APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Semu yang Kukira Abadi

Cinta Semu yang Kukira Abadi

Pernikahan Richelle dan Dave harus tertunda untuk ke-33 kalinya setelah Richelle mengalami kecelakaan mobil tragis yang mengakibatkan sembilan belas patah tulang dan tiga kali kritis di ICU. Di tengah masa pemulihan yang menyakitkan di rumah sakit, Richelle tanpa sengaja menguping pembicaraan Dave dengan seorang teman di koridor. Ia terkejut mendengarkan pengakuan bahwa kecelakaan tersebut, serta insiden tenggelam sebelumnya, adalah ulah sengaja sang tunangan demi menunda pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 7

Malam itu, Richelle demam tinggi. Dia terbaring dalam keadaan setengah sadar selama dua hari, sebelum kesadarannya perlahan pulih.

Di tepi ranjang, duduk Dave. Melihatnya terbangun, dia menyentuh kening Richelle dan berkata pelan, "Akhirnya demammu agak turun."

Richelle menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Dia sama sekali tidak menanggapi, tidak peduli apa pun yang Dave katakan. Hingga akhirnya, dia mendengar Dave berkata, "Richelle, kamu nggak perlu terlalu khawatir. Aku pasti akan mengobati suaramu sampai sembuh."

Mata Richelle perlahan beralih menatapnya. Dia mencoba membuka mulut, tetapi tidak keluar satu suara pun. Tenggorokannya terasa perih dan panas seperti terbakar.

Melihat wajah Richelle yang panik, Dave menepuk bahunya pelan dan menjelaskan, "Demammu terlalu tinggi. Tenggorokanmu meradang, menyebabkan pita suaramu rusak. Hanya perlu operasi kecil, nanti akan sembuh."

Nada bicaranya tegas, membuat Richelle perlahan tenang.

Tiga hari kemudian, Richelle harus tampil. Dia menyuntikkan obat penahan rasa sakit agar bisa memaksakan diri menyanyi sampai akhir.

Anggota band yang sudah lama tidak bertemu dengannya mengajak makan bersama. Dia menolak karena besok dia akan menjalani operasi.

Mereka menyayangkan penolakan Richelle, tetapi tidak memaksa. "Kalau begitu nanti saja, kita masih punya banyak waktu untuk kumpul lagi ...."

"Aku akan pergi," ucap Richelle pelan sambil menatap mereka. "Tiket pesawatku lima hari lagi."

Semua orang tertegun. Beberapa saat kemudian, ada yang bertanya, "Tapi Richelle, bukannya pernikahanmu enam hari lagi? Kami bahkan sudah menerima undangannya."

Richelle menunduk dan menyahut, "Aku nggak jadi nikah. Kalian anggap saja nggak pernah menerima undangan itu."

Suasana hening. Semua orang tahu betapa Richelle mencintai Dave.

Richelle tersenyum tipis, memukul ringan bahu orang terdekatnya. "Kenapa sih? Katanya pernikahan itu kuburan. Aku cuma nggak mau terkubur. Kenapa malah sedih? Tenang saja, aku nggak akan berhenti bernyanyi. Karena sekarang hanya musik yang kumiliki ...."

Kalimat terakhirnya hampir tak terdengar.

Melihat ekspresinya yang tidak tampak dibuat-buat, barulah mereka tenang. "Richelle, nanti jangan lupa balik lagi ke sini ya. Jangan menghilang setelah pergi ...."

Richelle merasa ada tangan yang menggenggamnya. Suara berat Dave terdengar di telinganya. "Kamu mau ke mana?"

Ternyata Dave datang menjemputnya.

Richelle tidak menjawab, hanya berpamitan dengan anggota band, lalu masuk ke mobil. Setelah beberapa saat, Dave kembali bertanya. Richelle menjawab, "Aku berencana keluar dari band."

Dave sedikit terkejut. Dengan satu tangan memegang setir, dia bertanya lagi, "Kenapa keluar? Bukannya kamu suka musik?"

"Sekarang aku nggak suka lagi," jawab Richelle dengan nada datar.

Dave tidak menanggapi lebih jauh. "Operasimu besok pagi, aku sudah siapkan semuanya."

Richelle mengira Dave sendiri yang akan mengoperasinya. Kalaupun bukan dia, setidaknya dokter kepala. Jadi, dia tidak banyak bertanya.

