APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional

Cinta Aliansi, Cinta Transaksional

Pernikahan aliansi kaum elite mengizinkan perselingkuhan asal istri sah mendapat kompensasi setara. Dean Ramosh memegang erat aturan ini. Meski keluarga Calista Syahrina bangkrut, Dean tetap memanjakannya dengan kemewahan berlipat ganda dibanding selingkuhannya. Saat orang lain memintanya bersyukur, Calista memang sangat bersyukur. Namun, tepat ketika Dean memberinya Vila Northcoast No. 1 demi mengimbangi hadiah rumah untuk selingkuhannya, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Bab
Bagikan

Bab 4

Petugas ambulans segera tiba. Setelah melakukan perban darurat, Calista langsung bergegas menuju kamar rawat ibunya. Begitu masuk, dia melihat kepala perawat sedang bersiap mencabut selang oksigen ibunya.

"Berhenti! Kalian semua berhenti!"

"Aku istri Dean, ini rumah sakit milik Keluarga Ramosh. Siapa yang memberi izin kalian menyentuh ibuku?" Calista menggigit bibirnya sampai berdarah, suaranya keras dan bergetar.

Kepala perawat tampak serba salah saat berbicara, "Bu Calista, ini perintah langsung dari Pak Dean. Kami nggak berani melanggar. Mungkin ... Anda bisa bicarakan ulang dengan Pak Dean?"

Telepon segera tersambung. Suara Dean terdengar penuh ketidaksabaran. "Ada apa lagi?"

Calista menghirup napas dan berkata dengan suara gemetar, "Dean, bukankah kamu bilang selama aku berlutut, kamu akan melepaskan ibuku? Mereka sekarang mau mencabut oksigen ibuku. Bisa nggak kamu ...."

"Nggak bisa." Dean memotongnya tanpa ragu.

"Memang Arcelia nggak terluka tadi, tapi aku tetap nggak puas dengan sikapmu. Tenang saja, aku sudah tanya dokter. Cuma cabut selang, ibumu nggak akan mati semudah itu."

"Tapi ibuku sudah mati otak, dokter bilang ...."

Dean mengerutkan kening, jelas tidak ingin mendengar lebih jauh, "Apa kata dokter nggak penting. Aku masih harus menidurkan Arcelia. Sudah, aku tutup."

Telepon ditutup dengan kasar.

Kepala perawat mengangkat tangan tanda tak berdaya, lalu mencabut mesin pernapasan. Detak jantung ibu Calista langsung berubah menjadi suara rintihan lemah. Pasien yang sudah mengalami mati otak hanya bisa bertahan hidup dengan bantuan ventilator.

"Tidak ... jangan!"

Calista mencoba menerjang maju, tapi petugas medis menahannya dengan kuat. Dia hanya bisa menyaksikan ibunya menggigil, kejang, lalu perlahan menjadi tenang. Ketika dokter mengonfirmasi kematian, seluruh proses hanya berlangsung tiga menit.

Hanya dalam tiga menit ... Calista kehilangan satu-satunya keluarga yang masih hidup di dunia ini. Biang keladinya adalah Dean, pria yang dulu berkata akan menjaganya seumur hidup.

Pada saat yang sama, Arcelia memperbarui unggahan di media sosialnya, sebuah hasil pemeriksaan kehamilan.

[ Tolong ucapkan selamat untuk seseorang yang sebentar lagi akan menjadi ayah. ]

Ibu Dean menjadi orang pertama yang menekan tombol suka.

[ Luar biasa sekali Arcelia, Cuma beberapa kali saja sudah berhasil hamil. Nggak seperti seseorang yang nggak hamil-hamil itu. ]

[ Minggu depan biar Dean bawa kamu pulang makan bersama keluarga. ]

Arcelia membalas dengan satu emotikon malu-malu.

Calista menekuk sudut bibirnya. Jika dibandingkan dirinya, justru mereka berdua yang terlihat seperti ibu mertua dan menantu.

Air matanya membasahi surat kematian ibunya. Calista duduk sendirian di ruang jenazah hingga fajar menyingsing.

Waktu resmi perceraian dengan Dean masih tersisa 28 hari. Dalam beberapa hari berikutnya, Calista menanggung sendiri seluruh proses pemakaman ibunya. Mulai dari penyiapan jenazah, kremasi, hingga pemakaman.

