APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DENDAM CINTA

DENDAM CINTA

Fanila tewas dikhianati kekasihnya saat misi maut. Beruntung, ia bereinkarnasi sebagai Ziana, gadis malang yang dikucilkan keluarganya. Di hidup baru ini, ia bertekad membalas dendam pada sang mantan. Namun, situasi menjadi rumit ketika ia tahu bahwa pria yang paling ia benci itu ternyata adalah kakak kandung dari kekasih barunya sekarang. Ziana pun terjebak dilema besar antara menuntaskan misi balas dendamnya atau melindungi cinta barunya yang tulus.
Bab
Bagikan

Bab 3

semua orang berkumpul melihat apa yang sedang terjadi.

semua mata tertuju kepada ziana.

salah satu sahabat shiren datang menghampirinya.

"Apa yang telah kau lakukan kepada shiren, hah?! dia itu kakakmu. mengapa kau begitu tega padanya...? hiks..."

Ziana yang masih syok, hanya diam saja.

gyurrr... suara guyuran air yang di siramkan salah satu teman shiren.

kini Ziana menjadi basah kuyup. semua orang yang berdiri di depannya. hanya bisa mengutuk, memaki dan menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa shiren.

mereka meninggalkannya sendirian saat itu.

Ziana segera bangkit, dan pergi ke toilet wanita.

di sana semua orang menggunjingkan dirinya sebagai wanita jahat.

Ia segera berbalik dan pergi dari sana. Ia memilih untuk mencari toilet umum.

di sana Ia membersihkan kotoran yang ada di pakainya.

Ia ingin pulang ke rumah untuk mengganti pakaiannya. namun, Ia ragu untuk kembali. apakah rumah itu masih akan menerimanya, setelah kejadian hari ini...?

Ia duduk di dalam toilet, dan menangis dalam diam.

Ia sendiri tidak tahu dimana letak kesalahannya. semua orang hanya bisa menuduhnya saja, tanpa ingin tahu kebenarannya.

Ia duduk menangis meluapkan semua kesedihannya selama ini.

sejam kemudian. Ia keluar dari dalam. semua mata kembali tertuju padanya. mereka menatap curiga kearah ziana yang sudah sejam duduk didalam toilet tanpa keluar.

"Apa kau baik-baik saja ...?" tanya seorang wanita menghampiri ziana.

Ini pertama kalinya ada yang menanyakan tentang keadaannya. Ia mengigit bibir bawahnya, menahan air mata yang hampir saja jatuh.

wanita itu yang melihat Ziana bersedih. merasa kasihan.

"Nak... aku tidak tahu apa yang sedang kau alami. tapi yakinlah, bahwa semuanya akan segera berlalu." ujar wanita tersebut menyemangati Ziana.

"Terima kasih, Nyonya." balas Ziana lalu pergi.

Ia berjalan dengan pikiran yang tidak menentu,dan juga arah tujuan yang tidak pasti.

"Kemana aku harus pergi?"

Ia kini duduk di halte bus. duduk berjam-jam di sana.

Ia melihat kearah jalan. begitu banyak kendaraan yang lewat. serta orang yang berlalu lalang dengan penuh keceriaan. canda tawa terdengar di sekitarnya.

Ia kembali menundukkan kepalanya.

"Apa hanya aku yang sedang menderita...? mengapa kalian bisa tertawa lepas seperti itu. sedangkan aku menderita. hiks...hisk... dasar tidak adil."

Kini pikiran ziana menjadi sangat kacau. Ia bahkan memikirkan untuk bunuh diri. Ia beranjak dari tempat duduknya dengan air mata yang terus mengalir deras di wajahnya.

Ia berjalan di tengah jalan. suara bunyi klakson mobil terus terdengar. Ia tidak menghiraukan semua itu.

sebuah mobil melaju dari arah belakang. seorang pria paruh baya menarik tangan Ziana.

hampir saja ziana di tabrak oleh mobil terus yang bahkan menerobos lampu merah.

"Hei! apa kau sudah gila?! bagaimana bisa kau berdiri di tengah jalan seperti ini...?"

pria itu terus saja mengomelinya.

"Sebaiknya aku menelpon kantor polisi." ujar kesal pria paruh baya itu yang melihat Ziana hanya diam saja tanpa menggubris perkataannya.

