APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta untuk Yessie

Cinta untuk Yessie

Yessie Montghomory, guru SMA berusia 25 tahun, harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengandung anak dari Austin McDowell. Ternyata, pria yang memikatnya itu hanyalah murid nakal yang berengsek. Demi masa depan sang bayi, mereka terpaksa menikah dan tinggal bersama di apartemen Atlantic Ave. Sayangnya, Austin tidak berubah; ia tetap bandel dan diam-diam masih menemui Erica. Di tengah pernikahan dingin tanpa cinta ini, Yessie menuangkan segala rasa sakitnya ke dalam sebuah novel tanpa judul.
Bab
Bagikan

Bab 3

***

Pesta merupakan hal paling menyenangkan untuk kalangan remaja muda. Berpesta berarti mengenalkan diri sendiri terhadap dunia hedonis. Dengan pesta Austin bisa menemukan cewek cantik, mengencaninya, dan mengajaknya bersenang-senang dalam satu malam.

Namun, ada yang berbeda dengan Austin kali ini. Dia tidak bisa melakukan apapun di tengah keramaian pesta. Banyak teman gadis yang mendekati, menggodanya seolah menyerahkan dirinya untuk diperkosa. Tetapi Austin menolak. Bahkan tanpa ia sadari dia mendorong Maria karena kesal dirayu.

"What the fuck, Aussie!"

"Kau menggangguku, Mary."

Pernyataan itu membuat semua orang mengalihkan perhatian kepada Austin. Erica yang merupakan pacar Austin ikut bergabung. Erica menyalahkan Maria walau sebenarnya semua orang tahu jika Austin adalah pria paling berengsek satu sekolah. Austin tidak pernah absen mengencani gadis cantik di sekolah. Tak peduli ia berpacaran dengan Erica.

"Wow, aku tidak menyangka kau menjadi seaneh ini, Aussie! Sekarang kau tobat dan memilih setia pada Erica? Oh God, You kidding me?"

"Go away, Slut! Kau hanya mempermalukan dirimu, Mary. Aussie punya selera yang bagus. He'snt a player again!"

"Aku bukan jalang, Erica bitch."

Maria meninggalkan Austin dan Erica. Perempuan itu tampak tidak terima dengan penolakan Austin. Padahal dulunya mereka sering bermain di belakang Erica. "Dia sudah pergi, Aussie. Pelacur itu tidak akan mengganggumu lagi. Hanya bersenang-senang denganku malam ini." Erica berbisik sambil memegangi wajah menawan Austin.

Austin meremas rambutnya kuat-kuat. "Aku rasa aku tidak bisa melakukannnya kali ini. Suasana hatiku sangat buruk, Erica." Erica menatap bingung ke arah lelaki itu. "Ada apa Aussie? Kau terganggu karena Dad-mu menyuruhmu mempelajari dunia perkantoran? Katakan padaku kalau itu bukanlah alasanmu. Ini terdengar konyol, Aussie."

Austin menggeleng. Dia bangkit berdiri meninggalkan sofa di mana Erica dan dirinya duduk. Dia sangat gelisah. Dan kecemasan itu membuatnya berkeringat cukup banyak. "Aku tidak akan menjelaskannya sebab kau tak bisa mengerti."

Mengambil sebotol bir, Austin berjalan keluar rumah. Berusaha mencari tempat yang baik agar udara mampu memasuki paru-parunya dengan baik. Austin masih memejamkan mata ketika bahunya disentuh oleh tangan pria. Austin membuka matanya sampai si pemilik pesta muncul di hadapannya.

"Kau terlihat berubah, Kawan! Ada apa? Kau tidak suka pestanya?" Nicholas Hugo mencoba mencari tahu. "Kau membuat Mary kesal kemudian meninggalkan Erica tanpa jawaban. Katakana padaku apa yang salah?”

Austin menghela napas. "Ini adalah masalah yang tidak bisa kaumengerti, kawan. Aku tidak berniat membagikan masalah ini, Nick. Aku hanya berharap alkohol mampu merubah situasi yang kuhadapi tapi kira tidak akan bisa." Seiring Austin menjelaskan. Nicholas memicingkan matanya. Menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi pada Austin.

