APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA SUCI WANITA MALAM

CINTA SUCI WANITA MALAM

Bekerja di klub malam membawa Olidia bertemu dengan Dax, seorang tuan muda kaya raya. Benih-benih asmara pun mulai bersemi di antara mereka. Namun, Olidia memilih menyembunyikan perasaannya karena menyadari reputasi Dax yang terkenal sebagai playboy. Padahal, Dax sebenarnya merasakan hal yang sama. Di tengah perbedaan latar belakang dan keraguan yang membayangi, akankah ketulusan cinta mereka mampu mengatasi rintangan dan menyatukan keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Dinginnya malam kala itu tidak membuat dua orang yang saat ini berada di ruangan yang sama ke dinginan, malah hawa panas memenuhi dengan keringat yang membasahi tubuh mereka.

Suara indah terdengar begitu mendebarkan hingga akhirnya lolongan panjang menyelesaikan aktifitas diatas ranjang itu.

Nafas memburu membuat kedua orang itu menatap satu sama lain dengan intens, saat sang wanita hendak mencium pria bermata coklat terang itu, pria tersebut bangkit dan pergi dari sana meninggal wanita yang hanya terdiam menatap langit-langit.

Pandangannya kosong dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena aktivitas tadi, bukan hal yang membanggakan menjadi wanita bayaran, namun ia bisa memiliki segalanya dengan hal itu.

Termasuk tidur bersama Dax, pria yang tadi bergulat malam dengannya itu cukup terkenal akhir-akhir ini karena iklan yang ia bintangi.

Wanita yang bernama Olidia Soviana itu turun dari ranjang dengan tubuh tanpa balutan benang sedikit pun, dia berjalan ke arah kamar mandi tempat di mana Dax yang tenang mandi.

Di pintu kamar mandi, Olidia menyenderkan tubuhnya dengan wajah sedih. "Aku mencintaimu, Dax!"

Mendengar suara shower tak lagi menyala Olidia membenarkan posisi tubuhnya, lalu terlihat Dax yang sudah selesai mandi dengan rambut basah.

Tubuhnya indah sama seperti wajahnya rupawan, namun tidak dengan sifatnya yang bertolak belakang dengan keindahan yang terlihat.

"Kau selalu saja di depan pintu kamar mandi, apa begitu risihnya bersetubuh denganku hingga kau buru-buru mandi?"

"Maaf Tuan Dax, kau pun sama seperti itu, jangan bicara seakan-akan aku yang paling jijik di sini!"

Olidia masuk ke dalam, membuat pria berwajah datar itu heran. "Hei, aku tidak bicara kau menjijikan."

"Pergilah!" ujar Olidia yang tak lama mengguyur tubuhnya dengan air, setiap hari selalu seperti ini.

Hanya membuka kedua kaki lalu mendapat uang, namun ia merasa sangat terhina dalam pekerjaan ini, jika ada kehidupan kedua, ia memilih tidak pergi ke jalan buntu ini.

Setelah selesai mandi Olidia melihat Dax yang tengah meminum alkohol sambil merokok, dia memperhatikan Olidia yang hanya memakai handuk di tubuhnya.

"Kenapa kau tidak pergi?" tanya Olidia yang heran, dia berjalan ke ranjang guna mengambil baju gantinya.

Asap rokok hampir memenuhi ruangan, Dax sekarang menatap langit-langit. "Aku tidak ada pekerjaan."

Olidia menatap heran. "Tidak ada pekerjaan? Bukannya kau bos kaya yang paling sibuk di kota ini? Dan di mana jalang yang lain? Aku tidak masalah untuk melakukannya bersama."

Dax melihat wanita yang tengah memakai bajunya, setelah pekerjaan selesai Olidia hanya memakai pakaian santai dengan kaos juga celana jins yang tidak terlalu mencolok.

"Bagaimana kalau aku membawa teman?" tanya Dax yang membuat wanita itu tersenyum dan mendekatinya secara santai.

"Tidak masalah!" balasnya sambil mengambil segelas alkohol dari mejanya.

