APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Wanita Malam

Cinta Wanita Malam

Kehidupan Sania di SMA Brawijaya mendadak gempar sejak Gevan, kakak kelas idola, menjemputnya di kos. Namun, ketenangan Sania di kelas XI IPS 2 seketika terusik oleh kehadiran Bara, siswa baru yang sangat dingin. Pertemuan perdana mereka langsung memicu ketegangan saat Bara mengungkap dusta Sania di hadapan guru. Kini, Sania terjebak di antara pesona hangat Gevan dan sikap sinis Bara yang penuh misteri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sore yang kelabu dan sore yang sama seperti satu bulan yang lalu. Ya, sudah satu bulan ini Sania pergi ke rumah sakit dua kali karna orang-orang yang di sayanginya. Yang pertama karna ayahnya kecelakaan hingga meninggal dunia, dan yang kedua karna ibunya mencoba bunuh diri dengan meminum racun tikus.

Untung saja dia dan pamannya dengan cepat membawa ibunya ke rumah sakit, kalau terlambat sedetik saja mungkin nyawa ibunya tidak tertolong lagi.

"Dok, tolong ibu saya dok!" teriaknya menggema di dalam rumah sakit.

Suster yang melihatnya segera menghampiri Sania dan pamannya. Dia mengintrogasikan untuk membawa ibunya Sania di ruang 404. Dengan cepat pamannya berjalan menuju kamar yang sudah di tunjuknya padanya. Dia pun menurunkan adik iparnya dari gendongannya, dan membaringkannya di atas ranjang rumah sakit.

Sania terus mondar-mandir, dia benar-benar gelisah. Ketakutannya akan kehilangan sosok ibunya membuatnya sangat frustasi. Mulutnya terus melafadzkan doa-doa yang dia bisa. Kesembuhan ibunya hal yang sangat penting baginya.

"Sudah San, Ibumu pasti baik-baik saja," ujar pamannya berusaha membuat Sania tenang.

"Iya Paman, semoga saja begitu. Tapi kenapa Ibu sampai melakukan hal seperti itu Paman? " Pamannya hanya menggeleng, tanda dia juga tidak tahu.

Tiba-tiba seseorang yang dia kenal berlari menghampirinya. Matanya terlihat sembab, sama dengan dirinya.

"Kakak gimana keadaan ibu?" tanya Tania setelah dia sampai bersama bibinya.

"Ibu sedang di tangani Dek." Sania masih terus mengeluarkan air mata, dia benar-benar tidak sanggup jika harus kehilangan ibunya. Sudah cukup dia kehilangan ayahnya satu bulan yang lalu, dan sekarang dia tidak mau jika ibunya juga ikut meninggalkannya.

Mereka pun saling terdiam untuk sesaat. Setelah Sania tenang, dia langsung teringat jika adiknya tadi tidak ada di rumah. Dan meninggalkan ibunya sendiri, hingga ibunya nekat meminum racun tikus tersebut.

"Tadi dari mana? Kenapa ibu di tinggal sendiri?" ujar Sania mengawali percakapan di antara mereka.

"Aku ada kerja kelompok Kak, tapi sebelum aku pergi, aku melihat Bibi masuk ke dalam rumah,"

"Ngapain Bibi ke rumah?"

"Aku juga tidak tahu." Sania hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Tania. Dia hanya berharap bahwa bukan bibinya yang mempengaruhi ibunya.

"Ya sudah, kakak ke kamar mandi dulu." Tania hanya mengangguk mendengar perkataan kakaknya.

Saat Sania melewati lorong rumah sakit, lamat-lamat dia mendengar pembicaraan paman dan bibinya. Sania pun mendekat dan mencoba menguping pembicaraan paman dan bibinya itu. Dia benar-benar merasa penasaran dengan pembicaraan paman dan bibinya itu.

"Apa yang mereka ributkan?" gumam Sania pada dirinya sendiri. Sania langsung menempelkan daun telinganya, mencoba mendengarkannya secara jelas.

"Sudahlah Pak, sekarang kita pulang saja." itu suara bibinya.

