersebut. Simak kisah penuh intrik, ketegangan, dan obsesi gelap yang membara di tengah kejamnya dunia bawah.