"Apa ada gadis yang hamil karenamu?"

Pertanyaan itu cukup membuat Austin terkejut. Dia sampai melongo layaknya orang dungu yang dipergoki berbuat salah. "Oh, C'mon Aussie! What the fuck with bitch girls! Apa susahnya masalah itu? Setiap bulan ibuku mendapat pengakuan dari gadis-gadis sekolah bahwa mereka hamil anakku. Namun masalah selesai dengan aborsi."

Nicholas merangkul Austin. Menenangkannya meski Austin tak bisa tenang sekarang. Selama ini Austin melakukan hubungan intim atas dasar suka sama suka. Akan tetapi malam ini justru dia melakukan kesalahan. Dia melecehkan perempuan yang kini menjadi istrinya. Bagaimana pun menyenangkannya bercinta, diperkosa adalah tindakan yang salah. Tidak ada hukum yang membenarkannya. Itu sama saja melecehkan harga diri seorang wanita.

"Kau tidak akan pernah mengerti, Kawan! Bagiamanapun kau memosisikan dirimu sebagai aku. Kau tidak akan pernah menjadi aku, karena kau adalah dirimu sendiri. Bersenang-senanglah dengan gadis-gadismu kawan. Aku butuh tempat untuk sendiri." Austin melangkah menjauhi Nicholas.

"Aussie! Ada apa?”

Austin tetap melangkah pergi. Memasuki limusinnya kemudian melajukannya mengelilingi kota New York. Austin mengutuk dirinya sendiri. Mengutuk perasaan bersalah yang mendadak menggelayuti pikirannya. Austin mencoba memutar lagu namun tidak ada lagu sendu yang tersimpan di pemutar musik mobilnya. Hanya ada lagu metal yang beraliran gelap, penuh kebisingan dan menyeramkan. Austin ingin mendengarkan lagu Adele saat ini atau setidaknya lagu yang mewakili kesedihan seseorang.

Dia merubahmu begitu cepat, Austin! Kenapa kau begitu lemah karena dirinya? Ingat dirimu yang dulu! Bengis, Berengsek, dan kau tidak peduli apapun! What the hell with you!

"Aku seperti ini karena Ini pertama kalinya aku melecehkan perempuan. Memerkosa dia tepatnya." Austin berteriak. Menjawab pertanyaan iblis yang mengganggunya. Nicholas, Erica menghubungi nomornya namun Austin mengabaikan panggilan dari mereka. Tadinya Austin berpikir jikalau pesta mampu membuatnya melupakan Yessie. Faktanya pesta malah mengingatkan betapa bejadnya dia selama ini.

"Ya, Mom!"

Austin bisa mengabaikan telepon semua orang tapi tidak bisa mengabaikan telepon Melanie Ibunya. Austin tahu pertanyaan apa yang akan ditanyakan ibunya. Tidak lain dan tidak bukan mengenai hubungan dia dan Yessie. Heran sekali bahwasanya ibunya begitu menyukai pribadi Yessie. "Apa kabar dengan istrimu? Apa sudah ada perkembangan?" Austin diam. Bukan perkembangan yang baik yang terjadi melainkan perkembangan buruk.

"Oh, Tanyakan saja pada dia. Aku sedang sibuk, Mom."

"Dia istrimu dan kau harus memastikan di baik-baik saja. Ketahuilah bahwa kau tidak selamanya menjadi remaja. Lucky B Smith menjadi ayah muda dan dia baik-baik saja. Kenapa tidak denganmu?" Austin bergeming sebentar.

"Aku Austin bukan Lucky! Dan kupikir aku tidak akan bisa menjadi suami yang baik untuk Yessie. Tidak akan pernah bisa karena aku belum mampu menyaingi kedewasaannya," jelas Austin sampai akhirnya ia harus mendapat nasihat panjang dari ibunya. Austin menutup teleponnya ketika ibunya selesai bicara. Austin Menepikan limusinya di gang sempit Brooklyn Ave dan mencoba tidur di dalam limusin mahalnya.

