APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir yang tersisa sebelum ia mendonorkan ginjalnya demi menyelamatkan Arya Lexim. Setelah prosedur medis itu selesai, Arya akan mendapatkan kembali kesehatannya, sementara Shasa, sosok pengganti yang selama ini dibenci, memilih untuk melangkah pergi dan menghilang selamanya. Shasa hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, apakah Arya akan mengingat dirinya saat pria itu hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya, meski ia tahu jawabannya mungkin adalah tidak sama sekali.
Bab
Bagikan

Bab 6

Ucapan itu membuat sorot mata Arya berubah garang. Dia mengangkat tangan Shasa dan mencengkeram dagunya.

"Nggak mau tanda tangan? Shasa, jangan kira kamu masih bisa pakai cara-cara licik seperti dulu."

"Aku nggak akan membiarkanmu menghancurkan hidupku lagi."

Hati Shasa bergetar, matanya memandang Arya dengan getir. "Jadi, menikah denganku adalah kehancuran dalam hidupmu?"

"Ya. Kamu menghancurkan hidupku. Karena dirimu, aku dan Shasha terpisah selama bertahun-tahun."

Shasa menatapnya lama, lalu perlahan menampilkan senyum tipis.

Dulu, ketika dia menikah dengan Arya, Shasa bukan hanya ingin membalas budi atas pertolongan hidupnya, tetapi juga ingin memberinya kebahagiaan untuk Arya.

'Arya, kalau saja kamu bersabar beberapa hari lagi, semua ini tidak perlu menjadi rumit. Apa yang kamu inginkan sebenarnya sudah akan kamu dapatkan...'

Arya merasakan dinginnya kulit Shasa di bawah genggamannya. Tatapan mata wanita itu berkilau lembut dengan cahaya yang tidak bisa dia pahami.

Arya pun makin marah.

"Kak Arya, kamu di mana?"

Suara Shasha terdengar dari luar.

Arya melepaskan cengkeramannya. "Oke. Kalau kamu nggak mau tanda tangan, aku akan membuatmu menandatanganinya."

Setelah mengatakannya, Arya melangkah pergi meninggalkan kamar sementara Shasa.

Shasa jatuh terduduk di lantai, senyum pahit muncul di sudut bibirnya.

Dia berusaha menenangkan diri, lalu lanjut membereskan barang-barangnya.

Begitulah, di tengah kesibukannya, hari operasi Arya akhirnya tiba.

Hari itu juga adalah hari di mana Shasa akan mendonorkan ginjalnya.

Pagi-pagi sekali, setelah membersihkan diri, Shasa turun ke bawah dan melihat Shasha sedang merapikan kerah pakaian Arya.

Langkahnya terhenti di tangga.

Shasha tampak seperti seorang istri yang sibuk, dia menata kerah Arya sambil berkata lembut, "Kamu benaran nggak mau memanggil Kak Shasa?"

"Nggak perlu," jawab Arya dengan nada dingin.

Shasha bergumam pelan, "Tapi bagaimanapun juga, dia masih istrimu sekarang. Ini operasi besar, seharusnya..."

Tangan besar Arya menutup mulut Shasha dengan lembut. Dia menatap ke lantai dua. "Dia sebentar lagi bukan istriku."

"Kami akan segera bercerai."

Tatapan Shasa bertemu dengan pandangan Arya. Dia tidak bisa menahan diri untuk menggenggam erat pegangan tangga.

Ternyata, Arya sudah tahu bahwa dirinya berdiri di sana.

Shasa menarik napas dalam-dalam, lalu lanjut turun ke bawah dengan perlahan.

"Pagi, Kak Shasa. Kak Arya hari ini akan menjalani operasi transplantasi ginjal. Kamu ikut?" ujar Shasha.

"Nggak," jawab Shasa datar.

Wajah Arya langsung tampak tidak senang.

Shasha menghela napas. "Oke, kalau begitu aku saja yang menemaninya."

Shasa mengangguk sopan dan melangkah melewati mereka, dia berniat ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan.

Tiba-tiba, suara berat Arya memanggilnya. "Shasa."

Langkah Shasa sedikit terhenti, tapi dia tidak langsung menoleh.

Arya menatap punggungnya, lalu bertanya dengan tegas, "Sebelum aku masuk rumah sakit, adakah sesuatu yang ingin kamu katakan padaku?"

Shasa perlahan berbalik.

Mata Arya sempat memancarkan sedikit cahaya harapan.

Kemudian, dia mendengar Shasa berkata, "Nggak ada."

"Setelah kamu selesai operasi, aku punya hadiah untukmu."

