APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya

Demi lepas dari siksaan suami dan keluarganya, Dayana Ekavira Sanjaya kabur dari Jakarta dan memakai nama Kana Zanitha. Di tengah pelariannya, ia pingsan di kebun lalu diselamatkan oleh Elvan Ravindra Dewangga, pemilik vila yang introvert. Meski Kana sempat didera ketakutan, perlahan tumbuh rasa cinta di antara mereka. Sayang, ketenangan itu terusik saat sang suami berhasil melacak tempat persembunyiannya. Kini, Kana harus memilih: melarikan diri lagi atau bertahan menghadapi masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tubuhnya terasa lelah dan begitu sakit, Aya masih merasakan rasa perih di luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya. Ia meringis pelan, dan dengan perlahan ia mulai membuka matanya yang sejak beberapa menit yang lalu terkena cahaya.

Namun sedetik kemudian ia langsung membulatkan matanya.

"Aku di mana?" serunya dan langsung mendudukkan tubuhnya.

"Aww... pusing..." gumamnya kemudian seraya langsung menyentuh kepalanya. Ia duduk dengan tiba-tiba, dan kondisi ini menurunkan tekanan darah yang lebih sedikit ke jantung hingga membuatnya pusing.

Aya masih duduk dalam semenit ke depan, hingga dirinya sudah pulih sepenuhnya. Ia mulai mengedarkan pandangannya ke tempat di mana kini dirinya berada.

Matanya mampu menangkap jika saat ini ia sedang berada di sebuah ruangan berukuran sekitar 4x5 meter, dengan nuansa coklat dan putih. Di mana lantai di lapisi oleh kayu berpermis hingga mengkilap. Tembok yang di dominasi oleh warna putih terlihat begitu bersih. Begitu juga dengan tempat tidur yang ia tempati saat ini, dan tak jauh dari tempat tidurnya tergeletak koper miliknya yang ia seret dengan susah payah semalam.

Matanya semakin membulat, seakan ia kini tersadar sepenuhnya.

'Semalam aku mencari tempat menginap, tapi karena sudah telalu gelap aku terus berjalan dan tak tahu kini berada di mana,' gumamnya dalam hati.

Namun alangkah terkejutnya saat ia mendapati jika pakaiannya sudah berubah, bukan pakaian yang semalam ia gunakan.

"S-siapa yang mengganti pakaianku?"

***

"Apa dia sudah bangun?" tanya Elvan pada Bi Enah yang kini tampak sedang membuat sarapan untuknya.

"Belum, Den!" sahut Bi Enah.

"Oh..." Kemudian Elvan duduk di meja makan untuk bersiap sarapan, setelah ini ia ada meeting secara virtual yang akan di lakukannya di ruang kerjanya.

Semalam ia menemukan seorang wanita pingsan tak jauh dari Villa yang di tempatinya. Saat membawanya ke dalam vila, ia melihat pakaian wanita itu kotor. Hingga akhirnya ia memanggil Bi Enah untuk mengurusnya, dan memindahkannya ke dalam kamar tamu. Wanita itu sedikit demam.

Elvan mulai menikmati sarapan yang sudah dibuatkan oleh Bi Enah. Dalam waktu singkat ia sudah menghabiskannya.

"Bi, kalau dia sudah bangun, suruh saja dia pergi!" titah Elvan pada Bi Enah seraya berdiri dari kursinya.

"Baik, Den!"

Elvan meninggalkan Bi Enah dan kembali ke lantai atas, di mana ruang kerjanya berada tak jauh dari kamar tidurnya.

***

Dengan sangat perlahan Aya memutar handle dan membuka pintu kamar di mana dirinya berada saat ini. Ia sedikit mengendap-endap untuk keluar dari kamar, agar suara langkahnya tidak terlalu nyaring di lantai kayu yang kini di pijaknya.

Saat keluar dari kamar ia langsung di suguhkan oleh sebuah koridor yang tidak telalu panjang, dan terdapat beberapa pintu.

"Kanan atau kiri ya?" tanyanya pada diri sendiri.

Namun, hidungnya mulai mencium aroma makanan yang membuat perutnya merasa lapar seketika. Seraya memang perutnya Aya bergumam, "Terakhir aku makan pagi kemarin, saat aku masih berada di rumah."

"Pantas saja aku merasa lapar," lanjutnya.

