APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan

Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan

Akibat memilih tantangan berani dalam permainan Truth or Dare, hidup Syila berubah sepenuhnya. Ia ditantang mencium lelaki pertama yang dijumpainya di area toilet. Takdir menuntunnya pada Jaguar Adytama, aktor rupawan yang dikenal penuh skandal dengan berbagai perempuan. Kejadian tak terduga ini menjadikan Jake pria pertama bagi Syila. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi besar setelah terlibat dengan sang playboy yang dipenuhi gairah serta obsesi.
Bab
Bagikan

Bab 3

MENIKAH menjadi momok paling mengerikan untuk dia dan kakaknya. Sampai mamanya selalu sibuk mencarikan jodoh untuk mereka berdua. Sayangnya, dia dan kakaknya telah membuat kesepakatan bersama.

Siapa yang menikah lebih dulu, maka dia harus membelikan mobil mewah untuk yang belum menikah.

Jadi, walaupun dia dilamar oleh pria tampan, rupawan, dan kaya raya sekalipun, Syila takkan mau menerimanya.

Enak saja! Kakaknya bisa mendapatkan mobil baru, lah, dia? Rugi. Sudah menikah dulu di umur dua puluh tiga tahun, masih harus kasih mobil ke kakaknya pula!

Enakan kakaknya ke mana-mana!

Syila mendengkus sebal. Padahal jujur saja, yang waktu itu mukanya memang ganteng pakek banget, tubuhnya pun bagus dalam ingatannya, ditambah isi kantongnya yang sepertinya cukup tebal, mengingat seratus juta saja tidak ada artinya baginya.

Hanya saja … Syila sedang tidak mau mencari gara-gara yang bisa membuatnya menikah lebih dulu daripada kakak berengseknya.

"Syil!"

Syila menoleh. Teman barunya di agensi permodelan, Diandra sedang melambaikan tangan sambil berjalan menghampirinya.

"Ada apa, Di?"

"Lo waktu itu ngilang ke mana, sih? Kok, nggak balik-balik?"

Syila nyengir kuda. "Abis ngelaksanain dare dari kalian, gue langsung pulang, karena udah mabuk berat."

"Syukurlah, gue kira lo pergi ke mana. Takutnya lo dibawa kabur sama kucing garong, dan nggak dipulangin semalaman. Untungnya lo baik-baik aja."

Syila meringis pelan mendengarnya.

"Oh iya, abis giliran gue ntar langsung giliran lo, ya? Kayaknya Adam lupa kasih tahu, tapi lo kebagian jadwal buat hari ini."

Mata Syila kontan saja berbinar saat mendengarnya. "Lo serius?"

Diandra mengangguk mantap. "Serius, lah! Katanya ada baju tema musim panas keluaran terbaru gitu dan lo kebagian buat jadi modelnya."

Syila merasa bersyukur bukan main, karena akhirnya dia mendapatkan giliran setelah seminggu lebih ia bergabung dengan agensi punya Adam Laksana.

Sebelum ini, Syila jadi pengangguran tetap di rumahnya. Kerjaannya setiap hari hanya makan dan tidur dengan nyaman di ranjang.

Sampai hari di mana ia membuat kesepakatan sialan bersama kakaknya. Mau tidak mau, Syila harus mencari pekerjaan untuk berjaga-jaga, kalau-kalau dia sampai menikah duluan, maka dia harus membelikan mobil untuk kakaknya.

Mau beli mobil dari mana, kalau dia saja tidak bekerja dan tidak punya uang?

Orang tuanya memang kaya raya, tapi setelah lulus kuliah, mereka tidak lagi memberinya uang jajan. Syila harus bekerja dan mencari pengalaman di luar, begitu kata mamanya. Walaupun papanya selalu memberi Syila uang jajan secara diam-diam, tapi kalau sampai mamanya tahu, papanya juga akan habis sama mamanya yang galak itu.

Dan kakak sialannya menyarankannya untuk menjadi salah satu model di agensi Adam, salah seorang temannya. Syila pun setuju, karena dia tidak tahu harus mencari pekerjaan apa dan harus bekerja di mana.

