APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Menghanyutkan

Cinta yang Menghanyutkan

Kemarahan buta sang suami memuncak saat kekasih masa lalunya, Enny, terjebak di lift. Menyalahkan sang istri, ia mengurungnya dalam koper sempit di dalam lemari gelap sebagai hukuman kejam. Meski sang istri memohon ampun hingga napasnya habis dan darah mengalir membasahi lantai, jeritannya diabaikan. Lima hari kemudian, saat suaminya memutuskan untuk menyudahi siksaan ini dan memberi maaf, ia tidak menyadari bahwa di dalam sana, tubuh istrinya telah membusuk dan hancur menjadi tulang belulang.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku marah besar karena kekasih lamanya terjebak di lift selama setengah jam. Karena marah, dia memasukkanku ke dalam koper dan menguncinya.

“Kamu harus menanggung dua kali lipat dari semua penderitaan yang Enny alami.”

Aku meringkuk, kesulitan bernapas, menangis sambil meminta maaf, tetapi yang kuterima hanyalah tuduhan dingin dari suamiku.

“Terima hukuman ini. Hanya dengan dihukum, kamu bisa lebih patuh.”

Dia mengunci koper yang berisi aku ke dalam lemari.

Aku berteriak putus asa, berjuang untuk keluar. Tetapi darah mengalir dari koper dan membasahi lantai.

Lima hari kemudian, hati suamiku luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman.

“Ini hanya peringatan kecil, aku akan memaafkanmu kali ini.”

Namun, dia tidak tahu bahwa tulang belulangku sudah membusuk dan tidak berbentuk lagi.

“Wanita cemburuan itu kenapa nggak datang buat keributan beberapa hari ini? Sudah jinak? Sudah paham?”

“Memang harus diberi hukuman, biar bisa lebih jinak.”

Asisten yang berdiri di samping tiba-tiba terdiam, raut wajahnya berubah.

“Bos … sepertinya … Nona Jane belum dilepaskan.”

Pandangan David sedikit gemetar, tetapi dia langsung mengendalikan dirinya.

“Biarin saja, biarkan dia intropeksi diri beberapa hari lagi, nggak masalah.”

Asistennya terlihat ragu, akhirnya dengan bimbang mulai berkata,

“Bos, kamar tempat Nona Jane dikurung mulai berbau busuk. Maukah … kamu memeriksanya dulu?”

Suara David langsung berubah dingin.

“Bau? Wajar. Perempuan itu bisa melakukan apapun untuk bertahan hidup, dia bahkan bisa menelan kotorannya sendiri. Bagaimana mungkin nggak bau?”

Asistennya ingin menambahkan sesuatu, tetapi dipotong oleh David.

Dia mengernyit dan terlihat sangat jijik.

“Sudah, nggak perlu dibahas lagi. Aku akan melepaskannya besok. Setelah beberapa hari ini, dia pasti menjadi lebih patuh dan nurut. Nanti biar dia minta maaf sama Enny dan masalah ini dianggap selesai.”

Baru saja dia selesai bicara, Enny datang dengan kaki telanjang.

Tatapan David langsung menjadi lebih lembut.

“Enny, masih mimpi buruk? Tenang saja, aku sudah menghukum Jane dengan keras. Aku bakal buat dia merasakan seribu kali lipat atas penderitaanmu.”

Dia memeluk Enny, jarinya dengan lembut menyusuri rambutnya.

“Kak David, kamu sangat baik padaku.”

Ujar Enny dengan manja dan menyandarkan kepalanya di dadanya.

“Sepertinya Kak Jane juga sudah tahu salah. Aku hanya ingin dia meminta maaf padaku saja, nggak berniat menghukumnya. Kak Jane nggak akan marah padaku, ‘kan?”

Melihat kemesraan mereka, aku tak bisa menahan diri untuk tertawa, tapi tak ada yang terganggu.

Aku sudah mati.

Di saat-saat terakhir penuh sesak dan keputusasaan, aku melayang keluar dari koper sempit yang menakutkan itu.

Dari pandanganku, terlihat permukaan koper itu sudah penuh dengan darah.

Koper yang disembunyikan di lemari dan bahkan dikunci rapat, seolah-olah ingin memastikan orang di dalam tak akan bisa melarikan diri seumur hidup ini.

Sebagai jiwa yang sudah melayang, pemandangan itu masih saja membuatku gemetar ketakutan dan memejamkan mata.

Di sisi lain, David masih dengan lembut menghibur Enny.

“Kamu mimpi buruk lagi? Jangan takut, aku akan selalu ada di sampingmu.”

David mengusap wajah Enny dengan lembut.

“Maaf ya Enny, membuatmu menderita lagi.”

“Kamu tahu nggak, dia sampai rela memakan kotorannya sendiri biar bisa bertahan hidup. Dia begitu sayang nyawanya, tapi berani melukaimu. Demi kamu, aku akan membuatnya merasakan penderitaanmu.”