Aroma makanan tersebut berasal dari sisi sebelah kanannya, hingga dia kemudian melangkahkan kakinya menuju saja. Begitu sampai di ujung koridor, ia menemukan ruangan yang sedikit lebih besar, terdapat sofa yang cukup besar, dan ia yakini jika itu mungkin adalah ruang tamu.

Aya mendongakkan kepalanya untuk menelisik, rupanya atap di bagian ruang tamu tersebut sangat tinggi dan terlihat beranda di dalam rumah yang ia yakini itu adalah lantai dua rumah ini. Hingga jika ia berada di lantai dua maka ia bisa melihat seluruh ruang tamu ini.

'Cukup luas...' gumam Aya dalam hati.

Aya berniat untuk mencari pemilik tempat ini dan berterima kasih karena sudah menolongnya semalam. Semua kejadian semalam sudah teringat jelas di kepalanya. Ia merasa kelelahan dan sudah terlalu larut malam untuk mencari penginapan, kakinya begitu pegal dan lelah serta harus menyeret koper besar yang di bawanya. Saat melihat sebuah rumah dengan lampu yang menyala, Aya berniat untuk bertanya memastikan di mana dirinya berada.

Namun saat jaraknya tak jauh lagi dengan rumah tersebut, matanya tiba-tiba berkunang-kunang, yang terakhir diingatnya adalah semuanya mulai menggelap dan kesadarannya hilang.

"Non..." sebuah suara terdengar di telinga Aya saat ia masih asyik memperhatikan isi rumah ini dan cukup mengagetkan dirinya.

Aya hendak menolak saat sosok wanita paruh baya yang memperkenalkan dirinya dengan nama 'Bi Enah' menawarkan makanan untuk mengisi perutnya. Tapi, perutnya seakan mengkhianati dirinya, dia berbunyi dengan tidak tahu dirinya dan suara yang cukup lantang, membuat semburat malu di tersirat di pipinya.

Mau tak mau, Aya tak bisa menolak tawaran Bi Enah lagi.

Elvan yang melupakan secangkir kopinya kembali turun ke bawah untuk mengambilnya sendiri, tapi ia menghentikan langkahnya tepat saat ia akan sampai ke pintu dapur. Ia mendengar suara Bi Enah sedang bercakap-cakap dengan seseorang di dalam dapur, dan suara itu terdengar dengan jelas suara seorang wanita.

Dengan tepat Elvan bisa menebak jika itu adalah suara wanita yang semalam pingsan di kebunnya.

Elvan tak ingin berpapasan dengannya, hingga ia hanya sedikit mengintip saja dari pintu.

Dia wanita dengan rambut hitam, rambutnya sedikit bergelombang dan terurai. Panjangnya melebihi bahu sekitar 10 centimeter. Semalam ia tidak begitu jelas memperhatikannya, tapi wanita ini memiliki kulit yang putih dan mulus.

'Kecuali beberapa luka di tubuhnya, dan itupun hanya Bi Enah yang tahu...' gumam Elvan dalam hati.

Elvan kembali memperhatikannya, yang saat ini sedang menikmati makanannya. Wanita itu tampak lahap menikmati makanannya, seakan setelah beberapa hari kelaparan dan baru menemukan makanan.

'Dan wanita itu terlihat masih sangat muda,' gumamnya lagi. Jika di pastikan wanita itu berusia pertengahan 20 tahun, mungkin sekitar 25 tahun.

Elvan heran, mengapa ia bisa berkeliaran di tanah orang lain dan malam hari seperti itu. Serta koper yang dibawanya cukup besar.

'Ck! Apa dia tidak tahu jika di daerah sini pada malam hari akan begitu rawan oleh kawanan penjahat!' hardiknya di dalam hati.

Elvan masih tidak bisa menebaknya mengapa wanita muda itu ada di tempat ini, tempat yang cukup terpencil.

Hingga ia sudah berpikir hal yang buruk, jika wanita itu adalah orang suruhan orang tuanya agar bisa merayunya untuk kembali ke Jakarta.

Cukup mudah menebaknya, karena pakaian yang dikenakan oleh wanita ini semalam bukan pakaian biasa. Tapi, pakaian dengan brand yang ternama.

'Aku tahu karena Davina dulu membeli beberapa pakaian dengan brand tersebut,' gumam Elvan lagi.

Bukan kali ini saja orang tuanya mencoba untuk merayunya kembali pulang, bahkan mereka sempat mengirim beberapa teman dekatnya untuk mencoba mengajaknya kembali ke Jakarta. Tapi tentu saja Elvan menolaknya mentah-mentah.