"Masalah tidak pernah mendewasakan hanya membuat pribadi menjadi cengeng." Austin berbisik pada dirinya seiring matanya mulai tertutup. Malam ini adalah malam mengerikan baginya. Malam yang tak seharusnya ia kenang sebagai malam indah. Atau justru tidak ada malam menyenangkan? Siapa yang tahu. Austin selama ini hanya merasakan kesenangan sementara. Kesenangan yang hingga kini sudah dilupakannya. Bahkan mungkin kata itu memang tak pernah ada dalam kamus hidupnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Saat hamil tua, sebuah truk sengaja menabrak mobilku. Di ambang maut, Kian, suamiku, justru mengabaikan teleponku demi menemani Florence yang mengeluh sakit kepala. Tragedi ini merenggut nyawa bayiku dan menghancurkan karier kakakku sebagai pianis. Pengkhianatan kejam tersebut kini menyalakan api dendam yang membara. Kian mengira kami telah habis, namun kami akan segera bangkit dari abu kehancuran ini untuk membalas semua rasa sakit kami.
Sampul Novel Cinta Seroja
8.2
Seroja Wijaya, putri petani yang jelita asal tanah Sunda, selalu menolak lamaran banyak pria demi menunda pernikahan. Namun, sang abah akhirnya menjodohkannya dengan juragan sayur dari desa tetangga. Pernikahan itu gagal dan berakhir dengan perceraian yang meninggalkan luka serta kekecewaan bagi Seroja. Di masa sulitnya, ia kembali bertemu Alzidan, sahabat masa kecilnya yang dulu pindah ke kota. Pertemuan tak terduga ini menuntun mereka ke pelaminan dan hidup bahagia bersama.
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Kehidupan mapan Jent sebagai CEO terusik oleh konflik pernikahan karena belum memiliki anak. Didorong rasa curiga, ia membuntuti istrinya diam-diam dan memergokinya tengah berselingkuh dengan pria lain. Dikhianati dengan kejam, Jent enggan memilih jalan cerai biasa. Ia menyusun rencana pembalasan yang matang dan sadis untuk menghukum sang istri beserta kekasih gelapnya. Pengalaman pahit ini mengubah karakter Jent menjadi sosok yang dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Elegant Revenge
8.5
Dunia Aira runtuh akibat pengkhianatan suaminya, Awan, yang berselingkuh dengan cinta pertamanya, Amanda. Sempat didera rasa bersalah, Aira akhirnya tersadar bahwa dirinya adalah korban manipulasi berkat bantuan orang-orang terdekat. Didorong amarah yang terarah, ia menyusun rencana pembalasan yang cerdas dan anggun. Di tengah perjuangan menuntut keadilan, sosok Galang hadir menawarkan ketulusan. Kini, mampukah Galang menyembuhkan luka Aira dan menggantikan posisi Awan?
Sampul Novel Hasrat Terpendam Suamiku
8.6
Pernikahan paksa antara Sophia yang angkuh dan Albert, sang casanova, berjalan dingin dan penuh konflik. Namun, seiring waktu, benih cinta justru tumbuh di hati Sophia. Ia mulai menyadari adanya hasrat terpendam yang membara di balik sikap acuh tak acuh suaminya tersebut. Kini, Sophia bertekad mencari cara agar Albert mau jujur mengakui perasaan aslinya. Mampukah mereka mengatasi kekacauan hubungan ini dan bersatu dalam ikatan cinta yang tulus?
Sampul Novel Larisa
9.5
Kehilangan orang tua dalam kecelakaan tragis membawa Larisa ke dalam asuhan kerabat lama yang hangat. Namun, putra mereka justru bersikap dingin dan selalu menjaga jarak darinya. Takdir kemudian membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Di tengah dinginnya sikap sang suami, Larisa harus berjuang menjalani kehidupan rumah tangga barunya. Sanggupkah ia bertahan dan menemukan kebahagiaan sejati dalam pernikahan yang penuh keterpaksaan ini?