Dia tidak seperti kakaknya yang sebenarnya berbakat, tapi pemalas. Tidak juga seperti sepupu-sepupunya yang memiliki otak cerdas dan selalu bekerja keras.

Syila hanya perempuan biasa, terlalu biasa dan banyak bertebaran di dunia. Kelebihannya mungkin hanyalah kecantikannya yang berada di atas rata-rata, juga sifat tidak tahu malu yang diturunkan papanya padanya.

Syila berterima kasih pada sifatnya yang satu itu, karena dengan sifat tidak tahu malunya, dia bisa dengan mudah berbaur dengan semua orang, bahkan semua model yang ada di agensi Adam. Dia pun tampak biasa saja saat diminta berlenggak-lenggok di depan banyak orang.

Syila belajar dari pengalaman yang telah dia lihat dengan begitu cepat. Walaupun tidak pernah sekolah model ataupun pernah menjadi model apa pun sebelumnya. Praktik terakhirnya menunjukkan bahwa dia telah mampu melakukannya.

Hingga hari pembuktian akhirnya tiba.

Hari ini, dia akan menunjukkan semua hasil yang telah dia pelajari langsung di depan kamera. Dia berharap, dia akan berhasil melakukannya agar dia tidak begitu membuat malu nama agensi seorang Adam Laksana.

"Semangat nanti, ya, Syil. Semoga lancar jaya debut lo nanti!"

"Makasih banyak, makasiiihhh!" Syila memeluk Diandra erat, sebentar, sebelum dia lepaskan kembali, karena takut dicap norak. "By the way yang lainnya ke mana? Kok tumben sepi tempat ini."

"Beberapa ada yang cuti, karena besok hari minggu, mereka pasti udah booking tiket buat jalan-jalan gitu." Diandra mengangkat bahu, kemudian teringat akan sesuatu. "Ah, iya, gue lupa bilang sesuatu sama lo."

Syila mengeryitkan dahinya. "Apa?"

"Lo bakal pemotretan bareng aktor terkenal negeri ini. Dia temen baiknya Adam gitu. Katanya juga biar muka lo cepet dikenal juga, gitu, sih."

Syila terlihat ingin protes. Dia sudah membuka mulut siap mengutarakan ketidaksetujuannya lebih lanjut, tapi staf agensi sudah memanggil nama Diandra agar lekas berganti pakaian dan masuk ke studio pemotretan.

***

"Mentang-mentang gue temen baik lo, tapi jangan seenaknya pakai muka gue buat bisnis lo juga kali." Jake mendengkus dengan keras, dengan malas dia menjatuhkan tubuh ke sofa ruang pribadi di agensi teman baiknya, Adam.

Sebenarnya, dia tidak mau datang. Lebih tepatnya, dia tidak mau pergi ke mana pun karena sepertinya otaknya mulai bergeser sejak bertemu dengan Arsyila kemarin malam.

Bayangan bagaimana wajah cantiknya yang memerah saat berada di bawah tubuhnya, juga sebuah cengiran yang membuatnya terlihat semakin cantik sekaligus manis di saat yang bersamaan. Dua sebab yang sukses membuat pikiran Jake mulai menggila, tanpa bisa dikendalikan lagi olehnya.

Tentu saja, Jake berusaha melupakan perempuan gila itu dari bayangan kepalanya. Namun, semua itu tidak semudah keinginannya. Seperti sebuah karma, Arsyila telah meracuninya luar dan dalam. Bukan hanya otaknya yang bergeser, tapi fisiknya juga kena.

Semalam, Jake mendatangi kelab dan menyewa wanita penggoda untuk menemani malam dinginnya. Mereka sudah membuka pakaian, saling bercumbu mesra, dan siap melangkah ke tahap selanjutnya. Namun, semuanya terhenti di tengah jalan, karena miliknya ternyata tidak kunjung berdiri.

Mereka melakukan apa pun yang mungkin bisa membuatnya turn-on, tapi usaha mereka tidak berhasil. Jake seperti telah terkena penyakit impoten dan membuat wanita itu langsung menyumpahinya dengan semua sumpah serapah yang kemudian Jake bungkam dengan lemparan beberapa uang seratus ribuan di mukanya.

