APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Dua pewaris takhta terkaya di New York, sang pembalap F1 dan genius investasi, telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Ketika kedua pria itu membuang lencana Mia demi emblem kain pemberian Ella, persahabatan mereka retak. Kecewa dengan pengkhianatan ini, Mia yang menyembunyikan identitas aslinya memutuskan menyerah dan menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik demi keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di bagian timur Kota New York ada dua ahli waris. Satu adalah maniak kecepatan yang mendominasi arena balap, satu lagi adalah aktuaris genius yang mengendalikan arus modal.

Keduanya berasal dari keluarga terpandang dan sifat mereka berbeda jauh. Namun, mereka tumbuh bersama sejak kecil dan menjadi satu-satunya sahabat sejati. Mereka pernah berebut perhatian seorang gadis, juga berselisih karena taruhan di arena balap.

Namun, saat berusia 15 tahun, mereka sama-sama menggantungkan sebuah lencana tembaga di dada. Itu adalah hasil latihan ukiran tangan dari Mia di kelas kerajinan, dengan sebuah huruf "M" yang tergores di bagian belakang.

Saat itu, Mia duduk di bangku paling belakang kelas. Tak seorang pun tahu siapa identitas dia sebenarnya. Namun, kedua laki-laki itu mengenakan lencana tersebut selama 10 tahun penuh.

Entah itu saat berdiri di podium juara F1 atau saat mengetukkan palu pada investasi triliunan di bursa, lencana tembaga murahan itu selalu menempel di dada mereka dan tak pernah tergantikan.

Sampai akhirnya muncul Ella. Putri kesayangan dari keluarga konglomerat baru.

Ella menyulam sebuah emblem kain berhiaskan benang emas dan memberikannya kepada mereka.

Kain itu cuma benda biasa yang mirip dengan pernak-pernik murahan yang dijual di pasar loak. Namun, mereka malah sama-sama melepas lencana tembaga itu dan menggantinya dengan kain murahan yang diberikan Ella.

Mia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam-diam menyimpan foto lama mereka yang tercetak di sebuah koran usang.

Malam itu juga, dia menelepon ayahnya yang jauh di Sisilia. Nada bicaranya sangat tenang saat berkata, "Papa, aku menerima pernikahan politik ini."

Sudut pandang: Mia

Di seberang telepon, suara ayah terdengar penuh semangat, "Bagus! Tiga tahun lalu aku sudah ingin kamu pulang, tapi kamu bersikeras tinggal di New York. Aku akan segera pesan tempat pernikahan. Paling cepat mungkin bisa ...."

Tanpa menunggunya selesai bicara, aku langsung memotong, "Seminggu lagi saja!"

Ayah terdiam sejenak, lalu bertanya dengan ragu-ragu, "Cepat sekali? Kamu nggak ingin menjalin hubungan sama calon pasanganmu dulu?"

Aku menjawab dengan nada datar, "Nggak perlu. Ini cuma pernikahan politik. Aku akan pulang sehari sebelumnya."

Baru saja ayahku hendak bicara lagi, tiba-tiba pintu kamarku didorong terbuka. Aku spontan menutup telepon.

Ella masuk sambil memeluk setangkai besar mawar. Dengan nada ringan, dia bertanya, "Mia, kamu mau pergi jauh? Tapi minggu depan kita harus menghadiri pesta dansa, 'kan?"

Aku menatap mawar di pelukannya, lalu berkata dengan tenang, "Maaf, aku agak alergi dengan serbuk bunga. Bisa kamu keluarkan dulu bunganya?"

Usai bicara, aku beranjak membuka jendela. Namun di belakangku, aku mendengar suara tangisan. Ella menjatuhkan vas tanpa sengaja dan pecahannya berhamburan ke mana-mana.

Mawar-mawar berserakan di lantai. Dengan suara serak, dia berkata, "Mia, aku nggak tahu kalau kamu alergi serbuk bunga. Aku lihat Leo dan Max sering membelikanmu bunga, kukira kamu menyukainya. Aku benaran nggak sengaja, pecahan ini akan aku bersihkan. Tolong jangan marah padaku, ya ...."

Belum sempat dia mengakhiri kalimat, Leo dan Max yang melihat adegan itu dari luar langsung bergegas masuk.

Leo menggenggam tangan Ella dengan panik. Sementara itu, Max langsung menendang pecahan kaca ke arahku. Dalam kepanikan, salah satu serpihan kecil itu menggores kakiku. Aku refleks berlutut menahan sakit.

Namun, tak seorang pun dari mereka menoleh padaku. Di mata mereka hanya ada Ella yang tampak rapuh dan tak berdaya.

Leo yang emosinya selalu meledak-ledak, langsung menatapku penuh amarah begitu melihat setitik darah di tangan Ella. "Kenapa kamu tega memperlakukannya begitu? Dia bukan pembantumu! Setiap kali kamu sibuk, dia yang selalu membantumu merapikan rumah. Hal kecil begini saja kamu mau perhitungan?"