"Tidak enaklah Buk, adik ipar sedang di rawat. Masak iya kita meninggalkannya begitu saja. Siapa yang akan mengurus administrasinya?"

"Kan ada Sania Pak, Sania itu sudah besar. Dia pasti bisa merawat ibunya, lagian kalau kita ikut-ikut entar kita juga yang repot."

Sania hanya bisa mengelus dada mendengar perkataan bibinya, dia pun bergegas meninggalkan lorong itu. Sania tidak mau mendengar terlalu lama percakapan paman dan bibinya yang menyakitkan.

Setelah kembali dari kamar kecil, Sania langsung bergegas menuju ruang administrasi. Karna tadi suster mencarinya untuk menyelesaikan administrasi terlebih dahulu. Ternyata paman dan bibinya benar-benar pulang, dan meninggalkan Sania dan Tania berdua saja.

Tiga hari kemudian, ibunya sudah boleh di bawa pulang. Namun ibunya harus kontrol setiap minggu. Akibat meminum racun tikus tersebut ibunya menjadi lumpuh, untungnya racun tersebut tidak sampai menjalar ke otak.

Sania pun membawa ibunya dengan memesan taksi online, karna mobilnya telah di jual untuk biaya kuliah dan pengobatan ibunya. Ternyata biaya rumah sakit sangat besar, apalagi Sania lewat jalur umum karna memang tak memiliki bpjs.

"Assalamualikum," salam Sania setelah dia sampai di rumahnya. Dengan mendorong ibunya dengan kursi roda, Sania membuka pintu rumah.

Di lihatnya rumah begitu sepi, dimana Tania pikir Sania. Sania pun langsung membawa ibunya menuju kamar, dan membantu ibunya untuk berbaring.

"Maafkan Ibu Nak," ujar Bu Lidia pada putrinya.

"Sudah Bu, tidak perlu meminta maaf. Sania tahu ibu sedang dalam fase berduka." Sania duduk di tepi kasur, tangannya memegang tangan ibunya dengan sayang, dia pun mencium tangan ibunya berkali-kali. Dia sangat bersyukur ibunya kembali lagi ke rumah.

Bu Lidia yang melihatnya menitikan air mata, dia benar-benar menyesal dengan perbuatannya. Harusnya dia berpikir masih ada putri-putrinya yang membutuhkannya. Harusnya dia sebagai penguat putri-putrinya, bukan malah menyusahkannya.

Bu Lidia pun mengelus rambut Sania dengan sayang, dia benar-benar menyesal.

"Maafkan ibu,"ucapnya lagi. Sania hanya tersenyum dan mengangguk.

"Ya sudah, sekarang ibu istirahat." Sania langsung menyelimuti ibunya dengan selimut tipis, dan bergegas keluar kamar membiarkan ibunya beristirahat.

"Dari mana saja?" tanya Sania saat Tania baru masuk dari pintu belakang.

"Dari rumah Bibi Kak."

"Ngapain?"

"Tadi Bibi marah-marah, dan menjelekkan ibu," adunya pada Sania.

"Emang Ibu salah apa? Ibukan baru datang, mana mungkin buat salah sama Bibi." Tania hanya mengangkat bahunya, tanda dia juga tidak tahu. Sania hanya menghembuskan nafas panjang dengan kelakuan bibinya itu, padahal jelas-jelas ibunya kemarin di rumah sakit, mana bisa ibunya membuat salah.

*****

Sudah hampir dua bulan ibunya masih saja terbaring di ranjang, dan selama itu pula Sania merawat ibunya. Lambat laun harta yang di tinggalkan ayahnya mulai habis, karna kehidupan sehari-hari dan untuk pengobatan ibunya juga.

Sania mulai pusing dengan keuangan yang hampir menipis, apalagi harus buat biaya kuliah dan sekolah adiknya. Sania memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, karna terkendali ekonomi.

Dengan berbekal ijazah SMAnya, Sania mencoba keberuntungan di ibukota Jakarta. Namun banyak perusahaan yang menolaknya. Apalagi selama ini Sania tidak pernah punya pengalaman kerja, itu juga menjadi kendala untuknya.

