APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Kecantikan paras Mary Aram dari muara Mua justru menjadi kutukan yang membelenggu kebebasannya. Di tengah kepungan orang-orang serakah dan licik, ia dipaksa menjadi boneka tanpa daya. Namun, penderitaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Mary menemukan kekuatan baru saat menyadari bahwa cinta sejati bukanlah sebuah kepalsuan. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk bangkit melawan, demi merebut kembali martabat dan hak atas hidupnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aku mohon! Ini tidak benar!" Gadis itu mulai menangis ketika Amar Mea Malawi melakukan penjelajahannya.

"Kau sangat cantik, aku menginginkan dirimu! Aku tidak rela bila Adam Mizeaz atau tunanganmu memiliki dirimu," bisikan-bisikan Amar Mea Malawi membuat Mary Aram sangat ketakutan.

"Aku mohon, pulangkan aku! Ini tidak benar," penjelajahan itu semakin merambah ke area terlarang, Mary Aram diliputi rasa malu dan geram merasa terhina.

Terlebih ketika Amar Mea melepas mantel dan piyamanya, rasa ketakutan itu semakin memacu jantung Mary Aram, menambah rasa pening kepala.

"Aku mohon jangan! Ini tidak benar!" Tubuh hangat Amar Mea melekat bagai selimut menguasai tubuh Mary Aram. Sesuatu menggeliat mengetuk pintu istana misteri.

"Aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa melepaskan dirimu begitu saja. Duniaku akan menjadi milikmu sepenuhnya, dan duniamu akan menyatu dalam duniaku sepenuhnya," dalam geraman kegagahan Amar Mea mendesak masuk ke dalam diri Mary Aram.

Gadis itu tersentak! Rasa sakit dalam desakan melebihi rasa sakit pada luka tubuhnya, memacu teriakan amarah Mary Aram. 'Malu! Terhina! Terjajah! Putus asa!' Bercampur menjadi satu membentuk luapan api amarah.

Desakan kuat itu menikam, menembus masuk hingga menyentuh dinding. Membuat Mary Aram terpekik dan napasnya berhenti sejenak.

"Sangat keterlaluan kau!" Mari Aram menangis di sela-sela napasnya yang nyaris putus. Jemari tangannya mencengkram pinggang polos Amar Mea Malawi. Kukunya yang tajam menggores pinggang kokoh itu.

Dalam kegagahan seorang pria, Amar Mea Malawi menuntaskan penjelajahan api cintanya bersimbah peluh.

"Keterlaluan! Sangat keterlaluan! Kau merampasku dalam keadaan tidak berdaya," Mary Aram menangis putus asa.

"Kau sepenuhnya menjadi milikku! Tidak akan ada pria lain yang dapat memilikimu, termasuk tunanganmu!" bisik Amar Mea mengecup bibir merah Mary Aram. "Aku berjanji menghormati dan mengasihi ayahmu hingga masa tuanya."

Amar Mea Malawi menyeka bukti kegadisan Mary Aram dengan sapu tangan putih beraroma bunga mawar.

Dalam luapan cintanya, Amar Mea Malawi berkunjung untuk kedua kalinya, kunjungan kali ini sangat lembut penuh perasaan. Namun bagi Mary Aram merupakan penyiksaan yang tidak kunjung berakhir.

'Aku tidak mengenalnya, bagaimana bisa ia berkuasa atas diriku?' Mary Aram terus menangis dalam pelukan berkuasa Amar Mea.

Menjelang waktu makan malam, Amar Mea bangkit untuk membersihkan diri, hatinya diliputi kebahagiaan.  Dengan penuh rasa sayang ia menyelimuti tubuh Mary Aram dengan selimut, serta mengecup keningnya.

"Kau sangat cantik dan anggun, aku tidak ingin kau menjadi milik orang lain," pria itu beranjak menuju kamar mandi. Tubuh gagahnya membaur dengan kesegaran aliran air, dengan memiliki Mary Aram, kini hidupnya merasa sempurna.

Sebenarnya Amar Mea M²alawi telah sering berjumpa dengan Mary Aram, gadis itu sering melakukan kerja sosial di perkampungan sekitar sungai induk.

Amar Mea Malawi sering menjumpainya mengajar anak-anak suku Mua Mua, senyumnya, tawanya, sangat menawan ketika bercanda dengan anak-anak.

Ketika membaur memasak di dapur adat sungai induk, sepertinya para wanita Mua Mua sangat menyayanginya. Tindak tanduk Mary Aram sangat sopan dan hormat terhadap para manula. Sungguh wanita yang langka di zaman sekarang.

Amar Mea Malawi sangat terkesan dengan sosok Mary Aram. Siapa sangka jika hari ini dirinya benar-benar berinteraksi dengan 'Dewi' sungai induk.

Jika 'Sang Dewi' sudah berada di tangan, untuk apa membuang waktu? Segera menikahinya adalah langkah yang terbaik.

Mary Aram terus menangis di atas tempat tidur. Ia memalingkan wajah ketika tuan muda Amar Mea Malawi keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk.

