APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri

Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri

Kehidupan Lara runtuh seketika setelah suaminya, Darren, tega berkhianat dengan Maya, sahabat karibnya sendiri. Hubungan pernikahan mereka pun kandas secara tragis tatkala Darren mendesak perceraian demi bersama selingkuhannya. Kemalangan Lara kian mendalam saat sebuah kecelakaan fatal merenggut calon bayi dalam kandungannya. Kendati berupaya bangkit dan membuka hati untuk lembaran baru, ujian hidup terus datang mendera. Sanggupkah Lara meraih kebahagiaan sejati setelah kehilangan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Matahari pagi menembus tirai kamar rumah sakit, menyinari wajah Lara yang masih pucat dan lelah. Meski tubuhnya mulai membaik, hatinya masih rapuh, penuh luka yang tak mudah disembuhkan. Ia duduk di tepi ranjang, menatap langit yang cerah melalui jendela, mencoba menenangkan pikirannya.

Hari ini Lara akan keluar dari rumah sakit. Kakinya gemetar saat berdiri, dan setiap langkah terasa berat. Namun, ada sesuatu yang mendorongnya maju: tekad untuk meninggalkan masa lalu yang menghancurkan hidupnya.

"Lara, kau harus hati-hati," ucap perawat yang menepuk pundaknya lembut. "Ini belum waktunya kau terlalu memaksakan diri. Ingat, tubuhmu masih lemah."

"Aku tahu, Nisa. Tapi aku harus melakukannya. Aku... aku tak bisa terus di sini," Lara menjawab pelan, suara serak oleh tangis yang masih tersisa.

Ketika pintu rumah sakit terbuka dan angin pagi menerpa wajahnya, Lara merasakan dunia yang berbeda. Dunia yang terasa asing, tapi juga memberi harapan. Ia menatap langit biru, mencoba menarik napas panjang, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, ia merasa sedikit lega.

Namun kebebasan ini datang dengan bayangan pahit. Ia harus menghadapi Darren, harus menghadapi Maya, dan harus menerima kenyataan bahwa pernikahannya telah berakhir tanpa penjelasan lebih dari talak yang ia terima. Lara tahu, konfrontasi itu tak akan mudah, tapi ia harus melakukannya untuk menutup babak lama dalam hidupnya.

Di rumah, suasana hening. Lara melangkah masuk, matanya menangkap setiap sudut yang dulu penuh cinta, kini terasa asing dan dingin. Ia menurunkan tasnya di meja, menatap foto-foto lama yang terpajang di ruang tamu. Senyum mereka dulu tampak begitu tulus, tapi sekarang hanyalah kenangan yang menyakitkan.

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan di pintu. Lara menoleh, jantungnya berdegup kencang. Ia membuka pintu perlahan, dan di depannya berdiri Darren. Mata mereka bertemu, dan semua luka lama kembali terbuka.

"Lara... aku... aku ingin bicara," Darren mencoba memulai, tapi Lara mengangkat tangan, menghentikannya.

"Terlambat, Darren. Aku tak ingin mendengar alasan atau penyesalanmu. Semua sudah terjadi, dan aku harus melanjutkan hidupku," Lara berkata tegas, meski hatinya masih bergetar.

Darren menunduk, menyesal. "Aku... aku salah. Aku seharusnya tak pernah menyakiti kamu. Tapi... aku ingin kau tahu, aku tetap peduli padamu."

Lara menatapnya dingin. "Peduli? Kau menghancurkan hatiku, Darren. Kau mengambil semua yang aku percayai dan menginjaknya. Tidak ada lagi peduli di sini."

Darren hanya terdiam, tak mampu berkata apa-apa. Lara menutup pintu pelan-pelan, dan kali ini ia benar-benar merasa bebas. Bebas dari masa lalu yang menyakitkan, meski luka itu masih terasa.

Hari-hari berikutnya, Lara mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan untuk pindah sementara ke apartemen kecil yang disewanya dekat kantor, jauh dari Darren dan Maya. Di apartemen itu, ia mulai belajar hidup sendiri, merasakan kesendirian yang asing tapi juga menenangkan.