Arya yang sedang berjalan keluar dengan bantuan Shasha, menanggapinya dengan tawa sinis. "Kuharap hadiahnya adalah surat perjanjian perceraian."

Di belakang mereka, Shasa tersenyum getir. Dia menunduk dan mengambil selembar dokumen dari dalam tas, lalu meletakkannya di atas meja ruang tamu. Beberapa huruf besar tercetak jelas di atasnya, [Surat Perjanjian Perceraian].

Di bawahnya, ada sepucuk surat berisi hadiah terakhir yang ingin dia tinggalkan untuk Arya.

Setelah semuanya tertata, Shasa mengenakan masker dan keluar rumah untuk naik taksi menuju rumah sakit.

Profesor sudah mengatur semuanya, memastikan agar mereka tidak saling bertemu. Arya juga tidak akan pernah tahu bahwa pendonor ginjal itu adalah dirinya.

Biarlah ini menjadi hal terakhir yang bisa Shasa lakukan untuk Arya.

Saat obat bius disuntikkan ke dalam tubuhnya, Shasa menoleh sekilas ke arah Arya. Arya berbaring di meja operasi dengan mata terpejam, wajahnya pucat dan kurus, sosoknya begitu berbeda dari yang tersimpan dalam ingatan Shasa.

Dalam kesadaran yang mulai memudar, hanya satu kalimat yang terngiang di benaknya, 'Arya, kukembalikan tubuh yang sehat untukmu. Mulai sekarang, kita tidak saling berutang lagi.'

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendamnya Adalah Kecerdasannya
9.4
Evelin kerap dikucilkan keluarganya bagai itik buruk rupa. Namun, takdir berbalik saat CEO Carlos justru memilih menikahinya, bukan sang saudari tiri yang sempurna, Paramita. Di balik cemoohan khalayak, Evelin membuktikan dirinya bukan gadis biasa dengan mengungkap rahasia besar bahwa ia adalah pakar keuangan, genius AI, sekaligus penyembuh ajaib. Saat para pembenci berlutut meminta maaf, Carlos pun menunjukkan pesona sejati Evelin yang memikat dunia.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira hancur saat bisnisnya hampir pailit dan sang tunangan memilih berselingkuh dengan perempuan berharta. Di puncak keputusasaan, ia menenggelamkan diri dalam alkohol di sebuah kelab malam. Tak disangka, malam itu membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, atasan sekaligus CEO dingin di tempatnya bekerja. Keira dan Aksel kini terperangkap dalam konsekuensi rumit akibat peristiwa tak terduga tersebut. Mampukah keduanya menjalani perubahan hidup yang drastis ini?
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Sebagai lulusan terbaik yang ambisius, Nina mendapati jalan kariernya terhambat oleh Nathan, atasannya yang terkenal kejam di kantor. Namun, sebuah momen lembur malam mengubah segalanya dan mengungkap kehangatan tersembunyi sang bos. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka, memaksa keduanya menjalin hubungan asmara secara rahasia. Kini, Nina harus menghadapi dilema besar di tengah persaingan kantor, intrik pekerjaan, dan rahasia hubungan mereka.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin, gadis polos yang malang, harus menjadi penebus hutang ayahnya. Ia dipaksa menikah dengan Avram, konglomerat misterius yang terkenal kejam dan tertutup. Setelah sekian lama menderita akibat ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya, kini Lavira justru terperangkap dalam pernikahan dengan pria yang haus darah tersebut. Sanggupkah Lavira bertahan menghadapi takdir barunya bersama sang penguasa kegelapan?
Sampul Novel Kontrak Cinta - Love Contract
7.8
Demi melunasi utang keluarga dan biaya medis ayahnya, Mahesa rela menunda kelulusan kuliah dan bekerja di kelab malam. Di tempat kerja, ia bertemu seorang wanita mabuk yang tengah patah hati. Secara mengejutkan, wanita itu menawari Mahesa pernikahan kontrak dengan imbalan finansial yang besar. Terdesak kebutuhan, Mahesa akhirnya menerima kesepakatan tersebut. Kini, lembaran baru kehidupan pernikahan penuh kepura-puraan di antara mereka resmi dimulai.
Sampul Novel Mantan Istriku Hamil?!
9.4
Miliarder ibu kota bernama Lenny terjebak pernikahan hampa tanpa cinta. Demi menikahi wanita misterius dari cinta satu malamnya, ia memutuskan menceraikan sang istri. Namun beberapa bulan pasca-perceraian, Lenny sangat terkejut saat melihat mantan istrinya hamil tujuh bulan. Kecurigaan pun mulai menyelimuti benaknya, membuatnya bimbang apakah mantan istrinya itu telah berselingkuh dan mengkhianati komitmen pernikahan mereka selama ini.