APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DENDAM CINTA SANG MAFIA

DENDAM CINTA SANG MAFIA

Dunia kelam mafia mengubah total hidup seorang wanita biasa. Terjerat pesona sang bos kriminal yang kejam, ia kini terjebak di tengah gairah berbahaya dan aksi balas dendam yang brutal. Konflik berdarah tersebut memaksanya menghadapi dilema batin yang sangat berat. Pada akhirnya, ia harus menentukan pilihan sulit: tetap mengikuti kata hatinya untuk mencintai sang mafia, atau mempertahankan prinsip moralitas yang selama ini ia pegang teguh.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu, Naya duduk di meja kerjanya dengan pikiran yang kacau. Sejak pertemuan terakhirnya dengan Leon, rasa resah tak kunjung hilang. Di satu sisi, perasaannya terhadap Leon semakin mendalam, tetapi di sisi lain, ada ketakutan yang tak bisa diabaikan. Bayangan kata-kata Leon, tentang dunia gelap dan bahaya yang mengintai, terus menghantuinya.

Seperti biasa, Naya mencoba mengalihkan pikirannya dengan pekerjaan, tetapi tidak berhasil. Setiap kali dia melihat ponselnya, hatinya berdebar. Ia berharap ada pesan dari Leon, meskipun sebagian besar dirinya tahu bahwa lebih baik menjauh.

Sore itu, Sara, sahabatnya, mengajak Naya untuk makan siang di sebuah restoran kecil di pusat kota. Naya setuju, berpikir bahwa menghabiskan waktu bersama temannya mungkin bisa mengalihkan pikiran tentang Leon.

"Jadi, bagaimana dengan pria misterius itu?" tanya Sara dengan nada penuh rasa ingin tahu setelah mereka memesan makanan. "Leon, kan namanya? Apa kalian masih bertemu?"

Naya tersenyum canggung, merasa sedikit gelisah. "Ya, kami masih bertemu. Tapi... aku nggak yakin harus ke mana ini semua."

Sara mengerutkan kening, menatap Naya dengan serius. "Apa maksudmu? Ada yang aneh?"

Naya terdiam sejenak, lalu memutuskan untuk membuka diri. "Dia... tidak seperti yang kukira. Dia bilang ada sisi gelap dalam hidupnya, sesuatu yang berbahaya."

Sara terdiam mendengar pengakuan Naya. "Apa maksudnya? Apa dia bilang dia terlibat dalam sesuatu yang ilegal?"

Naya menggigit bibirnya, merasa ragu untuk menceritakan lebih banyak. "Dia bilang dunia yang dia jalani tidak aman, dan kalau aku ingin tetap bersamanya, aku harus siap menghadapi bahaya."

Sara menatap Naya dengan cemas. "Naya, kamu harus berhati-hati. Pria seperti itu biasanya tidak membawa hal-hal baik."

Naya tahu Sara benar, tapi ada sesuatu yang membuatnya sulit untuk melepaskan diri. Pesona Leon begitu kuat, dan meskipun ia tahu bahaya itu nyata, hatinya seolah mengabaikan semua tanda-tanda peringatan.

Beberapa hari kemudian, Naya memutuskan untuk tidak menemui Leon. Ia butuh waktu untuk berpikir, untuk menjernihkan kepalanya. Namun, takdir tampaknya punya rencana lain.

Sore itu, Naya keluar dari kantor lebih awal untuk bertemu klien di sebuah kafe. Ketika dia melangkah ke luar, pandangannya tertuju pada sebuah mobil hitam yang familiar-mobil Leon. Mobil itu terparkir di sudut jalan, namun Leon tidak ada di dalamnya.

Rasa penasaran membawanya lebih dekat, dan tanpa sadar Naya mengikuti perasaannya, berharap menemukan jawaban tentang siapa Leon sebenarnya. Ketika ia melangkah ke sebuah gedung tua di dekat sana, pintu belakang terbuka sedikit. Tanpa berpikir panjang, Naya masuk, bersembunyi di balik dinding untuk menghindari terlihat oleh siapa pun.

Saat itulah ia mendengar suara yang dikenalinya-Leon. Suaranya tenang, tapi penuh dengan otoritas.

"Kita tidak punya waktu banyak. Aku ingin semua transaksi selesai minggu ini. Pastikan semuanya bersih, jangan sampai ada kesalahan."

Naya merasa napasnya tertahan. Suara Leon terdengar tegas dan dingin, berbeda dari cara bicaranya saat mereka berdua berbicara. Rasa penasaran Naya berubah menjadi ketakutan.

"Leon, apa kita yakin ini langkah yang aman?" suara pria lain bertanya.

