APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan

Saat Amber Aileen nyaris menyerah pada hidup akibat luka masa lalu, Gavin Austin datang menyelamatkannya. Di balik reputasinya yang kejam, pria itu justru memperlakukan Amber dengan penuh kehangatan. Hubungan mereka memicu murka dari ibu serta tunangan Gavin. Keadaan kian rumit setelah sebuah malam intim menyatukan mereka hingga Amber berbadan dua. Namun, di tengah harapan baru itu, sebuah kabar mengejutkan dari Gavin mengancam janji manis yang pernah ia ucapkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seperti lelucon, Kala tertawa kecil. Rasanya benar-benar tidak tahu dengan apa yang dipikirkan wanita di dekatnya itu. Wanita yang akan dijodohkan dengan putranya benar-benar terlihat lucu dan membuatnya ingin sekali tertawa keras. Hingga Kala menggelengkan kepala kecil dan memilih kembali menatap ke arah majalah di depannya.

Eveline yang melihat tingkah Kala pun mendesah kasar dan menyandarkan tubuh dengan punggung kursi. “Tante, aku takut kalau Gavin memang menyukai Amber,” keluh Eveline kembali. Bibirnya dimanyunkan dengan raut wajah masam. Terlihat jelas kekesalan di wajah wanita itu.

Kala yang masih asyik membalik lembar demi lembar itu pun menghentikannya. Dia menatap ke arah Eveline dan menaikkan sebelah bibir. “Kamu pikir anak tante memiliki selera yang rendah, Eveline?” Kala malah balik bertanya.

Eveline hanya bungkam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia benar-benar tidak bersemangat, tepatnya setelah Amber datang. Melihat Gavin yang menggunakan kekuasaan untuk mempertahankan Amber membuatnya penasaran. Apa yang menarik dari wanita itu? Biasanya Gavin tidak pernah menerima pekerja secepat itu. Hingga sebuah tangan meraih jemarinya dan menggenggam lembut, membuat Eveline menghentikan pikirannya dan menatap ke arah sang pelaku.

“Jangan cemas, Eveline. Amber, si asisten rumah tangga baru itu tidak akan pernah bisa meraih hati Gavin. Kamu tahu? Gavin memiliki standar yang begitu tinggi kalau masalah wanita. Itu sebabnya tante memilih kamu untuk dia karena memang hanya kamu yang pantas untuk dia,” ucap Kala, penuh percaya diri.

Eveline yang semula cemas pun langsung tersenyum tipis. Kata-kata dari Kala seperti angin segar untuknya. Perasaannya juga sedikit tenang karena mendapat dukungan dari wanita itu. Hingga sebelah tangan Kala beralih, mengelus pipinya pelan.

“Jangan takut kalau kamu akan kalah, Eveline. Sepenuhnya tante akan dukung kamu. Tante gak mau punya menantu seperti Amber, wanita miskin dan gak jelas itu,” ucap Kala dengan sinis.

Eveline langsung mendekatkan tubuh dan memeluk Kala erat. “Terima kasih, Tante. Tante Kala memang yang terbaik,” kata Eveline.

Kala tertawa kecil dan melepaskan dekapan Eveline. “Sudah, lebih baik kita lanjutkan melihat tasnya. Tante mau minta pendapat kamu untuk membelinya.”

“Tante, bisa kita pilihnya nanti? Aku mau kamar Gavin. Aku rasa aku mulai merindukannya,” kata Eveline dan menunjukkan deretan giginya yang rata.

Seperti sudah hafal dengan hal itu, Kala tersenyum manis dan menganggukkan kepala, memberikan izin untuk Eveline. Eveline yang melihat pun dengan semangat langsung bangkit dan menuju ke arah anak tangga.

Sedangkan Amber yang sudah sampai di depan kamar Gavin pun terdiam. Sejenak, dia mencoba mengatur napas dan meminimalisir perasaan gugup. Bagaimanapun ini adalah pertama kali dia melakukan tugas, membuat Amber sedikit was-was. Dia takut kalau akan membuat kesalahan yang memancing emosi Gavin. Apalagi dengan penjelasan Mega yang mengatakan kalau pria itu begitu dingin dan tidak berbelas kasih, membuat Amber semakin tidak karuan.