Seluruh rangkaian itu memakan waktu tujuh hari.

Selama tujuh hari itu, Dean tidak pulang sekali pun. Namun, media sosial Arcelia memperbarui unggahan secara rutin.

Dean menemaninya melakukan pemeriksaan kehamilan. Dean menemaninya memilih ranjang bayi. Dean mencarikan jimat keselamatan untuk Arcelia dan calon bayi ....

Semua hal yang pernah Calista impikan untuk dilakukan bersama Dean, Dean malah melakukannya bersama Arcelia.

Hari ke-9 masa tenang perceraian.

Dean tiba-tiba mengirimkan banyak pesan kepada Calista. Semua isinya hanyalah tuduhan.

[ Ke mana kamu bawa ibumu? Aku cuma main-main sama kamu, apa perlu sampai kamu sembunyikan ibumu? ]

[ Memang benar kata Ibu, kamu memang terlalu manja. Cepat bawa ibumu kembali ke rumah sakit. Jangan sampai ibumu sengsara hanya karena kamu mau melawanku. ]

....

Namun, Calista hanya membalas satu kalimat.

[ Nggak perlu. ]

Dua kata itu cukup untuk membuat Dean pulang ke vila tengah malam. Dia menggenggam tangan Calista dengan erat dan wajahnya penuh amarah, "Apa maksudmu? Apa itu 'nggak perlu'? Apa kamu mau memutus hubungan denganku?"

"Calista, aku peringatkan kamu ...."

"Selamat ya." Calista memotong perkataannya, tatapannya penuh sinis. "Sebentar lagi jadi ayah."

Tangan Dean terlepas seketika. Dia kembali duduk ke sofa, jelas terlihat rasa bersalah yang disembunyikannya. Namun setelah itu Dean seolah teringat sesuatu, ekspresinya melunak.

"Kamu bawa ibumu pergi karena Arcelia hamil, ya? Kamu takut aku mengabaikanmu karena Arcelia mengandung, jadi kamu sengaja cari perhatianku?"

"Calista, kamu nggak perlu melakukan semua itu. Meskipun Arcelia melahirkan, kamu tetap satu-satunya istriku. Itu nggak akan berubah sampai mati."

Dean tersenyum puas, lalu mengambil sebuah gelang turmalin merah dari sakunya.

Calista mengenali gelang itu. Dia pernah melihat gelang itu di media sosial Arcelia. Barang edisi tunggal dari balai lelang yang hanya ada satu-satunya di dunia. Arcelia merasa gelang itu tua dan kuno, lalu membuangnya ke tempat sampah sambil menulis.

[ Cuma perempuan tua yang suka pakai barang seperti ini. ]

Melihat Calista melamun, Dean mengira dia terharu sampai tidak bisa berkata-kata. Dia tersenyum dan melanjutkan, "Karena kamu sudah berusaha keras memanjakanku, besok ikut ke acara keluarga di rumah lama."

Calista mengerutkan kening, hendak menolak. Namun, Dean bertanya dengan nada heran, "Dokumen yang kamu suruh aku tanda tangan kemarin itu apa? Aku nggak menerima pemberitahuan transaksi apa pun."

Jantung Calista serasa berhenti sejenak. Tanpa sadar, kedua tangannya saling menggenggam erat. Ternyata ... Dean masih belum tahu bahwa dia menandatangani surat cerai.

Bagus juga. Saat pergi nanti, dia tidak perlu lagi menjelaskan apa pun kepada Dean. Memikirkan hal itu, Calista pun meredakan emosinya dan berkata datar, "Nggak penting. Aku juga nggak jadi ingin barang itu."

Dean tidak curiga. Melihat Calista yang mengenakan pakaian sederhana, hatinya justru terasa hangat. Dia hendak mengatakan sesuatu, tetapi telepon Arcelia masuk.

"Kak Dean, bayinya bandel lagi, cepat datang temani aku."

Secara naluriah, Dean menoleh ke Calista.

Dulu, kalau Arcelia menelepon seperti itu, Calista pasti akan marah besar dan memaksa Dean tidak boleh pergi. Atau malah langsung mendorongnya keluar dari vila dan membanting pintu, untuk menunjukkan kekesalannya.