Dax mengambil gelas itu secara paksa, membuat Olidia menatapnya heran. "Hei Tuan Dax, kau mengambil bagianku!"

"Kau tidak boleh terlalu banyak minum alkohol!"

"Lalu kau?"

"Aku? Aku sudah terlalu rusak sejak dulu." Dax menenggak minuman itu sampai habis, lalu menaruh barang itu secara kasar.

"Rusak itu kadang yang cocok untukku," balas Olidia yang masih saja tersenyum, namun hal tersebut malah membuat tatapan tak bersahabat dari Dax semakin terlihat jelas.

"Uang sudah aku kirim, tiba-tiba aku harus pergi!"

Ting!

Sebuah notifikasi terlihat di ponsel milik Olidia, dia mengambil benda sejuta umat itu dan membaca pesan yang tertulis.

"Aku juga masih ada urusan?"

Tiba-tiba saja Dax mengambil benda itu melihat isinya, bukan hal yang aneh bagi wanita itu karena Dax memang suka sekali melihat ponselnya.

Entah mencari apa ia tak tau, dia juga tak terlalu mempermasalahkan karena mereka sudah berhubungan cukup lama sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Hal aneh kembali berlanjut kala pria itu malah mengantungi ponselnya.

"Hei Tuan besar, kenapa kau mengantongi ponselku, itu melanggar izin!"

"Kau ikut aku saja pulang!" ujar Dax tiba-tiba menarik wanita itu.

Pria dengan sejuta kejutan ini, kadang begitu baik padanya hingga ia mulai merasa egois untuk memiliki, namun setelah ia merasa semakin jatuh cinta, dengan mudahnya Dax malah berpindah ke lain wanita yang membuat dia sakit hati.

.

.

Pada akhirnya Olidia tidak bisa berbuat banyak, rasa cintanya membuat dia mengikuti semua keinginan pria itu, lagipula tidak ada salahnya numpang tidur di tempat mewah besar itu.

Sesampainya di rumah, Olidia merebahkan diri di Sofa besar milik pria itu, rumah besar bernuansa putih emas itu, membuat suasana nampak terang dan berbau uang.

"Apa kau sudah makan?" tanya Dax yang melihat Olidia yang terlihat seperti Tuan rumah.

Memang kurang ajar, tapi Dax tidak mempermasalahkan hal itu dan malah berbaik hati bertanya tentang keadaan dirinya.

"Apa kau mau masak untukku?" tanya Olidia yang tersenyum sambil mengedipkan matanya beberapa kali.

Bukannya terpesona, Dax malah menatap heran padanya dan terlihat ekspresi jijik di sana.

"Tidak juga, aku mau memesan makanan, siapa juga yang mau masak untuk wanita sepertimu."

Olidia merasa sedikit sakit hati, tapi dia menutupinya dengan senyuman lebar. Wanita itu bangkit dan memeluk tubuh Dax dari belakang. "Tuan Dax, wanita sepertiku mungkin hanya akan kau temuin satu di dunia ini."

Wajahnya memperlihatkan ekspresi datar. "Tidak, ribuan wanita pernah aku lihat dan mereka sama persis sepertimu."

"Kau lihat saja, saat nanti aku tidak ada, kau akan menangis merindukanku dan berkata : 'Olidia, kembalikanlah, aku merindukanmu'."

"Olidia! Berhentilah berkhayal dan cepat mau apa?! Aku juga lapar!"

"Memangnya kau pesan apa? Aku ikut saja, lagipula aku tidak bayarkan?"

Dax menatap kesal. "Dunia memang tidak adil."

Singkat cerita akhirnya makanan mereka datang, Olidia menghirup aroma ayam goreng pedas itu dengan wajah berseri-seri. "Baunya Sangat harum."

"Cepatlah makan lalu tidur!" ujar Dax sambil mengambil bagiannya.

Olidia memakan ayam itu dengan semangat, Dax melihatnya dengan wajah heran. Olidia salah satu orang yang bisa disuap dengan sebuah makanan enak.