Tersadar dari lamunannya, Elvan tak sengaja membuat suara dengan kakinya. Hingga Bi Enah dan wanita itu langsung menoleh ke arahnya.

"Den..." sapa Bi Enah dengan ramah.

Tapi wanita itu hanya terdiam dan langsung menghentikan makannya, dengan matanya yang sempat bertatapannya dengannya selama beberapa detik, hingga akhirnya ia tertunduk takut-takut.

Karena sudah terlanjur ketahuan, Elvan melangkahkan kakinya masuk ke dalam dapur.

"Kopi, Bi!" pinta Elvan.

"Baik, Den!"

Wanita itu tampak semakin menunduk, bahunya terlihat bergetar ketakutan.

-To Be Continue-

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Gadis Gila Di Konser
9.0
Pertemuan tidak sengaja di sebuah konser musik mengubah hidup seorang remaja laki-laki yang membosankan. Gadis asing yang eksentrik dan penuh energi menyeretnya ke dalam rangkaian petualangan malam yang tak terduga. Di tengah riuh penonton dan melodi lagu, ia harus memutuskan untuk tetap berada di zona nyamannya yang aman atau membiarkan gadis itu mengajarinya cara menikmati masa muda yang sesungguhnya. Kisah romansa modern remaja yang hangat, dinamis, dan penuh warna.
Sampul Novel Cinta Romantis Bagaikan Buih
8.5
Keputusan Chinta Luna sudah bulat untuk menanggalkan nama lamanya. Meski petugas administrasi telah memperingatkan rumitnya mengurus perubahan dokumen penting seperti ijazah, paspor, dan kartu identitas, ia tetap teguh menandatangani formulir pengajuan. Mulai saat itu, ia resmi melepaskan masa lalu dan memilih nama baru, Cahya Arjuna, sebuah nama yang membawa harapan baru sebagai lentera penerang dalam perjalanan panjang hidupnya.
Sampul Novel GRUP JANDA DAN DUDA BERSATU
9.7
Nabila, Moy, dan Elice dipersatukan kembali oleh status mereka yang kini sama-sama janda. Sebagai pengelola grup kencan buta, Moy gencar membujuk kedua sahabatnya untuk bergabung. Nabila yang pemalu serta Elice yang pintar sempat menolak, namun kegigihan Moy akhirnya membuat mereka setuju mencari cinta baru di kalangan para duda. Akankah perjalanan ini berujung manis dengan menemukan jodoh sejati, atau justru merusak persahabatan mereka saat perasaan jatuh pada pria yang salah?
Sampul Novel Intermezzo ( Antologi Cerpen )
9.0
Antologi cerita pendek ini mengisahkan bagaimana cinta dapat tumbuh dari situasi yang tak pernah disangka. Tanpa aba-aba dan tak mengenal waktu, perasaan kasih sayang bisa hadir mengetuk hati siapa saja. Lewat untaian kisah romansa modern, buku ini memperlihatkan keunikan momen saat dua insan saling jatuh hati, menegaskan bahwa cinta sejati kerap kali menampakkan dirinya di sela-sela keseharian yang tampak biasa saja.
Sampul Novel Mantanku yang Berhati Dingin Menuntut Pernikahan
9.2
Carrie terjebak pernikahan kontrak dingin dengan Kristopher hingga ia jatuh hati. Saat krisis, sang suami malah memilih wanita lain. Kecewa atas pengkhianatan itu, Carrie menuntut cerai. Ketika ia mulai menata hidup dan didekati banyak pria, penyesalan mendalam menghampiri Kristopher. Demi merebut kembali hati sang mantan istri, pria itu datang membawa mahar fantastis senilai 40 miliar rupiah dan menuntut sebuah pernikahan baru yang penuh ambisi.
Sampul Novel Manusia milikmu
8.6
Selena, seorang manusia biasa dengan masa lalu kelam, hanya mendambakan kehidupan kuliah yang tenang. Namun, takdirnya berubah total saat Blackwell bersaudara yang berkuasa menyadari kehadirannya. Trio werewolf kuat ini terkejut ketika sang Alpha mendeteksi Selena sebagai pasangannya. Sempat ditolak karena status manusianya, sebuah serangan mendesak sang Alpha menggigit Selena demi menyelamatkan nyawanya. Di tengah konflik kampus dan persaingan saudara, Selena berubah menjadi serigala dan harus menentukan takdirnya.