APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO

Dendam Putri Liar Sang CEO

Dikhianati sang ayah yang menjualnya pada CEO dingin, Fahreza Murni, wanita ini mengira telah menemukan cinta sejati. Namun, Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, perempuan manipulatif yang menghina warisan itu. Setelah dipaksa masuk rehabilitasi, kasih sayang kini berubah jadi benci. Saat Fahreza datang memohon ampunan, ia menerima pria itu kembali demi satu tujuan: menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan dendamnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Alisha POV:

Setelah insiden di acara amal, aku tidak kembali ke rumahku. Rumahku yang dulu, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan, kini terasa seperti sangkar. Ayahku, Hendry Wangsadinata, menjemputku dari pusat rehabilitasi. Wajahnya datar, tanpa emosi. Aku tahu ia tidak peduli. Ia hanya peduli dengan reputasi keluarganya.

"Kau mempermalukan keluarga, Alisha," katanya dingin, saat kami duduk di mobil mewahnya.

Aku menatap ke luar jendela, tidak mempedulikan kata-katanya. "Apa pedulimu? Kau tidak pernah peduli padaku, bukan?"

Ia mendengus. "Aku sudah menjagamu. Memberimu tempat tinggal, makanan. Itu sudah lebih dari cukup."

"Kau menjualku pada Fahreza, Ayah!" teriakku, suaraku serak.

"Itu untuk kebaikanmu! Untuk mendidik karaktermu!" Ia membalas, seolah dia adalah orang suci.

"Pendidikan karakter? Atau kau hanya ingin aku menjadi boneka yang penurut, yang bisa kau gunakan untuk bisnismu?" Aku membalas, air mata menggenang di mataku.

Ia terdiam, menatapku dengan mata kosong. Aku tahu ia tidak akan pernah mengerti.

Setibanya di rumah, aku langsung masuk ke kamar. Kamar yang dulunya adalah duniaku, kini terasa asing. Aku melemparkan semua barang-barang ke dinding, melampiaskan amarah dan rasa sakitku. Vas bunga pecah, cermin retak. Aku tidak peduli. Aku hanya ingin menghapus semua jejak masa lalu.

Pintu kamarku terbuka, dan aku melihat Elok berdiri di sana, dengan senyum manis yang menjijikkan. Ia mengenakan gaun tidur sutra, seolah ia adalah nyonya rumah.

"Alisha, kau sudah pulang," katanya lembut, tapi matanya memancarkan kemenangan.

Aku menatapnya dengan jijik. "Apa yang kau lakukan di sini?"

"Fahreza memintaku untuk tinggal di sini sementara kau..." Ia mengedikkan bahu, "sedang dalam masa pemulihan."

Darahku mendidih. Fahreza mengirimku ke rehabilitasi, lalu menempatkan Elok di rumahku? Ini adalah penghinaan yang paling kejam.

"Ini rumahku, jalang! Pergi dari sini!" teriakku.

"Fahreza yang menyuruhku. Kau tidak berhak mengusirku." Ia tersenyum sinis.

Aku melihat sekeliling kamar. Semua barang-barangku, semuanya terasa ternoda. Aku tidak bisa tinggal di sini, di bawah atap yang sama dengan wanita ini. Aku tidak bisa tinggal di rumah yang telah menjadi penjara bagiku.

Aku meraih koper, dan mulai mengemasi barang-barangku. Tidak banyak. Hanya beberapa pakaian dan buku.

"Kau mau ke mana?" tanya Elok, pura-pura khawatir.

"Bukan urusanmu," jawabku dingin. Aku tidak akan membiarkan dia melihatku lemah.

Ayah muncul di ambang pintu. "Alisha, apa yang kau lakukan? Kau mau pergi ke mana?"

"Aku pergi dari sini, Ayah. Aku tidak akan lagi menjadi aset bisnismu. Aku tidak akan lagi menjadi aib keluargamu," kataku, suaraku tegas.

"Kau tidak punya tempat tujuan! Kau akan menyesal!" teriaknya.

"Aku tidak akan menyesal. Apa pun yang terjadi, itu lebih baik daripada tinggal di sini," aku membalas.

Aku menyeret koperku keluar dari rumah, tidak mempedulikan teriakan ayah dan senyum kemenangan Elok. Aku tidak tahu ke mana aku akan pergi, tapi aku tahu satu hal: aku tidak akan pernah kembali.

Aku memesan taksi online, dan menyebutkan alamat hotel bintang lima terbaik di Jakarta. Aku punya beberapa kartu kredit yang belum diblokir ayah. Aku akan menggunakannya sampai habis.