Pertemuan pertama yang membuat dia terpikat adalah saat dimana seseorang menawar harga tubuhnya dengan sebuah makanan Korea, hingga akhir Olidia menyetujuinya.

Wanita ini memang pelacur sama seperti yang lain, namun yang membuat dia terasa berbeda, dia tidak menggoda berlebihan juga tidak meminta uang lebih atau berbelanja merek mahal saat bersamanya.

Intinya dia merasa cukup nyaman dengan wanita ini, pertemanan ranjang selama 1,5 tahun itu bukan waktu yang singkat bagi Dax, juga mungkin untuk Olidia.

"Olidia!"

"Hhmmm? Hei kenapa kau tidak makan?" tanya Olidia yang heran, dan selalu seperti ini kenapa pria itu selalu melihat dia saat makan, apa ada yang aneh tentangnya saat makan?

"Jika aku menyelamatkanmu dari malam gelap itu, apa kau mau?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam : Kembalinya Sang Miliarder
8.0
Di rumah sakit mewah Chicago, kebahagiaan Florence melahirkan putra kandungnya hancur seketika. Nelson Gonzales, sang presiden sekaligus ayah dari bayi itu, justru menunjukkan kebencian mendalam. Nelson menolak mengakui darah dagingnya sendiri dan tega menghina Florence. Konflik memuncak saat Nelson mengancam akan membuang bayi malang tersebut. Saat Florence berusaha menenangkan bayinya dengan menyusui, Nelson malah menuduhnya melakukan tindakan keji itu demi merayunya.
Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang kaya raya, tak lagi memercayai cinta setelah dikhianati oleh Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru memilih menikahi kakak tirinya. Enggan menjalin hubungan emosional namun mendambakan seorang pewaris, Aluna memanfaatkan kekayaannya untuk menggelar sayembara mencari donor pria terbaik. Lewat cara ini, ia berhasil melahirkan dan membesarkan tiga anak tanpa harus membuka hatinya kembali pada pria mana pun.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terjebak pernikahan tanpa cinta karena paksaan ibu Ravian. Bagi Ravian Aditya Maheswara, bos dingin itu, pernikahan ini cuma kewajiban. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian justru berubah drastis. Alih-alih melepaskannya, ia malah mempermainkan perasaan sang istri. Ravian menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan, tepat di saat Nayara ingin pergi menjauh dari kehidupannya.
Sampul Novel Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri
8.4
Corinna hampir kehilangan nyawa akibat kekejaman ayah dan ibu tirinya. Beruntung, takdir mempertemukannya dengan Andres, pewaris paling berkuasa di Kota Driyver yang terkenal dingin. Setelah Corinna menyelamatkan hidupnya, kesepakatan bisnis di antara mereka perlahan tumbuh menjadi kisah cinta yang mengguncang publik. Banyak orang terkejut melihat bagaimana taipan penyendiri yang tak berperasaan itu kini berubah drastis menjadi sosok pria yang sangat bucin.
Sampul Novel Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!
9.8
Silvia mengorbankan segalanya demi menikahi Sienzo Gunawan lewat investasi 20 triliun. Namun, di malam pernikahan, ia justru dijebak dan ditiduri belasan teman Sienzo hingga hamil dan tewas saat bersalin di ruang bawah tanah. Terbangun kembali di masa lalu tepat saat keluarga Gunawan memohon investasi dan pernikahan bisnis tersebut, Silvia memutuskan untuk mengubah takdirnya. Kali ini, ia tidak akan menjadi korban lagi, melainkan membuat Sienzo membayar semua kekejamannya di masa lalu.
Sampul Novel Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita
8.5
Demi menghindari takdir kematian berulang akibat ancaman kejam Jonathan, Devanda mengambil langkah nekat. Ia menikahi Andriyan, sepupu Jonathan yang terkenal playboy, berharap pernikahan mereka akan cepat kandas. Namun, sikap dingin Devanda justru memicu obsesi mendalam dalam diri Andriyan. Kini, di tengah kejaran Jonathan yang ingin merebutnya kembali, Devanda harus bertahan menghadapi dua pria berbahaya tersebut demi meraih kebahagiaan sejatinya.