Tubuhnya tua muda Amar Mea Malawi memang ideal menawan, namun bagi Mary Aram tidak ubahnya sebagai sosok yang menakutkan. Pria itu mengobati luka di pinggangnya bekas cengkeraman kuku tajam Mary Aram.

Tepat pukul tujuh malam, pintu kamar diketuk. Patrice sang pelayan bersama seorang pelayan lain datang membawa makan malam dan obat.

"Mandikan nyonya muda, dan ganti alas tempat tidur dengan yang baru. Malam ini aku tidur di sini," tuan muda Amar Mea Malawi mengambil segelas anggur, dan berjalan menuju balkon.

"Baik Tuan Muda Mea Malawi," kedua pelayan itu segera membasuh diri Mary Aram, dan mengganti alas tempat tidur dengan yang baru.

Mary Aram hanya bisa menghela napas lalu memejamkan mata, tatkala melihat noda merah pada alas tidur. 'Secepat itukah keadaan berubah? Beberapa waktu lalu dirinya masih seorang Nona Besar Aram, kini berubah kedudukan menjadi Nyonya Muda Mea Malawi.'

'Ayah! Maafkan aku!' Mary Aram terisak, menyesali diri.

Seiring suara tangis sendu Mary Aram mewarnai ruangan kamar, sayup-sayup terdengar gumam-gumam lembut Nona Patrice sang pelayan berusaha menghibur dan menentramkan hati gadis itu.

Amat Mea Malawi duduk bersantai di balkon, ia memejamkan mata menikmati anggur sambil mengenang kembali momen indahnya bersama Mary Aram di atas tempat tidur. Sesekali pria itu tersenyum hanyut dalam fantasinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BadmiLove 2
9.4
Naila terkejut saat harus menikah dengan Irwan, pria asing yang baru ditemuinya. Walau konflik masa lalunya telah reda, ia kini terikat janji pada seorang dokter yang merupakan sahabat dari sepupunya. Irwan sendiri yakin mempersunting Naila hanya setelah dua kali bersua secara tidak sengaja. Dengan dukungan kerabat, pernikahan sederhana pun terlaksana saat liburan. Namun, benarkah ada cinta di hati Irwan? Bayang-bayang masa lalu Naila kini mulai mengancam awal pernikahan mereka.
Sampul Novel Cinta Sang Majikan
9.7
Saat Amber Aileen nyaris menyerah pada hidup akibat luka masa lalu, Gavin Austin datang menyelamatkannya. Di balik reputasinya yang kejam, pria itu justru memperlakukan Amber dengan penuh kehangatan. Hubungan mereka memicu murka dari ibu serta tunangan Gavin. Keadaan kian rumit setelah sebuah malam intim menyatukan mereka hingga Amber berbadan dua. Namun, di tengah harapan baru itu, sebuah kabar mengejutkan dari Gavin mengancam janji manis yang pernah ia ucapkan.
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Clara dikhianati oleh suaminya, Marco, yang mendorongnya ke jurang saat piknik demi bersama selingkuhannya, Chika. Meski terluka parah, Clara selamat dan mendengar rencana licik Marco yang ingin memalsukan kematiannya. Di tengah keputusasaan, tekadnya untuk membalas dendam membara. Kehadiran Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya yang datang menolong, menjadi titik balik bagi Clara. Bersama Julian, ia kini bersiap menghancurkan Marco.
Sampul Novel KEMBALI DALAM SENJA
9.7
Pernikahan tanpa cinta membuat seorang istri terjebak dalam kepedihan mendalam. Meski selalu berusaha bertahan dan menghormati suaminya, Mas Fairuz justru bersikap dingin serta tidak peduli. Setiap pertanyaan tulus yang ia ajukan selalu dibalas dengan ucapan kasar yang menyayat hati. Hal ini menegaskan bahwa ikatan pernikahan mereka hanyalah beban tanpa kebahagiaan. Di tengah sikap abai sang suami, ia pun harus berjuang sendirian menghadapi kenyataan hidup yang menyesakkan.
Sampul Novel Menjadi Ibu Susu
8.5
Kehidupan Viona, wanita yang terjebak di dunia malam dengan nama panggung Ros, berubah total saat ia menjadi ibu susu bagi Melati, bayi piatu yang malang. Di tengah tanggung jawab baru tersebut, ia menghadapi pergulatan batin yang sangat berat. Viona harus tetap bersikap profesional dalam mengurus Melati, sembari berjuang keras menekan benih-benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya terhadap ayah kandung bayi tersebut.
Sampul Novel Sejuta cerita di balik pintu kos
8.2
Menginjak usia tujuh belas tahun, Dens Bagus memutuskan merantau ke Solo. Menempati kamar kos nomor tujuh berpintu cokelat, ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat kontras dari rumah asalnya. Di lorong kos sederhana tersebut, keseharian Dens diwarnai interaksi bersama Bu Kos yang tegas tetapi perhatian, Mei Lin yang periang, Li Hua yang tertutup, Fajar yang menjengkelkan, serta Mas Arya yang misterius. Bersama mereka, ia mulai mengarungi dinamika kehidupan kota yang asing.