APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku

Ceo itu ayah anakku

Queen Azalea berjuang keras menghapus Sean Alexander dari ingatannya. Dulu, CEO dominan itu menolak putri mereka demi menghindari tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat Sean berjumpa dengan Lilly, ikatan batin yang kuat langsung terjalin di antara mereka. Di tengah upaya Sean mendekat, sebuah kenyataan pahit terungkap bahwa Lilly menderita kanker darah. Sean pun memohon kesempatan menebus dosa masa lalunya demi menjadi ayah seutuhnya bagi sang putri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Siang ini di sebuah cafe terlihat Sean yang duduk dengan dua pria tampan yang tersenyum senang menyambut kedatangannya.

"Lama tidak bertemu denganmu kawanku."sambut seorang pria tampan dengan begitu senang dia adalah Evan Ivanders salah satu sahabatnya dan pria terplayboy diantara mereka.

"Iya sudah cukup lama dan di mana Hans,dia tidak ingin menyambut kepulanganku?"tanya Sean dengan tersenyum.

"Dia sedang menjemput anaknya kau tahu bukan dia sudah menjadi seorang ayah begitu cepat daripada kita bertiga,dia sangat bodoh memilih menikah terlebih dulu dan tidak mau menikmati masa bersenang-senangnya."ucap seorang pria tampan yang lainnya dengan terkekeh dan dia Adam Anderson pria dengan senyum memikat namun cukup menyebalkan dengan kata-katanya yang setajam katana.

"Mau bagaimana lagi itu pilihan hidupnya."ucap Sean dengan lirih dan memainkan gelasnya yang berisi kopi karena betapa bodoh dirinya yang dulu menolak kehadiran buah hatinya dan lebih memilih bersenang-senang seandainya saja dia tetap mempertahankannya dia pasti sekarang juga sudah akan menjadi ayah.

Lalu tak lama terlihat seorang pria tampan yang datang dengan menggandeng tangan dua anak kecil disisi kanan dan kirinya menghampiri meja mereka.

"Maaf aku sedikit terlambat kawan karena aku harus menjemput dua malaikat kesayanganku dulu."ucap Hans dengan senyumnya.

"Hai Alpha,Lilly sudah makan?"tanya Evan dengan lembut dan tersenyum tampan seperti biasanya.

"Belum Uncle."jawab Alpha dengan senyum kecilnya lalu mereka duduk dan bergabung.

"Hallo Lilly cantik dan Alpha yang tampan."sapa Adam.

"Hallo juga Uncle."sapa Lilly.

"Pesan apapun yang kalian sukai."ucap Hans dengan tersenyum dan kedua anak kecil itu sangat bahagia lalu mereka melihat menu makanan dan siap memesan.

Sedangkan Sean dirinya hanya menatap gadis kecil itu begitu intens terlalu terkejut saat melihat wajah cantik gadis kecil itu karena dia seperti melihat cerminan dirinya saat waktu kecil ada di diri gadis itu.

"Oh ya Sean kenalkan dia Alpha anak Hans dan dia Lilly anak teman Hans."Adam mengenalkan mereka pada Sean.

"Alpha,Lilly kenalkan diri kalian dia salah satu teman daddy memang kalian tidak pernah melihatnya karena dia sangat lama berada di luar negeri dan baru sekarang pulang."ucap Hans menyuruh kedua anak itu mengenalkan diri mereka.

"Oh Uncle Sean,aku tahu bukankah dulu Daddy pernah mengenalkanku padanya? Aku masih ingat.Hallo Uncle Sean,bagaimana kabarmu?"ucap Alpha dengan senyum cerianya.

"Iya uncle juga masih ingat dengan Alpha kabar uncle baik dan kau sudah semakin besar ya."ucap Sean dengan tersenyum tipis dan dia memang sudah berkenalan dengan Alpha karena jika mereka melakukan video call bersama Hans Alpha selalu menganggu.

Lalu tatapan mata Sean menatap Lilly entah mengapa dia sangat penasaran dengan anak itu,hatinya seolah senang karena dapat bertemu dengan gadis kecil itu."Dan siapa namamu cantik?"

"Perkenalkan Uncle namaku Lilly Alexandra teman Alpha."ucap Lilly dengan sopan serta tersenyum cantik.

"Sangat menggemaskan."ucap Sean dengan mengusap lembut kepala Lilly.