Sania beristirahat kala kakinya mulai lelah, sudah kesana kemari Sania mencoba melamar kerja, namun tidak ada satu perusahaan pun yang menerimanya. Akhirnya Sania memilih untuk pulang saja, ia akan berusaha mencari pekerjaan besok pagi.

"Assalamualaikum," ucap Sania saat membuka pintu. Dia langsung bergegas melihat ibunya, dia takut jika ibunya kembali mencoba bunuh diri.

Di lihatnya ternyata ibunya sedang berbaring, dan saat ini ibunya sedang menatap Sania yang masih berada di ambang pintu.

"Ibu mau jalan-jalan?" Sania menghampiri ibunya, dan mencoba membantu ibunya terduduk.

"Boleh Nak." Sania langsung mengambil kursi roda ibunya, dan memapah ibunya naik di kursi roda. Dengan pelan Sania mendorong kursi roda tersebut. Setelah sampai di ruang tamu, ibunya meminta Sania untuk berhenti. Karna ibunya ingin bergabung dengan Tania yang sedang menonton acara televisi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Demi membalaskan dendam keluarganya, Kirei Nakamoto nekat menikahi River King Mountbatten, konglomerat yang mengalami kelumpuhan dan kebutaan. Sementara itu, River yang memendam trauma akibat pengkhianatan masa lalu juga sedang bersiap menghadapi ibu serta adik tirinya yang serakah. Hubungan yang semula terikat kesepakatan saling memanfaatkan ini perlahan berubah. Luka batin yang serupa justru menyatukan mereka dalam cinta. Mampukah Kirei menjadi pelabuhan terakhir bagi hati River?
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa mengabdi sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia bagi CEO bernama Ryan. Namun, impian manisnya saat mengandung runtuh seketika karena Ryan lebih memilih fokus pada cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa pun memilih pergi menjauh dan menghilang. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kondisi perut Jenessa dan menuntut penjelasan. Dengan berani, Jenessa menegaskan bahwa mantan suaminya itu tidak lagi memiliki hak atas kehidupannya.
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Cinta 21+
9.7
Keheningan makan malam terusik ketika Tasya mengungkap rahasia besar kepada suaminya. Dengan gemetar, ia mengaku telah hamil dua bulan. Namun, kabar itu tidak membawa kebahagiaan, melainkan ketegangan yang mencekam. Radit yang biasanya bersikap dingin seketika tertegun dalam keraguan yang mendalam. Suasana semakin memanas saat Radit melontarkan pertanyaan tajam yang meragukan siapa sebenarnya ayah dari anak di kandungan istrinya tersebut.
Sampul Novel PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN
9.5
Rencana pernikahan Lilyah dan Ishak batal seketika akibat keputusan mendadak sang ayah. Tak berdaya, ia malah dipaksa menikahi Lois, pelukis jalanan miskin dengan penampilan biasa saja. Langkah ini membuat Lilyah menjadi bahan tertawaan orang-orang, yang mengecapnya bodoh karena menukar calon suami mapan berstatus manajer dengan pria melarat. Kini, ia terpaksa mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh keraguan bersama pasangan barunya itu.
Sampul Novel THE SECRET BEHIND DEATH
8.3
Albian yang dulunya dikenal sebagai mahasiswa berprestasi, ramah, dan sopan, kini mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Setelah terbangun dari koma akibat sebuah insiden misterius, ia dianggap aneh oleh lingkungan sekitar. Perubahan ini membuatnya terasing dan didera kesepian mendalam. Bahkan, orang-orang terdekat serta sosok yang ia cintai memilih pergi menjauh. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit tersebut sendirian.
Sampul Novel WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU
8.1
Pengkhianatan memisahkan Suti dan Jodi Bimantara. Kini, Jodi memimpin Cartwright Corporation dengan dingin dan memaksa Suti menikahinya demi menuntaskan dendam masa lalu. Di tengah tekanan itu, kutukan siluman ular di tubuh Suti terancam bangkit kembali. Sementara itu, Peter Jansen menyamar sebagai Clark untuk menghancurkan klan Van Den Berg, yang kini mengancam keselamatan Laura. Hubungan mereka pun terjebak dalam pusaran benci dan takdir mistis.