APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya

Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya

Setelah tewas ditusuk dua belas kali oleh kakak kandungnya yang serakah, sang protagonis mendapati dirinya terlahir kembali ke masa lalu. Sang kakak, yang juga bereinkarnasi, kini mendadak ingin kuliah dan memaksa orang tua mereka untuk menikahkan adiknya dengan Yanto, putra seorang atasan, demi mendapatkan uang mahar. Menyadari ambisi licik saudaranya yang dahulu hancur akibat keserakahan sendiri, sang protagonis memutuskan untuk menerima pernikahan tersebut dan berhenti sekolah demi membiarkan takdir membalas semuanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Begitu mendengar hal itu, Helena tertawa terbahak-bahak tanpa menahan diri.

"Susan, nggak disangka, reputasimu sebagai pembawa sial secepat ini sampai ke telinga suamimu."

Beberapa saat kemudian, Helena memelankan suaranya dan berkata dengan nada sinis, "Pembawa sial ditakdirkan bertemu bajingan. Kalian memang pasangan serasi yang ditakdirkan Tuhan."

Aku mengepalkan tangan hingga jari-jariku berderit.

Yanto masuk sambil didorong oleh beberapa sahabat karibnya. Ekspresi wajahnya tampak tidak setuju.

Begitu Helena melihat Yanto masuk, dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan berdiri tegak. Tubuhnya yang tinggi selalu mencuri perhatian di tempat ramai.

Namun, Yanto tampak tidak memedulikan siapa pun. Tatapan matanya terkunci padaku.

Aku tertegun ketika melihat wajahnya yang tegas.

Dari dekat, ketampanan dan kedinginannya bahkan mengalahkan aktor di poster film.

Pantas saja setiap kali Helena menyebut nama Yanto, dia pasti mengungkit kalau Yanto itu tampan.

Begitu Yanto melihat bros bunga yang ada di dadaku mirip bros bunga untuk pengantin, dia pun langsung sadar bahwa mempelai wanita sudah berganti orang.

Yanto mengerutkan alis tebalnya. Tanpa berpikir panjang pun dia berkata, "Kenapa kamu? Bukannya aku akan menikah sama Helena?"

Begitu perhatian direnggut orang lain, Helena langsung merasa tidak nyaman.

Setelah mendengar kalimat ini, Helena pun menjawab tanpa ragu-ragu. "Siapa juga yang mau nikah sama prajurit receh sepertimu? Lihat dirimu, pantas nggak."

Usai mengatakan itu, Helena merapikan kedua kepangannya, mengangkat dagu, dan memalingkan wajah.

Ekspresi Yanto pun berubah, seolah-olah baru sadar kalau dirinya salah berbicara.

Aku berkata dengan tenang, "Kamu bilang kamu mau menikahi gadis yang pernah menyelamatkanmu dulu. Akulah gadis itu."

Tatapan Yanto seketika membeku. Dadanya yang naik turun tampak begitu kentara. Dia menatapku dengan sangat serius hingga membuat udara membeku.

Yanto seolah-olah sudah menunggu momen ini sejak lama.

"Aku tahu."

Mataku bergetar dan sebuah pikiran gila melintas di dalam benakku.

"Maaf. Lanjutkan acara pernikahannya. Aku akan jalani pernikahan ini!"

Semua orang yang ada di ruangan dibuat bingung oleh ulah Yanto. Ibu mertuaku pun segera mencairkan suasana.

"Karena terlalu bahagia dapatkan istri baru, sampai bingung begitu! Bocah ini!"

Yanto tiba-tiba tidak membangkang lagi. Pangkal leher hingga pipinya pun merona kemerahan.

Helena melirik sinis, mendengus dingin, dan kembali duduk.

Prosesi pernikahan berjalan lancar, tetapi ketika acara hendak berakhir, Helena bersikeras bahwa suasana di desa tidak cocok untuk belajar. Dia meminta Yanto mencarikan guru les untuknya di kota.

