APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian

Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian

Tiga tahun Wenny Cladia merawat suaminya, Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali, membuat Wenny sadar bahwa ia hanya dimanfaatkan. Enggan terus dihina, Wenny melayangkan gugatan cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang melabrak, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggapnya jelek kini menjelma menjadi dokter ahli medis yang menawan dan siap menantangnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Wenny juga menatapnya dan mengulanginya dengan lembut tapi tegas, "Ayo bercerai! Hendro, apakah kamu menyukai hadiah ulang tahun ini?"

Wajah Hendro tak berekspresi. "Hanya karena aku tidak merayakan ulang tahun bersamamu, kamu ingin bercerai?"

Wenny, "Hana sudah pulang, bukan?"

Saat menyebut Hana, Hendro mencibir.

Hendro melangkah mendekatinya, "Apa kamu keberatan dengan Hana?"

Sebagai generasi termuda dewa perang bisnis, Hendro memancarkan aura kuat yang berasal dari kekuasaan, identitas, uang dan statusnya. Saat Hendro mendekat, Wenny mundur tanpa sadar.

Punggungnya terasa dingin dan Wenny pun bersandar ke dinding.

Pandangannya tiba-tiba menjadi gelap. Hendro sudah mendekatinya, dia menopang tangannya ke dinding dan mendorong Wenny ke dinding.

Hendro menatapnya sambil tersenyum, "Semua orang di Kota Livia tahu bahwa orang yang akan kunikahi itu Hana. Bukankah kamu berusaha keras menikahiku dan menjadi istriku? Kamu tidak keberatan saat itu, lalu kenapa bersikap munafik sekarang?"

Wajah Wenny menjadi pucat.

Ya, orang yang akan dinikahinya itu Hana.

Kalau bukan karena Hendro menjadi vegetatif, mana mungkin Wenny bisa menikahinya?

Wenny tidak pernah lupa saat Hendro sadar dan menatapnya dengan penuh kekecewaan dan ketidakpedulian di matanya.

Kemudian, mereka selalu tidur di kamar terpisah dan Hendro tidak pernah menyentuhnya.

Hendro mencintai Hana.

Wenny tahu semua ini, tapi...

Wenny menatap wajah tampan Hendro dalam-dalam. Wajahnya perlahan-lahan tumpang tindih dengan wajah di masa kecilnya. Hendro, apa benar kamu tidak mengingatku lagi?

Ternyata hanya Wenny yang masih berada di tempat semula.

‘Lupakan saja.’

‘Anggap saja tiga tahun ini untuk memenuhi keinginannya.’

Wenny menekan kepahitan dan rasa sakit di hatinya, sambil berkata, "Hendro, mari kita akhiri pernikahan tanpa seks ini."

Hendro tiba-tiba mengangkat alisnya dan berkata, "Tanpa seks?"

Hendro mengangkat tangan dan mencubit dagunya, ibu jarinya menekan bibir Wenny dengan ambigu, "Jadi, ini sebabnya kamu ingin bercerai? Kenapa, apa kamu menginginkannya?"

Wajah Wenny tiba-tiba tersipu, bagaikan buah beri yang matang.

‘Bukan itu maksudnya!’

Kini, ibu jarinya menyentuh bibir merahnya, sambil meremas dengan jahat. Wenny tidak menyangka bahwa pria yang begitu tampan dan mulia akan memiliki sisi yang begitu dewasa dan sembrono.

Hendro meremas bibirnya.

Ini pertama kalinya Hendro menatap Wenny dari jarak sedekat itu. Wenny selalu mengenakan gaun hitam putih serta kacamata berbingkai hitam besar di wajahnya, membuat dirinya tampak seperti wanita tua.

Namun, saat mendekat, Hendro menyadari bahwa wajah mungilnya hanya seukuran telapak tangan. Fitur wajahnya yang tersembunyi di balik kacamata berbingkai hitam sangat cantik dan anggun, dipadukan dengan sepasang mata besar, tampak menawan.

Bibirnya lembut.

Di mana pun jarinya menekan, warna merah cerah itu akan menghilang, tetapi akan langsung bangkit kembali, sangat lembut dan elastis.

Itu membuat orang ingin menciumnya.