Aku terdiam di tempat, bahkan tak bisa menangis lagi.

Benar yang dikatakan David, aku memang sangat ingin hidup.

Koper itu sangat kecil. Supaya aku bisa masuk, David memaksa mematahkan tanganku.

Aku menahan rasa sakit yang luar biasa, berusaha melarikan diri, tetapi sia-sia. Lalu aku berusaha menjaga stamina agar bisa bertahan selama mungkin.

Namun, David lupa. Aku sudah hamil sebelum dimasukkan ke dalam koper.

Posisi tubuh yang terlipat dalam waktu lama menekan perutku, membuatku merasakan sakit yang tak tertahankan. Emosiku meledak, tapi aku tak bisa melawan.

Di detik-detik terakhir hidupku, hasrat bertahan hidupku menguat.

Aku menjerit, meronta, berusaha menarik resleting koper dengan kuku kaki, berharap ada jalan keluar.

Namun, yang kudapat hanya hukuman tanpa ampun darinya.

“Kamu bahkan sebegitu ketakutan, coba bayangkan bagaimana rasanya Enny waktu itu? Rasakan baik-baik penderitaan ini, biar kamu bisa lebih patuh.”

Aku pasrah menjadi kambing hitam dari semua ini, hanya berharap dia akan melepaskanku. Hingga akhirnya, perutku mengeluarkan bercak darah dan aku kehabisan tenaga.

Dalam kebingungan, aku hanya mendengar David berkata,

“Dia terlalu berisik, masih belum jinak. Kunci rapat-rapat, biar dia lebih tenang dan bisa mengintropeksi diri.”

Aku memohon dengan suara parau, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa mendengar suara gembok yang dikunci.

Sampai akhirnya, cahaya terakhir pun terpadam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Sahabat dan Cinta
9.5
Lima tahun bersahabat sejak SMP, hubungan erat Rania, Ray, dan Gia kini menghadapi ujian berat di kelas tiga SMK. Di tengah kepungan tawa dan air mata khas remaja, perasaan cinta yang lama terpendam mulai mengusik kebersamaan mereka. Mitos bahwa persahabatan lawan jenis tak pernah murni tanpa rasa asmara seolah menjadi nyata. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menyatakan cinta dengan risiko merusak geng, atau tetap diam selamanya.
Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Pasca tragedi berdarah yang merenggut keluarganya demi harta, Aliya yang dahulunya lembut kini berubah menjadi sosok pembawa maut demi menuntut balas. Di tengah misteri sekolah yang pelik, ia bertekad menguak dalang kejahatan itu. Misi ini membawanya mencari Samudra, pemuda bermata biru yang kini asing padanya. Walau terus ditolak dan nyawanya terancam oleh badai rahasia besar, Aliya tak gentar. Baginya, utang darah atas keluarganya wajib dibayar tuntas.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Kamila tersulut cemburu saat melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri. Demi merebut cinta, ia nekat mengamalkan Ajian Jaran Goyang dari Nyai Winarsih, sosok tua misterius yang awet muda. Tanpa disadari, tindakan Kamila justru menyeretnya masuk ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, kini mengancam nyawa mereka demi sebuah hubungan yang dipaksakan.
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Vania yang hancur setelah berpisah dari Kevin berniat mengakhiri hidup di jembatan. Beruntung, Rangga menyelamatkannya dan langsung mengutarakan perasaan. Di balik kebahagiaan itu, Rangga rupanya sesosok hantu yang menyembunyikan jati dirinya. Kebohongan ini akhirnya dibongkar oleh Viola di rumahnya. Kini, Vania dihadapkan pada pilihan sulit. Akankah ia tetap bersama sang kekasih dari alam gaib, atau justru ada lelaki lain yang akan datang menggantikan posisinya?
Sampul Novel Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku
9.0
Tiga tahun menikah, Linsey justru pertama kali bertemu Bryson dalam kondisi memalukan. Sang suami bahkan tak mengenalnya dan malah merendahkannya. Usai resmi bercerai, takdir kembali mempertemukan mereka di dunia kerja, saat Linsey menjadi penasihat hukum di perusahaan mantan suaminya tersebut. Kini, Bryson yang mulai jatuh cinta justru memohon agar Linsey tidak pergi. Akankah pria itu rela membuang harga dirinya demi mengejar kembali cinta Linsey yang dulu pernah ia sia-siakan?
Sampul Novel Suami yang Tidak Layak Kembali
7.9
Demi memantaskan diri, seorang pria tega pergi meninggalkan sang istri lima tahun lalu. Di perantauan, ia berjuang keras tanpa lelah setiap hari untuk mengubah nasib. Kini, ia telah pulang sebagai sosok yang kuat dan terhormat, siap membangun kembali rumah tangganya yang sempat terhenti. Namun, kepulangannya justru disambut sebuah kenyataan mengejutkan. Pria ini baru menyadari bahwa ia ternyata memiliki seorang anak perempuan yang selama ini tidak pernah ia ketahui keberadaannya.