Begitu perkataan ini terlontar, Yanto jelas-jelas tampak keberatan, tetapi dia memilih untuk diam.

Ibu mertuaku langsung menyetujui. "Kalau putri dari keluarga besan yang minta, kami tentu saja akan membantu."

Ibu mertuaku segera menyuruh Helena untuk tinggal. Beliau bahkan mencarikan penginapan agar Helena bisa mempersiapkan diri untuk ujian di sana.

Sebelum pulang, Ayah dan ibu bergantian memberi nasihat.

"Setelah punya mertua, jangan lupa sama keluarga sendiri. Ambil banyak barang bagus di Keluarga Budiharto buat kakakmu. Jangan sampai kakakmu terlalu lelah."

"Sehari makan tiga kali. Kamu antar ke sini. Kamu juga bantu cuci pakaiannya hingga bersih."

"Ujian masuk perguruan tinggi kakakmu itu hal penting. Tugas utamamu adalah mengurus kakakmu!"

Helena rebahan miring di atas kasur sambil mengunyah biji kuaci yang dia bawa dari pesta pernikahan. Ekspresinya penuh kemenangan.

"Dengar, nggak? Jangan kira karena kamu nikah sama keluarga atasan kamu jadi hebat. Ke mana pun kamu pergi, nasibmu akan tetap jadi pelayanku!"

Ayah dan ibu terus mengangguk dan menegaskan bahwa perkataan kakakku itu benar. Manusia tidak boleh lupa asal usulnya.

Aku menerima semua itu dan menahan diri untuk tidak membalas.

Selama setengah bulan penuh, aku bolak-balik penginapan dan rumah mertua.

Yanto tidak tega melihatku kelelahan. Dia menyuruh juru masak di rumah untuk mengantar makanan.

Namun, Helena membanting mangkuk di hadapan si bibi juru masak. "Pulang dan kasih tahu Susan! Jangan berlagak jadi nyonya atasan di depanku! Kalau aku nggak kasih kesempatan dia nikah sama Yanto, dia mungkin masih jaga sapi entah di gunung mana!"

Begitu Yanto mendengar hal itu, dia hendak membelaku dan mengusir Helena kembali ke desa.

Di depan Yanto, Helena menyindir dengan nada tajam.

"Yanto, kamu nggak usah terlalu sombong. Hati-hati dipindah tugaskan ke ujung perbatasan yang tandus. Seumur hidup nggak bisa pulang."

"Cuih! Siapa tahu mati di sana dan nggak ada yang mau kuburkan kamu."

Di kehidupan sebelumnya, aku juga mendengar kabar tentang Yanto.

Yanto menghembuskan napas terakhirnya di Hutan Ponuli. Jenazahnya bahkan tidak pernah dibawa pulang.

Yanto menatap Helena dengan penuh amarah hingga tubuhnya bergetar. Dia tampak ingin mengatakan sesuatu yang tertahan di tenggorokannya.

Aku segera mengajak Yanto pulang. Untuk pertama kalinya, Yanto menumpahkan amarahnya. "Kenapa kamu bela dia? Kenapa nggak bela aku?"

Aku pun tidak tahu harus menjawab apa. Suasana aneh perlahan-lahan meliputi kami.

Sekarang belum waktunya. Tunggu beberapa saat lagi.

Hari terakhir ujian masuk perguruan tinggi, aku justru lebih gugup dari Helena. Kalau tidak salah ingat, hari ini juga hari keluarnya surat penugasan Yanto.

Helena masuk ke ruang ujian sambil mengangkat dagunya dengan penuh percaya diri. Perkataan terakhir yang dia katakan padaku adalah:

"Susan, mulai hari ini, mari kita lihat apa yang bisa kamu banggakan di depanku!"

Ayah dan ibu menatap Helena dengan penuh harap, seolah-olah dalam beberapa jam ke depan leluhur kami akan mengirim keberuntungan dari liang kubur.