"Maaf Tuan, saya mengenal gadis ini. saya yang akan mengurusnya," ujar seorang pria muda.

pria muda itu menoleh kearah belakang, sambil memberikan isyarat kepada seorang pria yang ikut bersamanya.

pria itu pun menghampiri pria paruh baya itu untuk bicara.

sementara, pria muda tersebut mengangkat tubuh Ziana,dan membawanya masuk kedalam mobil.

"Aku akan mengantarmu pulang," ucapnya.

Pria muda itu menatap Ziana dengan penuh rasa iba.

"Gadis yang malang...,"

Ziana bagaimana tubuh tanpa jiwa saat itu. Ia diam tanpa mengatakan apapun.

setengah jam kemudian. pria muda itu menurunkan ziana tepat di depan rumah.

"Turunlah, kau telah sampai." kata pria muda itu. tidak lupa pria itu memberikan kartu namanya.

"Hubungi aku jika kau dalam kesulitan nantinya,"

Ziana hanya diam saja. Ia menggenggam kartu nama yang ada di tangannya itu.

Ia masuk kedalam rumah setelah dibukakan pintu oleh seorang pelayan.

"Tuan Muda, apa anda mengenal gadis itu?" tanya pria yang menjadi sopirnya kini.

"Entahlah...," jawabnya.

mereka pun pergi meninggalkan rumah Ziana.

sementara itu. Ziana di sambut dengan tatapan dingin oleh para pelayan.

"Masih berani dia menginjakkan kaki di rumah ini setelah membuat nona shiren hampir mati." ucap seorang pelayan.

Ziana yang mendengar hal itu, segera menoleh kearah pelayan itu.

pelayan itupun seketika diam.

Ziana kembali ke kamarnya. Ia segera mandi untuk mengganti pakaiannya yang kotor.

baru saja, Ia selesai mandi. Ia mendengar suara ketukan pintu yang begitu keras. Ia tau siapa itu.

"Ziana... Ziana! cepat buka pintunya, atau aku akan mendobrak pintu ini." teriak tuan Zi dari luar kamarnya.

Zian tidak memperdulikan teriakan sang ayah. Ia mengambil pakaiannya, dan mengganti pakaiannya didalam kamar mandi.

setelah selesai mengganti pakaiannya. Ia segera keluar. saat Ia keluar dari kamar mandi, sebuah tamparan keras mengenai wajahnya.

plakk....

"Pa..." panggil Tante Diana yang kaget ketika suaminya itu menampar putrinya.

"Diam kau! anak ini sudah sangat keterlaluan. apa kau baru bisa senang saat melihat kakakmu mati, Hah...?!"

Ziana hanya diam saja. Ia tidak mengatakan apapun. Ia tahu bahwa apapun yang akan dia ucapkan, ayahnya tidak akan pernah mempercayainya.

"Lagu pula dia tidak mati." ujar Ziana melangkah pergi.

mendengar perkataan ziana yang seperti itu. membuat amarah tuan Zi meledak. Ia melempar ziana dengan vas bunga yang ada di meja rias Ziana, hingga mengenai kepala Ziana.

"Dasar anak kurang ajar. beraninya kau menyumpahi kakakmu seperti itu. Kau baru saja hampir membunuhnya,tapi bukannya merasa bersalah, kau malah bersikap sombong." teriak tuan Zi.

darah menetes kelantai dari kepala Ziana.

Ia berbalik kearah sang ayah.

"Apakah aku masih kau anggap sebagai putri mu...?"

Tuan Zi terdiam mendengar pertanyaan dari Ziana.

"Sayang... apa yang kau katakan? kau adalah putri kami." ucap Tante Diana. Ia segera menghampiri Ziana, namun ziana memintanya untuk berhenti.

"Apa aku ingin tubuh yang sehat? jika aku bisa memilih, aku ingin sakit seperti dia. agar kalian bisa melihat ku. semua perhatian kalian tujukan kepadanya. apapun yang terjadi padanya walaupun bukan salahku, tetap saja aku yang disalahkan. aku tidak pernah di ijinkan untuk menjelaskan. tampar, makian dan hinaan yang lebih dulu datang, di bandingkan meminta penjelasan. Aku tidak tahan lagi. Aku benci jadi anak kalian... aku lebih memilih untuk mati, dan tidak pernah terlahir sebagai anak kalian di kehidupan ini, maupun kehidupan berikutnya."

luapan emosi darinya membuat semua terdiam. namun, hati tuan Zi yang membatu tidak tergerak sama sekali.