Namun kesendirian itu tak bertahan lama. Suatu sore, saat Lara sedang duduk di kafe dekat apartemen, menatap hujan yang turun deras, seorang pria masuk, membawa payung dan tersenyum padanya. Matanya tajam tapi hangat, dan senyumnya membuat Lara merasa aneh, seperti ada sesuatu yang mengusik hatinya yang lama tertutup luka.

"Hai, kau sendirian?" tanya pria itu, suaranya lembut tapi penuh percaya diri.

Lara menatapnya, ragu. "Iya... kenapa?"

"Aku hanya ingin memastikan kau tidak kehujanan. Hujan di luar cukup deras," pria itu menjawab sambil menyerahkan payung yang dibawanya.

Lara tersenyum tipis. "Terima kasih... aku Lara."

"Aku Reyhan," jawabnya. Mereka berjabat tangan. Sentuhan singkat itu membuat Lara merasa ada kehangatan yang lama ia rindukan.

Percakapan mereka berlanjut. Lara merasa nyaman, meski awalnya ia ragu untuk membuka diri. Reyhan bukan tipe orang yang terburu-buru, tapi ia mampu membuat Lara tersenyum lagi, hal yang sudah lama tak ia rasakan.

Hari demi hari, Lara mulai merasakan perasaan yang berbeda. Luka lama masih ada, tapi Reyhan perlahan mengisi kekosongan itu dengan kehangatan dan perhatian yang tulus. Ia mulai belajar mempercayai seseorang lagi, meski hatinya tetap waspada.

Namun kehidupan tidak pernah mudah. Lara menerima kabar dari kantor bahwa Maya, sahabat yang dulu ia percayai, sedang mengincar posisinya. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa pengkhianatan tak hanya datang dari keluarga dan pasangan, tapi juga dari lingkungan profesional yang ia percayai.

Di satu sisi, Lara merasa terjebak antara kesedihan masa lalu dan harapan baru. Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa dirinya harus kuat. Ia tidak bisa membiarkan orang-orang yang menyakitinya menghancurkan masa depan yang perlahan mulai ia bangun.

Reyhan menjadi teman, tapi juga pengingat bahwa hidup masih memiliki cahaya di tengah kegelapan. Setiap kali Lara merasa putus asa, ia mengingat senyum Reyhan, perhatian kecilnya, dan cara ia mendengarkan tanpa menghakimi.

Suatu malam, Lara duduk di balkon apartemennya, menatap lampu kota yang berkelap-kelip. Ia merasakan campuran perasaan-sedih, rindu, tapi juga ada harapan. Suara ponsel berdering, Reyhan mengirim pesan, "Lara, besok aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Hanya kita berdua."

Lara tersenyum, hatinya berdebar. Ia menatap langit malam, dan untuk pertama kalinya sejak kecelakaan dan kehilangan itu, ia merasa ada sedikit kebahagiaan yang tumbuh. Namun ia juga sadar, jalan menuju kebahagiaan itu masih panjang dan penuh ujian.

Hari-hari berikutnya menjadi fase baru bagi Lara. Ia mulai bekerja lebih fokus, menata apartemennya, dan perlahan membuka hatinya untuk Reyhan. Tapi bayangan Darren dan Maya tetap ada, mengingatkan bahwa masa lalu tak bisa begitu saja dihapus.

Konflik mulai muncul ketika Darren mencoba menghubungi Lara lagi, mungkin dengan maksud meminta maaf atau sekadar melihat bagaimana kehidupannya sekarang. Lara tahu, untuk benar-benar sembuh, ia harus mengambil keputusan-apakah akan membiarkan Darren masuk kembali dalam hidupnya, atau menutup pintu itu selamanya.

Bab ini menutup dengan Lara yang menatap Reyhan, tersenyum tipis, dan berkata pada dirinya sendiri, "Aku akan belajar mencintai lagi... perlahan tapi pasti. Masa lalu boleh menyakitkan, tapi aku tak akan membiarkan itu menentukan masa depanku."