Aku gugup hingga telapak tanganku penuh dengan keringat.

Saat aku menoleh, Yanto yang ada di seberang jalan memanggil namaku.

Di tangan Yanto ada sebuah amplop cokelat. Cap merah yang ada di atas amplop itu langsung menarik perhatianku.

Jantungku langsung tercekat.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B65722" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B65722
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
Narendra Hasan, seorang CEO, lumpuh akibat kecelakaan hingga ditinggal kabur oleh tunangannya, Bella, saat hari pernikahan. Demi menyelamatkan situasi, Narendra menunjuk keponakan Bella, Sheilla, sebagai pengantin pengganti. Sheilla tak punya pilihan selain setuju demi membalas utang budi pada sang paman. Namun, pernikahan darurat ini justru membuka tabir misteri tentang kecelakaan orang tua Sheilla serta hilangnya seorang penulis terkenal. Siapakah dalang di balik semua ini?
Sampul Novel Istri Pertama Dengan Jendela Kaca
9.5
Demi membiayai pendidikan adik-adiknya, Elsa rela bertahan dalam kepedihan poligami selama lima tahun. Delon dan istri mudanya, Ika, menganggap Elsa sebagai sosok yang tulus menerima keadaan. Padahal, Elsa memendam derita mendalam akibat kemandulan, serta perih menyaksikan kemesraan suaminya. Di balik ketegarannya, ia juga menyembunyikan penyakit kanker mematikan yang siap merenggut nyawanya. Seperti kaca yang tampak kokoh, Elsa sebenarnya sangat rapuh dan menanti saat untuk hancur.
Sampul Novel MY BEST PARTNER
8.5
Dua sahabat terjebak dalam lingkaran persahabatan, menyembunyikan perasaan cinta di balik pertengkaran tiada akhir seperti air dan api. Namun, sebuah peristiwa dalam satu malam mengubah segalanya secara tak terduga. Dinamika mereka berputar arah menjadi ikatan yang penuh ketergantungan. Kini, mereka tak lagi bisa saling menjauh, melainkan selalu membutuhkan kehadiran satu sama lain dalam setiap embusan napas kehidupan.
Sampul Novel Not A Perfect Marriage
9.5
Ivy Marionet menjalani pernikahan rumit yang penuh rahasia dengan seorang ksatria kerajaan. Ia harus berjuang keras demi menyembunyikan identitas aslinya yang misterius. Keadaan kian genting saat campur tangan Putra Mahkota Winter membuat Ivy terancam hukuman mati di tangan suaminya sendiri. Siapa sebenarnya sosok Ivy? Di tengah intrik dan bahaya yang mengintai, mampukah ia mengungkap kebenaran sekaligus menyelamatkan diri dari eksekusi yang membayangi hidupnya?
Sampul Novel Suamiku Menolak Perceraian
9.3
William diyakini menikahi Renee tanpa cinta. Begitu mantan kekasih William pulang membawa kandungan, publik bersiap melihat Renee disingkirkan. Di luar dugaan, Renee memilih menjaga martabatnya dengan melayangkan gugatan cerai terlebih dahulu. Namun, keputusan itu justru ditentang keras oleh William. Sang suami menolak berpisah dan mengancam para penyebar rumor. Sikap tak terduga ini seketika membuat Renee diliputi kebingungan mendalam.
Sampul Novel Tiga Ranjang Suamiku
9.5
Dua belas tahun membina rumah tangga, hidup Maya sebagai pengacara sukses hancur seketika. Suami yang ia kenal sangat penyayang ternyata melakukan poligami secara rahasia. Maya sangat terkejut saat mengetahui suaminya memiliki dua ranjang lain dengan wanita yang sama sekali tidak pernah ia duga. Kini, ia harus berjuang mengungkap kebenaran pahit tersebut. Apakah Maya akan bertahan demi pernikahannya, atau memilih pergi demi menyelamatkan diri dari pengkhianatan ini?