APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta untuk Yessie

Cinta untuk Yessie

Yessie Montghomory, guru SMA berusia 25 tahun, harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengandung anak dari Austin McDowell. Ternyata, pria yang memikatnya itu hanyalah murid nakal yang berengsek. Demi masa depan sang bayi, mereka terpaksa menikah dan tinggal bersama di apartemen Atlantic Ave. Sayangnya, Austin tidak berubah; ia tetap bandel dan diam-diam masih menemui Erica. Di tengah pernikahan dingin tanpa cinta ini, Yessie menuangkan segala rasa sakitnya ke dalam sebuah novel tanpa judul.
Bab
Bagikan

Bab 1

Nakal adalah tindakan yang tak dibenarkan oleh hukum mana pun. Kenakalan biasanya terjadi di kalangan remaja yang sedang mengalami masa peralihan dari masa remaja menuju dewasa. Austin McDowell berada dalam fase itu. Dia tak pernah percaya kalau kenakalannya membawa dia pada bumerang yang menghancurkannya. Ya, untuk saat ini, Austin masih menganggapnya sebagai bumerang.

"Ini aneh, Mom, Dad! Aku tidak percaya kalian dengan mudahnya percaya pada perempuan tua ini. Kenapa bisa seperti ini? Katakan padaku kalau Mom dan Dad tidak sedang keracunan sianida atau semacamnya?" Austin menatap jengkel ke arah Yessie yang duduk di sofa seberang tempat duduknya.

"Jaga ucapanmu, Aussie! Kau sudah banyak melakukan kenakalan di sekolah. Merokok, video asusila, mabuk, bolos, dan kau juga mencoret-coret tubuhmu dengan tatto. Kau tidak bisa menghindari masalah ini lagi. Yessie punya bukti kalau kalian pernah tidur di kasur yang sama." Melanie McDowell menasehati putranya. Ada helaan napas setelah berbicara. Rasanya benar-benar mengejutkan bahwa Austin berperilaku seperti pria yang sudah dewasa. Faktanya, lelaki itu masih duduk di bangku sekolah.

"Pria seusiaku semuanya nakal sepertiku! Maksudku di sini adalah kenapa aku harus menikahi perempuan ini. Aku tidak pernah membayangkan di usiaku yang masih 18 tahun, aku akan menjadi seorang Ayah. Astaga, apa Mom tidak menyarankan dia untuk aborsi saja?"

Yessie menggebrak meja, "Tidak akan! Kau menggodaku, pria sialan! Aku tidak pernah mau membunuh hanya karena kesalahan yang disebabkan oleh pria sekolahan sepertimu." Yessie bersungut-sungut. Pria yang ada dihadapannya ini memang membikin naik darah. Melanie mencoba menenangkan wanita itu.

Austin semakin suka membuat Yessie marah. "Aku hanya bermain-main dengan kau, Bu Yess! Salahmu termakan ucapan seseorang yang seharusnya jadi muridmu? Kau hanyalah perempuan bodoh," Austin menimpali, merasa jengkel terhadap wanita yang tampaknya berprofesi sebagai guru tersebut.

"Sopan ‘lah, Aussie! Ini salahmu bukan salah Yessie. Belajarlah untuk bersikap manis dengan calon istrimu. Setidaknya dengan tak memanggilnya, Bu. Sudah kuputuskan kau akan menikah dengan Yessie dengan pesta tertutup. Kalian akan tinggal di apartemen Atlantic Ave. Setidaknya kau harus bersyukur karena Ayahmu punya banyak uang. Dan ya, kaulah pewaris satu-satunya McDowell Enterprise. Tidak ada yang harus kaukhawatirkan, putraku." Patrick McDowell menenangkan.