"Selamat datang, Nona Wangsadinata," sapa resepsionis dengan sopan.

Aku tersenyum tipis. "Saya ingin suite termahal, dan saya ingin memesan semua layanan spa, makanan mewah, dan semua yang bisa Anda tawarkan."

Aku akan menghabiskan uang ayahku. Aku akan membuat dia membayar setiap tetes air mata yang kutumpahkan. Aku akan membuat dia bangkrut. Itu adalah satu-satunya cara bagiku untuk merasa sedikit lebih baik. Itu adalah awal dari balas dendamku.

Aku segera melancarkan "serangan" terhadap rekening ayahku. Setiap kartu kredit yang masih aktif, kusapu bersih. Aku membeli perhiasan, tas desainer, pakaian mahal, dan segala sesuatu yang bisa kuhabiskan. Aku ingin melihat sejauh mana ia bisa menahan diri.

Teleponku berdering tanpa henti. Ayahku. Aku mengabaikannya.

Akhirnya, ada pesan. "Alisha, apa yang kau lakukan?! Kau akan menghancurkan semuanya!"

Aku tersenyum puas. "Ini baru permulaan, Ayah." Aku membalas, lalu melanjutkan pestaku.

Aku punya rencana. Aku tahu bahwa dengan menghabiskan uangnya, ia akan semakin marah. Ia akan semakin terpojok. Dan di saat itulah, aku akan muncul dengan tawaran yang tidak bisa ia tolak. Sebuah pernikahan bisnis.

Aku menerima pesan dari nomor tak dikenal lagi. Kali ini, sebuah foto. Foto Fahreza dengan Elok, di sebuah restoran mewah. Fahreza memegang tangan Elok. Ada cincin di jari manis Elok. Cincin pertunangan.

Jantungku terasa sakit lagi. Tapi kali ini, aku tidak menangis. Aku hanya merasa mati rasa. Aku tahu ini akan terjadi. Aku sudah tahu sejak awal bahwa aku hanyalah pengganti, pengalih perhatian.

Aku mengetik balasan, tanganku gemetar. "Selamat. Semoga bahagia."

Aku mematikan ponselku. Aku tidak ingin melihat apa pun lagi. Aku tidak ingin merasakan apa pun lagi. Aku hanya ingin membalas dendam.

Hari-hari berlalu. Aku terus menghabiskan uang ayahku, seperti orang gila. Sampai akhirnya, semua kartu kreditku diblokir. Aku tidak punya uang sepeser pun.

Aku diusir dari hotel. Tidak ada tempat tujuan. Tidak ada uang. Aku berjalan tanpa arah, merasakan perutku keroncongan. Aku belum makan selama berhari-hari. Aku merasa lemah, putus asa.

Jakarta, kota yang dulu begitu kukagumi, kini terasa kejam. Tidak ada yang peduli padaku. Tidak ada yang datang menolongku. Aku sendirian.

Aku berjalan melewati gang-gang sempit, mencoba menghindari keramaian. Aku tidak ingin ada yang melihatku dalam keadaan menyedihkan ini. Putri konglomerat yang jatuh miskin. Ironis sekali.

Tiba-tiba, tiga orang pria menghadang jalanku. Mereka terlihat menakutkan, dengan tato di lengan dan tatapan lapar di mata mereka.

"Hei, Nona cantik. Mau ke mana sendirian?" salah satu dari mereka menyeringai.

Aku mencoba mundur, tapi mereka mengepungku. Ketakutan merayapi diriku. Aku tidak punya apa-apa untuk diberikan pada mereka.

"Tidak punya uang, ya? Tapi kau punya hal lain yang menarik," kata pria lain, matanya menelusuri tubuhku.

Aku berteriak, tapi tidak ada yang mendengar. Mereka semakin mendekat. Aku memejamkan mata, bersiap untuk yang terburuk.

Tiba-tiba, aku mendengar suara pertarungan. Pukulan, tendangan. Aku membuka mata. Rehan Sukarno. Dia ada di sana, melawan ketiga pria itu.

Dia memukul salah satu dari mereka dengan tinju yang kuat, lalu menendang yang lain. Gerakannya cepat dan lincah. Dalam beberapa menit, ketiga pria itu terkapar tak berdaya.

Rehan berbalik ke arahku, napasnya sedikit terengah-engah. Wajahnya khawatir. "Alisha, kau baik-baik saja?"