Amber yang sudah merasa membaik pun mulai mengulurkan tangan, mengetuk pintu di depannya. Dia menunggu seseorang di dalam ruangan itu memberikan dia izin masuk. sesekali, pandangannya menatap sekitar yang benar-benar sepi.

“Masuk.”

Amber yang mendengar suara itu dari dalam pun memegang gagang pintu. Perlahan, dia mulai membukanya dan melangkah pelan. Sebisa mungkin, dia tidak menimbulkan suara sama sekali. Hingga dia yang sudah berada di kamar Gavin pun menghentikan langkah dan menatap sekitar.

Kedua mata Amber terbuka lebar ketika melihat pemandangan di depannya. Kamar luas bernuansa abu dengan tatanan yang sempurna. Sebuah ranjang besar dengan dua nakas di setiap sisi. Terdapat televisi besar yang tepat menghadap ke arah ranjang. Kamar mandi yang terbuat dari kaca. Hingga Amber yang menyusuri seisi kamar berhenti di balkon kamar yang mengarah tepat ke bangunan perkantoran yang begitu megah.

“Mau sampai kapan kamu diam, Amber?”

Amber yang mendengar teguran itu pun tersentak kaget. Dia mengalihkan pandangan, menatap ke asal suara dan mendapati Gavin tengah duduk di sofa, tepat di sebelah jendela kamar. Melihat pria itu hanya menggunakan handuk dan membiarkan bagian atasnya terbuka membuat Amber kembali terdiam. Dia benar-benar terpesona dengan tubuh atletis pria itu. Katakan saja dia mesum, tetapi melihat Gavin dalam kondisi seperti saat ini benar-benar cukup menggoda dirinya.

Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena setelahnya dia tersadar. Amber pun dengan cepat menyingkirkan pikiran kotornya. Dengan tenang, dia melangkahkan kaki ke arah sofa. Dia tidak ingin membuat pria itu menunggu lebih lama lagi. Hingga Amber yang sudah sampai di dekat sofa pun menundukkan tubuh dan meletakkan gelas di depan Gavin.

“Silahkan, Tuan,” ucap Ambr sopan.

Gavin masih saja diam dengan sebelah kaki disilangkan. Dia meraih gelas itu dan menyeruput pelan. Sejenak, dia terdiam dengan raut wajah berpikir. Hingga dia menatap ke arah Amber berada.

“Kamu yang membuatnya?” tanya Gavin.

Amber hanya menganggukkan kepala. Ada perasaan cemas karena pertanyaan itu. Dia benar-benar takut jika ada yang kurang atau pria itu tidak menyukainya.

“Enak,” puji Gavin.

Seketika, Amber yang semula cemas langsung mengulas seyum lebar. Dia menundukkan tubuh dan mengucapkan terima kasih. Amber pun meminta izin keluar. Dengan semangat, dia memutar tubuh dan siap melangkah. Sayangnya, tepat saat itu, kakinya tersangkut sesuatu, membuat tubuhnya tidak seimbang.

Amber yang merasakan tubuhnya akan terjatuh pun langsung melebarkan kedua mata. Bisa dipastikan jika kali ini kepalanya akan mengenai meja di belakangnya. Dia bahkan sudah memejamkan mata, siap menerima rasa sakit dan malu, tetapi bukan hal itu yang didapat. Amber malah merasakan tubuhnya jatuh di sebuah tangan kekar.

Hening. Perlahan, Amber membuka mata. Dia penasaran, sebenarnya dia jatuh di mana. Tepat saat kedua matanya terbuka, tepat saat itu juga dia bersitatap dengan manik mata milik Gavin. Detak jantungnya bahkan langsung berhenti berdetak saat melihat pria itu menatapnya tajam. Tubuhnya benar-benar kaku, tidak dapat berfungsi dengan benar. Pikirannya tiba-tiba saja kosong, membuat Amber sulit bereaksi. Hingga pintu kamar terbuka.

“Gav….” Eveline yang baru saja masuk dibuat tercengang dengan pemandangan di depannya. Rahangnya mengeras, dengan kedua tangan mengepal. Tatapannya terarah tajam, tepat ke arah Amber berada.

Eveline melangkah lebar dan meraih tangan Amber. Dia menarik kasar, membuat Amber yang sempat melamun pun tersentak kaget. Namun, sata sudah berdiri sepenuhnya, Eveline langsung melayangkan tamparan di pipi Amber.