Leon menghela napas panjang. "Aku tidak peduli soal aman atau tidak. Kita sudah terlalu dalam. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merusak rencana ini. Kalau ada yang mencoba, mereka tahu akibatnya."

Suara Leon yang begitu tegas dan dingin membuat darah Naya berdesir. Ada sisi lain dari pria ini-sisi yang belum pernah ia lihat. Naya perlahan mundur, berusaha keluar dari tempat itu sebelum ada yang melihatnya.

Namun saat ia berbalik, ia menabrak sesuatu-atau seseorang.

Pria itu menatapnya dengan tajam, matanya penuh curiga. "Siapa kamu?" tanyanya dengan nada dingin.

Naya merasa jantungnya berhenti sejenak. "Aku... aku hanya lewat," jawabnya terbata-bata.

Sebelum pria itu sempat bertindak lebih jauh, Leon muncul di belakangnya. Matanya langsung terfokus pada Naya, dan wajahnya berubah dari terkejut menjadi penuh amarah. "Naya?"

Pria yang menahan Naya segera melepaskannya, menyadari siapa dia. Tapi Leon tak memindahkan tatapannya dari Naya. "Apa yang kau lakukan di sini?"

Naya merasa kakinya lemas. "Aku... aku tidak tahu. Aku hanya kebetulan lewat."

Leon melangkah maju, menatap Naya dalam-dalam. "Kau tidak seharusnya berada di sini. Ini bukan tempat yang aman untukmu."

"Leon, apa ini semua?" Naya akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. "Siapa kau sebenarnya?"

Leon menghela napas panjang, tatapannya tidak berubah. "Aku sudah memperingatkanmu, Naya. Dunia ini gelap, penuh bahaya. Dan sekarang kau sudah terlalu dekat."

Naya merasa dunianya runtuh. Ia telah menduga, tetapi mendengar pengakuan Leon secara langsung membuat segalanya terasa nyata dan mengerikan. "Jadi, kau benar-benar... bos mafia?"

Leon tidak menjawab, tapi tatapannya cukup untuk menjelaskan segalanya. Naya merasa seluruh tubuhnya gemetar. "Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya sejak awal?"

"Aku ingin melindungimu," jawab Leon dengan suara yang lebih lembut. "Tapi sekarang kau sudah tahu, Naya. Aku tidak bisa menyembunyikan apa pun darimu lagi."

Naya menelan ludah, bingung dan takut. Perasaannya bercampur aduk-cinta yang semakin dalam, tetapi juga ketakutan yang tak bisa diabaikan. "Apa kau benar-benar berpikir aku bisa tetap di sisimu setelah mengetahui semua ini?"

Leon mendekat, suaranya rendah dan serius. "Aku tidak akan memaksamu untuk tinggal, tapi aku tidak bisa mengubah siapa diriku. Kau sudah masuk terlalu dalam, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Tapi keputusan ada di tanganmu."

Naya menatap Leon, hatinya penuh dengan kebingungan. Ia tahu Leon bukan pria biasa, tetapi sekarang semua kebenaran itu terlalu berat untuk dihadapi. Perasaan cintanya yang mendalam semakin membingungkannya. Meninggalkan Leon mungkin berarti menyelamatkan dirinya, tetapi itu juga berarti kehilangan pria yang telah mencuri hatinya.

Malam itu, Naya pergi dengan hati yang hancur, tetapi pertanyaan terbesar yang tersisa: apakah ia akan bisa melepaskan diri dari pesona mematikan Leon, atau justru semakin tenggelam dalam dunia gelap yang kini terungkap?

Naya keluar dari gedung tua itu dengan langkah gontai. Pikirannya kacau, hatinya terasa penuh sesak. Angin malam yang dingin menggigit kulitnya, tapi rasa dingin di hatinya jauh lebih menusuk. Dia berjalan tanpa arah, mencoba memproses semua yang baru saja terjadi. Leon, pria yang selama ini membuatnya merasa aman dan istimewa, ternyata adalah bos mafia. Semua rasa ketertarikan, perasaan yang tumbuh selama ini, tiba-tiba terasa asing dan menakutkan.

Telepon di tasnya bergetar. Dengan tangan gemetar, Naya mengeluarkannya dan melihat nama Leon di layar. Dia ragu sejenak, tapi akhirnya menekan tombol jawab.

"Naya, kau di mana?" suara Leon terdengar dari seberang, tenang, tapi ada ketegangan di baliknya.

"Aku... aku butuh waktu, Leon," jawab Naya, suaranya bergetar. "Aku tidak tahu harus bagaimana."

"Jangan pulang sendirian. Aku akan menjemputmu."