Lilly memang terlihat terkejut tapi entah mengapa dia merasa nyaman dan hangat.

"Kau terlihat seperti ayahnya,Sean."ucap Adam dengan tertawa kecil melihat pemandangan baru itu,apalagi dia rasa wajah Lilly dan Sean itu sangat mirip serta bagi Adam temannya itu sangat aneh dia tidak pernah bisa dekat dengan seorang anak kecil tapi dengan Lilly sikapnya sangat berbeda.

"Apa yang kau katakan? Aku hanya gemas saja dengan Lilly wajahnya sangat cantik seperti boneka jangan berbicara seperti itu jika ayahnya mendengarnya aku bisa habis di tangannya."ucap Sean dengan tertawa.

Ucapan Sean entah mengapa membuat Lilly sedih karena untuk apa Sean takut jika dirinya saja tidak memiliki ayah yang akan peduli.

"Hanya saja wajah kalian sangat mirip satu sama lain,Lilly sangat cocok jadi anakmu jika orang lain tidak tahu mereka mungkin akan menganggapmu sebagai ayahnya Lilly,Sean."ucap Adam dengan tertawa kecil.

Lalu Evan dan lainnya juga mulai memperhatikan wajah Sean dan Lilly secara bergantian.

"Iya memang sangat mirip hanya saja Lilly dalam versi perempuanmu."ucap Evan yang setuju dengan ucapan Adam.

"Hm,mungkin hanya kebetulan ayo kita makan,Lilly dan Alpha tidak boleh melewatkan makan siangnya jika Hana tahu aku pasti akan dicincangnya."ucap Hans dengan cepat mengalihkan pembicaraan saat makanan yang mereka pesan telah datang.

Lilly dan Alpha bersorak bahagia dan mulai menyantap makan siangnya begitupun dengan empat pria itu tapi mata Sean tidak begitu memperhatikan Lilly dia juga merasa gadis kecil itu memiliki yang senyum cantik dan sedikit mirip dengan wanitanya.

"Oh ya Uncle Sean ini sangat pintar bermain harmonica loh Lilly,dia sangat ahli memainkan berbagai alat musik."ucap Alpha memberitahu temannya dan mata Lilly terlihat berbinar lalu menatap Sean.

"Uncle sungguh sangat ahli bermain harmonica,bisa mengajariku cara bermain yang benar?"tanya Lilly dengan minatnya yang sangat tinggi dan membuat Sean tertawa kecil.

"Tentu saja jika uncle punya waktu kita bisa bermain bersama."ucap Sean dengan lembut dan Lilly bersorak bahagia.

Di malam harinya ke empat pria tampan itu memilih untuk bertemu lagi di sebuah club malam karena Sean yang meminta penyambutannya di ulang kembali karena bagainya bertemu di cafe sangat biasa meskipun dia juga senang karena bisa bertemu dengan seorang gadis kecil yang sangat menggemaskan dan menyukai hobby yang sama.

"Oh ya Sean,kenapa kau memilih untuk pergi ke luar negeri apalagi wajahmu waktu itu sangat kacau?"tanya Hans dengan penasaran.

"Iya kau seperti seseorang yang habis putus cinta saja."ucap Adam dengan tertawa dan Evan yang diam,menyimak dengan menikmati segelas minuman beralkohol.

"Iya bisa dibilang seperti itu."jawab Sean dengan menenggak minumannya.

"Sungguh kau pernah putus cinta hingga sekacau itu,aku sangat penasaran seperti apa dirinya hingga bisa membuat dirimu begitu frustasi?"tanya Evan penasaran dan sangat terkejut.

"Dia wanita yang cantik,dingin namun sangat lembut di dalam dia satu-satunya wanita yang dapat menjungkir balikkan kehidupanku."jawab Sean dengan senyum mirisnya.

"Aku tidak percaya kau pernah ditakhlukkan oleh seorang wanita lalu kenapa kalian putus?"tanya Adam dengan penasaran karena jika Sean sudah jatuh vinta kenapa hubungan itu bisa kandas."Apa dia bermain di belakangmu dengan pria lain?"

"Tidak kami putus karena diriku yang menyakitinya."ucap Sean dengan kembali meminum minumannya dengan brutal.

"Sudah hentikan jangan terlalu banyak minum nanti kau mabuk."Hans mengingatkan sahabatnya itu berhenti minum.

