APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Tak Mungkin Kembali

Cinta yang Tak Mungkin Kembali

Kematian sang ayah mendorong seorang wanita mengakhiri pernikahannya dengan Declan, seorang komandan batalion. Setelah mengelabui Declan agar menandatangani surat cerai dan keluar dari pekerjaannya, ia menyajikan hidangan perpisahan. Bukannya berterima kasih, Declan justru mencelanya karena makanan itu tidak disukai cinta pertamanya. Tanpa ragu, ia bersulang lalu pergi ke desa pegunungan. Dua minggu kemudian, mereka bertemu kembali di desa tersebut, memperlihatkan Declan yang dilingkupi penyesalan.
Bab
Bagikan

Bab 4

Saat aku menghidangkan hidangan terakhir, aku mendengar sorak-sorai mereka.

"Kapten Declan, gimana kalau kamu dan Bu Safira minum arak pengantin?"

"Iya, minum satu gelas saja."

Safira duduk di samping Declan, wajahnya memerah. "Jangan bercanda. Declan sudah punya istri."

Seseorang mencibir, "Orang lain mungkin nggak tahu, tapi kami semua tahu jelas. Kalau dulu Bu Safira nggak keburu menikah, Kapten Declan juga nggak akan patah hati sampai harus ikut acara perjodohan."

"Lagian, Bu Brenda juga nggak ada di sini."

Hidangan panas masih ada di tanganku, tetapi rasanya lebih dingin daripada es batu.

Mengingat dulu mereka memanggilku dengan sebutan "kakak ipar" satu per satu, aku hanya merasa mual.

Declan meletakkan gelasnya dengan agak keras, wajahnya tampak muram. Saat dia baru hendak bicara, aku kebetulan berdeham pelan dan melangkah keluar, lalu meletakkan hidangan di atas meja.

"Ayo makan."

Aku tersenyum tipis dan bersiap duduk.

Namun, Declan tiba-tiba seperti melihat sesuatu, keningnya berkerut. "Kenapa banyak sekali hidangan yang Safira nggak suka?"

Safira melambaikan tangan, suaranya lembut, "Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Aku makan sayur saja. Kak Brenda juga bukan sengaja."

Meski berkata demikian, matanya tampak memerah.

Declan berdiri dan terlihat jelas sorot kekesalan di matanya. "Aku ajak kamu makan di restoran saja."

"Tunggu sebentar."

....

Aku tiba-tiba membuka suara, mengambil botol arak di atas meja dan menuangkan segelas untuk diriku sendiri.

Declan menatapku dengan terkejut. Selama lima tahun menikah, aku tidak pernah minum alkohol di hadapannya.

"Safira, gelas ini aku persembahkan untukmu."

Cairan itu mengalir ke tenggorokanku, membuatku tersedak dan batuk tanpa henti.

Melihat hal itu, kening Declan berkerut. Dia mengulurkan tangan, hendak menepuk punggungku. Aku refleks menghindar, menutupi sudut mataku yang memerah.

Tangannya membeku di udara, wajahnya langsung menggelap. "Brenda, kamu benar-benar nggak masuk akal."

Setelah melemparkan kalimat itu, Declan langsung membawa Safira pergi. Para rekan setim yang tersisa saling berpandangan sejenak, lalu ikut bangkit dan meninggalkan tempat itu.

Aku duduk di halaman sendirian, menghabiskan seluruh hidangan di meja itu.

Empat jam lagi kereta akan berangkat.

Aku memetik semua sayuran yang kutanam di halaman dan membagikannya kepada tetangga.

Tiga jam lagi kereta akan berangkat.

Setelah membereskan piring dan sendok, aku meletakkan surat permohonan cerai dan botol krim dingin yang sudah dipakai di atas meja.

Dua jam lagi kereta akan berangkat.

Aku mengangkat koper dan menumpang truk besar milik kesatuan.

Prajurit muda yang menyetir bertanya padaku, "Bu Brenda, mau pulang kampung lagi? Kali ini berapa lama?"

Aku membagikan beberapa permen buah kepadanya, lalu tersenyum sambil menjawab, "Nggak tahu. Mungkin seumur hidup."

