APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Memang Begitu

Cinta Memang Begitu

Kematian tragis mengakhiri hidup sang protagonis yang lelah bersaing dengan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuanya yang bahkan menerima donor retinanya dan menikahi kakak kandungnya sendiri. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di kehidupan baru, ia memutuskan untuk berhenti memedulikan orang lain dan tidak lagi mengejar persaingan yang sia-sia. Dengan fokus sepenuhnya pada diri sendiri, ia justru menemukan jalan menuju kebahagiaan sejati yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aduh, Ibu lupa, kamu nggak bisa minum susu. Nanti Ibu buatkan kamu susu kedelai, ya." Ibuku buru-buru bicara untuk meredakan ketegangan, takut ketahuan kalau dia lebih sayang ke anak angkatnya daripada ke aku.

Brak! Ayahku membanting gelas ke meja dengan suara keras. Dia berbicara dengan nada kesal dan membentak.

"Kenapa sih harus ribet begitu? Kamu itu kebiasaan memanjakannya! Masih kecil sudah dimanja sampai nggak tahu aturan! Sebentar lagi kita harus urus pindahan sekolahnya Emma. Jangan buang-buang waktu!"

Kalau aku yang dulu, pasti sudah sakit hati dan mengamuk habis-habisan. Namun, sekarang, aku sudah mati rasa.

Aku duduk diam di ujung meja, melihat Emma yang terus menunduk makan sambil menyunggingkan senyum puas di bibirnya. Namun, saat mendongak, ekspresinya sudah dipenuhi kesedihan.

"Ayah, jangan bilang begitu ke Aubrey. Aubrey beda denganku. Dia dari kecil selalu dilindungi dan dimanja. Kalau dia agak manja, itu wajar kok. Itu tandanya kalian sangat menyayanginya."

Seperti biasa, orang tua yang sok suci itu lagi-lagi tersentuh sampai menitikkan air mata. Di dunia ini, bagaimana mungkin ada gadis kecil berhati malaikat seperti dia? Dibandingkan dengannya, aku yang sudah punya segalanya sejak kecil, tetapi tetap keras kepala, menjadi terlihat sangat tidak tahu diri. Tatapan mereka ke arahku kembali dipenuhi kekecewaan.

Namun, aku tidak peduli. Di kehidupanku yang sebelumnya, aku dan orang tuaku nyaris putus hubungan. Aku juga sudah tidak peduli bagaimana pandangan mereka padaku.

Aku bisa saja pura-pura menyenangkan Emma, berperan sebagai adik yang bodoh dan mudah dikendalikan. Dengan begitu, aku akan tetap jadi anak kesayangan dan bisa ikut menikmati sedikit sisa perhatian yang mereka berikan ke Emma.

Akan tetapi, aku akan membuat Emma sadar bahwa semua kasih sayang dan cinta yang dia rebut dengan susah payah itu, tidak ada nilainya di mataku.

Begitu mereka bertiga selesai mengurus kepindahan sekolah Emma dan pulang ke rumah, aku sudah mengosongkan kamar lamaku dan memindahkan semua barangku ke kamar pelayan yang tidak terpakai.

Bukan karena ingin menyerahkan kamar itu ke Emma, aku hanya ingin menjaga ruang privasiku sendiri.

Ayahku mengelus kepalaku dengan lembut dan berkata.

"Aubrey memang anak yang pengertian, pantas jadi anak kesayangan Ayah."

Kalau anak kecil lain mungkin akan senang bukan main mendengar kalimat itu. Namun, aku yang sudah hidup lagi tahu betul makna tersembunyi di baliknya. Aku hanya bisa jadi anak kesayangan mereka jika ikut bersikap seperti mereka yang selalu kasihan pada Emma dan mengorbankan kebahagiaanku demi dia.

Emma tiba-tiba masuk ke kamarku tanpa izin dan mulai melihat-lihat. Saat melihat perlengkapan menggambar lengkap yang dulu dibelikan orang tuaku, wajahnya mendadak pucat, lalu menangis manja sambil memeluk ibuku.

"Huhu. Aku juga ingin seperti Aubrey yang bisa menggambar dengan bebas dan tanpa beban."

Ibuku memandangku dengan canggung. Dia ragu-ragu cukup lama sebelum akhirnya angkat bicara.

"Maaf, ya, Aubrey. Demi menjaga perasaan Emma, bisa nggak kamu simpan dulu semua perlengkapan menggambarmu?"

Lagi-lagi seperti ini. Sejak kemunculan Emma, ruang gerakku makin lama makin sempit, sampai-sampai aku bahkan tidak berhak memiliki hobi dan impianku sendiri.

Di kehidupan sebelumnya juga sama. Karena mata Emma lemah dan tidak bisa menggambar terlalu lama, aku pun harus terus mengurangi waktu menggambarku.

Padahal aku adalah putri seorang pelukis, tetapi aku tidak bisa bebas membeli perlengkapan seni, tidak boleh ikut kelas pelatihan, cuma karena itu bisa membuat Emma bersedih.

Namun, Emma bisa meringkuk manja di pelukan Ayah, belajar menggambar langsung darinya. Semua hasil karyanya dibingkai dengan indah, sementara gambarku hanya bisa kusimpan diam-diam di dasar kotak lukis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel Chasing Vampire
9.1
Julian Donyoung, vampir berumur dua ratus tahun, berkelana demi menuntut balas atas kematian ibunya sejak perang klan 1822. Sangat antipati pada manusia, takdir malah membuatnya terpikat oleh Elena Karenina yang ceroboh. Konflik membara ketika terungkap bahwa Elena adalah keturunan klan Oyster, musuh bebuyutan Julian. Akankah cinta mereka bertahan, ataukah dendam lama ini kembali memicu pertumpahan darah baru di antara kedua kekasih tersebut?
Sampul Novel Cinta Rahasia Dibalik Identitas Tersembunyi
9.3
Hasrat Putri Daniella menikahi Pangeran Philip terusik sejak Erik Sebastian hadir. Walau berprofesi sebagai sopir desa, Erik memendam cinta mendalam pada sang putri sejak masa kecil mereka. Lembaran misteri pun terbuka saat rahasia besar terungkap. Erik bukanlah pemuda biasa, melainkan sosok putra mahkota yang sesungguhnya. Kini, takdir serta jalinan asmara mereka terjebak dalam teka-teki identitas yang membingungkan.
Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu
8.7
Astrid Ratchett, siswi antisosial korban perundungan, sangat menyukai novel fantasi karya Richard Mcgrory. Hidupnya berubah saat ia menemukan pintu misterius di balik lemari yang membawanya ke dunia fiksi tersebut. Di sana, Astrid menjelma menjadi gadis cantik berkedudukan tinggi. Kejutan besar menantinya ketika ia bertemu mendiang sahabatnya yang telah menjadi pangeran. Kini, ia harus melawan ancaman keluarga jahat demi menyelamatkan dunia itu sekaligus menguak rahasia di baliknya.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Reinkarnasi ke Zaman Ajaib
8.7
Setelah tewas dibakar oleh adiknya yang cemburu, sang protagonis terbangun kembali di hari pernikahan antara manusia dan binatang. Di kehidupan lalu, ia melahirkan pewaris aliansi dari Klan Serigala, sementara adiknya menderita bersama Klan Rubah. Kini, sang adik yang juga bereinkarnasi langsung merebut Jati Jatmiko, putra sulung Klan Serigala yang kejam. Tanpa disadari adiknya, keputusan itu justru menjadi awal dari petaka baru, sementara sang protagonis siap mengambil jalan berbeda dalam takdir teranyar ini.