Namun, ketika dia sudah berbaring di meja operasi dan obat bius mulai bekerja, barulah Richelle menyadari bahwa dokter utama yang akan mengoperasinya adalah Stevie, sementara Dave berdiri di samping sebagai asisten.

Richelle sangat menyayangi suaranya. Mana mungkin dia menyerahkannya kepada seorang dokter magang!

Dia berusaha bangkit dalam ketakutan, tetapi tubuhnya sudah lemas karena anestesi. Suaranya parau dan putus-putus. "Ganti orang ... jangan dia .... Dave ... kamu saja yang lakukan ...."

Dave membelai wajahnya dengan lembut dan berkata, "Tenanglah. Skripsi Stevie butuh praktik langsung dan nilai akademiknya yang terbaik. Kamu nggak perlu khawatir. Tidur saja, sebentar lagi semua selesai."

Begitu kalimat itu selesai, kesadarannya pun hilang total.

Saat terbangun, dia sudah berada di ruang rawat. Dia terdiam beberapa detik, lalu semua ingatan sebelum pingsan kembali membanjiri benaknya. Dia membuka mulut, tetapi yang keluar hanyalah suara parau seperti desisan udara.

Richelle memegang tenggorokannya dengan panik. Dia mencoba lagi dan lagi, tetapi tetap tidak ada suara. Matanya memerah karena cemas.

Pintu kamar terbuka. Dave masuk dan di belakangnya adalah Stevie.

Richelle segera menatap Dave dengan mata penuh harap, menunjuk ke tenggorokannya. Dave mengalihkan pandangan sejenak, lalu berkata, "Ada sedikit masalah waktu operasi. Tapi jangan khawatir, aku pasti akan memulihkan suaramu."

Mata Richelle membelalak, tubuhnya kaku seperti tersambar petir. Sedikit masalah? Kalau benar hanya sedikit, kenapa sikapnya seperti itu?

Tanpa sengaja, pandangannya bertemu mata Stevie di belakang Dave. Tatapan penuh ejekan dan rasa puas.

Richelle tak percaya. Sebelum insiden foto ancaman terjadi, dia memang sempat mencurigai Stevie, tetapi tidak menyangka seorang gadis bisa melakukan hal sekeji itu.

Sekarang semuanya jelas. Karena Stevie, ibunya meninggal. Karena Stevie, suaranya hancur. Amarah menyala. Richelle meraih benda hias di samping ranjang dan melemparkannya ke arah Stevie.

Dave langsung mengernyit dengan marah. Dia melangkah ke depan untuk melindungi Stevie di pelukannya. "Richelle! Kamu gila ya?!"

Richelle mengepalkan tangannya erat-erat, menatap mereka dengan mata penuh kebencian. "Dia ... sengaja ...."

Dave menatapnya dengan tatapan semakin dingin dan alis yang semakin berkerut. "Setiap operasi punya risiko. Apa hubungannya dengan Stevie? Jangan seenaknya menuduh orang hanya karena kamu nggak terima hasilnya."

Tatapan Richelle perlahan hampa saat menatap pria itu. Wajah Dave dipenuhi ketidaksabaran. Baginya, Richelle hanya sedang mengamuk tanpa alasan. Richelle tersenyum getir. Bagaimana bisa dia lupa? Tanpa kepercayaan buta dari Dave, Stevie tidak akan bisa berbuat sejauh ini.

Beberapa hari berikutnya, Richelle tidak mengucapkan sepatah kata pun. Setiap hari Dave datang ke ruang rawat, berulang kali menjanjikan akan memulihkan suaranya, tetapi Richelle tidak pernah menatapnya lagi.

Pada malam keempat, Richelle menerima pesan dari Stanley disertai rincian penerbangan dan sejumlah uang.

[ Richelle, ambillah uang ini. Gunakan untuk hidup baik-baik bersama ibumu. ]

Kabar tentang kematian Rami tidak pernah dia beri tahu Stanley. Dia tidak ingin Stanley khawatir. Richelle hanya membalas "oke".

Baru saja menyimpan ponselnya, Dave yang duduk di sofa berkata, "Richelle, aku ada urusan malam ini, jadi nggak bisa temani kamu di sini. Operasimu sudah kuatur. Dua hari lagi setelah pernikahan selesai."

