APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS

CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS

Demi kesembuhan ibunya dan membantu sang ayah, Havva, gadis belia asal desa di Ankara, terpaksa menerima pinangan Irlan. Miliarder tersebut terpikat pesona polos Havva saat menginap di tempat kerja ayah Havva. Namun, pernikahan ini justru membawa duka. Havva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Irlan telah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis, terus menyiksa batin Havva dengan intimidasi kejam. Sanggupkah gadis lugu ini bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kenapa dengan wajahmu?” tanya sang ibu ketika melihat putri kesayangannya berwajah muram.

“Aku kesal dengan seorang tamu,” jawab Havva sambil melempar beberapa baju di dalam ember.

“Memangnya kenapa?” Sang Ibu yang bernama Jihan itu mengerutkan dahi.

“Dia memarahiku habis habisan. Bahkan dia menyerahkan baju yang akan di cuci dengan cara melempar kepadaku. Hah! Aku sama sekali tidak tahu bagaimana bisa orang kota seperti dia memiliki sifat seperti itu,” tutur Havva sambil tangannya menaruh deterjen ke dalam bak yang telah berisi air.

Sang ibu yang sedang mencuci tomat di dalam wadah besar, terpaksa berhenti. Kini ia melangkah mendekati sang gadis.

“Sabar ya sayang,” tangan lembut Jihan mengelus lengan Havva.

“Kita di sini hanya seorang pekerja. Kamu bagaimanapun harus melayani tamu dengan penuh kenyamanan,” kata wanita berumur lima puluh tahun itu dengan menatap wajah anaknya yang manis.

“Iya aku tahu, Bu. Aku akan berusaha sabar menghadapi semua tamu di sini,” jawab gadis itu dengan bibir kecilnya. Ia tersenyum melihat wajah teduh milik ibunya.

“Apa kau tidak lelah? Ini sudah malam. Mencuci baju besok pagi kan bisa,” ucap Jihan seraya memandang bak berisi baju.

“Tidak, Bu aku tidak lelah. Lagi pula aku juga belum mengantuk. Aku akan mencuci baju ini dengan cepat.” seru Havva bersemangat di depan wajah ibunya. Ia kini duduk di kursi kecil dan mulai memasukkan kedua tangannyya ke dalam bak besar itu.

“Ya sudah terserah kamu saja. Tapi setelah selesai mencuci kau harus istirahat tidur lebih awal. Karena besok waktunya memerah susu kambing.” ujar sang ibu lalu mencium pucuk kepala anaknya dengan menunduk. Lalu Jihan pergi setelah selesai dengan semua sayur-sayuran segar yang telah di cucinya.

Havva mengucek baju dengan sabar. Ia tahu harus sabar menghadapi tamu, karena jika tidak. Paman Mahmud pasti akan memarahinya lagi.

"Ya Tuhan apa ini?" Havva melongo sambil tangannya memegang sesuatu yang kecil dan keras.

Mulutnya menganga saat mengetahui bahwa aksesoris baju yang di cucinya telah terlepas.

"Aduh! kenapa ini bisa terjadi?" keningnya berkerut frustasi sambil bola matanya menyoroti manik-maik mute di tangannya.

Kedua tangannya pun merogoh bagian dasar bak. Siapa tahu ia bisa menemukan lebih dari satu manik-manik itu. Ternyata benar saja, ia menemukan sebelas aksesoris kecil itu yang sebesar kelereng.

Dengan sabar ia mengumpulkan manik-manik itu dan manaruhnya di sebuah plastik setelah mencucinya terlebih dulu. Ia pun menyimpannya ke dalam saku roknya.

"Semoga saja wanita itu tidak sadar kalau manik-manik mute itu lepas dari bajunya," pinta Havva di dalam hatinya.

Ia segera menyelesaikan kembali mencuci baju. Karena hari sudah larut malam.

***

Bilqis duduk di ranjang sambil melihat-lihat kukunya dengan gemulai. Namun ia menyadari bahwa salah satu kukunya ada yang tidak beres.

"Sayang, berapa lama kita di sini?" Bilqis bertanya seperti mengeluh.

Irlan yang berada di sebelahnya menjawab malas.

"Mungkin satu minggu, atau lebih jika aku mau. Karena aku suka tempatnya," Irlan menjawab sambil bermain game di ponselnya.

