APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Tiga Bidadari

Cinta Tiga Bidadari

9.7 / 10.0
Muhammad Abidzar Al Hafiz sempat bersumpah kepada istri pertamanya bahwa ia takkan beristri lagi usai bercerai dari istri kedua. Kini, keteguhan sikapnya benar-benar diuji. Mampukah Abidzar memegang erat komitmen tersebut selamanya? Ataukah sumpah yang pernah diucapkannya itu akan runtuh dan menjadi sekadar janji manis yang terlupakan, saat sosok perempuan lain mulai hadir dan masuk ke dalam babak baru kehidupannya?

Cinta Tiga Bidadari Bab 1

Sebuah janji yang pernah terlontar dari mulut seorang Muhammad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan mengambil istri lain lagi setelah menceraikan istri keduanya.

Benarkah janji itu akan di tepati?

Ataukah hanya sekedar janji manis yang untuk selanjutnya kembali ia ingkari?

*****

Bab 1

Seandainya Hafiz bisa berlari, itu akan segera dia lakukan. Betapa inginnya menjauh dari tempat ini. Hal yang sangat dilematis tatkala harus berhadapan dengan orang tuanya, sosok tua nan berwibawa yang tengah melontarkan sebuah permintaan.

Permintaan yang mungkin bagi seorang laki-laki mata keranjang, bahkan dianggap sebagai sebuah anugerah!

"Kamu tahu, Nak, tidak mungkin bagi Abah menolak keinginan kiai Nawawi yang ingin menjodohkan putri bungsunya denganmu." Laki-laki tua itu menatap tajam padanya. Hafiz menghela nafas.

"Hafiz tidak mungkin menerimanya, Bah. Hafiz sudah punya istri, sudah punya Azizah."

"Seorang laki-laki boleh memiliki istri lebih dari satu, Nak," sergah Abah. "Bukankah kau sendiri pernah mempraktekkannya?"

"Poligami itu berat, tidak semudah dan seindah teori. Justru karena pernah praktek, jadi Hafiz tahu bagaimana rasanya. Nyatanya Hafiz sudah gagal, kan?"

Sejenak ingatannya melayang pada sosok Yasmin, istri kedua yang sudah diceraikannya beberapa bulan yang lalu.

"Rasulullah Saw, para sahabat dan ulama juga banyak yang berpoligami. Poligami itu tidak sesulit yang kamu bayangkan. Selama ini pikiranmu selalu di hantui oleh pemikiran-pemikiran luar yang menganggap poligami itu merendahkan derajat kaum wanita."

"Kalaupun kamu pernah gagal, itu bukan berarti poligami itu salah, tapi cara kamu dalam mengurus istri-istrimu yang perlu di perbaiki," tandas Abah.

"Di dalam sejarah, Rasulullah Saw menikahi Sayyidah Khadijah selama 24 tahun dan beliau berumah tangga tanpa istri yang lainnya selama kurun waktu itu. Pernikahan poligami di dalam sejarah rumah tangga Rasul di mulai setelah Sayyidah Khadijah wafat, menjelang hijrah, lalu berlanjut ke periode Madinah."

"Apakah itu tidak cukup menjadikan bukti, bahwa sesungguhnya Rasulullah lebih cenderung menyarankan kepada para umatnya untuk memiliki istri hanya satu saja?" sahut Hafiz tanpa mengangkat wajah yang sejak tadi terus dia tundukkan

"Lantas bagaimana dengan lamaran kiai Nawawi? Apa yang harus kita lakukan? Bagaimana mungkin kita menolak putri bungsunya? Nak, urusannya tidak sesederhana pikiranmu. Pikirkanlah baik-baik."

"Hafiz sudah memikirkan semua ini secara baik-baik. Mungkin Abah benar. Kalau seandainya pernikahan ini terjadi, pasti akan membawa manfaat yang besar terhadap pesantren. Namun, jikalau itu gagal bagaimana? Apakah Abah sudah memperhitungkan resiko itu? Ingat, Bah, pesantren kita bukan taruhan dan pernikahan itu bukan kelinci percobaan!"

*****

Kata-kata orang yang paling dia hormati di dalam lingkungan keluarga besarnya sungguh membuat kepala Hafiz terasa berdenyut. Abah benar menolak lamaran kiai Nawawi untuk putri bungsunya bukanlah urusan mudah.

Apa yang harus dia katakan sekarang kepada Azizah? Sungguh, dia tak sanggup membayangkan harus melihat air mata Azizah yang terus berjatuhan membasahi pipinya. Dia tak sanggup melihat Azizah menangis dan terluka untuk yang kesekian kali.

Menerima pernikahan dengan Yasmin saja sudah terasa begitu berat bagi Azizah. Meskipun pada akhirnya dia dan Yasmin bercerai, tapi sisa luka itu masih begitu terasa. Lantas bagaimana dengan lamaran kiai Nawawi? Haruskah dia menerima putri bungsunya untuk menjadi istri yang ketiga?

Ya Allah, betapa peliknya. Di satu sisi, Hafiz tak mau mengecewakan harapan Abah dan kiai Nawawi, tapi di sisi lain dia juga tak mau menghancurkan hati Azizah. Tak ada perempuan yang mau berbagi, apalagi untuk berkali-kali.