Aku hanya bisa mengangguk, terkejut dan lega secara bersamaan. Rehan Sukarno, pewaris Sukarno Corp, salah satu saingan bisnis terbesar ayahku. Dia menyelamatkanku. Entah kenapa, dia selalu muncul di saat yang tepat.

Dia menatapku, matanya menyiratkan kesedihan. "Kau terlihat... tidak baik."

Aku menunduk. Aku tahu aku terlihat mengerikan. Rambutku acak-acakan, bajuku kotor, dan aku pasti bau.

"Kau mau ke mana?" tanyanya lembut.

Aku mengangkat bahu. "Tidak tahu."

Dia mengulurkan tangannya. "Ikutlah denganku."

Aku ragu sejenak. Aku tidak punya pilihan lain. Aku menggapai tangannya, dan dia menarikku ke atas. Tangannya hangat dan kuat. Aku merasa sedikit aman.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GRUP JANDA DAN DUDA BERSATU
9.7
Nabila, Moy, dan Elice dipersatukan kembali oleh status mereka yang kini sama-sama janda. Sebagai pengelola grup kencan buta, Moy gencar membujuk kedua sahabatnya untuk bergabung. Nabila yang pemalu serta Elice yang pintar sempat menolak, namun kegigihan Moy akhirnya membuat mereka setuju mencari cinta baru di kalangan para duda. Akankah perjalanan ini berujung manis dengan menemukan jodoh sejati, atau justru merusak persahabatan mereka saat perasaan jatuh pada pria yang salah?
Sampul Novel I Win You
8.3
Vanilla tiada henti memikat Nick lewat aksi provokatif yang memicu ketegangan hebat di antara mereka. Walau Nick sudah mengingatkan bahaya dari permainan ini, Vanilla malah kian berani menantang hasratnya. Di tengah situasi yang kian memanas, Nick berjuang keras menjaga pertahanannya agar tidak lepas kendali. Namun, godaan nakal Vanilla yang penuh kemenangan membuat dinamika hubungan dewasa yang membara ini semakin sulit untuk diprediksi.
Sampul Novel Kala Senja Berakhir
9.1
Sebuah surat perpisahan yang urung dikirimkan tersimpan di saku kemeja Rendy. Lembaran kertas kumal tersebut menyimpan ungkapan perasaan terdalamnya untuk Reika Abigaillis, perempuan yang selalu mewarnai kehidupannya. Meski menyadari waktu kebersamaannya telah habis, Rendy tetap berharap agar Reika kelak meraih kebahagiaan sejati bersama sosok-sosok yang tulus mengasihinya. Akankah takdir membawa akhir yang indah bagi jalinan asmara penuh haru ini? Simak kisah cinta mereka yang begitu menguras emosi.
Sampul Novel Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati
8.0
Silvia Rahman, seorang wanita difabel, menyadari ketulusan Dion Kurniawan hanyalah dusta. Begitu pendengarannya pulih, ia mengetahui fakta keji bahwa Dion sengaja menghalangi kesembuhannya demi berselingkuh dengan Arini. Setelah dihina Dion di sebuah pesta dan nyaris tewas akibat tabrak lari oleh Arini, Silvia bertekad membalas dendam. Pada hari pernikahan mereka, ia menyiapkan rencana mematikan untuk membongkar kebusukan Dion sebelum menghilang dengan identitas baru.
Sampul Novel Magnet Cinta Sang Penguasa
9.5
Evelyn, desainer berbakat yang terhalang modal, bertemu Alexander di pameran New York. Miliarder ambisius ini menawarkan bantuan karier untuknya. Di balik sikap kakunya, sifat humoris dan penyayang Alexander sukses memikat hati Evelyn. Namun, saat asmara mereka mulai tumbuh, perbedaan status sosial serta kecemburuan dari pihak luar hadir mengancam. Kini, keduanya harus bersatu dan berjuang keras demi mempertahankan hubungan mereka dari berbagai rintangan yang menghadang.
Sampul Novel Obsessed ( siapa kamu ? )
8.5
Alana tidak menyadari bahaya yang mengintai di balik dinding apartemen mewahnya. Setiap malam, sosok pria misterius menyelinap masuk ke kamarnya saat ia terlelap. Alana hanya mengira sentuhan-sentuhan intim itu bagian dari mimpi indahnya. Padahal, penyusup yang sangat obsesif itu berniat menandai tubuh Alana dan mengurungnya selamanya. Kini, Alana terancam oleh kegilaan pria asing yang siap menguasai seluruh hidupnya.