Jake mengusir wanita itu keluar, lalu diam-diam dia mulai membayangkan kembali sosok Arsyila dalam bayang kepalanya. Tubuh indahnya, kulit halusnya, wajah cantiknya yang memerah, dan juga kenikmatan tubuhnya.

Miliknya pun bangun tanpa diminta. Jake mengumpat sekali lagi ketika mengingat peristiwa itu terjadi.

"Tumben lo kelihatan jelek banget hari ini. Kenapa?"

"Biasa, gara-gara cewek."

Adam mendengkus geli. "Lo lagi jatuh cinta?"

Jake mendelik. "Siapa yang bilang begitu? Gue nggak lagi jatuh cinta, gue cuma lagi kesel aja sama dia."

"Kesel kayak gimana maksudnya?" Adam mengambil tempat duduk di sebelah Jake. Temannya ini memang kerap memiliki masalah dengan wanita selama ini. Antara kekasih tak dianggap, hingga mereka yang sengaja pura-pura hamil untuk minta tanggung jawab. "Cerita sini, kali aja gue bisa bantu masalah lo kali ini."

"Beberapa hari yang lalu, gue tidur sama sembarang cewek di kelab."

Adam langsung menatapnya kaget. "Lo masih aja suka kayak gitu? Emangnya lo nggak takut, kalau dia ternyata kena penyakit kelamin atau gimana gitu?"

Jake mengacak rambutnya, terlihat frustrasi saat kembali bicara, "Dia nggak mungkin kena penyakit kelamin, orang dia masih perawan waktu gue tidurin."

"Hoki banget lo berengsek," makinya kemudian berdeham pelan. "Terus, masalah lo ada di mana?"

"Gue ngerasa bersalah sama dia. Walaupun gue berengsek, tapi gue belum pernah ngerusak anak cewek mana pun sebelum ini. Gue juga yakin seratus persen, kalau dia sengaja jaga keperawanannya buat dia persembahin sama calon suaminya nanti. Makanya, gue langsung lamar dia."

Adam menganggukkan kepalanya sok mengerti. "Karena itu, hari ini lo kelihatan kusut banget. Lo bentar lagi mau nikah, karena dia beneran mau nikah sama lo?"

"Mau?" Jake langsung tergelak. "Dia nolak gue mentah-mentah dan malah minta buat dibayar seratus juta."

Adam langsung mengernyitkan dahi dengan tatap heran sekaligus curiga. Mana mungkin ada perempuan segila itu di dunia ini? Kebanyakan dari mereka yang habis diperawani paling tidak akan menangis darah, meminta tanggung jawab, atau menuntut siapa pun yang mencurinya ke kantor polisi.

Namun, perempuan ini?! Dia lebih memilih menolak lamaran seorang Jaguar Adytama dengan seluruh aset kekayaan juga rupa tampan rupawan tiada cela selain keberengsekannya saja. Dia menolak semuanya dan hanya minta imbalan seratus juta?

Apa perempuan itu masih waras? Tidak. Mungkin dia memang sudah gila.

"Tunggu, bukannya bagus kalau dia malah nolak lamaran lo? Lo nggak perlu tanggung jawab, sampai harus ada drama buat nikahin dia segala, kan? Terus, di mana masalahnya? Uang seratus juta jelas-jelas nggak ada artinya buat lo, kan?"

Jake mengacak poninya frustrasi. "Gue pengin ngerasain tubuhnya lagi, tapi gue nggak tahu harus nyari dia di mana lagi. Gue ke kelab itu lagi, tapi dia nggak ada di sana. Gue nyoba tidur sama jalang biasa, tapi bukannya bikin lega, gue malah putus asa."

Adam mengernyitkan dahi dengan tatap curiga menatap sahabatnya. "Jangan bilang, lo langsung terkena impoten mendadak?"

"Sial!" bentak Jake murka.

Adam tertawa di atas penderitaan sahabatnya. "Kena karma lo!"

Jake mendengkus keras. "Lo punya model baru yang masih perawan, nggak? Gue mau nyoba tidur sama dia. Kali aja penyakit impoten gue udah sembuh dan kembali seperti semula, terus gue nggak kepikiran sama cewek gila itu lagi."

