APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar

Cinta Yang Terlambat Bersinar

Sejak pandangan pertama, gadis ini telah menaruh hati pada sahabat ayahnya, seorang pria dewasa yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sosok pria yang selalu tampil menawan dengan setelan jas rapi itu pernah memberinya sebuah gaun putri yang indah. Ketika sang gadis menginjak usia dua puluh tahun, sebuah insiden tragis terjadi saat pria tersebut tidak sengaja diracuni di sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa sang pujaan hati, ia mengenakan gaun pemberian itu dan merelakan kesucian tubuhnya sebagai penawar racun.
Bab
Bagikan

Bab 6

Saat membuka mata lagi, Luela menyadari dirinya sudah berada di atas ranjang kamarnya, sementara Jack berdiri di samping ranjang dengan ekspresi sedingin es.

"Kamu sudah buat masalah sebesar ini, sebenarnya aku mau mengurungmu tiga hari tiga malam. Tapi karena Sabrina orangnya berhati lembut dan memohonku untuk membebaskanmu, makanya kamu bisa keluar."

"Aku tahu kamu masih belum bisa melepaskanku, tapi dengarkan baik-baik, aku nggak mungkin suka dengan gadis kecil yang umurnya dua belas tahun lebih muda dariku. Kita nggak akan mungkin bersama."

Usai bicara, pintu kamar langsung dibanting tertutup tepat di depan mata Luela. Suara kerasnya menenggelamkan semua kata yang ingin dijelaskan.

Luela bersandar di kepala ranjang, menutup mata, menghela napas panjang, lalu berbisik pelan,

"Jack, aku benar-benar ... sudah nggak menyukaimu lagi."

Beberapa hari setelah itu, rumah Jack menjadi sangat ramai.

Semua orang sibuk mempersiapkan pernikahan Jack dan Sabrina yang akan segera digelar.

Sabrina terlihat sangat bersemangat mengatur semuanya, sambil menggandeng tangan Luela dengan penuh semangat, seolah semua kejadian tak menyenangkan sebelumnya sudah dilupakan.

"Tempat dan dekorasinya sudah hampir siap, tinggal kurang pendamping pengantin wanita. Menurutku Ela cocok sekali, biar kecipratan keberuntungan juga. Siapa tahu nanti bisa berjodoh dengan pendamping pengantin pria."

Di akhir kalimat, nada bicara Sabrina terdengar sedikit bercanda.

Luela yang tidak sehebat Sabrina dalam berakting, langsung menarik tangannya dari pelukan Sabrina dan hendak menolak. Tapi belum sempat menolak, langsung terdengar suara laki-laki yang dingin dari atas kepala mereka.

"Dia nggak boleh jadi pendampingnya."

Luela dan Sabrina menoleh bersamaan dan melihat Jack berdiri di belakang mereka.

"Kenapa?" tanya Sabrina yang terlihat agak heran dengan penolakannya.

Jack tidak menjawab langsung, hanya menatap Luela sejenak.

Belakangan ini, Luela memang terlihat lebih penurut dan sudah tidak terus menempel padanya.

Namun, begitu terpikir kalau nanti Luela akan punya pacar, entah kenapa, hati Jack terasa sesak dan tidak nyaman.

Apa alasannya? Sebenarnya Jack sendiri juga tak tahu.

Jack menunduk, hendak mencari alasan seadanya. Belum sempat dia beralasan, Luela sudah lebih dulu buka suara.

"Usiaku lebih kecil, rasanya kurang pantas kalau jadi pendamping pengantin."

Sebenarnya, karena dirinya akan pergi ke luar negeri sebentar lagi.

Dia memang tidak ditakdirkan hadir ke pernikahan ini.

Mendengar itu, Jack langsung mengangguk mengiyakan dan Sabrina pun akhirnya mengurungkan niatnya.

Saat Luela merasa lega dan hendak beranjak pergi, tiba-tiba terdengar suara Sabrina lagi, "Kalau Ela nggak bisa jadi pendampingnya, bagaimana kalau kamu kasih gaun pengantin yang dulu kamu desain itu ke aku saja? Anggap saja sebagai bentuk restu, soalnya aku suka sekali."

Mendengar itu, Jack spontan menoleh ke arah Luela.

Gaun itu adalah hasil desain Luela saat usianya 18 tahun, bahkan sempat memenangkan penghargaan dalam sebuah kompetisi.

Banyak orang kaya yang ingin membelinya untuk dipakai di hari pernikahan, tapi semuanya ditolak Luela.

Karena gaun itu dibuat untuk dirinya sendiri.

Luela ingin memakai gaun itu saat menikah dengan Jack.

Jack tahu betapa pentingnya gaun itu bagi Luela, tapi dia juga tak ingin membuat Sabrina kecewa, akhirnya dia tetap berkata,

"Luela, selama kamu mau jual gaun itu ke aku, aku bakal penuhi apapun permintaanmu."

Luela hanya tersenyum tipis dan menjawab, "Nggak perlu, benar yang Kak Sabrina bilang, aku juga harus berbuat sesuatu sebagai bentuk restuku untuk kalian. Jadi, anggap saja gaun itu sebagai hadiah pernikahan dariku untuk kalian."

Usai bicara, Luela pun langsung menelepon butik tempat gaun disimpan.

Tak lama kemudian, staf dari butik datang mengantarkan gaun tersebut langsung ke tangan Sabrina.

Sabrina yang menerima gaun impiannya pun tak lagi punya alasan untuk mempersulit Luela. Dengan senang hati, dia langsung masuk ke ruang ganti untuk mencobanya.