Tatapan Hendro agak gelap, "Aku tidak menyangka Nyonya Jamil memiliki hasrat yang begitu kuat. Kamu begitu mendambakan pria?"

Plak!

Wenny mengangkat tangan dan menamparnya.

Hendro tercengang dengan pukulan ini.

Wenny sangat marah. Memang benar kalau mencintai dengan terlalu rendah hati, ketulusan hatinya bakal diinjak-injak. Hendro benaran mempermalukannya seperti ini.

Wenny berkata dengan marah, "Aku tahu kamu selalu mencintai Hana. Sekarang aku bakal mengembalikan posisi Nyonya Jamil padanya!"

Wajah tampan Hendro tiba-tiba berubah dingin. Dirinya yang bermartabat belum pernah ditampar oleh siapa pun!

Hendro menatapnya dengan dingin, "Wenny, kamu kira bisa menikah dan menceraikanku kapan pun kamu mau. Kamu menganggapku siapa?"

Wenny tertawa, "Mainan."

Apa?

Hendro tercengang.

Wenny menahan rasa sakit hati dan berkata, "Kamu adalah mainan yang aku rebut dari Hana. Sekarang aku sudah bosan dan ingin membuangnya."

Hendro tampak murung. "Oke, Wenny, kamu memang hebat. Bercerai saja. Sebaiknya kamu jangan menangis dan memohon untuk kembali bersama!"

Hendro naik ke atas dan memasuki ruang kerja. Dia membanting pintu ruang kerja dengan suara keras yang memekakkan telinga.

Wenny tampak kehilangan semua kekuatannya, tubuhnya menjadi lemas.

Dia berjongkok di karpet dan memeluk dirinya sendiri. ‘Hendro, aku tidak akan mencintaimu lagi.’

...

Pagi berikutnya.

Mbak Nur mendorong pintu ruang kerja dan masuk.

Hendro sedang duduk di meja kantor sambil melihat dokumen. Dia dikenal sebagai pecandu kerja.

Mbak Nur memanggil, "Pak."

Hendro bahkan tidak mengangkat kepalanya. Jelas bahwa dia sedang dalam suasana hati yang buruk, suhu di sekitarnya sangat dingin.

Mbak Nur dengan hati-hati meletakkan kopi di sebelah tangannya dan berkata, "Pak, ini kopi yang dibuat oleh Nyonya untukmu."

Tangan Hendro yang memegang pena berhenti sejenak, ekspresi dingin di wajahnya menjadi lembut.

‘Apakah dia minta berdamai?’

Sejujurnya, Wenny adalah istri yang baik. Dia akan memasak sesuai selera Hendro, mencuci pakaiannya dengan tangan dan mengurus kehidupan sehari-hari.

Hendro mengambil kopi dan menyesapnya.

Itu adalah kopi yang diseduh Wenny, juga rasa yang disukainya.

Namun, Hendro masih marah.

Wenny menamparnya tadi malam, Hendro akan marah karena hal ini untuk waktu yang lama.

Itu bukan sesuatu yang dapat diredakan dengan secangkir kopi.

Hendro bertanya, "Nyonya sudah tahu bersalah?"

Mbak Nur melirik Hendro dengan ekspresi aneh, "... Pak, Nyonya sudah pergi."

Hendro terkejut dan menatap Mbak Nur.

Mbak Nur mengeluarkan sesuatu dan berkata, "Pak, Nyonya pergi membawa kopernya dan memintaku untuk memberikan ini padamu."

Hendro mengambil kertas itu dan membukanya. Kata [Surat Perceraian] muncul di hadapannya.

Hendro terdiam, dia menyangka Wenny sedang minta berdamai!

Mbak Nur, "Pak, Nyonya memintamu segera menandatanganinya."

Hendro melirik cangkir kopi itu, "Buang! Buang semuanya!"

Mbak Nur, "Pak, tadi kamu sangat menyukai kopi ini, kenapa mau dibuang?"

Mbak Nur tidak berani berkata-kata, dia segera pergi membawa kopi.

Wajah tampan Hendro tampak muram. Dia membaca surat perceraian tersebut. Wenny tidak menginginkan sepeser pun dan akan meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun.

Hendro mencibir. ‘Wenny benaran keras kepala, dia tidak menginginkan sepeser pun darinya. Bagaimana mungkin seorang gadis desa seperti dia punya biaya hidup?’

‘Tiga tahun lalu, Wenny bersusah payah untuk menikahinya, bukankah itu demi uang?’

Tiba-tiba, Hendro menyipitkan matanya karena dia melihat alasan perceraian.

Alasan perceraian yang ditulis oleh Wenny, [Kesehatan pihak pria buruk, mengalami disfungsi seksual dan tidak dapat memenuhi kewajiban perkawinannya.]

Hendro, "..."

Wajahnya yang tampan menjadi murung.

‘Dasar wanita sialan!’

Hendro mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Wenny.

Tak lama kemudian, panggilan itu tersambung dan terdengar suara Wenny, "Halo."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pelakor.
9.3
Hari pernikahan Nada yang dinanti justru menjadi awal kehancuran hidupnya. Di hadapan para tamu, seorang wanita muncul membeberkan kenyataan pahit bahwa calon suami Nada telah memiliki istri sah. Skandal memalukan ini mencoreng nama baik keluarganya. Kini, di balik rasa kecewa dan luka mendalam akibat dikhianati, Nada harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih berat. Ia mendapati dirinya sedang mengandung anak dari pria yang telah menghancurkan masa depannya tersebut.
Sampul Novel Dear Clarissa
7.9
Dua tahun Clarissa bertahan di kerasnya dunia malam Jakarta demi menjaga dirinya. Namun, ketenangannya terusik oleh Arga, pelanggan tetap yang sangat terobsesi padanya. Meski Clarissa benci pria dan terus menghindar, kuasa Arga membuatnya tak berkutik. Di sisi lain, perjuangan Arga meluluhkan Clarissa terhalang penolakan keras saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa akhirnya takluk pada pria yang kini terus membayangi hidupnya itu?
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Kehidupan Dion berbalik arah setelah menolong Kayla dari ancaman bahaya bersama Nenek Melati. Kagum akan ketegaran Kayla, sang nenek bertekad menjodohkan mereka. Rencana ini ditentang keras oleh Bu Ratna yang lebih memilih Amara, sosok ambisius pengejar status, untuk Dion. Demi menyingkirkan Kayla, Amara merancang intrik licik untuk membongkar masa lalu kelam sang rival. Kini, Dion harus berjuang menghadapi tekanan keluarga dan konspirasi jahat demi melindungi cintanya.
Sampul Novel Kumpulan Kisah Dewasa
8.8
Antologi romansa modern ini mengupas dinamika hubungan dewasa melalui sudut pandang tokoh-tokoh dari bermacam profesi dan kelas sosial. Setiap karakter menyajikan perspektif berbeda dalam menghadapi keintiman, konflik perasaan, serta pasang surut kehidupan. Lewat pergulatan para protagonis dan antagonis, pembaca akan diajak menyelami sisi terdalam dari kisah cinta mereka, sekaligus memetik pelajaran berharga dari setiap peristiwa yang terjadi.
Sampul Novel Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku
9.5
Setelah terlahir kembali, Yonatan memutuskan mundur dari industri musik demi menghindari tragedi masa lalu. Di kehidupan sebelumnya, ia dituduh memplagiasi karya Sherwin hanya karena kalah cepat rilis sepuluh menit, memicu perundungan kejam yang menewaskan orang tuanya. Kini, saat sang mantan pacar dan Sherwin berpura-pura peduli di depan media, Yonatan memilih mengabaikan mereka. Ia bertekad melindungi keluarganya dan mengungkap kebenaran di balik pencurian lagunya dalam kisah romantis penuh misteri ini.
Sampul Novel Mencintai Anak Kakakku
8.0
Sejak kecil, Ara Qubilah Iskander, gadis keturunan Turki, sangat mengagumi pamannya sendiri, Chandra Syauqi Abimana. Bagi Ara, adik ibunya itu adalah pahlawan impian. Namun, Chandra justru merasa sangat terganggu dengan keberadaan Ara. Hubungan mereka kian memburuk saat sebuah kesalahpahaman fatal di suatu malam memicu kebencian mendalam di hati Chandra. Akankah Ara tetap bertahan dengan kekagumannya, ataukah hubungan paman dan keponakan ini akan hancur selamanya?