Ah, Hafiz merasa dirinya seperti pengkhianat!

"Abang." Suara lembut itu membuyarkan lamunannya.

"Ada apa, Bang?" Adek lihat semenjak Abang pulang dari rumah abah, wajah Abang terlihat murung. Abang ada masalah dengan Abah?"

Azizah duduk disampingnya. Hafiz mengecup punggung tangan istrinya sekilas.

"Adek, maafkan Abang ya. Abang belum bisa membahagiakan kamu. Selama ini Abang selalu membuatmu bersedih dan meneteskan air mata."

"Adek bahagia bisa bersama dengan Abang. Memangnya kenapa, Bang? Abang ada masalah apa? Cerita sama Adek ya," bujuknya. Azizah menatap Hafiz dengan lembut yang kemudian di balasnya dengan mendaratkan sebuah kecupan di kening Azizah.

"Sungguh, apakah Adek mau mendengarkan cerita Abang?"

"Iya, Abang. Adek kan istri Abang. Kenapa Abang harus merasa sungkan untuk bercerita kepada Adek?"

"Abang tidak tega, Sayang."

"Abang kenapa sih?" Hafiz membiarkan telapak tangan Azizah membelai pipinya. "Apakah ini menyangkut soal Adek?"

"Sebenarnya Abang tidak tega mengatakan hal ini kepadamu, Sayang. Namun, kamu harus mengetahuinya," ucapnya sembari berusaha menahan nafas.

"Dek, kalau seandainya Allah menghendaki di dalam hidup Abang harus memiliki tiga orang bidadari, apakah Adek ikhlas?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Tiga Bidadari

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Amira sempat dipandang sebelah mata oleh Irfan yang mengira mantan istrinya itu tak akan mampu bertahan sendirian. Namun keadaan kini berbalik total. Saat Amira berhasil membuktikan kemandiriannya hingga meraih puncak kesuksesan, hidup Irfan justru hancur berantakan. Di tengah penyesalannya, Irfan datang lagi berusaha mendekati dan memikat Amira kembali. Apakah Amira akan luluh pada rayuan masa lalu, atau membiarkan sang mantan suami meratapi nasibnya?
Sampul Novel Gairah Ana Dalam Perjalanan Waktu
9.3
Usai bersusah payah merampungkan skripsinya, Nuna justru terlempar ke masa lampau dan terlahir kembali sebagai bayi di dimensi gaib yang misterius. Di dunia baru ini, ia tidak hanya harus berhadapan dengan sosok raja iblis yang menakutkan, tetapi juga dikelilingi deretan pria rupawan yang memikat. Nuna kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjalani takdir penuh cinta dan petualangan mendebarkan, atau mencari cara kembali ke tempat asalnya.
Sampul Novel PANGERAN AGUNG
9.6
Kerajaan Mandala dipimpin oleh sosok luar biasa, Pangeran Agung. Penguasa ini sangat disegani berkat keadilan dan kearifannya dalam memimpin rakyat. Saat bahaya mengancam, keberaniannya yang kokoh selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kisah ini menyoroti perjuangan sang raja bijaksana dalam mempertahankan kedamaian negerinya, mengandalkan keteguhan jiwa serta dedikasi tanpa batas untuk menghadapi segala rintangan.
Sampul Novel Pengantin SMA
8.4
Akibat tertangkap basah berduaan di kamar, Laura dan Kavin terpaksa menikah muda di masa SMA demi menuruti kemauan keluarga. Di balik perbedaan sifat yang kontras, kehidupan pernikahan ternyata sangat rumit bagi emosi labil remaja mereka. Meski sama-sama mendambakan perceraian, keduanya belum cukup berdaya untuk berpisah. Sambil menanti momen itu tiba, mampukah pasangan muda ini bertahan dan menjaga kewarasan saat harus hidup bersama?
Sampul Novel Perempuan Bersuami Dua
9.6
Kehidupan rumah tangga Mak Bayah sangat tidak biasa. Dukun desa ini tinggal bersama dua suami sekaligus dalam satu rumah secara damai. Namun, keharmonisan tersebut menyimpan misteri besar. Di balik itu semua, Mak Bayah memiliki ambisi yang sangat gelap. Mengandalkan ilmu hitam dan kemampuan mistisnya, ia siap melakukan apa saja demi memikat pria mana pun yang ia dambakan. Saat obsesinya telah memuncak, tidak ada satu orang pun yang mampu menghentikan niatnya.
Sampul Novel Saya Membuat Mereka Membayar
7.9
Pernikahan kelima yang seharusnya indah berubah pahit saat suamiku justru membandingkanku dengan Hailee Baxter, sahabatku. Dulu ia selalu mencela Hailee, tapi sekarang ia menuntutku mengubah penampilan, dari rambut hingga aroma tubuh, agar seanggun dirinya demi gengsi. Sembari mendekap erat kaos usamku yang berbau asap dapur, aku bertanya dengan getir apakah ia kini telah jatuh hati pada sahabatku sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan