APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Gadis Tanpa Nasab

Cinta Gadis Tanpa Nasab

Cinta Anna Lee, gadis blasteran di Korea, terhalang restu keluarga Emran akibat asal-usulnya. Di tengah badai itu, Shaka yang merupakan adik tiri Emran datang mendekatinya. Kebenaran terungkap saat orang tua Emran menyadari Anna adalah anak dari donatur terbesar pesantren mereka. Mereka pun berbalik arah dan mencoba menyatukan Anna dengan Emran lagi. Namun, setelah semua kepedihan dan perubahan hati yang terjadi, bersediakah Anna menerima cinta itu kembali?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Lillahi taala, Umi tidak akan pernah ridho dunia akhirat kalau kamu masih saja berhubungan dengan wanita yang tidak jelas nasab nya seperti wanita itu, Emran."

Tangan yang hendak mengetuk pintu, tiba-tiba membeku. Bibir mungil yang sepanjang jalan tersenyum, perlahan memudar. Manik mata berbinar-binar, seketika berubah nanar. Dada berasa ditimpa batu-batuan besar, begitu berat dan sesak mendengar ucapan lantang seorang wanita baya berpakaian sari' yang pernah menyambutnya dengan sangat hangat. Ya, dia masih ingat betul pada pemilik khas suara itu.

Emran memegang lengan sang ibu yang sudah nampak keriput,hendak mencoba menenangkan emosinya yang tengah meluap. Namun, sang ibu justru menepis kasar tangannya dan berkata lantang.

"Jangan pegang umi, umi kecewa sekali sama kamu. Jauh-jauh kamu sekolah ke negara Korea, kenapa menjalin hubungan dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya dan juga agamanya? Kamu tau bukan, kalau keluarga kita ini keluarga terhormat dan terpandang. Abi mu seorang ustad dan pengelola pondok pesantren yang cukup terkenal. Apa kata orang nanti, Emran! Apa kamu mau mempermalukan umi dan Abi mu?"

"Bukan kah kemarin umi sudah setuju? kenapa sekarang berubah pikiran? dia gadis baik-baik, umi. Dia gadis yang selalu menjaga kehormatannya."

"Jangan paksa umi. Pokoknya umi tidak sudi punya menantu anak haram."

Brugh

Suara dentuman yang terdengar cukup keras itu mengalihkan perhatian dua pasang mata ke arah pintu yang tertutup rapat.

"Anna, apa itu Anna!" ucap bathin Emran. Raut wajahnya berubah tegang. Dia ingat jika hari ini meminta sang kekasih untuk datang ke rumahnya. Nanti malam akan ada acara keluarga sekaligus ingin mengenalkan dia pada ayahnya yang masih dalam perjalanan pulang dari luar daerah.

Emran berlari ke arah pintu. Namun setelah pintu dibuka, dia tidak menemukan siapapun di luar sana. Dia cukup terkejut ketika melihat di bawahnya, ada sebuah pot bunga dalam keadaan pecah berserakan.

"Apa yang terjadi, Emran?" Sang ibu berdiri di belakang Emran. Karena Emran tidak menjawab pertanyaannya, dia membuka pintu lebar-lebar agar dapat melihat apa yang terjadi diluar. Bola matanya melebar ketika melihat apa yang terjadi.

"Astaghfirullah hal adzim, siapa yang berani merusak pot bunga kesayangan umi, Emran?"

Emran tidak mempedulikan pertanyaan wanita baya itu. Dia berjalan keluar dan mengedarkan pandangan ke sekeliling pekarangan rumah yang cukup luas. Namun, dia masih belum menemukan sosok yang membuat pot bunga kesayangan sang ibu berserakan.

Belum puas hanya dengan mencari disekitar pekarangan, Emran berjalan lebih jauh. Tanpa sengaja, ekor mata menangkap sosok wanita berhijab sedang memasuki sebuah taksi di seberang jalan yang cukup jauh sehingga dia kesulitan mengejarnya.

Meskipun wajahnya tidak nampak dengan jelas, tapi Emran meyakini bahwa gadis itu adalah kekasihnya. Emran masih ingat betul warna dan motif hijab yang pernah dibelikan untuknya. Pada saat dia baru tiba di Indonesia, Emran memberikan dua hijab yang berbeda warna dan motif. Emran sengaja memberikan hijab agar kekasihnya memakai hijab-hijab itu ketika bertemu dengan keluarganya.

Dret

Dret

Tas kecil milik seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam taksi bergetar. Dia merogoh tas itu dan menatapnya nanar. Nama "love" di layar ponsel merk biasa sedang memanggil. Dia mematikan dan menyimpannya kembali kedalam tas.

"Maaf nona, kita mau kemana ya?" Tanya sang sopir ketika taksi sudah bergerak melaju.

"Jalan saja, pak!" Gadis itu menjawabnya datar. Sang sopir mengangguk tanpa bertanya ulang.

Dia memegang dadanya yang begitu sesak, sesak sekali. Bersamaan dengan itu, airmata yang sudah menumpuk di kelopak mata akhirnya mengalir deras. Hinaan orang tua kekasihnya tadi sangat menyakiti perasaannya. Seburuk itukah dia di mata keluarga pria yang dicintainya? Hanya karena dilahirkan dari rahim seorang wanita tanpa memiliki seorang suami.

Dia merasa keputusannya hingga menentang sang mama untuk pindah sekolah ke negara dimana pria yang dicintainya tinggal merupakan hal yang sia-sia. Ternyata, keluarga pria yang dicintainya tak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Keluarga yang agamis, baik, hangat, ramah dan mau menerimanya tanpa memandang bibit, bebet serta bobot.

"Maaf, sebenarnya tujuan nona mau kemana? Apa hanya mau memutar-mutar kota saja?

Mendengar pertanyaan sang sopir yang sudah kesekian kalinya, gadis itu hanya bergeming. Dia bingung tidak tau harus pergi kemana. Tapi yang pasti, dia ingin menghindari Emran untuk sementara waktu.

"Nona!"

"To-tolong bawa saya ketempat yang dapat menenangkan hati, pak!" ucapnya setelah sekian lama terdiam.

"Kemana, non?"

"Terserah."

"Lah, kok..." sang sopir garuk-garuk kepala kebingungan.

"Saya orang baru. Jadi tidak hapal nama-nama tempat yang ada di kota ini."

"Memangnya nona ini berasal dari mana? wajah nona seperti bukan wajah orang Indonesia asli, tapi nona fasih berbahasa Indonesia."

Dia tersenyum hambar, haruskah bercerita dari mana asalnya? Bagaimana jika sang sopir mengulik latar belakangnya lalu bersikap seperti orang tua kekasihnya? Dia pun memilih bungkam.

Dari pantulan kaca diatas kepalanya, sang sopir dapat melihat pancaran kesedihan di raut wajah gadis itu. Tiba-tiba, dia teringat pada suatu tempat yang mungkin lebih cocok dikunjungi bagi orang yang sedang bersedih.

"Kita sudah sampai ditempat yang tenang, nona!"

Dia tersentak sadar setelah sepanjang jalan hanya duduk diam dan termenung. Bahkan dia tidak sadar, berapa kilo meter perjalanan yang sudah mereka tempuh.

Dia melihat keluar. Di penghujung sana, nampak deburan ombak saling menggulung-gulung.

"Bapak membawa saya ke pantai?"

"Iya non, habis saya bingung mau membawa nona kemana. Kata orang-orang sih pantai itu tempat yang cocok untuk nenangin pikiran."

Dia menghembuskan nafas besar. Sebenarnya, dia tidak menyukai pantai, sebab pantai pernah menyisakan trauma saat dia berkunjung ke pantai bersama sang mama dan sang paman beberapa waktu silam. Namun, dia tidak mungkin menyalahkan sang sopir, sebab sopir itu tidak bersalah, dan dialah yang salah telah memintanya terserah hendak membawanya kemana saja.

Dia berdiri di bibir pantai yang jaraknya cukup jauh dari laut. Menatap lautan biru dengan ombak yang saling kejar-kejaran. Burung-burung beterbangan di atasnya menambah keindahan pantai tersebut.

" Uncle, teman-teman ku sering diantar sekolah oleh papa dan mamanya. Tapi kenapa aku hanya diantar sama mamaku saja?"