Adam berpikir sejenak, terdiam, sebelum bicara, "Gue punya anak baru, tapi gue nggak tahu dia masih perawan atau enggak, atau apa dia mau nemenin lo abis ini atau enggak. Gue tanyain anaknya dulu, kalau lo emang mau nyoba."

"Gue nggak masalah, tanyain aja sama dia, dan gue tunggu keputusannya. Hitung aja sebagai bayaran, karena lo mau pakai muka gue buat promosi agensi lo, kan?"

Adam hanya tersenyum masam. Jake tidak peduli padanya. Salah siapa dia mau menggunakan wajahnya sebagai batu loncatan. Adam harus membayar mahal jika dia memang mau memakai wajahnya untuk membuat nama agensinya semakin terkenal.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Supir Biasa
8.5
Kisah nyata perjuangan seorang perantau yang mengadu nasib sebagai pengemudi di tengah hiruk-piruk Bali. Menghadapi realita hidup yang penuh liku di Pulau Dewata, ia berjuang keras demi bertahan hidup di tanah orang. Narasi ini menyuguhkan sisi lain kehidupan driver yang jarang diketahui publik, dibalut dengan romansa modern yang menyentuh hati dan terasa sangat nyata bagi pembaca.
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina pulang ke keluarganya sebagai pewaris sah yang tersisih. Pengorbanan identitas dan karyanya demi sang saudari angkat justru dibalas dengan sikap abai. Merasa dikhianati, ia memutus hubungan batin dan bangkit menjadi sosok jenius. Kini, Yuvina menguasai bela diri, dunia medis, desain, hingga delapan bahasa asing. Berbekal kemampuan luar biasa ini, ia bersumpah tak akan membiarkan siapa pun merendahkannya lagi. Pembalasan sang pewaris telah dimulai.
Sampul Novel DERITA PERNIKAHAN PAKSA
9.3
Kehidupan Vivian berubah menjadi mimpi buruk sejak dipaksa menikah dengan Maximilian Windsor. Hari-harinya dipenuhi kekerasan fisik dan mental yang menyisakan trauma berat. Di tengah keputusasaan, hadirlah River, sosok penyayang yang selalu melindungi dan menguatkannya. Namun, obsesi gila Max memicu tragedi hingga Vivian hamil anak sang suami yang sangat ia benci. Kini, ia didera dilema besar antara ketulusan River atau Max yang merupakan ayah kandung dari janinnya.
Sampul Novel Mantan Istri Genius yang Diidamkan Dunia
8.6
Tiga tahun Bella bertahan dalam pernikahan tanpa cinta demi Laskar, sebelum akhirnya tahu ia hanya dimanfaatkan sebagai tameng medis bagi kekasih suaminya. Setelah memilih bercerai dan pergi, Bella kembali sebagai sosok baru yang sukses menjadi pianis ternama sekaligus ahli bedah jenius. Laskar yang kini didera penyesalan mendalam, berusaha mengejarnya di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dari mantan istri yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel Pesona Suami Kedua
9.1
Demi membiayai operasi jantung ibunya, Keenan terpaksa berutang besar pada Roman. Namun, pelunasan utang itu menuntut syarat tak biasa: Keenan harus menikahi Khanza, mantan istri Roman yang cantik. Roman berniat memanfaatkan Keenan agar menceraikan Khanza kelak, sehingga Roman bisa mengajaknya rujuk. Di tengah situasi rumit ini, Keenan terjebak dalam pernikahan sandiwara yang menguji perasaan serta harga dirinya.
Sampul Novel Pewaris Alpha, Hati yang Tak Ku-inginkan
8.4
Pernikahan Bima dan Keisha di Jakarta retak akibat masalah genetik. Demi mendapatkan keturunan, Bima menunjuk Rania sebagai ibu pengganti. Namun, Bima malah mencintai Rania dan menelantarkan istrinya. Kehancuran Keisha memuncak saat mengetahui Bima berniat menikah siri di vila impiannya. Sadar cintanya dikhianati kebohongan besar, Keisha berpura-pura tegar demi menyusun rencana rahasia untuk pergi dan lenyap selamanya.