"Tidak, Leon. Jangan sekarang," Naya menyela dengan cepat. "Aku butuh waktu sendiri."

Hening. Naya bisa mendengar Leon menarik napas panjang. "Aku mengerti. Tapi aku tidak bisa membiarkanmu berjalan sendirian setelah apa yang terjadi."

"Leon..." Naya menelan ludah, suaranya pelan tapi tegas. "Aku butuh ruang. Tolong... biarkan aku sendiri."

Ada jeda panjang sebelum Leon akhirnya menjawab. "Baik. Tapi jika kau butuh sesuatu, kau tahu di mana mencariku."

Naya menutup telepon, hatinya terasa semakin berat. Dia tahu Leon tidak akan membiarkannya lepas begitu saja. Tapi yang paling mengganggunya adalah, apakah dia ingin benar-benar melepaskan Leon? Cinta itu ada, tetapi sekarang bayang-bayang bahaya tak pernah jauh.

Naya akhirnya sampai di apartemennya, tubuhnya terasa lelah baik fisik maupun mental. Dia langsung menuju kamar mandi, mencuci wajahnya dengan air dingin, berharap bisa menjernihkan pikirannya. Namun bayangan Leon terus terngiang di benaknya-kata-katanya, tatapan dingin yang disertai rasa peduli yang tak bisa dipungkiri.

Setelah mengganti pakaian, Naya duduk di tepi ranjang, memandangi ponselnya yang tergeletak di meja. Di kepalanya, pertanyaan terus bermunculan. Bagaimana mungkin ia bisa jatuh cinta pada seorang bos mafia?

Apakah cintanya benar-benar sepadan dengan semua risiko yang akan dihadapinya?

Pikiran Naya beralih ke percakapan mereka di mobil beberapa malam yang lalu. Leon mengatakan bahwa dunia ini berbahaya, bahwa dia tak bisa menawarkan keamanan atau kehidupan yang normal. Tapi waktu itu, Naya tidak pernah membayangkan sejauh ini.

Tok-tok-tok.

Suara ketukan di pintu mengejutkannya. Naya berjalan perlahan menuju pintu, jantungnya berdegup kencang. Dia tidak menunggu siapa pun, dan bayangan tentang Leon membuatnya lebih waspada.

"Naya, ini aku," terdengar suara Sara dari luar.

Naya menghela napas lega dan membuka pintu. Sara berdiri di depan pintu dengan ekspresi khawatir.

"Aku dengar kau keluar lebih awal tadi. Ada apa? Kau kelihatan tidak baik," kata Sara sambil masuk ke dalam apartemen.

Naya menutup pintu dan berusaha tersenyum, meskipun senyum itu tak sampai ke matanya. "Aku baik-baik saja, hanya sedikit lelah."

Sara menatapnya dengan penuh rasa curiga. "Jangan bohongi aku. Kau kelihatan seperti habis melihat sesuatu yang mengerikan. Ada apa sebenarnya?"

Naya terdiam, mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan kebenaran. Dia butuh seseorang untuk berbagi, dan Sara adalah sahabatnya. "Aku... aku menemukan sesuatu tentang Leon," katanya pelan, menunduk.

Sara duduk di sofa dan menatapnya dengan cemas. "Apa yang kau temukan?"

Naya menghela napas panjang sebelum akhirnya berbicara. "Leon... dia bukan pria biasa. Dia... bos mafia.

"

Wajah Sara berubah seketika. Matanya melebar, penuh keterkejutan. "Apa? Apa kau yakin?"

"Aku melihatnya sendiri, Sara," Naya menjawab dengan suara serak. "Aku mendengar dia berbicara dengan orang-orangnya. Mereka bicara tentang transaksi, tentang hal-hal yang tidak bisa dibenarkan. Semua ini nyata. Leon bukan pria biasa."

Sara terdiam sejenak, mencoba memproses informasi tersebut. "Oh Tuhan, Naya... Apa yang akan kau lakukan?"

Naya menggelengkan kepalanya, air mata mulai menggenang di matanya. "Aku tidak tahu. Aku mencintainya, tapi dunia ini terlalu gelap. Aku tidak yakin bisa hidup dengan semua ini."

Sara mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Naya dengan lembut. "Kau harus hati-hati. Orang seperti Leon tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Kalau kau sudah terlibat, mungkin ada bahaya yang lebih besar."

Naya menggigit bibirnya, menyadari kebenaran dari kata-kata Sara. Ia sudah terlalu jauh terlibat, baik secara emosional maupun fisik. Leon mungkin tidak akan pernah membiarkannya pergi, dan bahkan jika ia mencoba, bahaya yang mengintai mungkin lebih besar dari yang bisa ia bayangkan.