"Kau lihat kuku ini sudah mulai tidak seindah dulu. Di sini mana ada meni cure pedi cure," Bilqis menggerutu dengan memperlihatkan wajahnya kepada sang suami.

Tapi suaminya tak menggubris sama sekali.

"Aduh perutku lapar sekali. Sejak tadi siang aku belum makan, hanya makan cemilan saja," tutur wanita berambut panjang tersebut sambil memegangi perutnya.

Irlan mulai kasihan dengan istrinya. Meskipun ia tidak mempunyai rasa cinta, tapi ia berusaha membuat istrinya nyaman.

"Sampai kapan kau tidak mau makan makanan buatan desa ini? mereka mencuci semua makanan sampai bersih. Siang tadi saja banyak makanan enak. Ada kokoretsi juga, jeroan domba yang di taburi bumbu tradisional desa ini benar-benar nikmat rasanya, lalu ada dolma. Sayuran yang di buat untuk membuat dolma sangat lezat," jelas Irlan dengan wajah serius sambil mengangguk-angguk. Tidak menyadari bahwa Bilqis telah memperhatikan wajah tampannya.

"Oh sayang kau tampan sekali!" seru Bilqis dengan memegangi pipi dan meraba dagu Irlan yang di penuhi rambut-rambut kecil.

Bilqis mencium bibir Irlan dengan lembut. Irlan pun membalas sentuhan itu. Meski ia tak memiliki perasaan cinta kepada istrinya.

Bilqis terlena dengan tindakan romantisnya sendiri. Ia pun segera duduk di atas pangkuan Irlan. Irlan berselonjor dan Bilqis duduk diatas kedua paha Irlan. Irlan memeluk Bilqis dengan lembut hingga kepalanya berada di dada Bilqis.

"Sayang semoga tahun ini kita bisa di karuniai anak ya?" kata Bilqis penuh harap. Ia lalu mencium pucuk kepada suaminya sambil merasakan aroma khas rambut Irlan.

"Oh ya, semoga saja," jawab Irlan datar. Meski ia tidak benar-benar berharap mempunyai anak dari Bilqis.

"Aduh perutku mulai keroncongan. Bagaimana ini?" kesal Bilqis yang kini berdiri di sisi ranjang.

"Baiklah, Aku akan ke dapur. Siapa tahu ada sisa makanan di sana untukmu," ucap Irlan melihat Bilqis yang kesakitan memegangi perut.

"Makanan sisa?" tanya Bilqis tak percaya.

“Ya mau bagaimana lagi. Ini sudah larut malam. Pasti sudah tidak ada orang di dapur. Aku yakin semua sedang beristirahat,” ucap Irlan yang kini berdiri di dekat pintu kamar.

“Yasudahlah kau coba saja ke dapur. Semoga saja ada makanan enak di sana," kata Bilqis dengan pasrah sambil menguncir rambut panjangnya ke atas seperti buntut kuda.

Irlan pun keluar dari kamarnya dengan piyama lengan pendek berbahan satin. Meski sebenarnya ia tidak menyukai baju yang di pakainya. Tapi ia menghargai pilihan istrinya.

Dengan santai ia berjalan ke dapur dan tepat di tengah pintu ia bertabrakan dengan gadis bertubuh kurus. Havva terlihat panik tak karuan.

“Maafkan saya tuan. Saya tidak sengaja,” ujar Havva dengan menunduk.

Irlan tahu bahwa itu adalah gadis yang membuatnya terpana saat ia pertama kali melihat wajah gadis itu.

“Aku maafkan. Lagi pula aku tidak kenapa-kenapa,” kata Irlan dengan santai. Namun matanya terus melihat gadis di depannya.

“Kalau berbicara dengan orang itu mengahadap ke wajahnya,” seru Irlan membuat Havva segera mengangkat wajahnya dengan sedikit takut. Ia takut kalau dirinya di marahin lagi oleh tamu.

“Sekali lagi maafkan aku tuan!” seru Havva sambil menatap wajah Irlan.

Seketika itu Irlan kembali meleleh hatinya melihat Havva yang manis.

“Istriku lapar, apakah ada makanan di sini?” tanya Irlan berusaha santai. Kakinya kini memasuki dapur dan melihat-lihat seisi ruangan yang remang-remang. Karena lampu dapur tidak terlalu terang.