Di sinilah awal perjalanan Lara menemukan kekuatan baru, menghadapi pengkhianatan lama, dan membuka hati untuk kemungkinan cinta yang baru. Dunia mungkin tak adil, tapi Lara mulai menyadari bahwa dirinya masih punya kendali atas hidupnya, dan bahagia bukanlah sesuatu yang mustahil.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla kerap dituduh sebagai penggoda licik yang ambisius. Namun, sebuah pernikahan mendadak dengan Colton, miliarder playboy yang baru dikenalnya, menggemparkan publik. Hubungan yang semula dikira murni transaksi bisnis tanpa cinta ini mulai berubah saat Colton memperlihatkan sisi rapuhnya di sebuah pesta. Leyla pun tersadar bahwa seluruh pertemuan hingga pernikahan mereka sebenarnya adalah skenario matang yang telah dirancang Colton sejak awal.
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)
8.6
Akibat permainan Truth or Dare, Thea terjerat dalam hubungan penuh gairah dengan Alvaro, seorang CEO dominan. Kecupan awal mereka berujung pada ikatan BDSM yang intens. Demi menyembunyikan obsesi Alvaro, Thea bersedia menjadi istri pura-puranya. Namun, di balik dominasi fisik dan status palsu tersebut, perasaan cinta yang sesungguhnya justru mulai tumbuh di antara mereka. Sanggupkah keduanya menghadapi ketulusan rasa yang hadir di tengah kepalsuan ini?
Sampul Novel Merenda Cinta
8.4
Aileen, putri bungsu keluarga kaya Hadiwidjaya, bermimpi menjadi desainer interior sukses selepas kuliah di Stanford. Namun, ambisinya terbentur rencana perjodohan sang ayah dengan putra sahabatnya, Hasby Al Azizy. Sikap Hasby yang pendiam sekaligus ramah justru membuat Aileen yang manja tapi cerdas ini merasa kesal sejak awal pertemuan mereka. Akankah ia menerima takdir ini? Ikuti kisah perjuangan Hasby dalam meluluhkan hati Aileen demi meraih cinta sejati mereka.
Sampul Novel Modus Tuan Muda
8.5
Mona Latea harus menerima nasib buruk setelah dipaksa menggantikan Elisa, kakaknya yang kabur dari perjodohan. Kini, hidupnya diabdikan untuk melayani seorang tuan muda kaya yang kekanak-kanakan dan sangat merepotkan. Tanpa upah sedikit pun, Mona terpaksa bertahan melewati hari-hari penuh tekanan. Kisah cinta romantis ini diwarnai intrik rumit antara kewajiban yang menjerat dan daya pikat manipulatif sang tuan muda.
Sampul Novel Neng Zulfa
8.5
Zulfa Zahra El-Faza, putri kiai yang dingin pada cinta, kerap menolak lamaran. Namun, hatinya luluh oleh Fatih Thoriqul Firdaus. Setelah menikah, Zulfa justru didera duka karena Fatih menyimpan rahasia kelam yang menyakitkan. Di tengah bayang-bayang kehadiran orang ketiga, dapatkah kejujuran memulihkan hubungan mereka? Ini adalah kisah tentang pengkhianatan serta perjuangan membangun kembali kepercayaan dalam pernikahan.
Sampul Novel Pesona Kemolekan Istri Sahabatku
8.1
Novel romantis modern Pesona Kemolekan Istri Sahabatku mengisahkan ketegangan rahasia di balik punggung kuda. Saat sang sahabat asyik bermain kartu di rumah yang tak jauh dari sana, sang protagonis justru menikmati momen mendebarkan bersama istri sahabatnya yang menawan. Di atas kuda yang berguncang, ia mendekap pinggang wanita tersebut di bawah embusan angin. Hubungan terlarang yang terjadi tepat di depan mata sang suami ini menghadirkan konflik batin dan romansa yang penuh risiko.