Austin mengacak rambutnya kasar. Dia berkata, "Ini lelucon, Dad. Aku menikahi perempuan tua? Masa depanku tiba-tiba hancur karena ini." Yessie geram. Dia ingin membalas pernyataan menghakimi Austin namun ditahan oleh Melanie. Wanita itu murka saat Austin meledeknya dengan sebutan “Perempuan Tua”. Faktanya, Yessie begitu cantik. Bahkan tampak seperti adik Austin. Entah apa yang membuat wajah Austin kelihatan lebih dewasa. Padahal dia masih 18 tahun.

"Putraku, usia kalian hanya berbeda tujuh tahun. Lihatlah, Yessie bahkan terlihat lebih muda darimu."

Austin mendengus. "Mom memujinya? Ya Tuhan, kenapa harus dia? Aku punya pacar Mom. Aku hanya akan menikah dengan perempuan pilihanku. Hanya Erica," tegasnya.

Yessie tidak terima pernyataan Austin. Dia mencibir, lalu bangkit berdiri seraya berucap, "Kaupikir aku mau menikah denganmu? Kau terlalu kekanakan untukku. Aku hanya berbaik hati mau memberimu kesempatan memperbaiki kesalahanmu. Aku salah telah memercayai omong kosong yang kauucapkan padaku itu." Yessie sudah akan meninggalkan ruang tamu. Untungnya Melanie yang baik mampu membuat wanita itu mengerti.

"Tidak ada pilihan selain menikahinya, Aussie. Inilah ganjaran dari perbuatanmu selama ini. Kau hanya harus bertanggung jawab jika masih menginginkan uang belanja."

Austin menghela napas. "Terserah. Lakukan apapun yang kalian mau. Jika menikahi perempuan tua ini membuat kalian bahagia. Akan aku lakukan. "terpaksa", tidak setulus hatiku."

Austin pasrah. Tidak ada yang lebih menjengkelkan dari tak memiliki uang. Setidaknya, dia masih bisa bebas dengan uang. Walaupun hidupnya terikat dengan perempuan 25 tahun sialan yang telah berani mendesaknya menjadi ayah muda. Persetujuan Austin hari ini membuat orang tuanya melangsungkan pesta tertutup di pantai Malibu dua minggu kemudian.

Beginilah hidup Austin saat ini. Hidup di apartemen sederhana bersama wanita yang merupakan mantan gurunya. "Merokok tidak baik pada kesehatan. Kupikir kau sudah tahu hal itu. Seharusnya kau bisa berubah. Kau akan punya anak, kau tahu?" Yessie mengikat rambutnya sambil mengambil duduk di samping Austin.

"Kau mulai cerewet seperti ibuku, Yessie. Sejak kapan kau perhatian seperti ini padaku?"

Austin tersenyum miring. Meletakkan kakinya di atas meja sambil menyemburkan asap rokok di udara. Kali ini tidak ada lagi kata "Bu" yang menyertai kalimatnya. Ya, mungkin sudah seharusnya berbicara santai dengan perempuan satu ini.

"Aku istrimu, Aussie. Bagaimana pun aku membencimu, dunia tidak akan merubah kau adalah suamiku." Yessie menoleh ke arah Austin diiringi helaan napas. "Kau membahayakan bayimu jika merokok sembarangan," imbuh Yessie. Austin lagi-lagi dibuat kesal.

"Serius? Kau merepotkanku, Yessie Monthgomory. Sampai kapan kau mau mengendalikanku dengan membawa bayi itu." Austin kesal. Mau tak mau ia mematikan rokoknya. Bayi... bayi ... dan selalu bayi yang menjadi alasan perempuan itu. "Sekarang berikan aku bir sebagai pengganti rokok ini! Bukankah kau mau menjadi istri yang baik?"

Yessie memutar bola matanya. "Ya, aku akan mengambilkannya. Bukan karena aku peduli padamu. Hanya karena kau adalah Ayah dari bayiku," katanya kemudian bangkit berdiri. "Aku tidak tahu sampai kapan kau mau mengaitkan semua yang kaulakukan dengan bayi itu. Aku tahu aku tampan. Setidaknya kau akuilah kalau kau jatuh cinta padaku."