"Kalau kamu mau, uncle yang akan mengantar kamu ke sekolah tiap hari."

"Tapi uncle Choi bukan papaku. Aku hanya ingin diantar oleh papaku seperti teman-temanku. Dimana dia sekarang uncle?

"Uncle..."

"Kalau uncle tidak ingin memberitahu, aku akan menanyakan nya pada mama. Mama pasti tahu dimana papa."

"Jangan, jangan pernah bertanya pada mamamu. Kamu...tidak ingin melihat mamamu sedih bukan?"

Dia memejamkan mata. Kalimat terakhir kepercayaan keluarga Lee itu kembali terngiang di otaknya. Kalimat larangan yang membuatnya bungkam hingga belasan tahun lamanya.

"Aaaaaaa..."

"Woy, jangan berisik."

Sontak dia terkejut. Di tengah sedang menumpahkan rasa kekecewaannya, terdengar suara seseorang melarangnya berteriak.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!
9.1
Saat menyiapkan makan malam, Amara dikejutkan oleh permintaan cerai suaminya, Damien Crowhurst. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan akibat kebangkrutan keluarganya, Amara sepakat berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya membuat Damien dan Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya, terkejut. Usai empat tahun terjebak dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi merasakan kebebasan yang nyata.
Sampul Novel Di Ranjang Majikanku
8.3
Binar baru memulai pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga kaya raya. Namun, ia justru tidak sengaja menyaksikan sang tuan sedang memuaskan diri di kamar. Ketegangan meningkat saat Binar kembali tertangkap basah menguping pertengkaran sang majikan dengan istrinya. Kemarahan pria itu memicu serangkaian kebetulan yang tak terduga. Binar pun kini semakin terjerat dalam pusaran hubungan terlarang yang melibatkan dirinya dan sang majikan.
Sampul Novel Gapai Mimpi di Usia Senja
9.5
Di hari ulang tahun Ryan yang ke-70, Elita pulang dalam kondisi basah kuyup hanya untuk mendapati rumahnya terkunci. Kabar mengejutkan datang dari tetangga yang menyebut Ryan telah menikah lagi dan sedang berada di hotel bersama istri barunya. Sebulan lalu, Elita menyetujui perceraian formal demi menyelamatkan diri dari klaim utang saham Ryan, bahkan putranya sendiri yang mengasingkannya ke rumah lama. Kini, Elita menyadari bahwa semua alasan itu hanyalah kebohongan besar untuk menyingkirkannya.
Sampul Novel Istri Dadakan
9.5
Akibat skandal satu malam yang terbongkar oleh ayahnya, Dave terpaksa menikahi Rachel secara tiba-tiba. Pernikahan paksa ini membuat Dave sangat membenci Rachel karena merasa kebebasannya telah direnggut. Di sisi lain, Rachel sebenarnya sudah mempunyai kekasih sebelum mereka dipaksa bersatu. Terjebak dalam kebencian dan situasi tanpa pilihan, sanggupkah rumah tangga Dave dan Rachel yang tanpa dilandasi rasa cinta ini bertahan melewati berbagai rintangan?
Sampul Novel Suamiku Detektif Berdarah Dingin
8.0
Ujian dari wanita misterius menjebak seorang detektif dalam kasus rekayasa. Kini, ia mengemban misi khusus untuk mendekati dan menikahi seorang gadis muda. Target barunya ternyata bukan sosok biasa, melainkan putri tidak sah dari pria paling kaya di negeri ini. Di tengah konspirasi besar yang menyelimuti identitas sang pewaris takhta, sang detektif harus berjuang keras menaklukkan hati gadis tersebut demi menuntaskan tugas rahasianya.
Sampul Novel Takkan Kembali Lagi
8.5
Vincent Gredi dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus pemimpin mafia kejam yang memperlakukan istrinya, Abella, sebagai pion politik. Puncak kekejaman terjadi saat selingkuhan Vincent mencelakai Abella dan bayinya hingga sang anak tewas, disusul kematian ibunya. Setelah terbangun dari koma, Abella menuntut kebebasan dari keluarga Gredi. Ketika Vincent akhirnya berlutut memohonnya kembali, Abella telah berubah menjadi sosok tegas yang tidak akan pernah menoleh lagi pada masa lalunya.