"Ini bukan sekadar cinta yang bisa kau putuskan begitu saja, Naya. Kau harus berpikir dengan hati-hati. Apa yang kau inginkan? Apa yang bisa kau tanggung?" Sara menambahkan dengan nada penuh keprihatinan.

Naya menatap sahabatnya, hatinya bergejolak. Dia tahu Sara benar, tetapi cinta ini bukan sesuatu yang bisa dia tinggalkan dengan mudah. Leon sudah menguasai hatinya, dan meskipun sekarang dia tahu kebenaran yang mengerikan, perasaan itu tidak hilang begitu saja.

"Aku butuh waktu untuk memikirkannya," jawab Naya akhirnya. "Tapi satu hal yang pasti, hidupku tidak akan sama lagi setelah ini."

Sara memeluk Naya dengan erat, memberikan dukungan dalam keheningan. Naya merasakan kehangatan dari pelukan itu, tetapi di dalam hatinya, ketakutan dan kebingungan terus berkecamuk. Leon telah mengungkapkan sisi tergelap dari dirinya, dan kini, Naya harus memutuskan apakah dia akan tenggelam lebih dalam atau berjuang untuk keluar dari dunia yang penuh bahaya itu.

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bunga yang Terinjak
9.3
Keadilan seolah mati bagi sang protagonis dalam novel aksi modern "Bunga yang Terinjak". Setelah pelaku pemerkosaan putrinya yang berasal dari keluarga kaya dibebaskan begitu saja, sang ayah harus menerima penghinaan keji. Pelaku melemparinya segepok uang sambil menyombongkan bahwa kekayaan mampu membeli segalanya. Di tengah keputusasaan dan amarah yang meluap, keinginan untuk membunuh sang pelaku langsung membakar jiwanya. Kisah misteri penuh dendam ini pun dimulai.
Sampul Novel Dear Clarissa
7.9
Dua tahun Clarissa bertahan di kerasnya dunia malam Jakarta demi menjaga dirinya. Namun, ketenangannya terusik oleh Arga, pelanggan tetap yang sangat terobsesi padanya. Meski Clarissa benci pria dan terus menghindar, kuasa Arga membuatnya tak berkutik. Di sisi lain, perjuangan Arga meluluhkan Clarissa terhalang penolakan keras saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa akhirnya takluk pada pria yang kini terus membayangi hidupnya itu?
Sampul Novel DENDAM INDRIANA
9.0
Dunia Indriana hancur seketika setelah pernikahan mendadaknya dengan Andi. Tak hanya kehilangan ayah tercinta, ia juga harus menghadapi kenyataan pahit menjadi janda dalam semalam. Terungkapnya perselingkuhan dan pengkhianatan keji seketika memusnahkan kepercayaannya pada cinta. Kini, putri terpandang yang terluka ini bangkit dengan kemarahan membara. Ia bertekad membalas dendam pada semua orang yang telah merusak hidupnya. Sanggupkah ia melewati ujian berat ini?
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Kebencian mendalam membuat Ratih Darmi tega menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah malang itu diculik oleh raja mafia kejam bernama Razzore untuk dieksekusi di dalam istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu kelam di dunia mafia, kini harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya. Demi menyelamatkan Farid, Luna bersumpah akan menembus sarang monster tersebut walau harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Sampul Novel Nona Hujan, Cobalah Diriku!
8.4
Kekeringan parah melanda Kerajaan Meng selama puluhan tahun akibat dosa masa lalu. Demi menolong rakyatnya, Putra Mahkota Li Yun Zhu berusaha mencari solusi hingga menemukan harapan pada Su Yu Er, anggota Suku Chang'o yang memiliki kemampuan memanggil hujan. Namun, Yun Zhu menghadapi dilema berat karena ia harus meminta bantuan kepada keturunan dari bangsa yang dahulu dibantai oleh keluarganya sendiri. Akankah dendam masa lalu ini menghancurkan peluang keselamatan kerajaannya?
Sampul Novel Pengorbanan Cinta Sang Letnan
9.6
Dua tentara elit Kopassus berlatar intelijen, Rey dan Alex, telah menjalin persahabatan sejak masa kecil. Namun, hubungan erat mereka kini diuji oleh perasaan cinta pada wanita yang sama. Di sela-sela perjuangan dan pengabdian besar mereka untuk negara, konflik batin yang sengit pun mulai membayangi. Takdir menuntut mereka menentukan pilihan sulit antara loyalitas pada tugas negara atau ego pribadi. Akankah cinta yang menang, atau justru persahabatan mereka yang hancur?