Austin berseru bersamaan ketika ponselnya berdering. Ada panggilan Erica, kekasihnya. Sejenak Austin bergeming. Perasaan bersalah menggantung dalam dirinya. Dia sudah menyakiti gadis itu dengan menikah diam-diam.

"Aku pikir ada pesta malam ini? Kau datang?" Erica baik-baik saja karena masih tak tahu apa yang terjadi pada Austin.

"Dad menghukumku. Aku sangat ingin ke pesta kalian. Sungguh Dad benar-benar mengurungku." Austin mengaku dengan nada yang pasrah. "Ayolah, Aussie. Datanglah! Belakangan ini kau jarang bergabung dengan teman-teman. Apa ada masalah besar yang terjadi? Kau bisa menyelinap keluar kalau kau mau."

"Tidak. Sama sekali tidak ada masalah. Aku hanya--, maksudku adalah Dad menginginkan aku fokus belajar bisnis. Kau tahu jikalau McDowell Enterprise menungguku. Sudah sering aku berbuat keburukan di sekolah, jadi ya begitulah Dad. Dia sangat tegas dan aku harus terkurung bersama dokumen-dokumen kantor yang harus kupelajari." Austin bohong. Lebih baik mengatakan hal itu ketimbang mengakui dia sudah menikah dan harus menjaga istrinya.

Erica tertawa. "Kau bercanda? Ya Tuhan, ini bukan dirimu Austin! Benar-benar bukan dirimu. Ada apa? Di mana Austin yang punya kebebasan? Kau terlihat aneh dengan perubahan ini." Erica mendadak serius. Austin memejamkan matanya. Tak menyadari bila Yessie sudah kembali duduk di sampingnya. Sang istri menyadap pembicaraan lelaki itu.

"Mengertilah, Erica. Dad sangat mengharapkanku. Kupikir sudah saatnya aku berubah." Austin harus mengakui bahwa peraturan Ayahnya membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. Tinggal di apartemen dengan dua pengawal di depan pintu apartemen yang tak bisa membuatnya pergi kemana-mana. Selain berdua bersama Yessie.

"Kau aneh, Austin!"

Erica memutus obrolan. Austin frustrasi. "Apa ada tugas yang membuatmu stres?" Yessie bertanya dengan nada santainya. Austin membuka matanya. Melongo sambil berkata, "Aku tidak pernah sedih dengan tugas sekolah, istriku! Aku stres karena dipaksa hidup bersama perempuan tua. Yang tiba-tiba mengaku telah mengandung bayiku. Kaulah yang merusak masa depanku, Yessie! Harusnya aku bahagia bersama pesta teman-temanku. Tapi karena kau, aku serasa berada di dalam neraka." Austin menekankan setiap katanya. Kalimat itu sangat menyakiti Yessie.

"Bukan hanya hidupmu yang rusak, Aussie. Kau juga merusak hidupku. Jangan bertingkah seolah hanya kau yang disakiti." Yessie tidak tahan lagi setiap kali Austin menghinanya. Dia berlari meninggalkan Austin dan masuk ke dalam kamar. Takdir terlalu kejam, menyatukannya dengan pria yang belum dewasa. Di mana dia harus siap menghadapi setiap kesinisan Austin.

Andai saja, dia tidak termakan oleh kebohongan Austin. Mungkin dia masih bisa mengajar di sekolah pria itu. Ini semua karena Austin yang berpura-pura menjadi pria dewasa. Menjebaknya sampai menuruti kemauan lelaki itu. Ini juga karena kepolosannya yang mudah percaya dengan pria. Sekarang hanya penyesalan yang bisa ia keluhkan.

Di dalam kamar, Yessie menulis di laptop mengenai apa yang sudah menimpa dirinya hari ini. Cukup melegakan bisa berbagi kisah dengan benda itu. Tak ada yang akan mengoceh bila Yessie menceritakan keburukan suaminya. Yessie membuat novel dengan tokoh wanita bernama Yvone.