Max menyesuaikan letak kacamata di batang hidungnya. Sorot matanya tampak menyiratkan sedikit kekhawatiran. "Sudahlah Leo, jangan ribut dulu. Kita bawa dia ke rumah sakit sekarang."

Leo melotot padaku dengan kejam. Dia lalu menggenggam tangan Ella, berniat membawanya pergi.

Namun di ambang pintu, Ella malah berkata dengan hati-hati, "Memang agak sakit ... tapi aku nggak ingin Mia sedih. Kalian pergi lihat dia saja, tanganku ini cukup dioles obat, nggak apa-apa."

Max segera menggeleng. "Kalau sampai terinfeksi bisa repot. Lebih baik tetap dibawa ke rumah sakit."

Bahkan Leo yang biasanya keras kepala, kali ini mengangguk mengiakan.

Ella kembali menoleh padaku dengan ekspresi penuh dilema. "Tapi ... Mia sepertinya juga sedang nggak enak badan, 'kan?"

Leo tertawa sinis. "Dia takut kami menyalahkannya, makanya sengaja berpura-pura. Jangan pedulikan dia."

Max merapikan helaian rambut di pelipis Ella. Dia bahkan tidak menoleh sedikit pun padaku saat berkata, "Bagaimanapun, nggak semua orang sebaik dirimu."

Aku hanya bisa memandang punggung mereka yang perlahan menjauh. Saat itulah aku benar-benar mengerti, sudah saatnya aku pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
9.7
Kupikir jaksa Baskara Aditama adalah penyelamat, tetapi dia justru menjebloskanku ke Lapas Cipinang demi melindungi Valerie. Tiga tahun menderita di penjara, aku bebas hanya untuk dipermalukan di pesta mereka hingga hampir mati akibat pendarahan internal. Baskara bahkan tega memalsukan rekam medis demi menutupi aksi kejinya. Kini, harapanku telah musnah dan berganti menjadi ambisi balas dendam membara. Aku bersumpah akan menghancurkan karier, reputasi, serta semua hal yang dia cintai.
Sampul Novel GAIRAH LIAR ISTRI BOSKU
9.7
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, Charles Bosley, Theresa nekat berselingkuh dengan sang pengawal pribadi, Aaron Parker. Di sisi lain, daya tarik Theresa juga memikat Sean Dalbert, seorang politikus Italia yang penuh ambisi. Begitu Charles berhasil disingkirkan, persaingan sengit pun meletus antara Aaron yang bernaung di bawah Organisasi EXO dan Sean yang mengincar kursi walikota New York. Di tengah intrik politik dan perebutan kuasa, Theresa kini terjebak di antara keduanya.
Sampul Novel Head Over Heels
8.7
Kehadiran Miko sebagai rival terberat selalu memicu emosi yang tak terduga. Di balik persaingan sengit mereka, tumbuh getaran hebat yang perlahan mengacaukan logika dan perasaan. Hubungan benci tapi rindu ini membawa badai emosional yang rumit, mengubah musuh bebuyutan menjadi sosok yang paling memengaruhi jiwa. Ikuti perjalanan mendalam dua hati yang terjebak dalam pusaran konflik dan asmara modern yang membingungkan.
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA
8.8
Dikhianati oleh kekasihnya hingga hancur, Louisa terperosok ke dalam bahaya besar yang mengancam keselamatan jiwanya. Di tengah situasi kritis, sesosok pria misterius datang menolongnya. Terbawa emosi yang kacau, Louisa nekat menawarkan imbalan berani kepada penolongnya itu. Tindakan ceroboh ini justru menyeret Louisa masuk ke dalam lingkaran kehidupan sang pria yang penuh marabahaya, mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Karma Itu Nyata Pengkhianatan
9.0
Sepuluh tahun cinta tulus yang diberikan sang istri hancur seketika akibat sebuah unggahan media sosial. Saat acara kemah kantor, asisten Kemal Sentanu memamerkan foto mereka berdua di dalam satu tenda. Bukannya merasa bersalah, Kemal justru memarahi istrinya di depan rekan kerja demi membela sang asisten yang menangis. Muak dengan sikap suaminya yang menganggap remeh pengkhianatan ini, sang istri memutuskan untuk mundur dan mengakhiri hubungan pernikahan mereka tanpa kata-kata lagi.
Sampul Novel Rahasia Asrama Seni
9.1
Setelah menyelesaikan pelatihan ospek yang melelahkan, seorang mahasiswa baru menghadapi tantangan mendebarkan demi menemui kekasihnya. Sang pacar yang sudah tidak sabar menahan rindu selama setengah bulan memintanya datang ke asrama putri. Dibantu oleh rekan-rekan sekamar pacarnya untuk bersembunyi, pemuda ini harus menyusun rencana cerdik agar tidak tertangkap oleh ibu penjaga asrama yang ketat. Kisah romantis remaja ini dipenuhi ketegangan saat ia mencoba bertahan dan menginap semalam di sana secara rahasia.