Luela hanya memandangi punggungnya dengan tenang, lalu tanpa ekspresi kembali ke kamarnya.

Hanya Jack yang menatap kepergian Luela cukup lama, bahkan sampai larut dalam pikirannya sendiri.

Menjelang tengah malam, Luela duduk sendiri di kamarnya, membereskan koper.

Semua barangnya sudah hampir beres dikemas dan dokumen juga hampir selesai. Tak lama lagi, dirinya sudah bisa pergi.

Baru saja menyembunyikan kopernya dan hendak tidur, tiba-tiba pintu kamarnya didobrak dengan keras.

Belum sempat bereaksi, Jack sudah menerobos masuk dan mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat, lalu langsung memarahinya tanpa ampun,

"Apa yang kamu lakukan dengan gaun itu?!"

"Sabrina baru coba sebentar, langsung gatal-gatal dan muncul ruam! Kamu mau mencelakainya lagi?!"

Di bawah cahaya lampu kuning yang redup, tatapan marah jack bagaikan pisau tajam yang seakan siap mengiris tubuhnya.

Luela buru-buru menggeleng dan menjelaskan, "Aku sama sekali nggak menyentuh gaun itu dan nggak mungkin lakukan sesuatu pada gaun itu! Aku juga nggak ada alasan untuk sakiti dia!"

Wajah Jack semakin muram. Tiba-tiba, dia mendorong Luela ke ranjang, tatapannya sangat tajam dan suaranya penuh amarah.

"Nggak ada alasan? Aku tahu kamu masih belum bisa melupakanku, tapi kau nggak seharusnya menyakiti Sabrina! Sebaiknya kamu berdoa agar dia nggak apa-apa, kalau nggak ... "

Belum selesai Jack bicara, Bibi Siti sudah berlari masuk.

"Pak Jack! Gawat! Nona Sabrina pingsan!"

"Awasi dia! Jangan sampai dia kabur!"

Ekspresi wajah Jack langsung berubah drastis. Usai bicara, dia segera berlari keluar kamar dengan panik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati di Ranjang Pengantin
8.2
Pasca dijebak Sabrina, saudara tirinya, hingga hamil anak asing, hidup Aurora Valencia hancur. Demi kehormatan, Jenderal Wirya Atmaja tega mengusir putri kandungnya itu. Enam tahun berlalu, Aurora kembali ke Jakarta dengan kekuatan baru untuk membalas dendam. Ia bertekad mengoyak topeng busuk ibu serta saudari tirinya, sekaligus mengungkap identitas pria misterius yang merupakan ayah dari anak kembar jeniusnya.
Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Logika kerap kali buta karena asmara, menyisakan luka mendalam di dalam dada. Walau diwarnai kepedihan dan obsesi, perasaan ini rupanya menyimpan kekuatan misterius. Siapa sangka, kasih sayang justru hadir sebagai obat paling mujarab untuk memulihkan duka? Kisah ini mengulas bagaimana keajaiban sebuah rasa mampu menyentuh relung jiwa terdalam, sekaligus mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan yang nyata bagi mereka yang merasakannya.
Sampul Novel Kutunggu Jandamu
9.8
Demi sang ayah, Benara nekat menjadikan Laras sebagai kekasih sewaan. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa perempuan itu sebenarnya telah bersuami. Alih-alih mundur setelah melihat Laras terus disakiti oleh suaminya, Benara justru memanfaatkan situasi tersebut. Ia mulai mendekati Laras secara agresif. Kini, Benara bertekad kuat untuk merebut hati Laras dan mengejar cintanya, meski status pernikahan Laras menjadi rintangan besar yang menghadang langkahnya.
Sampul Novel Rara Series - Intimate Partner
9.1
Kehidupan Rara berubah drastis setelah bertemu Jo. Kasih sayang Jo membuatnya merasa sangat berharga, hingga ia patuh pada setiap keinginan pria itu. Namun, situasi menjadi rumit ketika Jo mengaku ingin mendekati Chatrin, sahabat dekat Rara. Bukannya merasa cemburu, kesetiaan Rara yang luar biasa justru mendorongnya untuk membantu Jo. Kini, Rara harus berjuang menghadapi batas kepercayaan dan jati dirinya di tengah hubungan mereka yang makin pelik.
Sampul Novel Terjebak Cinta Sang Casanova
8.9
Maisya Indira, gadis SMA berusia 17 tahun, tidak sengaja berpapasan dengan Zifran Alanta, seorang CEO Casanova mesum. Guna menghindari rencana perjodohan dari Mama Sarah yang sangat berambisi menikahkan putranya, keduanya sepakat berpura-pura pacaran. Namun, kedekatan yang intens justru menumbuhkan rasa nyaman yang mendalam. Sandiwara mereka perlahan berubah menjadi jeratan hasrat terlarang tanpa ikatan status yang berisiko. Akankah jalinan cinta palsu ini berujung nyata?
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI MANTAN IBUKU
8.0
Demi membalas dendam pada mantan kekasihnya, Dion tega menghancurkan bisnis milik ayah Ziva. Dion kemudian memanfaatkan krisis tersebut untuk memaksa Ziva menikahinya sebagai syarat bantuan keuangan. Pernikahan itu menjadi neraka bagi Ziva, terutama saat Dion tanpa ragu berselingkuh dengan ibu mertuanya dan sekretaris pribadinya. Begitu mengetahui semua kebenaran yang menyakitkan, Ziva memilih pergi. Kini, Dion yang menyesali perbuatannya berusaha keras mencari Ziva untuk meminta maaf.