Namun kali ini, Calista tidak melakukan apa pun. Dia hanya berbalik dan menaiki tangga pelan-pelan, meninggalkan Dean dengan bayangan punggungnya yang rapuh.

"Calista!" Dean memanggilnya, suaranya penuh kekesalan yang tidak bisa dijelaskan. "Kamu nggak dengar? Arcelia manggil aku untuk temani dia dan anaknya."

Calista mengangguk, langkahnya tidak berhenti. "Pergilah. Hati-hati di jalan."

Dean terpaku di tempat. Untuk sesaat, dia bahkan seperti kehilangan arah.

Akhirnya, suara Arcelia yang merajuk dari telepon menariknya kembali.

Dean buru-buru menjawab, "Aku segera ke sana."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Niat hati hanya menjadi tamu undangan, Adeline Vyantara justru berakhir di altar. Ia terpaksa menggantikan posisi mempelai wanita untuk Alaric Mahendra, sang pewaris kaya yang merasa dijebak oleh keluarganya sendiri. Alaric awalnya berniat membatalkan pernikahan ini, namun keberanian Adeline dalam melindungi kehormatan keluarga membuatnya urung. Kini, keduanya harus menjalani pernikahan dingin yang dipenuhi aturan ketat. Di balik benci dan misteri masa lalu, perasaan cinta perlahan tumbuh.
Sampul Novel Direktur Iblis Takut Kehilangan
8.4
Kehidupan Lia Adelia runtuh setelah suaminya tiada dan ia didepak dari kediamannya. Kini, sebagai janda dua anak, ia harus bersusah payah mencari nafkah di tengah berbagai hinaan fisik serta status sosialnya. Di saat sulit, takdir mempertemukannya dengan Bagas Samudra, seorang pimpinan bank yang berwatak dingin sekaligus menjengkelkan. Walau Lia telah berjanji setia pada mendiang suaminya untuk tidak menikah lagi, perilaku Bagas perlahan melembut. Apakah niat terselubung sang direktur?
Sampul Novel I am Your Boss
8.2
Dulu dicampakkan karena miskin, Andra bangkit hingga sukses mendirikan imperium bisnis raksasa dalam enam tahun. Kini ia menjadi bos kejam berhati dingin dengan aturan super ketat. Namun, pertahanan kokohnya mulai goyah saat bertemu seorang pelamar wanita baru. Kehadiran perempuan tersebut perlahan mengikis kebekuan hati sang miliarder, membangkitkan kembali secercah harapan akan cinta sejati yang sempat ia kubur dalam-dalam.
Sampul Novel ISTRI YANG DIRINDUKAN
8.3
Akibat salah paham pada malam pertama, Nevan Wiliam Adiguna tega membuang Anin begitu saja. Dua setengah tahun kemudian, takdir mempertemukannya dengan Albanna di sebuah desa terpencil. Bocah laki-laki itu ternyata adalah anak kandung Nevan sendiri. Sadar akan kekhilafannya di masa lalu, Nevan kini bertekad menjadi ayah yang baik. Namun, sanggupkah ia mengobati luka mendalam di hati Anin dan mendapatkan kembali cinta wanita yang pernah ia hancurkan hidupnya?
Sampul Novel ME AND PRINCE
8.5
Sejak bayi, Anelies terpisah dari keluarganya yang kaya raya. Setelah kabur dari penculik, ia justru terjerumus ke cengkeraman mucikari kejam. Di umur delapan belas tahun, kesuciannya dilelang kepada raja minyak. Berbekal liontin cincin ibunya tanpa harta lain, ia harus bertahan di kerasnya dunia. Mampukah ia bersatu lagi dengan orang tua kandungnya? Temukan kelanjutan kisahnya dalam sekuel ketujuh seri Hot and Dangerous Billionaire.
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
8.6
Amber, wanita yang kerap dicap sebagai anak haram dan diabaikan keluarganya, harus menghadapi takdir rumit saat dipaksa menjadi istri dadakan bagi Reyvan. Reyvan adalah seorang CEO dingin dan angkuh yang sejak awal memperingatkan Amber untuk menjaga jarak serta tidak jatuh cinta kepadanya. Pernikahan mereka bahkan dibatasi oleh tenggat waktu perceraian yang telah ditentukan. Namun, seiring berjalannya waktu, sang CEO justru menyadari bahwa ia tidak sanggup hidup tanpa kehadiran Amber di sisinya.