Richelle tidak menanggapi. Sepuluh menit kemudian, Stevie memposting foto di media sosial. Kembang api di langit malam. Di sampingnya ada Dave yang menemaninya.

Tangan Richelle bergetar. Akhirnya dia membuka profil Stevie dan menekan tombol unfollow.

Keesokan harinya saat Richelle pergi, hujan lebat yang turun berhari-hari akhirnya berhenti. Sinar matahari menembus awan dan menyinari bumi.

Dia berjalan keluar dari gedung rumah sakit, mematahkan kartu SIM-nya dan membuangnya ke tempat sampah.

Dia melangkah di bawah cahaya matahari sendirian, menuju kehidupan barunya, kehidupan tanpa Dave.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B77153" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B77153
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
9.6
Vano, tunanganku, tega mendorongku ke kolam hingga nyaris tenggelam demi bermesraan dengan selingkuhannya, Melodi. Setelah aku selamat, ia malah berbohong bahwa aku terpeleset demi nama baiknya. Diliputi kemarahan mendalam, aku memutuskan pura-pura amnesia untuk menghancurkannya. Aku mengaku sebagai kekasih musuh bebuyutannya, Bahar Adijaya. Melihat kepanikan di wajah pucat Vano, aku tahu rencana balas dendamku yang mematikan kini resmi dimulai.
Sampul Novel Don't Leave Me
9.5
Amel, seorang mahasiswi polos, tak menyangka akan dilamar oleh Barry, yang merupakan kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Rupanya, Barry telah lama memendam rasa dan mengincar Amel secara senyap. Harapan Amel untuk membangun biduk rumah tangga yang indah seketika sirna begitu perselingkuhan suaminya terbongkar. Barry bermain api dengan sekretaris pribadinya, yang juga teman lama keluarganya. Amel kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau mengakhiri pernikahan yang menyakitkan ini.
Sampul Novel Pengantinku Menyembunyikan Banyak Rahasia
9.0
Charlie, pria sangat berkuasa, tidak sengaja bertemu Helena yang tampak polos. Di balik keluguannya, Helena sebenarnya adalah sosok jenius luar biasa yang ditakuti kalangan elite. Merasa wanita itu rapuh, Charlie bertekad melindunginya. Namun, situasi berubah kacau saat Helena tiba-tiba kabur. Charlie pun panik mencari sang gadis ke berbagai belahan dunia, karena ia tahu Helena adalah kunci utama yang akan membawanya menuju puncak kejayaan.
Sampul Novel PESONA IBLIS MAFIA KEJAM
9.6
Kendati telah kabur dari ayahnya demi menghindari dunia hitam, warisan darah mafia tetap mengalir kuat di tubuh pria ini. Di balik sosoknya yang sangat dingin, kejam, dan mematikan, ia memiliki ketampanan memikat layaknya iblis Lucifer. Kebrutalan serta bahaya yang menyelimuti dirinya justru menjadi magnet kuat yang tak bisa ditolak oleh para wanita dan orang-orang di sekitarnya, memancarkan pesona gelap yang begitu menawan.
Sampul Novel Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan
9.1
Maya, mantan pewaris manja, dijebak oleh tunangan dan putri kandung keluarganya hingga dipenjara empat tahun. Usai bebas, ia menikah dengan Karel, pria yang dicap sampah masyarakat. Namun, dunia terkejut saat Maya mengungkap rahasianya sebagai peretas jenius dan ahli perhiasan. Saat keluarganya memohon ampun, Karel ternyata adalah pengusaha legendaris yang sangat memuja istrinya. Kini, aksi balas dendam mereka dimulai.
Sampul Novel Setelah Pernikahan
9.5
Kebahagiaan Aurel Salsabila hancur lebur hanya dalam waktu tiga bulan sejak ia resmi menikah dengan Reno Sebastian, kekasihnya selama dua tahun. Di balik pernikahan yang ia dambakan, terungkap fakta pahit bahwa Reno telah berpoligami secara rahasia bersama mantan pacarnya, Ayunda. Kini, Aurel menyadari dirinya cuma dijadikan pelarian tanpa ketulusan. Ia pun dirundung dilema besar antara tetap bertahan dalam ikatan beracun ini atau memilih pergi meninggalkan Reno.