"Hans,kenapa kau tidak minum?"tanya Sean penasaran.

"Aku harus menghindari minuman beralkohol karena aku harus mengajarkan hal baik pada anakku dulu memang aku akui aku bukanlah orang yang baik tapi aku ingin mengajarkan banyak hal baik pada anakku agar tidak menjadi pribadi yang buruk seperti diriku dulu."jawab Hans dengan senyum hangatnya.

"Kau ayah yang baik."puji Sean dengan tertawa.

"Tentu saja itulah diriku."Hans terlihat sangat bangga.

"Ngomong-ngomong saat di luar negeri apa kau memiliki kekasih Sean?"tanya Evan dengan senyum jahilnya dan Sean tertawa kecil.

"Jangan ditanya playboy licik itu pasti memiliki banyak koleksi." kekeh Adam.

"Tentu saja tapi untuk sekarang aku sama sekali sedang tidak menjalin hubungan dengan siapapun,aku pria single."ucap Sean dengan tertawa.

TbC

Maafkan typo dan lainnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin dan angkuh. Perselisihan mereka berujung pada sebuah peristiwa besar yang memaksa keduanya menikah demi menuruti keinginan Imelda. Terryn yang tulus mencintai Deva harus menerima sikap acuh suaminya. Namun, saat hati Deva mulai melunak, Terryn justru memilih pergi menjauh.
Sampul Novel FANTASI LIAR MR. DOMINAN
9.5
Jenny Wilson kini terjebak di antara dua pria berpengaruh. Setelah malam penuh gairah dengan bosnya, Ares Martin, batas profesional mereka pun runtuh. Di sisi lain, Liam Anderson hadir dengan sifat dominan yang ingin mewujudkan fantasi liarnya. Mantan sahabat Ares ini bertekad melatih sekaligus memenangkan hati Jenny. Di tengah persaingan yang kian memanas, Liam siap mempertaruhkan segalanya demi memiliki Jenny seutuhnya sebelum sang bos merebutnya.
Sampul Novel Hanya Suami di Atas Kertas
8.0
Agnes Permatasari harus merelakan rumah tangganya hancur. Pernikahannya dengan Rama Pratama kandas akibat tekanan dari ibu mertua serta ipar yang toksik. Setelah perceraian itu, Rama langsung menikahi perempuan kaya pilihan ibunya. Di tengah status barunya sebagai janda, Agnes menjadi sasaran hinaan dan cemoohan orang-orang sekitar. Kini, ia harus berjuang keras menentukan arah hidupnya. Mampukah Agnes bangkit dan bersinar, atau justru semakin terpuruk dalam kehancuran?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
9.2
Hubungan intim semalam membawa Raina ke dalam asmara serius dengan miliarder Felix. Sayangnya, Felix mencampakkannya demi cinta pertama yang kembali, meninggalkan Raina dengan selembar cek. Tanpa air mata, Raina pergi membawa senyum. Saat mereka bertemu lagi, Raina telah menggandeng pria baru. Felix yang kini terbakar cemburu setengah mati berbalik mengejarnya, bahkan rela mengantre demi mendapatkan kembali hati sang mantan yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan usai belasan tahun memicu obsesi kelam dalam diri Caleb. Ketika Eddith tak lagi mengingat masa lalu mereka, sukacita Caleb berubah menjadi kekejaman tanpa ampun. Kini, pria kejam itu mengendalikan seluruh hidup Eddith. Walau Eddith terus meronta dan menolak, gairah Caleb justru kian tersulut. Dibayangi ancaman penderitaan yang jauh lebih besar, Eddith kini terperangkap dalam cengkeraman takdir sosok pria yang ia cap sebagai bajingan.
Sampul Novel Pernikahan yang Gagal
9.0
Tiga tahun membina rumah tangga, sang protagonis meyakini bahwa hidupnya telah sempurna bersama Elina, istri yang penuh kasih, dan putra mereka yang menggemaskan. Namun, ilusi keluarga bahagia itu runtuh seketika saat ia pulang kerja lebih awal. Berniat memindahkan istrinya yang tertidur lelap di dekat ranjang bayi, ia justru melihat layar ponsel Elina menyala, menampilkan sebuah pesan singkat yang mempertanyakan apakah anak mereka sudah tidur. Kenyataan kelam pun mulai membayangi pernikahan mereka.