"Kau makin sombong dan kurang ajar. Kau pikir aku ingin punya anak kejam seperti mu, hah?! hari ini kau mencoba membunuh kakakmu karena cemburu, bisa saja besok kau mencoba membunuh ku."

"Zian!" ucap lantang Tante Diana memperingati suaminya yang menurutnya sudah keterlaluan.

"Ha-ha-ha.... imajinasi mu terlalu kacau. walaupun mereka mengutuk sebagai seorang wanita kejam, tapi aku tidak akan pernah membalas apa yang kalian lakukan padaku. satu hal lagi. Ayahlah yang lebih kejam dariku."

Ziana segera keluar dari kamarnya. Tuan Zi yang tidak terima segera mengejarnya.

"Jangan pernah menginjakkan kaki mu lagi di rumah ini, jika kau tidak merenungi kesalahan mu." teriak Tuan Zi.

Ziana tidak menggubris hal itu. Tante Diana segera berlari mengejar ziana.

"Ian... sayang...." panggil sang ibu.

melihat ziana yang tidak menoleh sama sekali.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Nahas bagi Kim Nara yang tewas di tangan kekasihnya, Axel, usai memergoki pria itu berselingkuh. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua untuk membalas dendam lewat sebuah misi misterius. Ia terbangun di dalam tubuh permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang terkenal kejam. Nara segera menyadari fakta mengerikan bahwa seluruh istri sang kaisar selalu tewas pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali merenggut nyawanya.
Sampul Novel Ace Tribes
9.5
Akibat kutukan dari perundungan kawanannya, Chryssant Elettra alias Ysee terlempar ke benua Earthalic. Ia hampir kehilangan nyawa saat dituduh oleh Putra Mahkota Remus Valez sebagai dalang penyerangan suku Ace. Begitu kebenaran terungkap, Ysee dipaksa bekerja sebagai pelayan pribadi di kediaman Remus. Namun, eksistensinya di sana justru membongkar rahasia-rahasia kelam yang terkubur. Mereka tidak menyadari bahwa keduanya hanyalah pion dalam rencana besar yang mengancam kehancuran.
Sampul Novel Hati Alpha yang Terlambat
7.9
Demi Timothy Oliver, Vanessa Price rela mendonorkan sumsum tulangnya. Namun, pengorbanan itu justru dibalas dengan kekejaman Timothy yang ingin membalas dendam demi ibu tirinya, Bryanna. Selama empat tahun Vanessa hidup dalam siksaan, hingga ia dinyatakan tewas di reruntuhan tambang. Penyesalan Timothy baru datang saat menemukan jasad Vanessa bersama bukti kehamilan. Kini, Vanessa bangkit kembali untuk menuntut balas atas kehancuran hidup dan kariernya.
Sampul Novel Istri ke 96 Sang Raja Muda
9.4
Fatima El Sayeed terasing di Kerajaan Khorasan akibat fisik yang dinilai tidak menawan dan asal-usul sang ibu. Walau dibuang ayahnya, ia punya imajinasi tinggi. Nasibnya kian terancam saat seorang raja kejam yang gemar menghabisi pasangannya memilih Fatima menjadi istri ke-96. Terinspirasi kisah klasik 1001 malam, Fatima kini wajib berjuang bertahan hidup. Lewat kemampuan mendongeng, ia berusaha meredam amarah sang raja gila demi menyelamatkan nyawanya sendiri.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.
Sampul Novel Sangkawang
8.6
Terbangun di kerajaan asing, Reyna Mahesa syok mendapati dirinya menjadi permaisuri yang sangat mirip dengannya. Di balik kemegahan istana, ia justru terjebak dalam pusaran kebencian dan intrik yang mengancam nyawa. Kenyataan pahit terungkap bahwa suaminya, sang raja, adalah sosok yang pernah menghukum mati permaisuri terdahulu. Kini, Reyna harus memilih: mencari celah untuk pulang ke era modern atau bertahan demi membongkar konspirasi pengkhianatan di tempat itu.