Prajurit itu mengira aku bercanda, dia tertawa riang sambil menerima permen. "Kalau begitu, nanti waktu Bu Brenda kembali, suruh Kapten Declan bilang ke aku. Aku jemput lagi."

Aku mengangguk pelan, lalu berkata dalam hati, 'Nggak akan ada lain kali.'

Pukul delapan malam, Declan pulang bersama Safira dan para rekan yang tadi sore pergi bersama mereka. Rombongan itu tertawa dan mengobrol, tangan mereka menenteng makanan yang dibungkus dari luar.

"Bu Brenda, kami pulang!"

Orang yang masuk lebih dulu berseru, lalu karena ruangan gelap, dia meraba-raba untuk menyalakan lampu.

"Bu Brenda keluar?"

Seorang rekan menggaruk kepala, lalu meletakkan makanan di atas meja.

Saat melihat lembaran kertas di atas meja, dia tertegun, lalu tanpa sadar berteriak, "Kapten Declan, Bu Brenda meninggalkan surat untukmu. Ini ... ini surat ... permohonan cerai ...."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B60447" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B60447
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Lima tahun berpisah akibat amnesia pasca-kecelakaan, takdir mempertemukan kembali Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra. Theo, yang kini jatuh cinta pada Lili sang dokter, rela membayar sepuluh miliar kepada ayah Lili demi menikahinya. Meski terkenal temperamental, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili berusaha mempertahankan pernikahan rumit ini dengan merangkai kembali ingatan masa lalunya yang hilang melalui setiap sentuhan Theo.
Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dahulu Aruna diusir dan dihina sebagai pembawa sial. Luka batinnya kian perih ketika ketulusannya pada Nathan justru dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali membawa identitas baru dan kepribadian yang berubah total. Takdir kembali mempertemukannya dengan CEO yang dahulu mencampakkannya. Kini, Aruna bersiap menuntut balas demi menghancurkan pria yang pernah merusak hidupnya.
Sampul Novel Diary Naya
9.1
Bagi sebagian orang, cinta memiliki arti yang beragam, layaknya kutipan Marianne Williamson tentang esensi kehidupan. Namun bagiku, makna sejati dari perasaan ini sama sekali bukan tentang kepemilikan. Kisah ini mengupas tuntas sebuah pengorbanan terbesar. Di mana mencintai seseorang menuntut ketulusan luar biasa untuk merelakan sosok paling berharga pergi, demi membiarkannya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Sampul Novel Hanya Menjadi Wanita Pengganti
9.8
Naya nekat menggantikan posisi adiknya, Naila, yang kabur di hari pernikahan demi menjaga kehormatan keluarga. Ia pun menikah dengan Zayn, pria yang lama dipujanya, meski Zayn menegaskan hanya mencintai Naila. Naya tetap berjuang memikat hati suaminya. Saat Zayn mulai jatuh hati, rahasia di balik kepergian Naila mendadak terungkap. Zayn pun dihadapkan pada pilihan sulit: kembali pada Naila atau mempertahankan Naya.
Sampul Novel Menggoda Ibu Tiriku
9.2
Demi membiayai pengobatan keluarganya, Sierra Nevada terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan seorang konglomerat tua. Namun, keputusan ini membuatnya harus berhadapan dengan putra tirinya, Sebastian Sagala. Pria tampan itu sangat membencinya dan bertekad membuktikan bahwa Sierra hanyalah wanita rakus harta yang patut diusir. Siapa sangka, saat mencoba menjatuhkan Sierra, Sebastian justru terjebak gairah terlarang dan menginginkan ibu tirinya itu.
Sampul Novel Pelakor Kesayangan CEO
8.2
Menyamar sebagai Aleena, Alisya kembali demi membalas dendam. Ia berhasil memikat Arfa, sang pewaris Arhadita Company, hingga dicap sebagai orang ketiga. Target utamanya adalah menghancurkan hidup Laura, istri sah Arfa. Namun, rencana Aleena goyah saat Laura hamil dan masa lalunya kembali membayangi. Di tengah terbongkarnya rahasia kelam dan prahara rumah tangga ini, mampukah Arfa merebut kembali hati Aleena yang kini diselimuti kemarahan?