“Aku akan buatkan makanan dengan cepat, kau bisa menunggunya,” ucap Havva yang berada di belakang Irlan.

Irlan membalikkan tubuhnya untuk melihat gadis itu kembali. Kini terlihat jelas kecantikan gadis desa itu. Karena ia berada di depan cahaya lampu yang berada di atas di tengah-tengah keduanya berpijak.

“Bagaimana tuan? Aku bisa membuat hidangan kebab,” seru Havva hingga membuat pria kota itu tersadar.

“Ah ya! silahkan buatlah. Aku akan menunggunya di sini,” kata Irlan dengan agak gugup.

Havva pun segera menyalakan api sampai kayu itu terbakar. Havva duduk di bawah di sebuah kursi kecil. Ia meletakan roti tipis dan beberapa detik kemudian mengangkatnya. Tangannya dengan cekatan menaruh sayuran dan daging kedalam kulit kebab itu. Kemudian ia beri mayones, keju dan sedikit sambal. Karena malam hari, ia tidak ingin tamunya sakit perut gara-gara makan sambal di malam hari.

Sejak tadi Irlan begitu fokus memperhatikan gadis kurus itu menyiapkan makanan.

Entah berapa lama ia tidak merasakan jatuh cinta seperti saat ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, seorang gadis polos anak asisten rumah tangga, menjadi korban dendam Axel. Sang tuan muda tega melecehkannya karena ibu Nara adalah selingkuhan ayahnya. Namun, niat awal menyiksa justru berubah menjadi obsesi cinta yang ekstrem. Axel menjelma sebagai pria posesif yang mengurung kebebasan Nara. Meski terus mencoba kabur, Nara selalu berhasil ditangkap kembali. Akankah takdir membawa hubungan penuh luka ini menuju akhir yang bahagia, ataukah kehancuran?
Sampul Novel Dia Mengendalikan Dunia
9.3
Grace, miliarder rahasia bentukan pemerintah, akhirnya merasakan kehangatan dalam keluarga Holden. Meski kerap dituduh sebagai penipu, status aslinya sebagai peretas ulung, profesor genius, dan bos korporasi besar perlahan mulai terkuak. Di puncak kejayaannya yang menghebohkan dunia, Colton, seorang taipan misterius, hadir menuntut komitmen masa depan. Berbekal hadiah pulau mewah untuk keturunan mereka, Colton bertekad menjerat Grace dalam kisah cinta yang tak bisa dihindari.
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa
8.8
Tiga tahun Elsa terikat pernikahan tanpa pernah melihat wajah suaminya. Begitu didepak demi perempuan lain, ia memutuskan bangkit dan mengungkap jati diri aslinya. Publik pun gempar saat tahu Elsa adalah peretas ulung, agen rahasia, sekaligus ilmuwan genius. Menyadari kehebatan mantan istrinya yang dulu disia-siakan, pria itu kini bersujud memohon maaf. Ia bahkan siap menyerahkan seluruh kekayaan serta jiwanya demi merebut kembali hati Elsa.
Sampul Novel Membalas Suami Bajinganku
8.2
Impian Lara membangun keluarga sirna akibat perselingkuhan Seno. Demi ambisi pribadinya, sang suami bahkan tega menjalankan proyek rahasia yang mengorbankan mereka, sekaligus menolak menceraikan Lara walau kerap bergonta-ganti pasangan. Di masa sulit ini, Lara bangkit dan bersekutu dengan Andre, cinta pertamanya yang sempat difitnah membunuh ibunya. Namun, rencana balas dendam mereka dihalangi oleh kemunculan Dokter Miriam. Akankah Lara berhasil mengalahkan pengkhianatan Seno?
Sampul Novel Mutiara yang Tersia-siakan
8.7
Empat tahun pernikahan terasa hampa bagi sang istri karena suaminya selalu menolak mengajaknya ke tempat-tempat romantis dengan dalih norak. Sikap dingin itu runtuh saat cinta lama sang suami kembali, bahkan pria itu rela membawanya ke gunung legendaris demi kebersamaan abadi. Sadar akan posisinya, sang istri memilih bercerai dan memulai hidup baru di luar negeri. Namun, penyesalan mendalam justru membuat mantan suaminya mengejarnya hingga mencari dirinya dengan putus asa di antara puing reruntuhan.