Plak. Amber yang menerima perlakuan itu pun terkejut dan menatap ke arah Eveline. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang akan dilakukan Eveline kali ini. tangannya memegang pipinya dengan air mata menggenag.

“Dasar jalang sialan! Kamu mencoba merayu calon suamiki? Kam—”

“Eveline.”

Eveline yang mendengar suara penuh peringatan dari Gavin pun diam. Pria itu memang tidak membentaknya, tetapi suara penuh penekanan itu sudah membuat Eveline sadar dengan apa yang terjadi. Kali ini dia hanya diam dan menahan emosinya.

“Amber, keluarlah. Lanjutkan pekerjaan kamu,” ucap Gavin dan langsung mendapat anggukan.

Sedangkan Eveline yang melihat Amber melangkah keluar pun menatap lekat. Aku akan buat kamu menderita, Amber, batin Eveline.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!
9.1
Sejak tahun pertama, rumah tangga Syafitri dan Guntur tak pernah sepi dari konflik. Sikap Guntur kian memburuk akibat campur tangan serta provokasi dari keluarganya sendiri. Walau telah berusaha bertahan dengan kesabaran penuh, Fitri akhirnya berada di titik jenuh. Ia memilih menyerah dan mundur dari pernikahan yang menyiksa batin ini. Kini, mereka menempuh jalan masing-masing demi menemukan kebahagiaan baru secara terpisah.
Sampul Novel Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
8.8
Delapan tahun perjuanganku mendapatkan hati Jake Burton runtuh seketika saat melihat kontak sang mantan masih disimpan dengan nama Sayang. Jake dan teman-temannya justru mencemoohku, menganggapku berlebihan. Tanpa sepatah kata pun, aku melangkah pergi membawa hasil pemeriksaan medis yang mematikan di saku jaketku. Di sisa umur yang tidak lama lagi, aku menyerah mengejar cinta yang menyiksa ini. Aku memilih pergi jauh, meninggalkan pria sombong itu selamanya.
Sampul Novel Dear Ex and Mistakes
9.1
Demi mengobati luka batin akibat perselingkuhan suami tercinta, aku memutuskan pergi enam tahun lalu. Di tengah upaya bertahan hidup dalam kehampaan rasa, takdir justru mempertemukan kami kembali. Mantan suamiku tiba-tiba muncul dan tinggal tepat di sebelah rumahku. Ia kini mencoba mendekat lagi, menyodorkan kembali harapan masa depan yang dahulu ia hancurkan demi perempuan lain. Sanggupkah aku membuka pintu maaf baginya?
Sampul Novel Dimadu Saat Koma
9.0
Terbangun dari koma pasca-melahirkan, Inara harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah berpoligami dan anaknya sendiri bersikap dingin. Di tengah rasa sakit akibat pengkhianatan tersebut, Feri, dokter sekaligus mantan kekasihnya, datang menawarkan kenyamanan. Inara yang terluka akhirnya terjerat dalam hubungan terlarang sebagai wujud balas dendam. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan yang hancur atau menyudahinya demi harga diri.
Sampul Novel Pacar Kedua dan Istri Rahasia
8.5
Demi melindungi Adiva dari bahaya pasca-insiden tragis, Rafka menyembunyikannya di London secara rahasia. Meski tahu cinta istrinya bukan untuknya, Rafka tetap tulus menjaga. Namun, Adiva justru menyusun rencana pelarian demi membalaskan dendam masa lalu. Ia menjebak saudara kembarnya, Agatha, agar bertukar peran untuk mengelabui pengawal Rafka. Saat Agatha terkurung di London, Adiva memakai identitas saudarinya demi menemui sang ayah dan memulai aksi balas dendam.
Sampul Novel Terpaksa Menjadi GIGOLO
9.3
Rendi Satria, pria tampan berusia 28 tahun berpostur ideal, sangat mencintai kekasihnya, Lisna. Namun, ketiadaan pekerjaan tetap membuat hubungan mereka terhalang restu orang tua Lisna. Demi membuktikan kelayakannya dan demi bisa menikahi sang pujaan hati, Rendi terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran tidak terduga dari sang tante untuk bekerja sebagai gigolo. Akankah pilihan ekstrem di dunia malam ini menuntunnya bersanding dengan Lisna di pelaminan?