Dia perokok aktif, menjengkelkan dan dungu. Yvone harus berbuat apa? Suaminya hanyalah anak SMA yang baru pubertas. Belum saatnya dia menjadi calon ayah, tapi waktu memaksa Yvone bersatu dengan pria itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jerat CEO Tunangan Paksa
8.3
Usai membalas pengkhianatan sang mantan, Melinda Arum terjebak insiden salah masuk toilet yang mempertemukannya dengan Reyhan Azrael. CEO ternama asal Jakarta itu menyelamatkan Melinda dari masalah besar yang mengancam dirinya. Sebagai imbalan, Reyhan menuntut Melinda menjadi tunangan palsunya. Terhimpit kebimbangan dan amarah, Melinda terpaksa menyetujui kesepakatan tersebut, menyeret dirinya ke dalam hubungan rumit penuh kepalsuan, ketegangan, serta luka batin yang mendalam.
Sampul Novel Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku
8.1
Niat seorang istri memberi kejutan intim untuk suaminya di asrama proyek konstruksi berubah menjadi situasi menegangkan. Setelah melepas pakaian dan bersembunyi di lemari, bukan suaminya yang datang, melainkan tiga rekan kerjanya. Ketiga pria itu justru terangsang oleh pakaian dalam yang tertinggal dan melampiaskannya pada bibi koki di sana. Menyaksikan adegan panas tersebut, sang istri ikut terangsang hingga tanpa sadar mendesah. Seketika, pandangan ketiga pria itu langsung tertuju ke arah lemarinya.
Sampul Novel Look At Me
8.7
Kehidupan SMA Maya Rehana hancur seketika setelah ia mengetahui dirinya tengah berbadan dua. Bukannya bertanggung jawab, Jordan yang merupakan pacarnya malah menuduh Maya tidak setia dan langsung mencampakkannya. Saat Maya didera ketakutan akan kemarahan orang tuanya namun tetap ingin mempertahankan kandungannya, Raka Pratama hadir. Sahabat sekaligus adik kelasnya ini bersedia menjadi sosok ayah bagi sang bayi. Maya pun kini bimbang antara memilih ketulusan Raka atau berharap Jordan kembali.
Sampul Novel PENYESALAN DI UJUNG CINTA YANG HILANG
8.3
Tiga tahun pernikahan Silvia dan Erik ternyata cuma kedok untuk aksi balas dendam. Usai memilih bercerai dan menghilang, Silvia kembali empat tahun kemudian dengan membawa anak perempuan mereka. Di sisi lain, Erik yang tengah bersiap menikahi perempuan lain justru didera rasa bersalah yang luar biasa. Begitu sadar bocah itu adalah putri kandungnya, Erik berjuang keras menebus dosa masa lalu demi meraih kembali hati Silvia dan menyatukan keluarga mereka.
Sampul Novel Scarlet Regret
8.4
Kayshila Putri, mahasiswi beasiswa di Amerika, menjalin persahabatan erat dengan Kylie Abraham, adik dari pria kejam bernama Adrik. Nasib buruk menimpa Kayshila saat ia menemukan Kylie pingsan di sebuah gang. Alih-alih ditolong, ia justru dituduh polisi sebagai pelaku utama. Di tengah perjuangan membuktikan dirinya tak bersalah, Adrik yang menyimpan dendam mulai memburunya. Kini, Kayshila harus menghadapi ancaman Adrik dan mengungkap dalang asli di balik tragedi ini.
Sampul Novel Terpaksa Nikah SMA
9.1
Mila memimpikan pernikahan bahagia dengan suami kaya yang sangat mencintainya. Namun, kenyataan pahit menghancurkan harapan itu ketika Arjuna menorehkan luka mendalam. Akibat kehamilan di luar nikah, mereka terpaksa menjalani pernikahan dini yang penuh konflik dan air mata. Dibayangi masa lalu yang menyakitkan, kini Mila dihadapkan pada pilihan sulit di persimpangan jalan: terus bertahan dalam hubungan ini atau menyerah dan melepaskan segalanya.